BAB III METODOLOGI PENELITIAN
H. Teknik Pengumpulan Data
I. Metode Analisis Data
Setelah semua data telah terkumpul maka selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisis. Pengolahan data dilakukan selama penelitian berlangsung dari awal hingga akhir penelitian. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Adapun analisis yang diperoleh dari hasil penelitian peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dianalisis dengan alat dan cara sebagai berikut :
1. Analisis Kualitatif
Data-data yang diperoleh dari pengamatan selama proses penelitian berlangsung dianalisis secara kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan apa yang telah diamati oleh peneliti kemudian dipaparkan menurut pemikiran peneliti berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan di kelas selama proses pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team-Games-Tournament). Hasil dari pemaparan
tersebut dapat berupa cerita maupun rangkuman dalam sebuah tabel. 2. Analisis Kuantitatif
Data atau informasi yang telah diperoleh melalui hasil pengamatan tidak hanya dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif saja melainkan dianalisis secara kuantitatif juga. Analisis kuantitatif merupakan analisis dengan menggunakan rumus.
a. Analisis Data Hasil Belajar
Data hasil belajar dalam penelitian ini mencakup 2 ranah, yaitu ranah kognitif dan ranah afektif. Setiap ranah memiliki model penilaian yang
berbeda. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada ranah kognitif berpedoman pada hasil tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dan uraian. Sedangkan untuk hasil belajar pada ranah afektif berpedoman pada lembar observasi yang telah disediakan selama penelitian berlangsung. Perhitungan setiap ranah adalah sebagai berikut :
1) Ranah Kognitif
Pengukuran secara kuantitatif peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dalam pembelajaran biologi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team-Games-Tournament)
dilakukan dengan memeriksa hasil jawaban tes tertulis yang telah dilakukan kepada siswa.
Adapun teknik penskoran adalah sebagai berikut : a) Pedoman Skoring
Skor yang dihasilkan dari pre-tes dan post-tes dianalisis untuk mengetahui rata-rata dari tiap skor tersebut. Dari skor rata-rata tersebut akan dianalisis untuk mengetahui skor akhir. Pengukuran hasil belajar siswa pada ranah kognitif menggunakan tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dan essai dengan rentan nilai 0-100. Teknik penskoran adalah :
Skor siswa = x 100
Skor yang diperoleh siswa dari tes tersebut kemudian dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 80. Jika siswa < 80, maka
siswa dinyatakan tidak tuntas, dan apabila nilai siswa ≥ 80, maka
siswa dinyatakan tuntas.
Untuk memperoleh nilai rata-rata kelas adapun teknik penskoran adalah sebagai berikut :
Rata-Rata Kelas =
Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dapat diketahui dari persentase hasil posttest pada tiap siklus, yaitu dengan menggunakan perbandingan jumlah siswa yang mencapai KKM dengan jumlah siswa keseluruhan dikalikan 100%.
Ketuntasan Klasikal = 100
2) Ranah Afektif
Pengukuran pada ranah afektif dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Observasi dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa pada ranah afektif selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan ini dilakukan dengan membandingkan hasil observasi siklus I dan II.
Lembar observasi yang telah disediakan akan diisi berdasarkan ratting scale yaitu dari 1 hingga 4. Terdapat dua jenis lembar observasi
turnamen. Analisis observasi siswa dilakukan dengan membuat tabel berikut ini :
Tabel 3.4.
Panduan Observasi Kelompok Untuk Mengukur Ranah afektif Siswa
Aspek yang diamati
Skor Sangat
Baik Baik Kurang
Sangat Kurang A. Siswa memperhatikan penjelasan guru 4 3 2 1 B. Siswa antusias mengerjakan LKS yang diberikan dengan sungguh-sungguh 4 3 2 1
C. Siswa ikut terlibat aktif dalam diskusi kelompok (mengemukakan pendapat, bertanya, menghargai pendapat) 4 3 2 1 D. Siswa mencatat hasil diskusi 4 3 2 1 E. Siswa berani mempresentasikan hasil diskusi bersama kelompok 4 3 2 1 F. Siswa menghargai kelompok lain pada saat presentasi dengan cara mendengarkan sungguh-sungguh 4 3 2 1 G. Siswa aktif mengajukan pertanyaan dan menanggapi pertanyaan 4 3 2 1
Tabel 3.5
Pedoman Observasi Kelompok Tournament Ranah Afektif
NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR
Sangat Baik
Baik Kurang Sangat Kurang A.
ASPEK AFEKTIF
Siswa tertarik mengikuti Games Tournament
4 3 2 1
B. Siswa mengikuti Games
Tournament dengan baik dan jujur 4 3 2 1
C. Siswa dapat mengerti mengenai materi yang dipelajari melalui
Games Tournament 4 3 2 1
D. Siswa dapat bekerjasama dalam
Games Tournament 4 3 2 1
E. Siswa dapat menerima kekalahan
dengan lapang dada 4 3 2 1
Skor maksimal dari lembar observasi kelompok diskusi adalah 28, dan skor minimum observasi kelompok diskusi adalah 7.Sedangkan skor maksimal untuk lembar observasi kelompok turnamen adalah 20, dan skor minimum lembar observasi kelompok turnamen adalah 5. Skor yang diperoleh dari tiap kelompok kemudian diubah dalam bentuk aktivitas dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Nilai =
∑
Nilai akhir yang diperoleh dari hasil lembar observasi kemudian diubah kedalam bentuk persentase dengan menggunakan rumus :
b. Analisis Motivasi Belajar Siswa
Untuk mengetahui motivasi belajar siswa dilakukan pengukuran dengan menggunakan lembar kuisioner. Lembar kuisioner diisi oleh siswa berdasarkan skala Likert dengan 4 alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Data yang dihasilkan dilakukan dengan cara pemberian skor yang telah disediakan. Sangat Setuju (SS) memiliki skor 4, Setuju (S) memiliki skor 3, Tidak Setuju (TS) memiliki skor 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) memiliki skor 1.
Tabel 3.6 Panduan Pedoman Skoring Kuisioner
Pernyataan Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
Jawaban SS S TS STS SS S TS STS
Skor 4 3 2 1 1 2 3 4
Instrumen yang telah diisi oleh siswa kemudian dicari skor akhirnya sehingga diperoleh data skor setiap siswa, data yang diperoleh digunakan sebagai skor motivasi belajar siswa. Setelah skor setiap siswa diperoleh kemudian data skor diolah dan dicari persentase motivasi belajar tiap indikator dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :
Persentase indikator (%) = ∑
100
= ∑
100
Selain menganalisis persentase motivasi belajar siswa per indikator, peneliti juga melakukan analisis motivasi belajar pada hasil kuisioner
siswa untuk mengetahui kategori motivasi belajar siswa. Adapun rumus yang dipakai dalam menghitung persentase (%) hasil kuisioner tiap siswa adalah:
Persentase tiap siswa (%) = ∑
∑ 100
(%) = ∑
100
Setelah diketahui hasil dan persentase dari hasil kuisioner masing-masing siswa, kemudian hasil tersebut dikategorikan kedalam kategori motivasi belajar siswa. Menurut Suharsimi Arikunto (2009) persentase motivasi belajar siswa dijabarkan dalam tabel berikut :
Tabel 3.7 Interval Motivasi Belajar Siswa
Persentase hasil yang diperoleh (%) Kategori
81 % - 100 % Sangat Tinggi 61 % - 80 % Tinggi 41 %- 60 % Cukup 21 % - 40 % Rendah 0 % - 20 % Sangat Rendah