• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Analisis Data

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.7. Metode Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji non parametrik karena data diasumsikan berdistribusi tidak normal yang disebabkan sampel hanya 20 orang.

Selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon pada tingkat kepercayaan 95% untuk membandingkan perbedaan total skor pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah diberi perlakuan pada masing-masing media. Analisis data dengan uji Mann-Whitney pada tingkat kepercayaan 95% untuk membandingkan perbedaan total skor pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut antara kelompok perlakuan media poster dengan media flip chart, dengan keputusan uji statistik menggunakan taraf signifikan (p), yaitu:

1. Jika p<0,05 artinya ada perbedaan promosi kesehatan dengan media poster dan flip chart terhadap perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut.

2. Jika p>0,05 artinya tidak ada perbedaan promosi kesehatan dengan media poster dan flip chart terhadap perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut.

BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Lokasi Penelitian

SDN 060799 Griya Martubung terletak di Jalan Jala Raya Blok X Griya Martubung Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan dengan luas 1521 m2. Visi dari sekolah ini adalah menyiapkan generasi terampil berilmu pengetahuan, berakhlak, sehat jasmani dan rohani. Misi dari sekolah ini adalah menanamkan akhlak dan budi pekerti, meningkatkan layanan dalam KBM, meningkatkan kecerdasan keterampilan kesehatan jasmani dan rohani dan meningkatkan kerjasama warga sekolah dan unsur terkait. Sarana yang tersedia adalah 6 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang kepala sekolah dan 1 ruang guru.

SDN 060953 terletak di Jalan Pancing IV Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan dengan luas 8625 m2. Visi dari sekolah ini adalah menjadi sekolah yang berprestasi dan dipercaya masyarakat. Misi dari sekolah ini antara lain meningkatkan displin, menciptakan minat belajar tinggi, membuat hubungan yang berakhlak dan berbudi mulia, mengembangkan potensi yang dimiliki dan meningkatkan tata krama dan kesopansantunan siswa. Sarana yang tersedia adalah 8 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang kepala sekolah dan 1 ruang guru.

48

4.2 Karakteristik Responden

Karakteristik responden berdasarkan umur menunjukkan bahwa 60,0%

berumur 10 tahun pada kelompok flip chart dan 70,0% berumur 10 tahun pada kelompok poster (dapat dilihat pada tabel 4.1).

Tabel 4.1 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Karakteristik

Media Flip Chart Media poster

n % n %

Umur (tahun)

10 12 60,0 14 70,0

11 8 40,0 6 30,0

Jumlah 20 100,0 20 100,0

4.3 Perilaku Siswa SDN 060799 dan Siswa SDN 060953 Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Media Flip Chart dan Poster

4.3.1 Pengetahuan Siswa SDN 060799 Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Media Flip Chart

Pengetahuan responden diukur dengan menggunakan 10 pertanyaan, berikut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Jawaban Benar Responden Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan dengan Media Flip Chart Berdasarkan Pengetahuan tentang

Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN 060799 Medan Tahun 2015

No Pertanyaan

Pretest Posttest I Posttest II

Benar Benar Benar

n % n % n %

1. Pemeriksaan kesehatan gigi dan

mulut 15 75,0 19 95,0 20 100,0

2. Lama seharusnya sikat gigi diganti 10 50,0 19 95,0 17 85,0 3. Waktu menyikat gigi yang baik 8 40,0 14 70,0 17 85,0 4. Cara menyikat gigi yang benar 13 65,0 20 100,0 19 95,0 5. Satu sikat gigi untuk berapa orang 15 75,0 20 100,0 19 95,0 6. Hal yang harus dilakukan setelah

makan atau minum manis 7 35,0 11 55,0 16 80,0

7. Makanan penyebab gigi berlubang 18 90,0 20 100,0 20 100,0

8. Akibat gigi berlubang 18 90,0 20 100,0 20 100,0

9. Pasta gigi yang bagus 14 70,0 17 85,0 19 95,0

10. Ukuran sikat gigi yang baik untuk

anak-anak 17 85,0 20 100,0 19 95,0

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa sebelum diberi promosi kesehatan (pretest) dengan media flip chart pertanyaan paling banyak dijawab benar oleh responden adalah makanan penyebab gigi berlubang dan akibat gigi berlubang masing-masing sebanyak 18 orang (90,0%). Pada posttest I pertanyaan paling banyak dijawab benar oleh responden adalah cara menyikat gigi yang benar, satu sikat gigi untuk berapa orang, makanan penyebab gigi berlubang, akibat gigi berlubang, dan ukuran sikat gigi yang baik untuk anak-anak masing-masing sebanyak 20 orang (100,0%). Pada posttest II pertanyaan paling banyak dijawab benar oleh responden adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, makanan penyebab gigi berlubang, dan akibat gigi berlubang masing-masing sebanyak 20 orang (100,0%).

