• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE AKUNTANSI TIDAK TERPISAH

Dalam dokumen MODUL AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN (Halaman 42-47)

BAB V JOINT VENTURE

2. METODE AKUNTANSI TIDAK TERPISAH

Dalam metode ini joint venture tidak menyelenggarakan akuntansi secara tersendiri. Akuntansi terhadap joint venture diselenggarakan oleh masing-masing sekutu (partner). Dalam hal ini akuntansinya dapat dibagi menjadi 2, yaitu yang diselenggarakan managing partner (sekutu manajer) dan yang diselenggarakan oleh non-managing partner (sekutu biasa). Akuntasi yang diselenggarakan oleh masing-masing partner tersebut adalah :

a. Managing Partner

Pada dasarnya managing partner akan menyelenggarakan rekening secara lengkap, yaitu rekening-rekening aktiva, utang, modal, pendapatan dan biaya. Rekening modal biasanya namanya diganti dengan rekening sekutu yang bersangkutan. Jadi rekening modal C misalnya diganti dengan rekening C. Pada umumnya elemen pendapatan dan biaya pada joint venture tidak komplek. Oleh karena itu rekening pendapatan dan biaya biasanya digabung menjadi satu di dalam rekening “joint venture”.

Oleh karena akuntansi tersebut dicampur dengan akuntansi perusahaannya sendiri, maka untuk membedakannya setiap rekening joint venture diberi tanda tersendiri, yaitu dengan penambahan istilah

“joint venture” pada setiap rekening. Dengan demikian rekening-rekening yang diselenggarakan managing partner meliputi:

Aktiva-joint venture

1) Utang-joint venture

2) Rekening sekutu atau partner 3) Rekening joint venture.

Penggunaan masing-masing rekening tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Rekening Aktiva - Joint Venture

Rekening ini menunjukkan semua aktiva joint venture yang ada (di tangan managing partner).

Rekening ini akan didebit kalau bertambah dan dikredit kalau berkurang. Termasuk dalam kelompok rekening ini misalnya:

(a) Kas-joint venture.

(b) Piutang Wesel-joint venture.

(c) Piutang Dagang-joint venture.

(2) Rekening Utang – Joint venture

Rekening ini menunjukkan semua utang joint venture. Rekening ini akan didebit kalau berkurang dan dikredit kalau bertambah. Rekening utang-joint venture ini jarang terjadi.

(3) Rekening Sekutu

Masing-masing partner hanya akan menyelenggarakan rekening Sekutu untuk partner yang lain. Jadi tidak akan menyelenggarakan rekening untuk diri sendiri. Jadi managing partner hanya akan menyelenggarakan rekening sekutu untuk non-managing partner. Besarnya hak (modal) sekutu yang bersangkutan tidak kelihatan secara langsungdi dalam rekening tertentu, akan tetapi dihitung dengan cara membandingkan jumlah saldo debit dengan jumlah saldo kredit. Pada dasarnya jumlah aktiva bersih joint venture adalah sama dengan jumlah hak masing-masing partner ditambah laba joint venture, yaitu saldo kredit rekening joint venture. Oleh karena itu maka hak managing partner dapat dihitung sebagai berikut:

Hasil saldo perhitungan ini harus dan selalu sama dengan saldo rekening managing partner yang diselenggarakan oleh sekutu yang lain ( Non-managing partner ).

Rekening bersaldo debit:

Rekening yang bersaldo debit hanya satu, yaitu

Aktiva joint venture……… xxx Rekening bersaldo kredit:

Rekening yang bersaldo kredit yaitu:

- Utang - joint venture……… xxx - Joint-venture……… xxx

(4) Joint Venture

Rekening ini merupakan gabungan dari rekening pendapatan dan biaya. Jadi rekening ini didebit dengan biaya dan dikredit dengan pendapatan. Jadi saldo rekening ini akan menunjukkan laba atau rugi , yaitu saldo debit menunjukkan rugi dan sebaliknya saldo kredit menunjukkan laba.

Jadi managing partner akan menyelenggarakan 4 rekening. Selisih antara jumlah saldo debit dengan jumlah saldo kredit adalah hak managing partner. Hubungan antara keempat rekening dengan hak managing partner adalah sebagai berikut :

Jenis rekening Saldo

Rekening bersaldo debit :

Aktiva-joint venture xxx Rekening bersaldo kredit :

1. Utang-joint venture xxx

2. Joint venture xxx (dapat pula bersaldo D yang berarti rugi) 3. Modal-non-managing partner xxx +

Jumlah saldo kredit xxx

Hak managing partner = jumlah saldo debit – Jumlah saldo kredit b. Non-Managing Partner

Non-managing partner hanya menyelenggarakan 2 macam rekening, yaitu : (1) Rekening joint venture.

(2) Rekening sekutu (Partner).

