DALAM PUISI INDONESIA MODERN
C. Perkembangan Pencapaian Target Kinerja
Pencapaian target kinerja sampai saat ini, 25 Mei 2012, telah dilakukan:
1. Menyelesaikan penyusunan proposal, perevisian proposal dan RAB, pendesainan ulang penelitian, dan penetapan langkah kerja; selesai dikerjakan = 100%.
2. Menyelesaikan pengumpulan data puisi dari 4 perpustakaan di Jakarta dan Depok, yaitu (1) Perpustakaan Badan Pe-ngembangaan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendi-dikan dan Kebudayaan (Rawamangun, Jakarta), (2) Perpusta-kaan Nasional (Salemba, Jakarta) (3) PerpustaPerpusta-kaan Pusat Do-kumentasi Sastra H.B. Jassin (Cikini Raya, Jakarta), dan (4) Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Univer-sitas Indonesia (Depok), berhasil mengumpulkan dan menca-tat 500 puisi pariwisata sebagai populasi data; selesai di-kerjakan = 100%.
3. Mengklasifikasikan 500 puisi kepariwisataan menjadi 6 wi-layah sesuai dengan pembagian koridor ekonomi, yaitu me-liputi Sumatera = 80 puisi, Jawa = 220 puisi, Kalimantan = 45 puisi, Sulawesi = 45 puisi, Bali dan Nusa Tenggara = 92 puisi, serta Papua dan Kepulauan Maluku = 18 puisi. Populasi data sebanyak 500 puisi dan sudah diklasifikasikan dalam enam kelompok tersebut dapat dilihat pada Lampiran 1; selesai dikerjakan = 100%.
4. Memilih 30 puisi sebagai sampel penelitian, dan menganalisis isi (makna dan pesan utama 30 puisi). Ketiga puluh puisi yang dijadikan objek penelitian tersebut adalah: (1) “Batu Belah: Kabaran” (Amir Hamzah) promosi tentang objek wi-sata Batu Belah di Takengon, Aceh Tengah, (2) “Delitua”
(Mansur Samin) promosi tentang objek wisata di kecamatan Delitua, Medan, Sumatera Utara, (3) “Bukittinggi” (Hamid Jabbar) promosi tentang objek wisata kota Bukittinggi, Su-matera Barat, (4) “Riau” (Slamet Sukirnanto) promosi ten-tang objek wisata di Pekanbaru, Riau, (5) “Perjalanan Men-ziarahi Raja Ali Haji” (Taufiq Ismail) promosi tentang objek wisata religi makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Tan-jung Pinang, Kepulauan Riau, (6) “Candi Muara Jambi”
(Dimas Arika Miharja) promosi tentang objek wisata Candi Muara Jambi di Jambi, (7) “Sungai Musi–Venesia dari Timur”
(Surasono Rashar) promosi tentang objek wisata Sungai
Musi, Palembang, Sumatera Selatan, (8) “Pantai Panjang di Batas Senja” (Sensu Alfajrie Hamin) promosi tentang objek wisata Pantai Panjang, Pesisir Barat, Bengkulu, (9) “Pugung-rahardjo” (Isbedy Stiawan ZS) promosi tentang objek wisata sejarah purbakala Pugungrahardjo, Lampung, (10) “Di Menara Masjid Banten” (Ajip Rosidi) promosi tentang objek wisata Masjid Agung Banten Lama, Serang, Banten, (11) “Pa-ngandaran” (Dodong Djiwapradja) promosi tentang objek wisata Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, (12) “Topeng Monyet Jakarta” (Lilik Mulyadi) promosi tentang objek wi-sata budaya kesenian Topeng Monyet di Jakarta, (13)
“Piknik” (Isma Sawitri) promosi tentang objek wisata Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, (14) “Yogyakarta” (Sugi-yanta) promosi tentang objek wisata kota Yogyakarta di Yogyakarta, (15) “Madura” (Abdul Hadi W.M.) promosi ten-tang objek wisata alam dan budaya Pulau Madura, Jawa Timur, (16) “Kisah Pedagang Terapung” (M. Junaedi) pro-mosi tentang objek wisata budaya pedagang terapung di sungai-sungai Banjarmasin, Kalimantan Selatan, (17) “Bukit Rawi” (Aliemha) promosi tentang objek wisata Bukit Rawi, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, (18) “Pesona Tanah Kutai” (Annisa Al Hadis) promosi tentang objek wisata Ta-nah Kutai, Kalimantan Timur, (19) “Bumi Khatulistiwa” (Rina Kusmiarsih) promosi tentang objek wisata Bumi Khatulisti-wa, Kalimantan Barat, (20) “Bunaken Sea Garden” (Varrianto Madjowa) promosi tentang objek wisata Taman Laut Buna-ken, Manado, Sulawesi Utara (21) “Bantimurung” (Ras Agaffar) promosi tentang objek wisata Taman Bantimurung, Makassar, Sulawesi Selatan, (22) “Cerita dari Danau Poso”