Tabel 4.3 Distribusi Pengetahuan Siswa Sebelum dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan dengan Media Flip Chart

Pengetahuan Pretest Posttest I Posttest II

n % n % n %

Sedang 8 40,0 0 0,0 0 0,0

Baik 12 60,0 20 100,0 20 100,0

Jumlah 20 100,0 20 100,0 20 100,0

Tabel 4.3 menunjukkan hasil pengukuran pengetahuan siswa sebelum promosi kesehatan dengan media flip chart sebanyak 12 orang (60,0%) memiliki pengetahuan baik dan sesudah dilakukan promosi kesehatan sebanyak 2 kali maka pengetahuan semua siswa yaitu 20 orang (100%) dalam kategori baik.

4.3.2 Sikap Siswa SDN 060799 Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Media Flip Chart Sikap responden diukur dengan menggunakan 10 pertanyaan, berikut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Jawaban Setuju Responden Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan dengan Media Flip Chart Berdasarkan Sikap tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN 060799 Medan Tahun 2015

No Pernyataan Sikap

Pretest Posttest I Posttest II

Setuju Setuju Setuju

n % n % n %

1. Saya akan menyikat gigi setiap pagi

ketika bangun tidur 20 100,0 20 100,0 20 100,0

2. Menyikat gigi tidak perlu dilakukan

ketika mau tidur pada malam hari 9 45,0 2 10,0 2 10,0 dan mulut di rumah masing- masing setiap hari

17 85,0 20 100,0 20 100,0

6. Saya tidak akan memakan makanan manis seperti kue, permen pada malam hari .

12 60,0 16 80,0 17 85,0

7. Saya dapat menggunakan satu sikat gigi secara bersama-sama dengan saudara saya

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah dilakukan promosi

kesehatan sebanyak dua kali terdapat kenaikan pernyataan positif (nomor 1, 3, 5, 6, 9, dan 10) yang disetujui responden antara lain setelah mendengar

promosi kesehatan menyikat gigi dan mulut dan selanjutnya akan melakukannya, tidak akan memakan makanan manis seperti kue, permen pada malam hari, akan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, dan akan menggunakan sikat gigi khusus untuk anak-anak. Penurunan pernyataan yang disetujui responden pada pernyataan negatif (nomor 2, 4, 7, dan 8) antara lain menyikat gigi hanya ketika

disuruh orang tua, dapat menggunakan satu sikat gigi secara bersama-sama dengan saudara saya dan malas ke dokter gigi karena gigi saya tidak ada yang sakit.

Tabel 4.5 Distribusi Sikap Siswa Sebelum dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan dengan Media Flip Chart

Sikap Pretest Posttest I Posttest II

n % n % n %

Negatif 5 25,0 0 0,0 0 0,0

Positif 15 75,0 20 100,0 20 100,0

Jumlah 20 100,0 20 100,0 20 100,0

Tabel 4.5 menunjukkan hasil pengukuran sikap siswa sebelum promosi kesehatan dengan media flip chart sebanyak 15 orang (75,0%) memilliki sikap positif dan sesudah dilakukan promosi kesehatan sebanyak 2 kali maka sikap semua siswa yaitu 20 orang (100%) dalam kategori positif.

4.3.3 Tindakan Siswa SDN 060799 Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Media Flip Chart Tindakan responden diukur dengan menggunakan 8 pertanyaan, berikut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Observasi Tindakan yang Dilakukan Responden Sebelum Promosi Kesehatan dengan Media Flip Chart dalam Menjaga

Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN 060799 Medan Tahun 2015

No Pertanyaaan

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa sebelum (pretest) diberi promosi kesehatan dengan media flip chart tindakan yang banyak dilakukan oleh responden adalah menyikat gigi atas bagian luar dan menyikat gigi bawah bagian luar masing-masing sebanyak 20 orang (100,0%). Pada posttest I tindakan yang banyak dilakukan oleh oleh responden adalah menyikat gigi pagi hari sesudah sarapan, menyikat gigi atas bagian luar, menyikat gigi bawah bagian luar dan menyikat permukaan kunyah gigi bawah masing-masing sebanyak 20 orang (100,0%). Pada posttest II tindakan yang banyak dilakukan oleh responden adalah menyikat gigi atas bagian luar dan menyikat gigi bawah bagian luar masing-masing sebanyak 20 orang (100,0%).