Penggunaan masing-masing rekening tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Rekening Joint Venture

Pemakaian rekening ini sama dengan pemakaian rekening “joint venture” yang diselenggarakan oleh managing partner, yaitu didebit dengan biaya dan dikredit dengan pendapatan, sehingga saldonya menunjukkan laba atau rugi, yaitu saldo debit menunjukkan rugi dan saldo kredit menunjukkan laba.

(2) Rekening Sekutu (Rekening Partner)

Rekening modal yang diselenggarakan oleh non-managing partner ada 2, yaitu:

(a) Rekening managing partner.

(b) Rekening sekutu non-managing partner yang lain.

Pemakaian kedua macam rekening modal ini ada perbedaaan yang cukup prinsipil, yaitu:

Rekening Managing partner

Rekening ini dipakai untuk menampung aktiva bersih joint venture yang dititipkan pada managing partner dan hak atau modal managing partner. Oleh karena itu saldo rekening ini menunjukkan selisih antara aktiva bersih joint venture yang dititipkan pada managing partner dengan modal managing partner. Aktiva bersih joint venture adalah selisih antara aktiva-joint venture dengan utang-joint venture. Dengan demikian mekanisme pendebitan dan pengkreditan rekening ini adalah:

Pendebitan

Pendebitan dilakukan apabila terjadi transaksi yang berakibat:

- Aktiva joint venture bertambah, - Utang joint venture berkurang dan - Modal atau managing partner berkurang.

Pengkreditan

Pengkreditan dilakukan apabila terjadi transaksi yang berakibat:

- Aktiva joint venture berkurang, - Utang joint venture bertambah dan

- Modal atau hak managing partner bertambah.

Pada umumnya aktiva bersih joint venture yang dititipkan pada managing partner lebih besar daripada hak managing partner. Oleh karena itu rekening managing partner pada umumnya bersaldo debit.

(b) Rekening non-managing partner

Masing-masing non-managing partner hanya akan menyelenggarakan rekening non-managing partner untuk partner yang lain. Sedangkan untuk dirinya sendiri tidak akan diselenggarakan rekening. Besarnya modal non-managing partner yang bersangkutan akan tercermin pada selisih antara rekening yang bersaldo debit dengan rekening yang bersaldo kredit, yaitu:

Rekening yang bersaldo debit:

- Rekening managing partner xxx

Rekening yang bersaldo kredit:

- Rekening joint-venture xxx

- Rekening non-managing partner lain xxx +

Jumlah kredit xxx –

Hak partner yang bersangkutan xxx

Dengan demikian masing-masing non-managing partner hanya menyelenggarakan 2 (dua) jenis rekening, masing-masing dengan saldo debit atau kredit sebagai berikut:

Jenis Rekening Saldo

__________________________________ _________________________________

Rekening bersaldo debit:

Rekening managing partner xxx Rekening bersaldo kredit:

Rekening non-managing partner xxx

Rekening joint venture xxx (dapat debet apabila rugi)

Jumlah saldo kredit xxx

Contoh 2

Dari data pada contoh 1 akan tetapi menggunakan metode akuntansi tidak terpisah yaitu:

Dalam rangka perayaan Sekaten tahun 1991 A, B, dan C sepakat untuk mengadakan joint venture yang bergerak dalam bidang penjualan pakaian dan mainan anak-anak. Modal masing-masing sekutu disepakati:

- A Rp 10.000.000,00 - B Rp 10.000.000,00 - C Rp 15.000.000,00.

Cara pembagian laba disepakati:

a. A sebagai managing partner mendapat bonus 20% dari laba.

b. Sisa laba setelah dikurangi bonus akan dibagi:

- A 30%

- B 30% dan - C 40%

Transaksi yang terjadi selama beroperasinya joint venture tersebut adalah:

1. A menyetor modal berupa kas sebesar Rp. 10.000.000,00.

2. Joint venture membayar biaya sewa tempat sebesar Rp 2.500.000,00.

3. B menyetor kas sebesar Rp. 10.000.000,00 sebagai setoran modal.

4. C menyerahkan barang dagangan setoran modal. Harga perolehan barang dagangan tersebut Rp 14.000.000,00, akan tetapi nilainya disepakati Rp.15.000.000,00.

5. Joint venture membeli tambahan barang dagangan seharga Rp. 9.000.000,00.

6. Joint venture membayar berbagai macam biaya usaha sebesar Rp 3.500.000,00.

7. Joint venture berhasil menjual semua barang dagangan seharga Rp 35.000.000,00 secara tunai.

8. Rugi-laba joint venture dihitung dan dibagikan kepada para partner.

9. Joint venture dibubarkan dan semua kas dibagikan kepada para sekutu.

Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut baik oleh joint venture maupun masing-masing partner dapat dilihat pada Tabel pembagian rugi laba joint venture ABC pada halaman berikut ini.

Mengenai pembagian labanya sama saja dengan apabila menggunakan metode akuntansi terpisah.

BAB VI

Dalam dokumen MODUL AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN (Halaman 42-47)

Dokumen terkait