• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Metode dan Alat Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data di penelitian ini adalah

metode self-reports. Menurut Hadi (2000), metode self-report berasumsi bahwa :

1. Subjek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri.

2. Apa yang dinyatakan subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat

dipercaya.

3. Interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada

subjek adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti.

Pengumpulan data dalam penelitian ilmiah dimaksudkan untuk

memperoleh informasi yang relevan, akurat dan memadai. Pentingnya prosedur

adalah baik buruknya penelitian tergantung pada teknik-teknik pengumpulan

datanya (Hadi, 2000).

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah skala

kompetensi sosial yang disusun berdasarkan keenam elemen dari kompetensi

sosial yang dikemukakan oleh Clikeman (2007), yang terdiri dari : bahasa dan

kemampuan untuk berkomunikasi, kemampuan secara akurat menyampaikan dan

menerima pesan emosional, kemampuan untuk belajar, kemampuan untuk

mengambil perspektif orang lain dan kemampuan untuk bekerja sama dengan

orang lain.

Berikut dalam Tabel 1 akan dirangkumkan blue print skala kompetensi

Tabel 1

Blue Print Skala Kompetensi Sosial Sebelum Diuji Coba

Elemen Indikator Perilaku AF AU T %

Bahasa dan kemampuan untuk berkomunkasi

Mengerti apa yang dimaksud oleh orang lain melalui bahasa yang disampaikan

Mampu mengungkapkan tujuan dan perasaan melalui kata-kata

5 5 10 16,67 Kemampuan secara akurat menyampaikan dan menerima pesan emosional

•Dapat memahami petunjuk non verbal atau isyarat orang lain berupa ekspresi wajah dan gesture

Dapat memahami bagaimana suasana hati orang lain dari ekspresinya

5 5 10 16,67

Kemampuan untuk

belajar

Menyadari bahwa perilaku yang ditunjukkannya tidak tepat

Mampu mengevaluasi perilakunya ketika menghadapi situasi yang sama dengan pengalaman sehingga menghasilkan perubahan perilaku •Menyadari konsekuensi dari

perilakunya 5 5 10 16,67 Kemampuan untuk mengambil perspektif orang lain

Memahami apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh orang lain

Menyadari bahwa orang lain tidak melihat suatu tindakan dan situasi yang sama dengannya

5 5 10 16,67

Kemampuan untuk mengatur

perilakunya sendiri

Sadar dengan perasaan dan menyatakannya sehingga

menghasilkan suatu perilaku yang ditunjukkan

Mampu menyesuaikan diri dengan keadaan di sekitarnya

•Mengubah perilaku untuk menyesuaikan diri

5 5 10 16,67

Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain

Melakukan suatu kegiatan bersama orang lain untuk suatu tujuan •Mampu bernegosiasi dengan orang

lain untuk mencapai keinginannya

5 5 10 16,67 Total 30 30 60 100 Keterangan : AF : Aitem Favorable AU : Aitem Unfavorable T : Total

Variabel dalam skala kompetensi sosial ini diukur dengan model skala

yang dirancang sendiri oleh peneliti dengan menggunakan model skala likert yang

dimodifikasi oleh peneliti. Menurut Azwar (2009) responden yang belum cukup

berusia atau responden yang belum cukup dewasa, kadang-kadang diferensiasinya

perlu disederhanakan menjadi tiga pilihan saja yaitu Setuju (S), Netral (N), dan

Tidak Setuju (TS). Dalam penelitian ini, pilihan respon tersebut dijabarkan

masing-masing dalam bentuk kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan

tujuan memudahkan subjek yang merupakan anak bilingual untuk lebih

memahami skala penelitian. Ketiga pilihan respon tersebut diganti menjadi pilihan

kalimat a, b dan c.

Aitem dalam skala ini terbagi dalam dua arah, yaitu favorabel dan tidak

favorabel, setiap pilihan alternatif respon memiliki skor masing-masing

tergantung dari jenis aitem, apakah favorabel, netral atau tidak favorabel. Dalam

aitem favorabel pilihan a yang mengindikasikan setuju diberi skor 3, b

mengindikasikan netral diberi skor 2 dan c yang mengindikasikan tidak setuju

diberi skor 1, sedangkan skor untuk aitem yang tidak favorabel adalah 3 untuk

jawaban c yang mengindikasikan setuju, 2 untuk jawaban b yang

mengindikasikan netral dan 1 untuk jawaban a yang mengindikasikan tidak setuju.

