• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.6 Metode dan Teknik Hasil Penyajian Analisis Data

Pemaparan hasil analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode informal. Metode penyajian informal adalah perumusan dengan kata-kata biasa, walaupun dengan terminologi yang bersifat teknis (Sudaryanto, 2015: 241).

Penyajian data secara informal yang digunakan dalam penelitian ini memungkinkan penulis untuk dapat menyajikan hasil analisis secara detail dan terperinci sehingga pembaca dapat memahami dengan baik hasil analisis yang disajikan.

BAB IV

CAMPUR KODE DALAM VIDEO BLOGGER PITA SHOW

4.1 Bentuk-bentuk Campur Kode

4.1.1 Penyisipan Unsur- unsur yang Berwujud Kata

Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata merupakan salah satu bentuk campur kode yang bahasa intinya disisipi kata dari bahasa asing.

a. Kata benda (nomina)

Kata benda (nomina) adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda dan konsep atau pengertian (Alwi, 2003:213). Pada video blogger Pita show terdapat bentuk campur kode dengan penyisipan unsur kata yang berwujud nomina atau sering disebut juga kata benda baik dari bahasa Inggris maupun bahasa Manado. Berikut merupakan bentuk campur kode dengan penyisipan unsur kata benda (nomina).

1) “Mereka punya fries enak.” (CMBBK/ 06:03)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan adanya kata fries. Kata fries berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu kentang goreng. Pada data tersebut kata fries merupakan unsur kata benda yang menyisip ke dalam bahasa Indonesia.

2) “Saya suka sekali dia punya flavor dari luarnya itu sangat enak sekali ya and dia punya meat lembut.” (CMBBK/08:42)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan unsur kata flavor dan meat. Kedua kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahsa Indonesia yaitu bumbu dan daging.

3) “Saya suka mereka punya ice, dia sangat clear, sangat jernih, sangat besar.” (CMBBK/17:58)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata ice. Kata ice berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu es.

4) “Maka hari ini saya akan mencoba pertama kali bagaimana untuk membuat egg roll namun saya tidak punya mushroom.

(MERPK/0:32)

Pada data 4 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata mushroom. Kata mushroom berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu jamur.

5) “Saya tidak mempunyai cabbage, pemirsa.” (MERPK/01:05)

Pada data 5 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata cabbage. Kata cabbage berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu kubis.

6) “And then, kita akan pakai carrots.” (MERPK/02:18)

Pada data 6 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata carrots. Kata carrots berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu wortel.

7) “Mereka punya unsweety and sweety tapi saya memilih water.”

(BKA/01:23)

Pada data 7 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata water. Kata water berasal dari bahasa Inggris yang memilliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu air.

8) “Yang kedua kita akan coba honey mustard pemirsa.” (BKA/06:47) Pada data 8 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata honey. Kata honey berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu madu.

9) “Saya lagi mengambil satu bite dari sandwich tersebut.” (BKA/03:11)

Pada data 9 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata bite dan sandwich. Kata bite dan sandwich berasal dari bahasa Inggris yang masing-masing memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu gigitan dan roti lapis.

10) “Selanjutnya dicampurkan dengan eggs.” (MMMK/03:40)

Pada data 10 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata eggs. Kata eggs berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu telur-telur.

11) “Lebih pedas ini kalau pake roa.” (MMMK/04:56)

Pada data 11 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata roa. Kata roa berasal dari bahasa Manado yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu sambal.

12) “Lebih baik ngana manis manga, jangan asam.” (MMMK/13:23) Pada data 12 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata ngana. Kata ngana berasal dari bahasa Manado yang padanan dalam bahasa Indonesia yaitu kamu.

13) “Pemirsa kalian bisa mendengar itu music.” (MCPSB/03:12)

Pada data 13 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata music. Kata music berasal dari bahasa Inggris yang padanan dalam bahasa Indonesia yaitu musik.

14) “Seperti yang kalian lihat di dinding tersebut adalah sejarah asal-usul KFC dari mana dan bagaiman you baca saja yes, enjoy.”

(BKA/00:08)

Pada data 14 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata you. Kata you berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu kamu.

15) “Kebanyakan restoran mereka melakukan apa yang menjadi kehendak customer.” (CMBBK/15:42)

Pada data 15 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata customer. Kata customer berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indoneia yaitu pelanggan.

16) “Kembali ke spot yang sangat bright like a diamond.”

(CMBBK/06:30)

Pada data 16 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata spot. Kata spot berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu tempat.

17) “Pakai minyak olive oil ya atau pakai minya apa yg available.”

(MEPK/03:33)

Pada data 17 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata available. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu ada.

18) “Ini adalah bacon.” (BKKY/00:42)

Pada data 18 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata bacon. Kata bacon berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu daging asap.

19) “And saya sudah taruh cheese, seperti yang kalian lihat.”

(BKKY/00:49)

Pada data 19 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penysipan kata cheese. Kata cheese berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu keju.

20) “Saya tambah sedikit ketchup ABC, I mean sambal ABC.”

(BKKY/00:56)

Pada data 20 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata ketchup. Kata ketcup berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu saus tomat.

21) “And then setelah dia kering, anda tambahkan vegetable.”

(BKKY/03:25)

Pada data 21 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata vegetable. Kata vegetable berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sayuran.

22) “Di rumah ini anak-anak mereka suka sekali makan turkey. So, I try to eat it again.” (BKKY/04:20)

Pada data 22 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata turkey. Kata turkey berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indoneisa yaitu kalkun.

b. Kata kerja (verba)

Verba mengandung makna inheren perbuatan(aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat dan kualitas, khususnya yang bermakna keadaan tidak dapat diberi prefiks ter- yang berarti „paling‟. Umumnya verba tidak dapat bergabung dengan kata-kata yang menyatakan makna kesangatan (Hasan Alwi, 2003:87).

Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipam unsur kata kerja.

1) “Daritadi banyak pesawat tempur yang ke sana ke mari di bagian sini mungkin mereka lagi training.” (CMBBK/02:49)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata training. Kata training berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu latihan.

2) “Kenapa saya order ini, karena mereka punya menu baru di menu mereka.” (CMBBK/02:57)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata order. Kata order berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu pesan.

3) “Kalian tau tidak, kita karlota dulu. Ini sudah musim dingin and Texas ini dia punya cuaca sekarang ini 80Fº.” (CMBBK/04:54)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata karlota. Kata karlota berasal dari bahasa Manado yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu bercerita.

4) “Hari ini saya mau bikin saya punya dinner.” (MMMK/00:10)

Pada data 4 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata dinner. Kata dinner berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu makan lama.

5) “Pemirsa hai. Selamt siang, hari ini saya mau bikin saya punya lunch.”

(MCPSB/00:01)

Pada data 5 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata lunch. Kata lunch berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu makan siang.

6) “Kita akan grill ini ayam.” (MCPSB/00:53)

Pada data 6 dia atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata grill. Kata grill berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu memanggang.

7) “Seperti yang kalian lihat di dinding tersebut adalah sejarah asal-usul KFC dari mana dan bagaimana you baca saja yes, enjoy.”

(BKA/00:08)

Pada data 7 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata enjoy. Kata enjoy berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu nikmati.

8) “Saya lagi charge saya punya kamera.” (MMMK/02:21)

Pada data 8 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata charge. Kata charge berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu mengisi.

9) “Sudah kayak getting ready mau pergi ke party.” (BKKY/00:12) Pada data 9 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata party. Kata party berasal dari bahasa Inggris yang

10) “Saya upload video ASMR.” (BKKY/02:05)

Pada data 10 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata upload. Kata upload berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu unggah.

c. Kata sifat (adjektiva)

Adjektiva merupakan kata yang memberikan yang lebih khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat. Ketrangan itu dapat mengungkap suatu kualitas atau keanggotaan dalam suatu golongan (Hasan Alwi 2003:171). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan unsur berwujud kata sifat (adjektiva) berdasarkan data vlog Pita show.

1) “ Saya suka mereka punya ice, dia sangat clear, sangat jernih sangat besar.” (MMMK/17:58)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata clear. Kata clear berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indoneisa yaitu bersih.

2) “Suamiku kelihatan hopeless deh.” (BKA/00:57)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata hopeless. Kata hopeless berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu putus asa.

3) “Mereka punya unsweety dan sweety tapi saya memilih water.”

(BKA/01:23)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata unsweety dan sweety. Kata unsweety dan sweety berasal dari bahasa Inggris yang masing-masing memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu tidak manis dan manis.

4) “Saya tidak bisa kasih habis karena dia punya bau sangat disgusting.”

(BKA/04:45)

Pada data 4 di atas terdapat pembentukaan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata disgusting. Kata disgusting berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu menjijikkan.

5) “And ya lihat sampai berwarna agak sedikit kecoklatan dan juga agak tore. (MMMK/02:33)

Pada data 5 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata tore. Kata tore berasal dari bahasa Manado yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu garing.

6) “Saya pikir saya ini terlalu close dengan kamera ya.. I don’t know why.” (CMBBK/01:23)

Pada data 6 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata close. Kata close berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu dekat.

7) “Ok pemirsa. So what I have here sangat simple sekali makanannya ini ada air minum.” (MSSNIT/00:21)

Pada data 7 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata simple. Kata simple berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu mudah.

8) “Kebanyakan restoran mereka melakukan apa yang menjadi kehendak customer. Karna saya minta well done maka saya bilang ke mereka well done yang penting jangan raw pemirsa.” (CMBBK/15:42)

Pada data 8 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata raw. Kata raw berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu mentah.

9) “Sudah full dengan make up, oke.” (BKKY/00:10)

Pada data 9 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan kata full. Kata full berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu penuh.

4.1.2 Penyisipan Unsur-unsur yang Berwujud Frasa

Frasa merupakan satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidal melampaui batas fungsi. Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa maksudnya penyisipan unsur frasa yang disisipkan ke dalam kalimat inti. Frasa dapat digolongkan menjadi empat yaitu frasa nominal, frasa verbal, frasa adjektiva, frasa adverbial dan frasa preposisi.

a. Frasa nomina

Frasa nomina adalah frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan nomina (Ramlan, 1995:158). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan unsur yang berwujud frasa nomina.

1) “Kita akan makan di dalam mobil because sebenarnya hari ini tujuan ke post office.” CMBBK/02:49)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa post office. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu kantor pos.

2) “Ini base militar besar sekali but banyak sekali tanah-tanah yang tidak terpakai.” (CMBBK/13:07)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa base militer. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu pangkalan militer.

3) “Pemirsa hai.. saat ini saya mau bikin egg roll sayur-sayuran.”

(MEPK/00:08)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa egg roll. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu telur gulung.

4) “Pakai minyak olive oil ya atau pakai minya apa yg available.”

(MEPK/03:33)

Pada data 4 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa olive oil. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu minyak zaitun.

5) “Pemirsa saya mau taruh air sedikit, finger cross ini akan jadi ya.”

(MEPK/03:54)

Pada data 5 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa finger cross. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu silang jari (janji).

6) “Saya mau pake telur. Ini main ingridients sama baby spinach.”

(MMMK/03:03)

Pada data 6 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan frasa main ingridients dan baby spinach. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang masing-masing memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu menu utama dan bayam kecil.

7) “And kalau saya bikin voice over pemirsa,itu tandanya bahwa restoran ribut.” (BKA/02:56)

Pada data 7 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan unsur frasa voice over. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memilki padanan bahasa Indonesia yaitu pengisi suara.

8) “Dia harumnya seperti lemon grass.” (MMMK/(00:48)

Pada data 8 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan frasa lemon grass. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu serai.

9) “Dan juga di sini saya mempunyai sweet pepper.” (MCPSB/01:04) Pada data 9 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan frasa sweet papper. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesai yaitu paprika.

10) “So, beberapa minggu yang lalu saya pergi ke umm.. grocery store.

Saya tidak membeli ayam atau apa saya cuma beli ikan.”

(MSSNIT/00:08)

Pada data 10 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan frasa grocery store. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu toko kelontong.

