• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV CAMPUR KODE DALAM VIDEO BLOGGER PITA SHOW

4.1 Bentuk-bentuk Campur Kode

4.1.2 Penyisipan Unsur-unsur yang Berwujud Frasa

Frasa merupakan satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidal melampaui batas fungsi. Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa maksudnya penyisipan unsur frasa yang disisipkan ke dalam kalimat inti. Frasa dapat digolongkan menjadi empat yaitu frasa nominal, frasa verbal, frasa adjektiva, frasa adverbial dan frasa preposisi.

a. Frasa nomina

Frasa nomina adalah frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan nomina (Ramlan, 1995:158). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan unsur yang berwujud frasa nomina.

1) “Kita akan makan di dalam mobil because sebenarnya hari ini tujuan ke post office.” CMBBK/02:49)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa post office. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu kantor pos.

2) “Ini base militar besar sekali but banyak sekali tanah-tanah yang tidak terpakai.” (CMBBK/13:07)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa base militer. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu pangkalan militer.

3) “Pemirsa hai.. saat ini saya mau bikin egg roll sayur-sayuran.”

(MEPK/00:08)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa egg roll. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu telur gulung.

4) “Pakai minyak olive oil ya atau pakai minya apa yg available.”

(MEPK/03:33)

Pada data 4 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa olive oil. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu minyak zaitun.

5) “Pemirsa saya mau taruh air sedikit, finger cross ini akan jadi ya.”

(MEPK/03:54)

Pada data 5 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa finger cross. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu silang jari (janji).

6) “Saya mau pake telur. Ini main ingridients sama baby spinach.”

(MMMK/03:03)

Pada data 6 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan frasa main ingridients dan baby spinach. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang masing-masing memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu menu utama dan bayam kecil.

7) “And kalau saya bikin voice over pemirsa,itu tandanya bahwa restoran ribut.” (BKA/02:56)

Pada data 7 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan unsur frasa voice over. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memilki padanan bahasa Indonesia yaitu pengisi suara.

8) “Dia harumnya seperti lemon grass.” (MMMK/(00:48)

Pada data 8 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan frasa lemon grass. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu serai.

9) “Dan juga di sini saya mempunyai sweet pepper.” (MCPSB/01:04) Pada data 9 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan frasa sweet papper. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesai yaitu paprika.

10) “So, beberapa minggu yang lalu saya pergi ke umm.. grocery store.

Saya tidak membeli ayam atau apa saya cuma beli ikan.”

(MSSNIT/00:08)

Pada data 10 di atas terdapat pembentukan campur kode ditandai dengan penyisipan frasa grocery store. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu toko kelontong.

11) “To be honest, saya tidak terlalu enjoy dengan ASMR.”

(BKKY/02:21)

Pada data 11 di atas terdapat pembentukan canpur kode ditandai dengan penyisipan frasa to be honest. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sejujurnya.

b. Frasa verba

Frasa verba adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata verba. (Ramlan, 1995:168). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan frasa verba dari data vlog Pita show.

1) “Ketika saya di drive thru saya melihat ini jalan terlurus.”

(CMBBK/0)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa drive thru. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu berkendari melewati.

2) “Lunch break mereka itu memakan waktu satu jam so saya pikir apa yang harus saya lakukan selama menunggu 1 jam.” (CMBBK/03:56) Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa lunch break. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu jeda makan siang.

3) “Sudah kayak getting ready mau pergi ke party.” (BKKY/00:12)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan unsur frasa getting ready. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu bersiap-siap.

4) “Sudah full dengan make up, oke.” (BKKY/00:10)

Pada data 4 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan unsur frasa make up. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu berdandan.

c. Frasa adjektiva

Frasa adjektiva adalah yang memiliki distribusi yang sama dengan kata adjektiva (Ramlan, 1995:176). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan unsur berwujud frasa adjektiva dari data vlog Pita show.

1) “Kebanyakan restoran mereka melakukan apa yang menjadi kehendak customer. Karna saya minta well done maka saya bilang ke mereka well done yang penting jangan raw pemirsa.” (CMBBK/15:42)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa well done. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sudah matang.

2) “Kalau itu sayur, saya campur pake garam dengan bawang putih dengan air, super simple sekali pemirsa.” (MSSNIT/03:55)

Pada data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa super simple. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sangat sederhana.

3) “Apakah kalian di sini sudah pernah makan um.. bubur kentang? Umm so good.” (BKKY/01:08)

Pada data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan penyisipan frasa so good. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang memiliki padanan bahasa Indonesia yaitu sangat enak.