Selain aitem-aitem tersebut, di dalam alat ukur ini juga tertera identitas diri yang

harus diisi oleh responden.

Semakin tinggi skor yang diperoleh subjek maka semakin tinggi

rendah skor yang diperoleh subjek maka semakin rendah kompetensi sosial yang

dimiliki oleh subjek.

E. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT UKUR

Validitas dan reliabilitas alat ukur yang digunakan dalam sebuah penelitian

sangat menentukan keakuratan dan keobjektifan hasil penelitian yang dilakukan.

Suatu alat ukur yang tidak valid dan tidak reliabel akan memberikan informasi

yang tidak akurat mengenai keadaan subjek atau individu yang dikenai suatu tes

(Azwar, 2004). Peneliti akan melakukan uji coba pada alat ukur berupa skala

kompetensi sosial pada sejumlah responden, dengan tujuan memperoleh alat ukur

yang valid dan reliabel.

1. Uji Validitas

Validitas hasil tes adalah sejauh mana tes tersebut mengukur apa yang

dimaksudkan untuk diukur (Suryabrata, 2000). Suatu tes atau instrumen

pengukuran dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut

memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran

tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan

pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas yang rendah.

Penggunaan validitas isi akan menunjukkan sejauh mana butir-butir dalam alat

ukur mencakup keseluruhan kawasan isi yang hendak diukur oleh alat tersebut

(Azwar, 2000).

Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content

komprehensif mencakup semua aspek dalam penelitian dan tingkat relevansinya.

Validitas isi dalam penelitian ini diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes

dengan analisis rasional (kesesuaian dengan blue print yang telah disusun oleh

peneliti) dan diperkuat lewat professional judgement yang dilakukan oleh dosen

pembimbing dan salah seorang dosen yang ahli dalam bidang metode penelitian

(Azwar, 2000).

Setelah skala kompetensi sosial diujicobakan pada sejumlah sampel,

peneliti akan melakukan uji daya beda aitem untuk mendapatkan aitem-aitem

yang memenuhi persyaratan. Uji daya beda aitem adalah sejauh mana aitem

mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan

tidak memiliki atribut yang diukur. Prinsip kerja yang dijadikan dasar untuk

melakukan seleksi aitem dalam hal ini adalah memilih aitem-aitem yang fungsi

ukurnya selaras atau sesuai dengan fungsi ukur tes sebagaimana yang dikehendaki

oleh penyusunnya (Azwar, 2000).

Peneliti menggunakan formula koefesien korelasi Pearson Product

Moment untuk menguji daya beda dari aitem-aitem dalam skala kompetensi sosial.

Prosedur pengujian ini menghasilkan koefesien korelasi aitem total yang dikenal

dengan indeks daya beda aitem (Azwar, 2000). Berdasarkan pengolahan data yang

dilakukan dengan SPSS versi 16.00 for Windows akan diperoleh aitem-aitem yang

memenuhi persyaratan. Menurut Azwar, (2004) semua aitem yang mencapai

koefisien korelasi minimal rix 0,300, daya pembedanya dianggap memuaskan.

2. Uji Reliabilitas

Menurut Azwar (2004) reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu

pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam

beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh

hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang

belum berubah.

Pengukuran yang tidak reliabel akan menghasilkan skor yang tidak dapat

dipercaya karena perbedan skor yang terjadi di antara individu lebih ditentukan

oleh faktor eror (kesalahan) daripada faktor perbedaan yang sesungguhnya.

Reliabilitas alat ukur dapat dilihat dari koefisien reliabilitas yang merupakan

indikator konsistensi aitem-aitem tes dalam menjalankan fungsi ukurnya

bersama-sama (Azwar, 2009).

Uji reliabilitas skala penelitian ini menggunakan pendekatan konsistensi

internal, di mana tes dikenakan sekali saja pada sekelompok subjek. Reliabilitas

dinyatakan oleh koefisien realibilitas (rxx`) yang angkanya berada dalam rentang 0

sampai dengan 1. Koefisien reliabilitas yang semakin mendekati angka satu

menandakan semakin tinggi reliabilitas, Sebaliknya, koefisien yang semakin

mendekati angka 0 berarti semakin rendah reliabilitas yang dimiliki (Azwar,

2009). Teknik estimasi reliabilitas yang digunakan adalah teknik koefisien Alpha

Dokumen terkait