METODOLOGI PENELITIAN
B. Metode dan Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental Design. Seperti yang
dikutip dalam Suharsimi Arikunto, “Metode penelitian Pre Experimental Design
sering dipandang sebagai eksperimen yang tidak sesungguhnya. Oleh karena itu sering disebut dengan istilah kuasi eksperimen.”1
Desain penelitian yang akan digunakan yaitu One-Group Pretest and Posttest Design, di dalam desain ini pengumpulan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Pengumpulan data sebelum diadakan eksperimen disebut pretest dan pengumpulan data setelah diadakan eksperimen disebut posttest, dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan keadaan sebelum dan setelah diberikan perlakuan.2
Pada awalnya peneliti memberikan pretest kepada sampel yang dijadikan objek penelitian. Kemudian menguji coba metode karyawisata dalam pembelajaran Geografi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Setelah
1
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:Rineka Cipta, 2006), h. 123
2
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D),
31
pemberian treatment sebanyak dua kali selesai dilakukan maka peneliti memberikan posttest. Dari pretest dan posttest maka akan dilakukan beberapa analisis data. Jika dalam analisi data tersebut menunjukan perbedaan maka
treatment yang dilakukan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. “Between O1 and O2 many other change-producing events may have occurred in
addition to the experiment’s X.”3
Pemilihan One-Group Pretest and Posttest Design ini berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukan seluruh kelas populasi mempunyai komposisi sisiwa yang hampir sama dan tidak ada pembeda atau pelabelan kelas berdasarkan apapun baik lebih unggul atau tidak dan lebih akademis atau tidak. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Donald T. Campbell dan Julian C. Stanley bahwa “The first of these One-Group Pretest and Posttest Design uncontrolled rival hypotheses is history”4
Desain penelitian ini dapat digambarkan seperti berikut :
Kelompok Pre-Test Treatment Post-Test
Kelas Eksperimen O1 X O2
Keterangan :
O1 : Nilai pretest (sebelum diberi treatment) O2 : Nilai posttest (sesudah diberi treatment) X : Treatment
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
“Populasi adalah wilayah generalisir yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”5
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS1 dan XI IPS 2
3
Donald T.Campbell and Julian C.Stanley, Experimental and Quasi-Experimental Design for Research, (Chicago:Handbook of Research on Teaching), h.7
4
Ibid.
5
MAN 19 Jakarta semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Karena berjumlah 34 siswa pada masing-masing kelas, maka populasinya adalag 68 siswa.
2. Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi tersebut.”6
Sampel penelitian yang digunakan diambil satu kelas yaitu kelas XI IPS 1 berjumlah 34. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara Probability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Kemudian teknik yang digunakan adalah Simple Random Sampling, yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.7
D. Teknik Pengumpulan Data 1. Tes
Menurut Suharsimi Arikunto, “tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana,
dengan cara dan aturan yang sudah ditentukan.”8
Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data berupa hasil tes yang diperoleh dari kelas eksperimen. Tata cara pengambilan hasil tes sebagai berikut :
a) Memberikan tes kemampuan awal (pretest) di kelas yang sudah dipilih sebagai sampel yaitu kelas eksperimen dikarenakan penelitian ini hanya diadakan dalam satu kelas.
b) Memberikan perlakuan (treatment) kepada kelas yang dijadikan objek penelitian yaitu kelas eksperimen sebanyak dua kali.
c) Memberikan tes kemampuan akhir (posttest) dikelas yang telah diberi perlakuan. 6 Ibid., h.118 7 Ibid., h.120 8
33
d) Menilai hasil tes yang diperoleh dari kelas yang telah diberi perlakuan, selanjutnya data yang diperoleh di analisis dan dipersiapkan untuk bahan penelitian.
2. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan penelitian yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini digunakan Observasi Berperan Serta, penelitin terlibat dalam kegiatan sehari-hari objek yang sedang diamati. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan berperan serta dalam memperoleh data.
3. Wawancara
Wawamcara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan kepada responden dengan tujuan mendapatkan pendapat dari respon. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur.
E. Instrumen Penelitian 1. Test
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan pretest dan posttest. Tes yang digunakan berupa tes objektif dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice) yang memiliki 4 pilihan jawaban (a, b, c dan d). Skor yang digunakan untuk setiap soal bernilai satu (1) untuk jawaban benar, dan nol (0) untuk jawaban salah. Instrumen penelitian ini akan diujikan pada uji validitas, reabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda.
2. Non-Tes
a. Lembar Observasi
Lembar observasi dimana peneliti mengamati selama proses pembelajaran dan penelitian berlangsung dengan melibatkan teman sejawat untuk menilai apakah penelitan berlangsung sesuai dengan rencana penelitian dan benar menerapkan metode pembelajaran yang sedang diberlakukan terhadap kelompok eksperimen dimana penelitian
ini menggunakan metode karyawisata. Dengan terlibatnya pengamat lain, maka data yang diperoleh dapat dijadikan salah satu bahan rujukan terhadap metode karyawisata.
b. Wawancara
Instrument penelitian Non-Tes berupa wawancara digunakan untuk mengetahui respon dan pendapat sisiwa yang menjadi sumber data terhadap metode yang telah diberlakukan dalam hal ini metode karyawisata. Wawancara ini juga digunakan untuk mengetahui harapan sisiwa dalam proses pembelajaran untuk mengetahui harapan sisiwa dalam proses pembelajaran berikutnya. Wawancara ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang.