BAB III METODE PENELITIAN
E. Metode Analisis
Metode analisis data merupakan proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang mudah dibaca, dipahami, dan diinterpretasikan. Untuk mengetahui alokasi biaya overhead pabrik dalam perhitungan biaya produksi. Maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu analisis ini dilakukan dengan merekomendasikan penyusunan harga pokok produksi yang seharusnya dimana metode ini dinyatakan dengan angka-angka dengan menggunakan metode full costing dan metode alokasi langsung.
BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Singkat PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar
Pabrik Gula Takalar terletak di Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Propinsi Sulawesi Selatan. Pabrik Gula Takalar didirikan dalam rangka melaksanakan kebijaksanaan pemerintah untuk swasembada gula nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian R.I Nomor 668/Kpts/Org/8/1981 tanggal 11 Agustus 1981.
Studi kelayakan disusun oleh PT Agriconsult Internasional pada tahun 1975, dilanjutkan oleh PT Tanindo pada tahun 1981 dengan menggunakan fasilitas kredit ekspor dari Taiwan. Pelaksanaan pembangunan diserahkan pada Tashing Co. (Ptc) Ltd. Agency of Taiwan Machinery Manufacturing Co. (TMCC) sebagai Main Contractor dengan partner dalam negeri yakni PT Sarang Tehnik, PT Multi Mas Corp, PT Barata Indonesia.
Pembangunan Pabrik Gula Takalar menghabiskan dana sebesar Rp.
63,5 milyar dan selesai dibangun pada tanggal 27 Nopember 1984.
Performance test dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 11 Agustus 1985 dengan hasil baik. Pabrik Gula Takalar dibangun dengan kapasitas giling 3.000 ton tebu per hari (TTH), yang dapat dikembangkan menjadi 4.000 TTH. Pabrik Gula Takalar giling perdana tahun 1984, dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 23 Desember 1987.
33
1. Areal
Areal PG. Takalar terdiri dari Hak Guna Usaha (HGU) seluas 9.967,04 ha dan Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 181.93 Ha.
a. Hak Guna Usaha HGU seluas 9.967,04 ha tersebar pada 3 (tiga) kabupaten yaitu :
1) Kabupaten Gowa : 1.996,86 ha.
2) Kabupaten Takalar : 6.550,21 ha 3) Kabupaten Jeneponto : 1.419,97 ha
Hak Guna Usaha (HGU) diterbitkan dalam 2 (dua) sertifikat yaitu tahun 1992 yang berlaku s/d tahun 2024 dan sertifikat tahun 1993 yang berlaku s/d dengan tahun 2023.
b. Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 181.93 Ha diterbitkan dalam 1 (satu) sertifikat yaitu tahun 1990 dan berakhir pada tahun 2010.
2. Topografi
Areal PG Takalar berada pada ketinggian 45 m – 125 m di atas permukaan laut, dengan jenis tanah :
a. Kabupaten Gowa : Mediteran, Grumusol, Latosol
b. Kabupaten Takalar : Mediteran, Grumusol, Latosol, Podsolik Kuning
c. Kabupaten Jeneponto : Mediteran, Grumusol, Laterit
3. Pabrik
a. Lokasi Pabrik
Desa : Pa’rappunganta Kecamatan : Polombangkeng Utara Kabupaten : Takalar
Provinsi : Sulawesi-Selatan Kode Pos : 92201
Telp./Fax : 0418-2328216-2328216-2328220 Terletak : 35 Km dari ibu kota Provinsi
10 m dari ibu kota Kabupaten b. Kondisi Pabrik
Tahun pembuatan : 1982
Kepemilikan : Persero
Jenis Prosesing : Sulfitasi
Jenis Gula yang Dihasilkan : SHS I
Kapasitas Giling : 3.000 TCD
B. Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar
Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu, struktur organisasi adalah kerangka antar hubungan dari orang-orang atau unit-unit organisasi yang masing-masing memiliki tugas, tanggungjawab, dan wewenang tertentu. Berikut ini merupakan Struktur organisasi pada PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 4.1
Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara X– Pengelola Pabrik Gula Takalar
C. Tugas Pokok dan Fungsi PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar
Sesuai dengan badan struktur organisasi perusahaan PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar, Sebagai Berikut:
1. General Manager, bertugas :
a. Merencanakan dan menetapkan kebijaksanaan dalam pengelolaan perusahaan sesuai yang ditetapkan direksi.
b. Memimpin, mengendalikan dan mengkoordinir secara fisik pelaksanaan tugas bagian tata usaha dan keuangan, pengelohan, instalasi dan tanaman agar tercapai kesatuan.
