KERANGKA TEORI DAN METODOLOGI PENELITIAN
3.4 Pendekatan Kognitif
3.4.2 Kategori Metafora Konseptual
3.4.2.1 Metafora Orientasional
Metafora orientasional adalah metafora yang berfungsi untuk menjelaskan suatu konsep melalui konsep ruang (Lakoff dan Johnson, 2003, h.14−21). Misal PK: LESS IS DOWN, seperti yang tercermin pada ungkapan metaforis however, this
share fellF
54
F again, to about 25%, by 2000. Kalimat ... this share fell again ... secara metaforis bermakna ‘nilai saham yang dimaksud turun lagi’ (sebagai RSa). Makna metaforis itu merupakan perluasan makna harfiah dari kalimat he has
fallen from his horse ‘dia jatuh dari kudanya’ (sebagai RSu). Terkait dengan
konsep UP-DOWN, pada bagian ini diulas 10 PK dan sejumlah perwujudannya dalam bentuk ungkapan metaforis sebagai hasil kategorisasi metafora orientasional yang dilakukan oleh Lakoff dan Johnson (1980). Pertama adalah PK:
54
Verba to fall dalam konteks kalimat tersebut berfungsi sebagai kata RSu.
UNIVERSITAS
HAPPY IS UPF
55
F dan SAD IS DOWNF
56
F yang maknanya sangat bertolakbelakakang. Realisasi kedua PK itu tercermin dalam beberapa ungkapan metaforis berikut (kalimat 1−10).
1. I'm feeling up.F
57
F
2. That boosted my spirits. 3. My spirits rose.
4. You're in high spirits.
5. Thinking about her always gives me a lift. 6. I'm feeling down.
7. I'm depressed.
8. He's really low these days. 9. I fell into a depression. 10. My spirits sank.
Melalui penggunaan sejumlah kata RSu (souce domain vocabulary) pada kalimat 1−5, seperti up ‘naik ke atas’, to boost ‘berkembang dengan cepat dan meluas’), to rise ‘bangkit dari duduk/tidur’), high ‘tinggi’), dan lift ‘tumpangan/lift’), dalam setiap konteks kalimat tersebut menghasilkan ungkapan metaforis (RSa) dengan makna masing-masing adalah: to feel up ‘merasa lebih bersemangat/bergembira’, to boost one’s spirits dan one’s spirits rose ‘semangat yang bertambah/meningkat’, to be in high spirits ‘semangat yang memuncak’, to give me a lift ‘memberi saya semangat’.
Sebaliknya, melalui beberapa ungkapan metaforis pada kalimat 6-10 (sebagai RSu) yang ditandai dengan penggunaan kata down ‘turun ke bawah’, depressed ‘mengalami penurunan jumlah/depresi’, low ‘permukaan yang rendah’, fell ‘jatuh dari ketinggian’, dan to sink ‘tenggelam’ dapat dirumuskan PK: SAD IS DOWN. Makna harfiah setiap kata dalam konteks kalimat tersebut di atas telah diperluas (RSa) menjadi to feel down ‘merasa putus asa’, one is depressed ‘merasa sedih dan kecewa’, one is low ‘semangatnya turun’, to fall into a depression ‘bersedih dan kecewa’, dan one’s spirits sink ‘semangatnya hilang’.
55
Perasaan senang/gembira dianalogikan sesuatu yang naik secara vertikal.
56
Perasaan sedih dianalogikan sesuatu yang turun secara vertikal.
57
Lakoff dan Johnson (1980) dan Lakoff (1993) menandai kata RSu seperti up, boosted, rose dan lain-lain dengan huruf miring.
UNIVERSITAS
PK kedua yang tergabung dalam metafora orientasional yang dikemukakan oleh Lakoff dan Johnson (1980, h. 15) adalah CONSCIOUS IS UP dan UNCONSCIOUS IS DOWN. Kesadaran seseorang dianalogikan dengan sesuatu yang bergerak ke atas, sedangkan ketidaksadaran seseorang diidentikkan dengan sesuatu yang bergerak ke bawah seperti yang terlihat pada sejumlah ungkapan metaforis berikut.
1. Get up. 2. Wake up. 3. I'm up already.
4. He rises early in the morning. 5. He fell asleep.
6. He dropped off to sleep. 7. He's under hypnosis. 8. He sank into a coma.
Penggunaan sejumlah ungkapan metaforis dalam berbagai konteks pada kalimat 1-8, seperti to get up ‘bediri dari duduk/tidur’ pada kalimat 1, to wake up ‘bangun dari tidur’ pada kalimat 2, one is up ‘bangun’ pada kalimat 3, to rise
early in the morning ‘bangun pagi’ pada kalimat 4, to fall asleep ‘tertidur’ pada
kalimat 5, to drop off to sleep ‘tertidur’ pada kalimat 6, one is under hypnosis ‘seseorang sedang tidak sadar’ pada kalimat 7, dan to sink into a coma ‘menjadi tidak sadar’ pada kalimat 8 merupakan RSa atau makna metaforis yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Makna metaforis yang dimaksud masing-masing merupakan perluasan makna harfiah dari kata up ‘naik’, to rise ‘bangkit/naik’, to fall ‘jatuh dari ketinggian’, to drop ‘jatuh’, under ‘di bawah sesuatu, dan to sink ‘tenggelam’.
