• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari 3 tahap. Adapun ketiga tahap

tersebut adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengolahan data.

1. Tahap Persiapan Penelitian

Dalam rangka pelaksanaan penelitian ini ada beberapa hal yang perlu

a. Rancangan alat ukur penelitian

Pada tahap ini peneliti menyusun alat ukur penelitian, yaitu skala

kompetensi sosial yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan elemen

kompetensi sosial yang dikemukakan oleh Clikeman (2007). Skala ini

berupa skala Likert dengan pilihan respon yang disederhanakan oleh

peneliti menjadi 3 pilihan respon yang mengindikasikan setuju, netral dan

tidak setuju yang disusun dalam kalimat a, b dan c. Penyusunan skala ini

didahului dengan membuat blue print yang kemudian dilanjutkan dengan

mengidentifikasi indikator perilaku dan operasionalisasi dalam bentuk

aitem-aitem pernyataan sejumlah 60 aitem. Skala kompetensi sosial dibuat

menjadi dua skala yang masing-masing terdiri dari 30 pernyataan dalam

bentuk booklet ukuran kertas A4 dengan tampilan berwarna dan gambar

agar subjek lebih tertarik untuk mengisi skala dan setiap pernyataan

memiliki 3 alternatif jawaban. Aitem dalam skala kompetensi sosial

didistribusikan sedemikian rupa, seperti yang dapat dilihat dalam Tabel 2

dan Tabel 3.

b. Permohonan izin

Sebelum peneliti melakukan pengambilan data, terlebih dahulu

diawali dengan meminta izin kepada kepala sekolah SD Tunas Harapan

Mandiri Rantauprapat, SD Al-Azhar Medan dan SD Panca Budi Medan.

Permintaan izin ke sekolah ini dilakukan peneliti dengan membawa surat

pengantar dari fakultas psikologi dan menjelaskan gambaran kegiatan

c. Uji Coba Alat Ukur

Setelah alat ukur selesai disusun, maka selanjutnya peneliti

mendiskusikan aitem yang telah dikonstruksi dengan dosen pembimbing

dan salah seorang dosen yang ahli dalam bidang metode penelitian untuk

melihat validitasnya. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah

validitas isi. Validasi validitas isi dalam penelitian ini dilakukan dengan

professional judgement yakni oleh dosen pembimbing dan salah seorang

dosen yang ahli dalam bidang metode penelitian. Kemudian, skala

kompetensi sosial tersebut diujicobakan terlebih dahulu kepada sejumlah

responden yang sesuai dengan karakteristik sampel yang akan digunakan

dalam penelitian. Dalam hal ini peneliti akan mengujicobakan pada

sejumlah reponden yang tidak terpilih sebagai sampel penelitian.

Pelaksanaan uji coba alat ukur berlangsung pada tanggal 19-20 April 2011

di SD Tunas Harapan Mandiri Rantauprapat dengan memberikan skala

kompetensi sosial kepada 40 anak. Dari 40 skala yang disebar, terdapat 34

skala yang layak dianalisis karena 6 diantara skala tersebut tidak diisi

seluruhnya oleh subjek penelitian. Hal ini disebabkan oleh ketidakhadiran

subjek penelitian pada hari kedua pengambilan data.

Selanjutnya pada tanggal 4-5 Mei 2011, uji coba alat ukur

berlangsung di SD Al-Azhar Medan dengan memberikan skala kompetensi

sosial kepada 70 anak. Dari 70 skala yang disebar, terdapat 58 skala yang

layak dianalisis, sedangkan 12 skala lainnya tidak dapat dianalisis. Hal ini

data tidak hadir pada hari kedua dan ada pula yang mengikuti kegiatan lain

di sekolah. Dalam proses pelaksanaan uji coba ini, peneliti dibantu oleh 3

orang mahasiswa untuk mengadministrasikan dan membimbing responden

dalam mengisi skala kompetensi sosial. Sebelum pelaksanaan uji coba

penelitian, briefing penelitian dilakukan terlebih dahulu terhadap 3 orang

mahasiswa yang membantu peneliti dengan didampingi oleh dosen

pembimbing.