2. Kepala Bagian Tanaman
Kepala bagian tanaman bertugas melaksanakan kebijaksanaan dan rencana kerja yang ditetapkan oleh administrator dibidang tanaman dan sesuai yang ditetapkan oleh direksi.
a. Membantu general manager dalam menyusun rencana kerja dan rencana anggaran belanja pada bagian tanaman.
b. Bertanggung jawab penuh atas kelancaran tanaman dari segi produksi dan produktivitas tanaman.
3. Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan, bertugas:
a. Menjalankan kebijaksanaan dan rencana kerja yang telah ditetapkan general manager dalam bidang tata usaha dan keuangan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh direksi.
b. Menjalankan kebijaksanaan dan rencana kerja yang ditetapkan administrator dalam bidang tata usaha dan keuangan sesuai yang ditetapkan direksi.
c. Membantu administrator secara aktif dalam menyusun dan mengendalikan rencana kerja dan rencana anggaran belanja perusahaan dibidang tata usaha dan keuangan perusahaan.
4. Kepala Bagian Pabrik bertugas :
a. Memimpin, merencanakan, mengkoordinir serta mengawasi pelaksanaan semua kegiatan bidang pengolahan sesuai kebijaksanaan dan rencana kerja yang telah ditetapkan oleh general manager dan direksi.
b. Bertanggung jawab atas pelaksanaan fungsi pengolahan dan tertimbang sampai menjadi gula ditimbang agar dapat mencapai mutu produksi secara efektif dan efisien.
5. Sistem Kepegawaian a. Sistem Kerja
Sistem kerja pada pabrik gula takalar terbagi atas dua kelompok kerja yaitu:
1) Sistem kerja pada Luar Masa Giling (LMG)
Semua karyawan mempunyai jadwal kerja dari hari senin sampai hari sabtu dengan jam kerja sebagai berikut :
Senin – Sabtu : 07.00 – 15.00 Masuk Kerja
2) Sistem Kerja Dalam Masa Giling (DMG)
a) Karyawan yang termasuk dalam golongan ini mempunyai jadwal kerja dari hari senin sampai dengan minggu dan dibagi selama 3 shift.
b) Karyawan pelaksana / musiman, jadwal kerjanya : Shift Pagi : 07.00 – 15.00
Shift Siang : 15.00 – 23.00 Shift Malam : 23.00 – 07.00
c) Pengawas dan pembantu pengawas, jadwal kerjanya : Shift Pagi : 06.00 – 14.00
Shift Siang : 14.00 – 22.00 Shift Malam : 22.00 – 06.00 d) Dinas harian, jadwal kerjanya :
Senin – Kamis : 07.00 – 15.00 Masuk Kerja Jum’at : 07.00 – 12.00 Masuk Kerja
Sabtu : 07.00 – 15.00 Masuk Kerjaa
b. Sistem Upah
Sistem upah di pabrik gula takalar dibagi dalam 3 bagian : 1) Upah Bulanan
Upah bulanan ini diberikan kepada karyawan tetap dan besarya tergantung pada golongan kerja tingkat kepegawaian. Upah ini ditetapkan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh perusahaan.
2) Upah Harian
Upah ini diberikan kepada karyawan tidak tetap yang biasanya terdiri dari pekerja harian.
3) Upah Lembur
Upah ini diberikan kepada karyawan yang bekerja lebih dari delapan jam kerja satu hari.
c. Kesalamatan Kerja
Hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja dipabrik gula takalar untuk sekarang ini antara lain :
1) Penyediaan fasilitas kesehatan seperti poliklinik 2) Pembagian pakaian kerja, helm dan sarung tangan.
3) Pembagian susu untuk operator yang bekerja di cane yard, sekrap, belerang, ph meter dan tukag las.
4) Mencegah dan mengendalikan timbulnya polusi misalnya pengelolaan blotong menjadi kompos dan pengelolaan air limbah dikolam IPAL.
5) Penyediaan perlengkapan alat pemadam kebakaran.
d. Kesejahteraan Karyawan
Pada pabrik gula takalar beberapa kesejahteraan karyawan telah disediakan antara lain yaitu fasilitas perumahan, fasilitas olahraga, fasilitas peribadatan, fasilitas koperasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan.
