• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUISI INDONESIA MODERN

G. Metode dan Teknik Pengolahan Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif memerlukan ketajaman analisis, objektivitas, dan sistematika sehingga diperoleh ketepatan dalam menginterpretasi data. Melalui metode ini peneliti akan meng-amati, menganalisis, dan mendeskripsikan makna atau isi dan pesan utama 30 puisi yang bertema kepariwisataan Indonesia, dan tingkat keberterimaan masyarakat 10 kota di Indonesia atas makna dan pesan utama 30 puisi tentang persoalan kepariwi-sataan Indonesia yang sehat, segar, menggembirakan, dan mem-bahagiakan setiap insan. Dengan demikian, hasil temuan pene-litian secara lengkap akan diuraikan dan dideskripsikan berda-sarkan objek dan data empiris yang ditemukan. Dalam hal ini metodenya merujuk pada metode yang integratif dan lebih se-cara konseptual untuk menemukan, mengidentifikasi, mengolah, dan menganalisis data kuesioner yang dilengkapi dengan hasil rekaman wawancara kepada 10 orang pembaca ahli dan 10 orang narasumber agar dapat dipahami makna, konsep budaya, signifi-kasi, dan relevansinya serta tingkat keberterimaan masyarakat 10 kota di Indonesia atas makna dan pesan utama 30 puisi ten-tang persoalan kepariwisataan Indonesia yang sehat, segar, menggembirakan, dan membahagiakan setiap insan sebagai sosialisasi atau kampanye “sadar berwisata”.

Analisis data dalam penelitian ini berdasarkan pada pan-dangan Miles dan Huberman yang menyatakan ada tiga tahap utama—reduksi data, pajanan data, dan simpulan atau verifi-kasi—yang harus dilalui seperti yang diungkapkannya, “We

concider that analysis consists of three concurrent flows of activity:

data reduction, data display, and conclusion drawing/verification.”5 Penganalisisan data dalam penelitian ini berpijak pada pandang-an kedua pakar tersebut dengpandang-an melakukpandang-an pengembpandang-angpandang-an dpandang-an modifikasi sesuai dengan kebutuhan melalui cara sebagai berikut.

1. Mencatat hasil pengisian kuesioner dari 300 responden dan hasil rekaman pada saat wawancara, sesuai dengan yang terdapat di dalam sumber data.

2. Mengidentifikasi data hasil pengisian kuesioner dari 300 responden dan hasil rekaman wawancara, khususnya yang berkaitan dengan tingkat keberterimaan masyarakat atas makna dan pesan utama yang terkandung dalam 30 puisi Indonesia modern yang bertema kepariwisataan Indonesia yang sehat, segar, menggembirakan, dan membahagiakan setiap insan.

3. Memilah data yang sudah terkumpul dengan menggunakan teknik identifikasi. Data dapat diklasifikasi berdasarkan jenis respondennya: yaitu anggota komunitas sastra, masyarakat pencinta kepariwisataan (duta-duta kepariwisataan di daerah), pegawai negeri sipil, mahasiswa, pembaca ahli, dan narasumber.

4. Menemukan dan menguraikan data yang telah didapat untuk menjadi hasil temuan dalam penelitian ini, yaitu konteks sosial pembaca atas kepariwisataan Indonesia, tingkat keber-terimaan masyarakat atas makna dan pesan utama 30 puisi tentang kepariwisataan Indonesia yang sehat, segar, meng-gembirakan, dan membahagiakan setiap insan, serta ha-rapan, kesan, dan pesan masyarakat atas kehadiran puisi-puisi yang bertema kepariwisataan Indonesia.

5 Mathew B. Miles dan Michael Huberman, Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods (London: Sage Publication, Inc., 1984), Hlm. 21.

Keabsahan data dalam penelitian kualitatif sangat bergan-tung pada teknik pemeriksaan yang digunakan peneliti. Dalam penelitian ini keabsahan data dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain, sebagai berikut.

Pertama, perpanjangan keikutsertaan. Sebagai orang yang ikut dalam merancang dan melakukan instrumen penelitian, da-lam penelitian kualitatif, keikutsertaan peneliti sangat menentu-kan dalam pengumpulan data. Keikutsertaan ini tidak hanya dalam waktu singkat, tetapi juga dalam waktu lama yang mem-butuhkan perpanjangan sehingga derajat kepercayaan terhadap data yang dikumpulkannya lebih meningkat. Melalui teknik ini peneliti akan dapat mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang akan mengotori data, baik yang datang dari diri sendiri maupun dari responden lain; disengaja ataupun yang tidak dise-ngaja.

Kedua, ketekunan pengamatan. Teknik ini bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari. Dalam hal ini peneliti dituntut untuk lebih teliti, rinci, dan berkesinam-bungan ketika melakukan pengamatan terhadap faktor-faktor yang menonjol. Oleh karena itu, dalam teknik ini peneliti harus mampu menentukan penutur yang layak menjadi sumber data, kemudian menguraikan secara rinci bagaimana faktor yang di-telaah dapat dipahami.

Ketiga, triangulasi. Teknik ini bertujuan memeriksa keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Dalam penelitian ini triangulasi dilakukan dengan mengecek balik suatu informasi atau data pada sumber data dengan metode yang sama dan dalam waktu yang berbeda.

Keempat, pengecekan rekan sejawat. Teknik ini dilakukan dengan mengekspos hasil sementara atau hasil akhir kepada te-man sejawat dalam bentuk diskusi analitik. Teknik ini bertujuan

agar peneliti dapat mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran dalam mengisi jawaban kuesioner yang disodorkan oleh peneliti.

Teknik analisis data penelitian ini dilakukan secara multidisi-pliner yang melibatkan sejumlah teori, seperti kritik objektif, analisis konten teks puisi, estetika resepsi, statistik, diagram, tabel, argumentatif, dan deskriptif. Analisis dilakukan sejak pe-ngumpulan data pustaka dan lapangan, seperti yang telah dinya-takan di atas, dan kemudian dilanjutkan dengan analisis data itu sendiri. Data dianalisis melalui proses pengodean (coding) yang dideskripsikan dalam bentuk kartu-kartu data. Proses pe-ngodean merupakan suatu keputusan dalam memberikan tanda-tanda tertentu terhadap kesemestaan data. Dalam memberi kode data ini dibedakan menjadi kode terbuka (open coding), kode terhubung (axial coding), dan kode terpilih (selective coding) (Strauss dan Corbin, 2003:52). Setelah dilakukan pengodean, lalu dilakukan analisis secara induktif, deduktif, dan sekaligus induk-tif dedukinduk-tif. Teknik analisis secara indukinduk-tif dimulai dengan mem-beri penilaian terhadap data, lalu ditentukan kriteria penilaian data, dan akhirnya dibandingkan dengan sistem norma yang ada. Sebaliknya, teknik analisis data secara deduktif dimulai dari teori atau sistem norma yang ada, lalu menentukan kriteria penilaian data, dan akhirnya memberi penilaian terhadap data.

Kombinasi induktif dan deduktif dilakukan untuk memberi pe-negasan data yang dipandang sangat urgen.

H. Metode dan Teknik Penyajian Hasil Pengolahan Data