Total skala yang disebarkan berjumlah 110 skala, namun hanya

terdapat 92 skala yang layak untuk dianalisis. Menurut Azwar (2004),

secara tradisional statistika menganggap jumlah sampel yang lebih dari 60

(enam puluh) orang dikatakan sudah cukup banyak. Atas dasar pendapat

tersebut, peneliti merasa 92 skala yang telah direspon oleh sampel sudah

mencukupi untuk uji coba.

d. Penyusunan Alat Ukur Penelitian

Setelah peneliti melakukan uji coba alat ukur pada 92 subjek,

peneliti menguji korelasi aspek dalam skala kompetensi sosial. Aspek

dalam skala kompetensi sosial merupakan aspek yang mengungkapkan

subdomain yang sama yang disebut atribut tunggal. Pada skala yang dibuat

untuk mengukur atribut tunggal interkorelasi antar aspeknya diharapkan

tinggi karena memang aspek tersebut dirancang untuk mengukur hal yang

sama. Dalam seleksi aitem-aitemnya, akan dipilih daya beda aitem

tertinggi yang ada dengan membandingkan indeksnya secara keseluruhan

moment dan untuk mempermudah perhitungannya peneliti menggunakan

bantuan program SPSS 16.00 for Windows.

Kriteria pemilihan aitem berdasarkan korelasi dengan batasan rix

0,300. Semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,300 daya

bedanya dianggap memuaskan. Namun, bila aitem yang lolos (memiliki

indeks daya diskriminasi 0,300) jumlahnya melebihi jumlah aitem yang

direncanakan untuk menjadi skala, maka dapat dipilih aitem-aitem yang

mempunyai indeks daya diskriminasi tertinggi. Sebaliknya bila jumlah

aitem yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka dapat

dipertimbangkan untuk menurunkan kriteria 0,300 menjadi 0,250 (Azwar,

2004).

Setelah diketahui aitem-aitem mana saja yang memenuhi indeks

daya diskriminasinya, peneliti kemudian mengambil aitem-aitem tersebut

dan disusun kembali dengan penomoran yang baru. Skala inilah yang akan

diberikan kepada anak yang bersekolah di sekolah bilingual SD Panca

Budi Medan untuk mengambil data penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan

Setelah skala penelitian lulus dalam uji validitas dan reliabilitas, maka

aitem-aitem dalam skala tersebut disusun kembali. Selanjutnya, aitem-aitem yang

telah lulus penyaringan dijadikan alat pengumpulan data pada sampel penelitian

Pengambilan data dilakukan pada tanggal 19 Juli 2011 di SD Panca Budi

Medan dengan memberikan skala kepada 117 anak. Dalam proses pengambilan

data ini, peneliti dibantu oleh 3 orang mahasiswa psikologi yang sebelumnya telah

diarahkan oleh peneliti dalam briefing penelitian untuk menjadi administrator dan

membimbing responden dalam mengisi skala tersebut. Skala yang disebar

sebanyak 117 booklet dan hanya 93 eksemplar skala yang dapat dianalisis lebih

lanjut, sedangkan 24 skala lainnya tidak dapat dianalisis lebih lanjut. Dari 24 skala

tersebut terdapat 10 anak yang tidak termasuk ke dalam kriteria penelitian

sedangkan 14 skala mengalami kecacatan.

3. Tahap Pengolahan Data

Pertama, data diuji dengan menggunakan One Sample

Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui apakah data telah terdistribusi secara normal. Setelah

data diuji dan telah terbukti memiliki distribusi normal, kemudian data

dikategorisasikan dengan kategori jenjang. Tujuan kategorisasi ini adalah

menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara

berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar,

2009).

Data diolah dengan analisis deskriptif dengan menghitung frekuensi, nilai

maksimum, nilai minimum, range, standart deviasi ( ), serta mean (µ) untuk

masing-masing elemen dari kompetensi sosial. Seseorang dikatakan memiliki

dibuat dalam tiga rentang, yaitu kategori rendah, kategori sedang, dan kategori

tinggi. Berikut adalah rumus untuk masing-masing kategori.

(x < µ-1,0 ) kategori rendah

(µ -1,0 x < µ+1,0 ) kategori sedang

(µ +1,0 x) kategori tinggi

Kemudian, untuk mempermudah penganalisaan data, data diolah dengan

menggunakan SPSS 16.00 for Windows.

Dokumen terkait