1) Tenaga kerja tetap : 493 orang 2) Tenaga kerja tidak tetap : 285 orang 6. Kepala Bagian SDM/Umum, bertugas :
a. Melaksanakan kebijaksanaan dan rencana kerja yang telah ditetapkan oleh general manager SDM pabrik gula, sesuai yang telah ditetapkan oleh direksi dengan berdaya guna dan berhasil guna.
b. Bertanggung jawab penuh atas kelancaran SDM secara cepat.
c. Membantu secara aktif general manager dalam menyusun rencana kerja dan rencana anggaran belanja dibidang SDM pabrik gula.
7. Kasub Instalansi, bertugas :
a. Melaksanakan kebijaksanaan dan rencana kerja yang telah ditetapkan oleh administrator dibidang instalasi pabrik gula, sesuai yang telah ditetapkan oleh direksi dengan berdaya guna dan berhasil guna.
b. Bertanggung jawab penuh atas kelancaran instalasi secara tepat c. Membantu secara aktif general manager dalam menyusun rencana
kerja dan rencana anggaran belanja di bidang instalasi pabrik gula.
8. Kasub. Akuntansi / Pembukuan, bertugas :
a. Menyelenggarakan pembukuan dan membuat laporan secara periodik di bidang keuangan untuk keperluan manajemen.
b. Melaksanakan pengawasan di bidang finansial dn inventaris.
c. Mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan perubahan akan harta, hutang serta modal perusahaan.
d. Mencatat dan membukukan semua transaksi yang terjadi, membuat laporan bulanan, serta membuat manajemen keuangan.
e. Menerima dan mengeluarkan uang yang dibutuhkan oleh pabrik dalam menjalankan aktivitasnya.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Klasifikasi Biaya Pada PT. Perkebunan Nusantara X– Pengelola Pabrik Gula Takalar
Klasifikasi biaya pada perusahaan sangatlah penting dilakukan sebelum melakukan analisis yang tepat dan akurat, klasifikasi biaya pada PT.
Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar adalah sebagai berikut :
1. Biaya Tetap
Biaya tetap merupakan biaya yang selama kurun waktu operasi selalu tetap jumlahnya atau tidak berubah walaupun volume kegiatan atau penjualan berubah. Pada PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar biaya tetapnya terdiri atas :
a. Biaya Administrasi dan Tata Usaha 1) Gaji DBS Karyawan Staf 2) Tunjangan Kesejahteraan 3) Tunjangan Sosial Karyawan 4) Pengeluaran Khusus
5) Tunjangan Pelaksanaan 6) Biaya Kantor Asuransi b. Biaya Diluar Kantor
1) Sumbangan
2) Biaya Hansip / Wanra 43
3) Biaya Keamanan 4) Jaminan Sosial c. Amortisasi
1) Hak Atas Tanah d. Biaya Overhead Tetap
1) Gedung dan Penataran 2) Mesin dan Instalansi 3) Jalan dan Jembatan 4) Alat Pengangkutan 5) Alat Pertanian
6) Inventaris Kantor dan Rumah 2. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya volume kegiatan. Pada PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar, klasifikasi biaya variabelnya terdiri atas : a. Biaya Tenaga Kerja Langsung
b. Biaya Bahan Baku 1) Biaya Pembibitan
c. Biaya Administrasi dan Umum 1) Biaya Pabrik
2) Biaya Pengelolahan 3) Biaya Tebang dan Angkut 4) Biaya Penggilingan
d. Biaya Overhead Variabel 1) Biaya Eksploitasi Pertanian 2) Biaya Eksploitasi Pengangkutan
Tabel 5.1 Data Standar Biaya Tetap dan Biaya Variabel
PT. Perkebunan Nusantara X– Pengelola Pabrik Gula Takalar Tahun 2014
Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. 17,808,717,727 1 Gaji DBS Karyawan Staf Rp. 975,358,930.62 Biaya Bahan Baku
2 Tunjangan Kesejahteraan Rp. 7,526,305,511.10 1 Biaya Pembibitan Rp. 4,253,088,913 3 Tunjangan Sosial Karyawan Rp. 3,895,305,612.78 Biaya Administrasi dan Umum
4 Pengeluaran Khusus Rp. 48,000,000 1 Biaya Pabrik Rp. 11,747,334,753.90
5 Tunjangan Pelaksanaan Tugas Rp. 530,689,000 2 Biaya Pengelolahan Rp. 9,391,015,907.08 6 Biaya Kantor Rp. 400,064,380 3 Biaya Tebang dan Angkut Rp. 20,536,536,103.48