Tabel 4.7 Distribusi Tindakan Siswa Sebelum dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan dengan Media Flip Chart

Tindakan Pretest Posttest I Posttest II

n % n % n %

Tidak dilakukan 5 25.0 0 0,0 0 0,0

Dilakukan 15 75.0 20 100.0 20 100.0

Jumlah 20 100,0 20 100,0 20 100,0

Tabel 4.7 menunjukkan hasil pengukuran tindakan siswa sebelum promosi kesehatan dengan media flip chart sebanyak 15 orang (75,0%) yang melakukan dan setelah dilakukan promosi kesehatan sebanyak 2 kali maka tindakan semua siswa yaitu 20 orang (100%) dalam kategori melakukan.

Hasil observasi sikat gigi pagi dan malam yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Observasi Menyikat Gigi Pagi dan Malam Selama 14 Hari di SDN 060799 Medan Tahun 2015

Frekuensi Menyikat Gigi

Menyikat gigi

Pagi Malam

n % n %

11 Kali 0 0,0 1 5,0

12 Kali 0 0,0 1 5,0

13 Kali 2 10,0 4 20,0

14 Kali 18 90,0 14 70.0

Jumlah 20 100,0 20 100,0

Tabel 4.8 menunjukkan hasil observasi yang dilakukan selama 14 hari dalam hal tindakan menyikat gigi pada pagi dan malam hari sebanyak 18 orang (90,0%) yang secara berturut-turut selama 14 hari yang menyikat gigi pada pagi hari, sedangkan sebanyak 14 orang (70,0%) yang menyikat gigi pada malam hari berturut-turut selama 14 hari.

4.3.4 Pengetahuan Siswa SDN 060953 Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Media Poster

Pengetahuan responden diukur dengan menggunakan 10 pertanyaan, berikut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan dengan Media Poster Berdasarkan Variabel Pengetahuan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN 060953 Medan Tahun 2015

No Pertanyaan

Pretest Posttest I Posttest II

Benar Benar Benar

n % n % n %

1. Pemeriksaan kesehatan gigi dan

mulut 17 85,0 20 100,0 20 100,0

2. Lama seharusnya sikat gigi diganti 14 70,0 18 90,0 20 100,0 3. Waktu menyikat gigi yang baik 8 40,0 19 95,0 20 100,0 4. Cara menyikat gigi yang benar 16 80,0 20 100,0 20 100,0 5. Satu sikat gigi untuk berapa orang 15 75,0 17 85,0 19 95,0 6. Hal yang harus dilakukan setelah

makan atau minum manis 10 50,0 16 80,0 11 55,0

7. Makanan penyebab gigi berlubang 13 65,0 19 95,0 20 100,0

8. Akibat gigi berlubang 15 75,0 20 100,0 18 90,0

9. Pasta gigi yang bagus 11 55,0 15 75,0 19 95,0

10. Ukuran sikat gigi yang baik untuk

anak-anak 13 65,0 17 85,0 20 100,0

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa sebelum diberi promosi kesehatan dengan media poster pertanyaan paling banyak diketahui oleh responden adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut sebanyak 17 orang (85,0%). Pada posttest I pertanyaan paling banyak dijawab benar oleh responden adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, cara menyikat gigi yang benar dan akibat gigi berlubang masing-masing sebanyak 20 orang (100,0%). Pada posttest II pertanyaan paling banyak dijawab benar oleh responden adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, lama seharusnya sikat gigi diganti, waktu menyikat gigi yang baik, cara menyikat gigi yang benar,

makanan penyebab gigi berlubang dan ukuran sikat gigi yang baik untuk anak-anak masing masing sebanyak 20 orang (100,0%).

Tabel 4.10 Distribusi Pengetahuan Siswa Sebelum dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan dengan Media Poster

Pengetahuan Pretest Posttest I Posttest II

n % n % n %

Sedang 8 40,0 0 0,0 0 0,0

Baik 12 60,0 20 100,0 20 100,0

Jumlah 20 100,0 20 100,0 20 100,0

Tabel 4.10 menunjukkan hasil pengukuran pengetahuan siswa sebelum promosi kesehatan dengan media poster sebanyak 12 orang (60,0%) yang berpengetahuan baik dan sesudah dilakukan promosi kesehatan sebanyak 2 kali maka pengetahuan semua siswa yaitu 20 orang (100%) dalam kategori baik.