(Anshar Maudin ST) promosi tentang objek wisata Danau Poso, Sulawesi Tengah, (23) “Wakatobi” (Bambang Widiat-moko) promosi tentang objek wisata Taman Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, (24) “Sajak Pulau Bali” (W.S. Rendra) promosi tentang objek-objek wisata di Pulau Dewata, Bali,
(25) “Legenda Putri Mandalika” (Didi Marsudi) promosi tentang objek wisata Putri Mandalika di Lombok Selatan, NTB, (26) “Mari Kita ke Laut” (Yoseph Arakei U.B.D.) pro-mosi tentang objek wisata alam laut Lamarela, NTT, (27)
“Taman Laut” (Zainal Abidin) promosi tentang objek wisata alam Taman Laut Banda, Maluku, (28) “Seraut Wajah dalam Aneka Tari dari Maluku” (Sanny Tomasoa) promosi tentang objek wisata budaya, Maluku Utara, (29) “Asmat” (Said Agus Salim) promosi tentang objek wisata budaya suku As-mat, Papua, dan (30) “Kau Kunanti di Kaimana” (Hasballah S.M. Saad) promosi tentang objek wisata kota Kaimana, Pa-pua Barat. Saat ini tengah dilakukan analisis 30 puisi tersebut secara mendalam, dan baru diselesaikan sebanyak 15 puisi
= 50%.
5. Menyusun instrumen penelitian berupa: (1) Kuesioner Konteks Sosial Pembaca 10 kota terhadap kepariwisataan Indonesia, (2) Kuesioner Tingkat Keberterimaan Pesan dan Makna Kepariwisataan Indonesia dalam puisi, dan (3) pedo-man wawancara dengan narasumber 10 kota di Indonesia.
Instrumen yang berupa kuesioner tersebut dapat dilihat da-lam Lampiran; selesai dikerjakan = 100%.
6. Uji coba instrumen ke 30 responden di Jakarta dan dilengkapi dengan wawancara kepada seorang narasumber dan se-orang pembaca ahli, selesai dikerjakan = 100%.
7. Revisi instrumen/kuesioner, selesai dikerjakan = 100%.
8. Pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner kepada 300 responden ke 10 kota di Indonesia (Medan, Padang, Semarang, Yogyakarta, Banjarmasin, Palangkaraya, Denpa-sar, Mataram, Gorontalo, dan Manado); selesai dikerjakan
= 100%.
9. Wawancara kepada 11 orang narasumber dan 11 orang pem-baca ahli dari 11 kota (Jakarta, Medan, Padang, Semarang, Yogyakarta, Banjarmasin, Palangkaraya, Denpasar, Mata-ram, Gorontalo, dan Manado); selesai dikerjakan = 100%.
5.6 Sinergi Koordinasi Kelembagaan-Program A. Kerangka Koordinasi Kelembagaan-Program
Penyebarluasan kuesioner penelitian “Promosi Kepariwisa-taan Indonesia dalam Puisi Indonesia Modern” ini melibatkan (1) Balai Bahasa Medan dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Su-matera Utara, (2) Balai Bahasa Padang dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Sumatera Barat, (3) Balai Bahasa Semarang dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Jawa Tengah, (4) Balai Bahasa Yogya-karta dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Daerah Istimewa Yog-yakarta, (5) Balai Bahasa Banjarmasin dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Kalimantan Selatan, (6) Balai Bahasa Kalimantan Tengah (Palangkaraya) dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Kalimantan Tengah, (7) Balai Bahasa Denpasar dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Bali, (8) Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat (NTB, Mataram) dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Nusa Tenggara Barat, (9) Kantor Bahasa Gorontalo dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Gorontalo, dan (10) Balai Bahasa Sulawesi Utara (Ma-nado) dan Dinas Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Utara. Ko-ordinasi dengan balai/kantor bahasa dan dinas pariwisata 10 provinsi itu dengan melaksanakan perjalanan dinas anggota tim peneliti untuk mengambil data, menyebarkan kuesioner kepada masing-masing daerah tersebut sebanyak 30 responden dan di-lengkapi dengan wawancara kepada seorang narasumber dan seorang pembaca ahli dari masing-masing provinsi, atau perwa-kilan peneliti yang dipercayakan kepada seorang peneliti di Kantor/Balai Bahasa tersebut.
B. Indikator Keberhasilan Sinergi Koordinasi