7 Asuransi Rp. 415,203,600 4 Biaya Penggilingan Rp. 34,882,620,278.45
8 Lain-Lain Rp. 797,172,765.80 5 Sumbangan Kematian Rp.
-Biaya Diluar Kantor Biaya Overhead Variabel
1 Sumbangan Rp. 137,220,000 1 Biaya Eksploitasi Pertanian Rp. 18,392,489,570.00 2 Biaya Hansip / Wanra Rp. - 2 Biaya eksploitasi Pengangkutan Rp. 5,687,555,466.52
3 Biaya Keamanan Rp. 324,850,000
4 Jaminan Sosial Pensiun Rp. 648,000,000
5 Lain-Lain Rp. 15,000,000
Amortisasi
1 Hak Atas Tanah Rp.
-Biaya Overhead Tetap
1 Gedung dan Penataran Rp. 244,764,178.64 2 M esin dan Instalasi Rp. 4,028,623,086.13 3 Jalan dan Jembatan Rp. 155,089,148.28 4 Alat Pengangkutan Rp. 71,505,190.52 5 Alat Pertanian Rp. 2,129,722,962.37 6 Inventaris Kantor dan Rumah Rp. 26,054,578.60
TOTAL Rp. 22,368,928,944.84 TOTAL Rp. 122,699,358,719
BIAYA TETAP RKAP BIAYA VARIABEL RKAP
Biaya Administrasi dan Tata Usaha
Sumber : PT. Perkebunan Nusantara X-Pengelola Pabrik Gula Takalar (Data Diolah)
Tabel 5.1 diatas menunjukkan biaya tetap PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar yang terdiri atas biaya administrasi dan tata usaha (Gaji DBS karyawan staf, tunjangan kesejahteraan, tunjangan sosial karyawan, pengeluaran khusus, tunjangan pelaksanaan tugas, biaya kantor, asuransi, dan lain-lain). Biaya diluar kantor (Sumbangan, biaya hansip/wanra, biaya keamanan, jaminan sosial pensiun, dan laim-lain). Amortisasi (Hak atas tanah). Dan biaya overhead tetap (Gedung dan penantaran, mesin dan instalasi, jalan dan jembatan, alat pengankutan, alat pertanian, dan inventaris kantor dan rumah). Disini dapat dilihat bahwa jumlah biaya tetap pada PT.
Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar pada tahun 2014 sebesar Rp. 22.368.928.944,84. Sedangkan biaya variabel PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar Tahun 2014 adalah sebesar Rp.
122.699.358.719.- dimana biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp.
17.808.717.727,- biaya bahan baku sebesar Rp. 4.253.088.913,- biaya administrasi dan umum sebesar Rp. 76.557.507.042,91 dan biaya overhead variabel sebesar Rp.
24.080.045.037,-Tabel 5.2 Data Realisasi dan Standar Biaya Tetap dan Biaya Variabel PT. Perkebunan Nusantara X– Pengelola Pabrik Gula Takalar Tahun 2014
BIAYA VARIABEL
Biay a Tenaga Kerja Langsung Rp . 17,808,717,727 Rp . 14,076,785,970 Biay a Bahan Baku
1 Biay a Pembibitan Rp . 4,253,088,913 Rp . 3,260,919,436 Biay a Administrasi dan Umum
1 Biay a Pabrik Rp . 11,747,334,753.90 Rp . 10,259,757,804 2 Biay a Pengelolahan Rp . 9,391,015,907.08 Rp . 6,098,398,894 3 Biay a Tebang dan Angkut Rp . 20,536,536,103.48 Rp . 12,860,012,458 4 Biay a Penggilingan Rp . 34,882,620,278.45 Rp . 31,365,094,774.81