PK ketiga adalah HEALTH AND LIFE ARE UP dan SICKNESS AND DEATH ARE DOWN. Kesehatan dan kehidupan dianalogikan dengan sesuatu yang naik secara vertikal, sedangkan sakit dan kematian diidentikkan dengan sesuatu yang turun secara vertikal. Kedua PK yang maknanya saling bertentangan itu diwujudkan melalui sejumlah ungkapan metaforis pada kalimat 1−9 yang ditandai dengan penggunaan kata seperti peak ‘puncak tertinggi’, to rise ‘bangkit’, top ‘bagian tertinggi’, up ‘ke atas’, to fall ‘jatuh dari ketinggian’, to sink ‘tenggelam’, to come
down ‘turun ke bawah’, to decline ‘menurun’, dan to drop ‘jatuh’.
UNIVERSITAS
1. He's at the peak of health. 2. Lazarus rose from the dead. 3. He's in top shape.
4. As to his health; he's way up there. 5. He fell ill.
6. He's sinking fast.
7. He came down with the flu. 8. His health is declining. 9. He dropped dead.
Makna harfiah kata RSu tersebut masing-masing diperluas menjadi at the
peak of health ‘kesehatan prima’, to rise from the dead ‘sadar/pulih kembali’, in top shape ‘dalam kondisi sehat’, one’s way up ‘kesehatan bertambah’, to fall ill
‘jatuh sakit’, to came down with the flu ‘menderita sakit flu’, one’s health is declining ‘kesehatannya menurun’ dan to drop dead ‘kesehatan semakin menurun’ sebagai RSa. Ungkapan metaforis pada kalimat 1−4 mengacu pada PK: HEALTH AND LIFE ARE UP, sedangkan kalimat 5−9 merupakan realisasi dari PK: SICKNESS AND DEATH ARE DOWN.
Aplikasi PK: HAVING CONTROL OR FORCE IS UP dan BEING SUBJECT TO CONTROL OR FORCE IS DOWN dapat dilihat pada sejumlah ungkapan metaforis berikut (kalimat 1−13). Khusus untuk PK: HAVING CONTROL OR FORCE IS UP ‘memiliki kontrol atau kekuatan dianalogikan dengan sesuatu yang berada di atas’ yang manifestasinya dapat dilihat pada kalimat 1−8. Misal kalimat I have control
overF
58
F her yang bermakna ‘saya dapat menguasainya’ (RSa). Makna metaforis itu
merupakan hasil perluasan dari frasa a little bridge over a stream (RSu). Fenomena penggunaan metafora yang sama juga terjadi pada kalimat nomor (2): I am on top
ofF
59
F
the situation yang berarti ‘saya dapat mengendalikan situasi yang
berkembang’ (RSa). Secara harfiah makna metaforis itu merupakan perluasan makna denotatif dari frasa ... at the top of the mountain ... (RSu).
1. I have control over her. 2. I am on top of the situation. 3. He's in a superior position. 4. He's at the height of his power. 5. He's in the high command. 6. He's in the upper echelon.
58
Preposisi over dalam konteks kalimat tersebut berfungsi sebagai kata RSu.
59
Frasa on t o p of dalam konteks kalimat tersebut berfungsi sebagai kata RSu.
UNIVERSITAS
7. His power rose.
8. He ranks above me in strength. 9. He is under my control.
10. He fell from power.
11. His power is on the decline. 12. He is my social inferior.
13. He is low man on the totem pole.
Sebaliknya, melalui PK: BEING SUBJECT TO CONTROL OR FORCE IS DOWN ‘berada dibawah kontrol atau kekuatan dianalogikan dengan sesuatu yang turun’ dapat dibentuk sejumlah ungkapan metaforis, seperti pada kalimat 9−13 tersebut di atas. Misal kalimat he fellF
60
F from power memiliki makna metaforis
‘dia tidak lagi berkuasa’ (RSa). Secara denotatif, makna itu berasal dari makna denotatif frasa dia jatuh dari tangga (RSu).