4.3.5 Sikap Siswa SDN 060953 Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Media Poster

Sikap responden diukur dengan menggunakan 10 pertanyaan, berikut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Jawaban Setuju Responden Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan dengan Media Poster Berdasarkan Sikap tentang

Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN 060953 Medan Tahun 2015

No Pernyataan Sikap

Pretest Posttest I Posttest II

Setuju Setuju Setuju

n % n % n %

1. Saya akan menyikat gigi setiap pagi

ketika bangun tidur 16 80,0 18 90,0 20 100,0

2. Menyikat gigi tidak perlu dilakukan

ketika mau tidur pada malam hari 7 35,0 2 10,0 0 0,0 dan mulut di rumah masing- masing setiap hari

18 90,0 19 95,0 19 95,0

6. Saya tidak akan memakan makanan manis seperti kue, permen pada malam hari .

13 65,0 18 90,0 14 70,0

7. Saya dapat menggunakan satu sikat gigi secara bersama-sama dengan saudara saya

Tabel 4.11 menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah dilakukan promosi kesehatan sebanyak dua kali terdapat kenaikan pernyataan yang disetujui responden pada pernyataan positif (nomor 1, 3, 5, 6, 9, dan 10) antara lain menyikat gigi setiap pagi ketika bangun tidur, sudah mendengar promosi kesehatan menyikat gigi dan mulut dan selanjutnya akan melakukannya, akan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan akan menggunakan sikat gigi khusus untuk anak-anak.

Penurunan pernyataan yang disetujui responden pada pernyataan negatif (nomor 2, 4, 7, dan 8) antara lain menyikat gigi tidak perlu dilakukan ketika mau tidur pada

malam hari, menyikat gigi hanya ketika disuruh orang tua, dapat menggunakan satu sikat gigi secara bersama-sama dengan saudara saya dan malas ke dokter gigi karena gigi saya tidak ada yang sakit.

Tabel 4.12 Distribusi Sikap Siswa Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan dengan Media Poster

Sikap Pretest Posttest I Posttest II

n % n % n %

Negatif 1 5,0 0 0,0 0 0,0

Positif 19 95,0 20 100,0 20 100,0

Jumlah 20 100,0 20 100,0 20 100,0

Tabel 4.12 menunjukkan hasil pengukuran sikap siswa sebelum promosi kesehatan dengan media poster sebanyak 19 orang (95,0%) yang bersikap positif dan sesudah dilakukan promosi kesehatan sebanyak 2 kali maka sikap semua siswa yaitu 20 orang (100%) dalam kategori positif.

4.3.6 Tindakan Siswa SDN 060953 Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Media Poster

Tindakan responden diukur dengan menggunakan 8 pertanyaan, berikut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Observasi Tindakan yang Dilakukan Responden Sebelum Promosi Kesehatan dengan Media Poster dalam Menjaga Kesehatan

Gigi dan Mulut di SDN 060953 Medan Tahun 2015

No Pertanyaan

Pretest Posttest I Posttest II dilakukan dilakukan dilakukan

n % n % n %

Tabel 4.13 sebelum diberi promosi kesehatan dengan media poster tindakan yang banyak dilakukan oleh responden adalah menyikat gigi pagi hari sesudah sarapan sebanyak 20 orang (100,0%). Pada posttest I tindakan yang banyak dilakukan oleh oleh responden adalah menyikat gigi pagi hari sesudah sarapan, menyikat gigi malam hari sebelum tidur, menyikat gigi atas bagian luar, dan menyikat gigi bawah bagian luar masing-masing sebanyak 19 orang (95,0%). Pada posttest II tindakan yang banyak dilakukan oleh responden adalah menyikat gigi pagi hari sesudah sarapan dan menyikat permukaan kunyah gigi bawah masing-masing sebanyak 20 orang (100,0%).

Tabel 4.14 Distribusi Tindakan Siswa Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan dengan Media Poster

Tindakan Pretest Posttest I Posttest II

n % n % n %

Tidak dilakukan 6 30,0 3 15,0 0 0,0

Dilakukan 14 70,0 17 85,0 20 100,0

Jumlah 20 100,0 20 100,0 20 100,0

Tabel 4.14 menunjukkan hasil pengukuran tindakan siswa sebelum promosi kesehatan dengan media poster sebanyak 14 orang (70,0%) yang melakukan dan sesudah dilakukan promosi kesehatan posttest I sebanyak 17 orang (85,0%) yang melakukan dan pada promosi kesehatan yang kedua sebanyak 20 orang (100%) dalam kategori melakukan.