5 Sumbangan Kematian Rp . - Rp .
-Biay a Overhead Variabel
1 Biay a Eksp loitasi Pertanian Rp . 18,392,489,570 Rp . 16,875,019,029.63 2 Biay a eksp loitasi Pengangkutan Rp . 5,687,555,466.52 Rp . 5,474,094,832 BIAYA TETAP
1 Gaji DBS Kary awan Staf Rp . 975,358,930.62 Rp . 241,713,185 2 Tunjangan Kesejahteraan Rp . 7,526,305,511.10 Rp . 3,242,018,977 3 Tunjangan Sosial Kary awan Rp . 3,895,305,612.78 Rp . 2,079,211,541
4 Pengeluaran Khusus Rp . 48,000,000 Rp . 39,080,000
5 Tunjangan Pelaksanaan Tugas Rp . 530,689,000 Rp . 434,779,923
6 Biay a Kantor Rp . 400,064,380 Rp . 606,870,851
7 Asuransi Rp . 415,203,600 Rp . 432,623,108
8 Lain-Lain Rp . 797,172,765.80 Rp . 687,294,102.13
Biay a Diluar Kantor
1 Sumbangan Rp . 137,220,000 Rp . 38,235,876
2 Biay a Hansip / Wanra Rp . - Rp . 20,460,000
3 Biay a Keamanan Rp . 324,850,000 Rp . 98,262,209
4 Jaminan Sosial Pensiun Rp . 648,000,000 Rp . 442,391,873
5 Lain-Lain Rp . 15,000,000 Rp . 794,179,963
Amortisasi
1 Hak Atas Tanah Rp . - Rp . 6,083,333.37
Biay a Overhead Tetap
1 Gedung dan Penataran Rp . 244,764,178.64 Rp . 202,672,967.41 2 M esin dan Instalasi Rp . 4,028,623,086.13 Rp . 3,275,851,630.84 3 Jalan dan Jembatan Rp . 155,089,148.28 Rp . 113,831,262.29 4 Alat Pengangkutan Rp . 71,505,190.52 Rp . 32,530,302.32 5 Alat Pertanian Rp . 2,129,722,962.37 Rp . 1,721,738,499.30 6 Inventaris Kantor dan Rumah Rp . 26,054,578.60 Rp . 2,857,985.60 TOTAL Rp. 145,068,287,664 Rp. 114,782,770,788 NAMA PERKIRAAN / URAIAN
Biay a Administrasi dan Tata Usaha
RKAP REALIS AS I
Sumber: PT. Perkebunan Nusantara X- Pengelola Pabrik Gula Takalar ( Data Diolah)
Tabel 5.2 diatas menunjukkan realisasi biaya tetap PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar yang terdiri atas biaya administrasi dan tata usaha (Gaji DBS karyawan staf, tunjangan kesejahteraan,
tunjangan sosial karyawan, pengeluaran khusus, tunjangan pelaksanaan tugas, biaya kantor, asuransi, dan lain-lain). Biaya diluar kantor (Sumbangan, biaya hansip/wanra, biaya keamanan, jaminan sosial pensiun, dan laim-lain).
Amortisasi (Hak atas tanah). Dan biaya overhead tetap (Gedung dan penantaran, mesin dan instalasi, jalan dan jembatan, alat pengankutan, alat pertanian, dan inventaris kantor dan rumah). Disini dapat dilihat bahwa jumlah standar biaya tetap pada PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar pada tahun 2014 sebesar Rp. 22.368.928.944,84 sedangkan jumlah biaya tetap yang terealisasi sebesar Rp. 14.512.687.589,26.
Jumlah standar biaya variabel PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar Tahun 2014 adalah sebesar Rp. 122.699.358.719 sedangkan jumlah biaya variabel yang teralisasi sebesar Rp.
100.270.083.198,- dimana biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp.
14.076.785.970,- biaya bahan baku sebesar Rp. 3.260.919.436,- biaya administrasi dan umum sebesar Rp.60.583.263.931 dan biaya overhead variabel sebesar Rp.
22.349.113.861.63,-Setelah melakukan pengklasifikasian biaya, maka dibahas mengenai nilai sisa data biaya tetap dan biaya variabel pada PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar. Pada tabel dibawah ini dapat dilihat nilai sisa dari biaya tetap dan biaya variabel PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar selama tahun 2014.