11) “To be honest, saya tidak terlalu enjoy dengan ASMR.”

(BKKY/02:21)

Pada data 11 di atas terdapat pembentukan canpur kode ditandai dengan penyisipan frasa to be honest. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sejujurnya.

b. Frasa verba

Frasa verba adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata verba. (Ramlan, 1995:168). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan frasa verba dari data vlog Pita show.

1) “Ketika saya di drive thru saya melihat ini jalan terlurus.”

(CMBBK/0)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa drive thru. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu berkendari melewati.

2) “Lunch break mereka itu memakan waktu satu jam so saya pikir apa yang harus saya lakukan selama menunggu 1 jam.” (CMBBK/03:56) Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa lunch break. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu jeda makan siang.

3) “Sudah kayak getting ready mau pergi ke party.” (BKKY/00:12)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan unsur frasa getting ready. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu bersiap-siap.

4) “Sudah full dengan make up, oke.” (BKKY/00:10)

Pada data 4 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan unsur frasa make up. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu berdandan.

c. Frasa adjektiva

Frasa adjektiva adalah yang memiliki distribusi yang sama dengan kata adjektiva (Ramlan, 1995:176). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan unsur berwujud frasa adjektiva dari data vlog Pita show.

1) “Kebanyakan restoran mereka melakukan apa yang menjadi kehendak customer. Karna saya minta well done maka saya bilang ke mereka well done yang penting jangan raw pemirsa.” (CMBBK/15:42)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa well done. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sudah matang.

2) “Kalau itu sayur, saya campur pake garam dengan bawang putih dengan air, super simple sekali pemirsa.” (MSSNIT/03:55)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa super simple. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sangat sederhana.

3) “Apakah kalian di sini sudah pernah makan um.. bubur kentang? Umm so good.” (BKKY/01:08)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa so good. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sangat enak.

4.1.3 Penyisipan Unsur-unsur yang Berwujud Baster

Istilah bentuk baster dalam penetilian ini mengacu pada penggunaan dua bahasa dalam satu unsur kata yang terdapat dalam vlog Pita show. Misalnya penggunaan kata dari bahasa Inggris yang digabung dengan akhiran awalan bahasa Indonesia. Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan undur berwujud baster.

a) Awalan + kata

1) “So, saya meng-order banyak you know.. bukan secangkir… bukan sebakul…, tapi se-cup.” (BKA/05:47)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan unsur baster awalan meN- dan se-. Awalan meN- dalam bahasa Indonesia digabungkan dengan kata order dalam bahasa Inggris dan awalan se- dalam bahasa Indonesia digabungkan dengan kata cup dalam bahasa Inggris.

Penggabungan kedua unsur masing-masing tersebut menghasilkan makna

„memesan‟ dan „secangkir‟.

2) “Saya tidak tau mungkin ada di sini yang lebih pakar mungkin mereka taruh sesuatu disitu supaya kayak ter-join.” (MEPK/11:34)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan unsur baster awalan ter-. Awalan ter-dalam bahasa Indonesia digabungkan dengan kata join dalam bahasa Inggris. Penggabungan kedua unsur tersebut menghasilakan makna „tergabung‟.

b) Kata + akhiran

1) “Box-nya terlihat seperti begitu and dikatakan premium crispy juicy tenders.” (CMBBK/08:42)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan camput kode dengan penyisipan unsur baster akhiran -nya. Kata box yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti

„kotak‟ digabungkan dengan akhiran -nya yang mrupakan sufiks bahasa Indonesia. Penggabungan kedua unsur tersebut menghasilkan makna „kotaknya‟.

2) “Saya suka crispy-nya di luar.” (CMBBK/09:22)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan unsur baster akhiran -nya. Kata crispy yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti „renyah‟ digabungkan dengan akhiran -nya yang merupakan sufiks bahasa Indonesia. Penggabungan kedua unsur tersebut menghasilkan makna „renyahnya‟.

4.1.4 Penyisipan Unsur-unsur yang Berwujud Pengulangan Kata

Perulangan atau reduplikasi adalah proses penurunan kata dengan

Perulangan atau reduplikasi adalah proses penurunan kata dengan