Hasil observasi sikat gigi pagi dan malam yang dilakukan diperoleh hasil berikut:

Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Observasi Menyikat Gigi Pagi dan Malam Selama 14 Hari di SDN 060953 Medan Tahun 2015

Frekuensi

Menyikat gigi

Pagi Malam

n % n %

10 Kali 0 0,0 3 15,0

11 Kali 0 0,0 1 5,0

14 Kali 20 100,0 16 80.0

Jumlah 20 100,0 20 100,0

Tabel 4.15 menunjukkan hasil observasi yang dilakukan selama 14 hari dalam hal tindakan menyikat gigi pada pagi dan malam hari sebanyak 20 orang (100,0%) yang secara berturut-turut selama 14 hari yang menyikat gigi pada pagi hari, sedangkan sebanyak 16 orang (80,0%) yang menyikat gigi pada malam hari berturut-turut selama 14 hari.

4.4 Efektifitas Promosi Kesehatan dengan Media Flip Chart dan Media Poster terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Siswa tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Efektifitas promosi kesehatan dengan media flip chart dan poster terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan dapat diketahui dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data yang dapat dilihat pada lampiran 4.

4.4.1 Efektifitas Media Flip Chart terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Efektivitas media flip chart terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan sebelum dan sesudah promosi kesehatan tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan uji Wilcoxon adalah sebagai berikut:

Tabel 4.16 Efektifitas Media Flip Chart terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga

Kesehatan Gigi dan Mulut

Tabel 4.16 menunjukkan terjadi perubahan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dengan sesudah (posttest I) diberikan promosi kesehatan dengan media flip chart yaitu 6,75 menjadi 9,00 dengan nilai p=0,000, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media flip chart terhadap pengetahuan.

Perubahan nilai rata-rata pengetahuan sesudah (posttest I) dengan sesudah (posttest II) diberikan promosi kesehatan dengan media flip chart yaitu 9,00 menjadi 9,45 dengan nilai p=0,020, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media flip chart terhadap pengetahuan.

Tabel 4.16 menunjukkan terjadi perubahan nilai rata-rata sikap sebelum dengan sesudah (posttest I) diberikan pengetahuan dengan media flip chart yaitu 6,95 menjadi 9,10 dengan nilai p=0,001, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media flip chart terhadap sikap. Perubahan nilai rata-rata sikap sesudah (posttest I) dengan sesudah (posttest II) diberikan promosi kesehatan dengan media flip chart yaitu 9,10 menjadi 9,75 dengan nilai p=0,013, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media flip chart terhadap sikap.

Tabel 4.16 menunjukkan terjadi perubahan nilai rata-rata tindakan sebelum dengan sesudah (posttest I) diberikan promosi kesehatan dengan media flip chart yaitu 5,35 menjadi 6,55 dengan nilai p=0,000, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media flip chart terhadap tindakan. Perubahan nilai rata-rata tindakan sesudah (posttest I) dengan sesudah (posttest II) diberikan promosi kesehatan dengan media flip chart yaitu 6,55 menjadi 7,40 dengan nilai p=0,007, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media flip chart terhadap tindakan.

4.4.2 Efektifitas Media Poster terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut

Efektifitas media poster terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan sebelum dan sesudah promosi kesehatan tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan uji Wilcoxon adalah sebagai berikut:

Tabel 4.17 Efektifitas Media Poster terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Sebelum dan Sesudah Promosi Kesehatan tentang Menjaga Kesehatan

Gigi dan Mulut

Tabel 4.17 menunjukkan terjadi perubahan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dengan sesudah (posttest I) diberikan promosi kesehatan dengan media poster yaitu 6,60 menjadi 9,05 dengan nilai p=0,000, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media poster terhadap pengetahuan.

Perubahan nilai rata-rata pengetahuan sesudah (posttest I) dengan sesudah (posttest II) diberikan promosi kesehatan dengan media poster yaitu 9,05 menjadi 9,35 dengan nilai p=0,034, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media poster terhadap pengetahuan.

Tabel 4.17 menunjukkan terjadi perubahan nilai rata-rata sikap sebelum dengan sesudah (posttest I) diberikan promosi kesehatan dengan media poster yaitu 7,10 menjadi 8,90 dengan nilai p=0,001, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas Promosi Kesehatan dengan media poster terhadap sikap. Perubahan nilai rata-rata sikap sesudah (posttest I) dengan sesudah (posttest II) diberikan promosi kesehatan dengan media flip chart yaitu 8,90 menjadi 9,60 dengan nilai p=0,013, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media poster terhadap sikap.