Tabel 5.3 Data Nilai Sisa Standar Biaya Overhead Pabrik (BOP) Tahun 2014 PT. Perkebunan Nusantara X– Pengelola Pabrik Gula
Takalar
BIAYA VARIABEL
Biay a Tenaga Kerja Langsung Rp . 17,808,717,727 Rp . 14,076,785,970 Rp . 3,731,931,757 Biay a Bahan Baku
1 Biay a Pembibitan Rp . 4,253,088,913 Rp . 3,260,919,436 Rp . 992,169,477 Biay a Administrasi dan Umum
1 Biay a Pabrik Rp . 11,747,334,753.90 Rp . 10,259,757,804 Rp . 1,487,576,950 2 Biay a Pengelolahan Rp . 9,391,015,907.08 Rp . 6,098,398,894 Rp . 3,292,617,013 3 Biay a Tebang dan Angkut Rp . 20,536,536,103.48 Rp . 12,860,012,458 Rp . 7,676,523,645 4 Biay a Penggilingan Rp . 34,882,620,278.45 Rp . 31,365,094,774.81 Rp . 3,517,525,504
5 Sumbangan Kematian Rp . - Rp .
-Biay a Overhead Variabel
1 Biay a Eksp loitasi Pertanian Rp . 18,392,489,570 Rp . 16,875,019,029.63 Rp . 1,517,470,540 2 Biay a eksp loitasi Pengangkutan Rp . 5,687,555,466.52 Rp . 5,474,094,832 Rp . 213,460,635 BIAYA TETAP
1 Gaji DBS Kary awan Staf Rp . 975,358,930.62 Rp . 241,713,185 Rp . 733,645,746 2 Tunjangan Kesejahteraan Rp . 7,526,305,511.10 Rp . 3,242,018,977 Rp . 4,284,286,534 3 Tunjangan Sosial Kary awan Rp . 3,895,305,612.78 Rp . 2,079,211,541 Rp . 1,816,094,072
4 Pengeluaran Khusus Rp . 48,000,000 Rp . 39,080,000 Rp . 8,920,000
5 Tunjangan Pelaksanaan Tugas Rp . 530,689,000 Rp . 434,779,923 Rp . 95,909,077
6 Biay a Kantor Rp . 400,064,380 Rp . 606,870,851 Rp . (206,806,471)
7 Asuransi Rp . 415,203,600 Rp . 432,623,108 Rp . (17,419,508)
8 Lain-Lain Rp . 797,172,765.80 Rp . 687,294,102.13 Rp . 109,878,664 Biay a Diluar Kantor
1 Sumbangan Rp . 137,220,000 Rp . 38,235,876 Rp . 98,984,124
2 Biay a Hansip / Wanra Rp . - Rp . 20,460,000 Rp . (20,460,000)
3 Biay a Keamanan Rp . 324,850,000 Rp . 98,262,209 Rp . 226,587,791
4 Jaminan Sosial Pensiun Rp . 648,000,000 Rp . 442,391,873 Rp . 205,608,127
5 Lain-Lain Rp . 15,000,000 Rp . 794,179,963 Rp . (779,179,963)
Amortisasi
1 Hak Atas Tanah Rp . - Rp . 6,083,333.37 Rp . (6,083,333)
Biay a Overhead Tetap
1 Gedung dan Penataran Rp . 244,764,178.64 Rp . 202,672,967.41 Rp . 42,091,211 2 M esin dan Instalasi Rp . 4,028,623,086.13 Rp . 3,275,851,630.84 Rp . 752,771,455 3 Jalan dan Jembatan Rp . 155,089,148.28 Rp . 113,831,262.29 Rp . 41,257,886 4 Alat Pengangkutan Rp . 71,505,190.52 Rp . 32,530,302.32 Rp . 38,974,888 5 Alat Pertanian Rp . 2,129,722,962.37 Rp . 1,721,738,499.30 Rp . 407,984,463 6 Inventaris Kantor dan Rumah Rp . 26,054,578.60 Rp . 2,857,985.60 Rp . 23,196,593 TOTAL Rp. 145,068,287,664 Rp. 114,782,770,788 Rp . 30,285,516,877 NAMA PERKIRAAN / URAIAN
Biay a Administrasi dan Tata Usaha
RKAP REALIS AS I NILAI S IS A
Sumber: PT. Perkebunan Nusantara X- Pengelola Pabrik Gula Takalar ( Data Diolah)
Tabel 5.3 diatas menunjukkan nilai biaya standar biaya overhead pabrik (BOP) yang terdiri atas biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku (Biaya Pembibitan). Biaya administrasi dan umum (biaya pabrik, biaya
pengelolahan, biaya tebang dan angkut, biaya penggilingan, dan sumbangan kematian). Biaya overhead variabel (biaya eksploitasi pertanian dan biaya eksploitasi pengangkutan) biaya administrasi dan tata usaha (Gaji DBS karyawan staf, tunjangan kesejahteraan, tunjangan sosial karyawan, pengeluaran khusus, tunjangan pelaksanaan tugas, biaya kantor, asuransi, dan lain-lain). Biaya diluar kantor (Sumbangan, biaya hansip/wanra, biaya keamanan, jaminan sosial pensiun, dan laim-lain). Amortisasi (Hak atas tanah). Dan biaya overhead tetap (Gedung dan penantaran, mesin dan instalasi, jalan dan jembatan, alat pengankutan, alat pertanian, dan inventaris kantor dan rumah). Disini dapat dilihat bahwa jumlah biaya overhead pabrik pada PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar pada tahun 2014 yang ter rkap sebesar Rp. 145.068.287.664. Sedangkan biaya overhead pabrik pad PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar Tahun 2014 yang terealisasi adalah sebesar Rp. 114.782.770,788,-sehingga PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar tahun 2014 memperoleh nilai sisa biaya overhead pabrik sebesar Rp.
30.285.516.877,- dan untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada gambar 5.1 tentang hasil biaya overhead pabrik (BOP) selama tahun 2014 :
Gambar 5.1Hasil Biaya Overhead Pabrik (BOP)
PT. Perkebunan Nusantara X– Pengelola Pabrik Gula Takalar Tahun 2014
Sumber:PT. Perkebunan Nusantara X- Pengelola Pabrik Gula Takalar (Data Diolah)
Gambar 5.1 diatas menunjukkan hasil biaya overhead pabrik (BOP) pada PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar tahun 2014 bahwa jumlah biaya variabel yang ter rkap sebesar Rp. 122.699.358,71 sedangkan biaya variabel yang terealisasi hanya sebesar Rp. 100.270.083,19 sehingga sisa biaya variabelnyaadalah sebesar Rp. 22.429.275.521,- dan jumlah biaya tetapnya yang ter rkap sebesar Rp. 22.368.928.944,- sedangkan biaya variabel yang terealisasi hanya sebesar Rp. 14.512.687.589,- sehingga sisa biaya tetapnya adalah sebesar Rp. 7.856.241.355,- jadi total nilai sisa biaya overhead pabrik (BOP) pada PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar pada tahun 2014 adalah sebesar Rp.
50,000,000,000.00 100,000,000,000.00 150,000,000,000.00
RKAP REALISASI NILAI SISA
JUMLAH 30,285,516,876.
Biaya Variabel 122,699,358,719 100,270,083,198 22,429,275,521 Biaya Tetap 22,368,928,944. 14,512,687,589 7,856,241,355.8
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X - PENGELOLA PABRIK GULA TAKALAR TAHUN 2014
B. Analisis Pengendalian Biaya Overhead Pabrik (BOP)
PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan penjualan gula pasir yang bahan baku juga dikabupaten gowa, sehingga tidak mengalami kesulitan mengatasi permintaan konsumen, sebab biasanya lebih besar permintaan konsumen dibandingkan dengan produksi.
Perusahaan pabrik gula takalar yang ingin mencapai lebih besar.