Masih terkait dengan konsep UP-DOWN, Lakoff dan Johnson (1980, h. 15−16) menciptakan PK: MORE IS UP dan LESS IS DOWN. Melalui PK: MORE IS UP ‘sesuatu yang mengalami peningkatan dianalogikan dengan sesuatu yang naik ke atas secara vertikal’ dapat dihasilkan ungkapan metaforis dalam jumlah yang sangat besar, yang antara lain, dapat dilihat pada kalimat 1−3 berikut ini.
1. The number of books printed each year keeps going up. 2. His draft number is high.
3. My income rose last year.
4. The amount of artistic activity in this state has gone down in the past year. 5. The number of errors he made is incredibly low.
6. His income fell last year. 7. He is underage.
8. If you're too hot, turn the heat down. Misal kalimat my income roseF
61
F last year memiliki makna metaforis ‘tahun
lalu, pendapatanku meningkat’ (RSa). Makna metaforis itu antara lain merupakan perluasan makna denotatif dari kalimat he rose from his bed yang bermakna ‘dia bangun dari tempat tidurnya’ (RSu). Sebaliknya, PK: LESS IS DOWN ‘sesuatu yang mengalami penurunan/pengurangan dianalogikan dengan sesuatu yang turun secara vertikal ke bawah’ merupakan hasil pemetaan dari sejumlah ungkapan metaforis, seperti yang terlihat pada kalimat 4−8. Misal kalimat his income fell
last year memiliki makna metaforis ‘tahun lalu, pendapatannya berkurang’ (RSa).
60
Verba to fall dalam konteks kalimat tersebut berfungsi sebagai kata RSu.
61
Verba to raise dalam konteks kalimat tersebut berfungsi sebagai kata RSu.
UNIVERSITAS
Makna metaforis itu antara lain merupakan perluasan makna denotatif dari kalimat he fell from the stairs ‘dia jatuh dari tangga’ (RSu).
Di samping PK: MORE IS UP dan LESS IS DOWN, berkaitan dengan konsep ‘status’ juga dirumuskan dua PK: HIGH STATUS IS UP ‘status yang tinggi dianalogikan dengan sesuatu yang naik secara vertikal’dan LOW STATUS IS DOWN ‘status yang rendah dianalogikan dengan sesuatu yang turun secara vertikal’ (Lakoff dan Johnson 1980, h. 16).Manifestasikedua konsep yang beroposisi secara biner itu dapat dilihat pada kalimat 1-7 berikut.
1. He has a lofty position. 2. She'll rise to the top.
3. He's at the peak of his career. 4. He's climbing the ladder. 5. He has little upward mobility.
6. He's at the bottom of the social hierarchy. 7. She fell in status.
Misal ungkapan metaforis he's at the peakF
62
F of his career pada kalimat (3) di
atas bermakna ‘dia sedang berada di puncak karirnya’ (RSa). Ungkapan metaforis itu merupakan perluasan makna harfiah dari frasa, seperti the peak of a
mountain (RSu). Di sisi lain, aplikasi PK: LOW STATUS IS DOWN terlihat pada kalimat 5−7). Misal ungkapan metaforis pada kalimat he's at the bottom of the
social hierarchy memiliki makna ‘dia memiliki status sosial yang rendah’ (RSa).
Makna metaforis itu diperoleh dengan cara memperluas makna harfiah dari frasa ... at the bottom of the steps ... ‘... berada pada anak tangga paling bawah’ (RSu). Dua PK lainnya yang juga beroposisi secara biner adalah GOOD IS UP ‘sesuatu yang baik dianalogikan dengan sesuatu yang naik secara vertikal’ dan BAD IS DOWN ‘sesuatu yang buruk dianalogikan dengan sesuatu yang turun secara vertikal’,seperti yang terlihat pada kalimat 1-4 berikut.
1. Things are looking up.
2. We hit a peak last year, but it's been downhill ever since. 3. Things are at an all-time low.
4. He does high-quality work.
Perwujudan PK: GOOD IS UP yang berfungsi untuk menggambarkan ‘keadaan yang baik’ dapat dilihat pada kalimat 1−2 di atas, sedangkan PK: BAD IS DOWN
62
Nomina peak dalam konteks kalimat tersebut berfungsi sebagai kata RSu.
UNIVERSITAS
yang berfungsi untuk melukiskan ‘sesuatu yang buruk’ tercermin pada kalimat 2-4 di atas. Kedua PK itu secara simultan terungkap pada kalimat (2): we hit a peak last
year, but it's been downhill ever since yang secara metaforis bermakna ‘bisnis
kami mencapai puncaknya tahun lalu ... namun terus menurun sejak itu’ (RSa). Secara harfiah, makna metaforis itu dapat dipersempit menjadi kalimat they were
racing downhill on their bikes ‘mereka berlomba menuruni bukit dengan sepeda’
(RSu). Pada bagian 3.4.2.2 dipaparkan kategori metafora ontologis.