Tabel 4.17 menunjukkan terjadi perubahan nilai rata-rata tindakan sebelum dengan sesudah (posttest I) diberikan promosi kesehatan dengan media poster yaitu 4,95 menjadi 6,20 dengan nilai p=0,000, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas Promosi Kesehatan dengan media poster terhadap tindakan. Perubahan nilai rata-rata tindakan sesudah (posttest I) dengan sesudah (posttest II) diberikan promosi kesehatan dengan media poster yaitu 6,20 menjadi 7,35 dengan nilai p=0,003, maka dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas promosi kesehatan dengan media poster terhadap tindakan.

4.4.3 Perbedaan Efektifitas Promosi Kesehatan Media Flip Chart dan Media Poster terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Siswa tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Perbedaan efektifitas promosi kesehatan media flip chart media poster terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan sebelum dan sesudah promosi kesehatan tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan uji Mann-Whitney adalah sebagai berikut:

Tabel 4.18 Efektifitas Promosi Kesehatan Media Flip Chart dan Media Poster terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan (Posttest I) Siswa tentang Menjaga

Kesehatan Gigi dan Mulut

Tidak terdapat perbedaan perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang menjaga kesehatan gigi da mulut antara media flip chart dengan media poster pada posttest I dengan nilai p > 0,05.

Tabel 4.19 Efektifitas Promosi Kesehatan Media Flip Chart dan Media Poster terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan (Posttest II) Siswa tentang Menjaga

Kesehatan Gigi dan Mulut

Tidak terdapat perbedaan perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut antara media flip chart dengan media poster pada posttest II dengan nilai p > 0,05.

BAB 5 PEMBAHASAN

5.1 Efektifitas Promosi Kesehatan dengan Media Flip Chart dan Media Poster Dalam Peningkatan Pengetahuan Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Siswa SDN 060799 dan SDN 060953 Medan Tahun 2015

Pengetahuan adalah hasil dari tahu, yang akan terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, seperti melihat, mendengar, mencium, merasa, dan juga meraba. Namun, sebagian besar pengetahuan itu sendiri diperoleh melalui mata dan telinga. Jadi, dengan kata lain dari hasil mendengar dan juga melihat (Notoatmodjo, 2010). Salah satu cara meningkatkan pengetahuan sehingga menimbulkan kesadaran dan pada akhirnya orang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuannya tersebut yaitu dengan promosi kesehatan.

Promosi kesehatan tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan tindakan pencegahan primer sebelum terjadinya penyakit. Oleh karena itu promosi kesehatan harus dilakukan sejak dini terutama pada anak. Promosi kesehatan pada penelitian ini dilakukan dengan dua media yaitu media flip chart pada siswa SDN 060799 dan media poster pada siswa SDN 060953.

Media flip chart adalah media yang biasanya berbentuk buku, setiap lembar (halaman) berisi gambar yang diinformasikan dan lembar baliknya (belakangnya) berisi kalimat sebagai pesan atau informasi yang berkaitan dengan gambar tersebut (Maulana, 2009).

67

Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan siswa pada promosi kesehatan dengan media flip chart terjadi peningkatan pengetahuan terutama pada waktu menyikat gigi dan hal yang dilakukan setelah makan dan minum manis. Jumlah responden yang menjawab benar pada pertanyaan waktu menyikat gigi dari 8 orang menjadi 17 orang dan hal yang dilakukan setelah makan dan minum manis dari 7 orang menjadi 16 orang. Pengetahuan siswa sebelum promosi kesehatan dengan media flip chart sebanyak 12 orang (60,0%) memiliki pengetahuan baik dan setelah

Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan siswa pada promosi kesehatan dengan media flip chart terjadi peningkatan pengetahuan terutama pada waktu menyikat gigi dan hal yang dilakukan setelah makan dan minum manis. Jumlah responden yang menjawab benar pada pertanyaan waktu menyikat gigi dari 8 orang menjadi 17 orang dan hal yang dilakukan setelah makan dan minum manis dari 7 orang menjadi 16 orang. Pengetahuan siswa sebelum promosi kesehatan dengan media flip chart sebanyak 12 orang (60,0%) memiliki pengetahuan baik dan setelah

Dokumen terkait