Prestasi bagi perusahaan adalah dalam bentuk tingkat keuntungan atau laba yang dapat dicapai. Namun keberhasilan yang di inginkan sangat bergantung pada kemampuan eksekutif dalam mengendalikan perusahaan. Dalam kaitannya dengan uraian tersebut, akan disajikan pembebanan Biaya Overhead Pabrik (BOP) perusahaan, sebagai berikut:
Tabel 5.4 Standar Pembebanan Biaya Overhead Pabrik (BOP) (Kapasitas Jam Kerja 2880 Jam)
No. Jenis Biaya Overhead Pabrik
Biaya Overhead Pabrik
Jumlah Biaya
Tetap Variabel
1. By. Gedung dan Penataran 244.764.178,64 - 244.764.178,64
2. By. Mesin dan Instalasi 4.028.623.086,13 - 4.028.623.086,13
3. By. Jalan dan Jembatan 155.089.148,28 - 155.089.148,28
4. By. Alat Pengangkutan 71.505.190,52 - 71.505.190,52
5. By. Alat Pertanian 2.129.722.962,37 - 2.129.722.962,37
6. By. Inventaris Kantor dan
Rumah 26.054.578,60 - 26.054.578,60
7. By. Eksploitasi Pertanian - 18.392.489.570 18.392.489.570 8. By. Eksploitasi
Pengangkutan - 5.687.555.466,52 5.687.555.466,52
JUMLAH 6.655.759.144,54 24.080.045.036,52 30.735.804.181,06 Sumber:PT.Perkebunan Nusantara X-Pengelola Pabrik Gula Takalar (Data diolah)
Sebagaimana terlihat diatas, menunjukkan diatas bahwa biaya overhead pabrik tetap sebesar Rp. 6.655.759.144,54,- dengan kapasitas jam kerja 8 jam per hari, jadi selama setahun kapasitas jam kerja sebanyak 2880 jam maka standar Pembebanan Biaya Overhead Pabrik (BOP) tetap dapat ditentukan, yaitu :
. 6.655.759.144,54
2880 = . 2.311.027,48
Kemudian standar pembebanan biaya overhead Pabrik Variabel sebagai berikut :
. 24.080.045.036,52
2880 = . 8.361.126,75
Sehingga besarnya standar biaya overhead pabrik dalam perusahaan adalah sebesar Rp. 10.672.154,2 (Rp. 2.311.027,48 + Rp.8.361.126,75).
Sedangkan realisasi pembebanan biaya overhead pabrik sebagai berikut:
Tabel 5.5
Realisasi Pembebanan Biaya Overhead Pabrik (BOP) ( Jam Kerja 2880 Jam)
No. Jenis Biaya Overhead Pabrik
Biaya Overhead Pabrik
Jumlah Biaya
Tetap Variabel
1. By. Gedung dan Penetaran 202.672.967,41 - 202.672.967,41
2. By. Mesin dan Instalasi 3.275.851.630,84 - 3.275.851.630,84
3. By. Jalan dan Jembatan 113.831.262,29 - 113.831.262,29
4. By. Alat Pengangkutan 32.530.302,32 - 32.530.302,32
5. By. Alat Pertanian 1.721.738.499,30 - 1.721.738.499,30
6. By. Inventaris Kantor dan
Rumah 2.857.985,60 - 2.857.985,60
7. By. Eksploitasi Pertanian - 16.875.019.029,63 16.875.019.029,63 8. By. Eksploitasi
Pengangkutan - 5.474.094.832 5.474.094.832
JUMLAH 5.349.482.647,76 22.349.113.861,63 27.698.596.509 Sumber : PT. Perkebunan Nusantara X - Pengelola Pabrik Gula Takalar
Sebagaimana terlihat diatas, menunjukkan diatas bahwa biaya overhead pabrik tetap sebesar Rp. 5.349.482.647,76,- dengan kapasitas jam kerja 8 jam per hari, jadi selama setahun kapasitas jam kerja sebanyak 2880 jam maka standar Pembebanan Biaya Overhead Pabrik (BOP) tetap dapat ditentukan, yaitu :
. 5.349.482.647,76
2880 = . 1.857.459,25
Kemudian standar pembebanan biaya overhead Pabrik Variabel sebagai berikut :
. 22.349.113.861,63
2880 = . 7.760.108,98
Sehingga besarnya standar biaya overhead pabrik dalam perusahaan adalah sebesar Rp. 9.617.568,23 (Rp. 1.857.459,25 + Rp.7.760.108,98).
C. Alokasi Biaya Departemen Pembantu
salah satu sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah untuk meningkatkan kelangsungan hidup perusahaan dengan memperoleh laba yang maksimal dari aktivitas usaha. Untuk menunjang terwujudnya sasaran dari perusahaan perlu ditunjang dengan adanya penggunaan biaya produksi.
Biaya produksi adalah biaya yang dialokasikan untuk mengelolah bahan baku menjadi produk jadi yang meliputi biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Selanjutnya, yang menjadi titik pokok dalam uraian skripsi adalah biaya overhead pabrik, biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Untuk menunjang dalam penggunaan biaya overhead pabrik yang lebih efisien maka perlu ditunjang dengan adanya pembebanan biaya overhead pabrik.
PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pabrik gula pasir yaitu produksi dan penjualan gula. Dalam menjalankan industri pabrik gula, maka
PT. Perkebunan Nusantara X – Pengelola Pabrik Gula Takalar adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pabrik gula pasir yaitu produksi dan penjualan gula. Dalam menjalankan industri pabrik gula, maka