• Tidak ada hasil yang ditemukan

5. Penutup

5.4. Metode Estimasi

Kedua metode yang dikembangkan tulisan ini tidak berhasil dibuktikan sebagai metode estimasi yang akurat. Walaupun demikian, dapat dilihat bahwa metoda LPEM-FEUI kemungkinan besar memberikan hasil yang lebih baik dari metode NRM. Secara lebih detail keunggulan metoda satu terhadap yang lain adalah sebagai beritkut:

 Keunggulan Metode LPEM-FEUI:

(a) Metode LPEM-FEUI memiliki keunggulan karena dalam menghitung penerimaan bagi hasil digunakan nilai tarif yang sebenarnya (yang tertulis dalam peraturan-peraturan yang terkait). Sedangkan metode NRM menggunakan nilai proksi yang dihitung secara nasional.

(b) Untuk minyak bumi dan gas alam, metode LPEM-FEUI mengestimasi secara detail besarnya NOI dan penerimaan pemerintah, sedangkan metoda NRM melakukannya estimasi dengan cara yang relatif tidak detail.

 Keunggulan Metode NRM:

(a) Metoda NRM hanya membutuh data-data dari Depkeu dan BPS, sedangkan metode LPEM-FEUI juga membutuhkan data dari berbagai departemen teknis terkait. Data di Depkeu dan BPS, selain lebih mudah didapat, memiliki validitas dan realibilitas yang lebih baik dari data yang ada di departemen teknis. Data-data yang kualitasnya rendah yang ada di departemen teknis dapat menyebabkan kesalahan perhitungan pada metode LPEM-FEUI.

(b) Metode NRM relatif lebih mudah daripada metode LPEM-FEUI.

Tabel Lampiran 1. Daftar Jenis Penerimaan, Mekanisme Pembagian dan Distribusi, dan Peraturan Penjelas pada Setiap Tingkat Pemerintahan

Pembagian Hasil Penerimaan

Mekanisme Pembagian Kriteria Distribusi Jenis Penerimaan

Lama Baru Lama Baru

Peraturan Administrasi

Pemungutan

Pajak Penghasilan (PPh) 100% Pemerintah Pusat Tidak berubah Tidak dibagikan (bagian dari penerimaan dalam negeri )

Tidak berubah UU No. 10/1994: Tarif, subyek dan obyek pajak

PP No. 34/1994: Insentif pajak bagi investasi pada sektor-sektor utama dan investasi di daerah terbelakang

PP No. 41/1994: Pajak terhadap pendapatan dari kegiatan pasar modal

PP No. 42/1994: Pajak terhadap pendapatan dari undian

PP No. 45/1994: Pajak penghasilan untuk pegawai negeri, militer, pejabat pemerintah dan pensiunan pegawai negeri sipil PP No. 17/1998 (perubahan PP No.

46/1994): Pajak penghasilan bagi orang yang meninggalkan Indonesia

PP No. 47/1994: Penghitungan tarif dasar pajak penghasilan

PP No. 48/1994: Pajak penghasilan terhadap perpindahan kepemilikan tanah / properti PP No. 51/1994: Pajak terhadap pendapatan dari bunga deposito dan Sertifikat Bank Indonesia

Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Barang Mewah (PPN)

100% Pemerintah Pusat Tidak berubah Tidak dibagikan Tidak berubah UU No. 11/1994: Tarif, obyek, dan subyek pajak

PP No. 50/1994: Prosedur pelaksanaan UU No. 11/1994

PP No. 39/1998 : Perlakuan PPN dan PPn BM di kawasan berikat (bonded zone) daerah pulau Batam

Tidak berubah Sejak 1994/1995, bagian dari Pemerintah Pusat juga dialokasikan kepada Dati II secara merata

Tidak berubah UU No. 25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, BPHTB, dan penerimaan dri SDA

UU No. 12/1994, revisi dari UU no. 12/1985 tentang PBB. Mekanisme pembagian bukan merupakan bagian dari revisi, tetap mengikuti UU No.12/1985 & PP No.47/1985

Pajak ditarik

Pembagian Hasil Penerimaan

Mekanisme Pembagian Kriteria Distribusi Jenis Penerimaan

Lama Baru Lama Baru

Peraturan Administrasi

Pemungutan

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Ket : Tarif= 5% dari nilai perolehan (yg >30 juta).

- 80% untuk Pemerintah Daerah dan 20% untuk Pemerintah Pusat - Dari bagian Pemerintah

Daerah, 20%-nya dialokasikan untuk Dati I dan 80% dialokasikan untuk Dati II

Kesimpulan:

- Pemerintah Pusat=20%

- Dati I=16%

- Dati II=64%

(Berdasarkan PP No. 33/1997 pasal 2)

Tidak berubah Tidak jelas Tidak jelas UU No. 25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, BPHTB, dan penerimaan dari SDA

UU No. 21/1997: Tarif, obyek dan subyek pajak

PP No.33/1997: Mekanisme pembagian pajak antara Pemerintah Pusat dan Daerah PP No.34/1997: Pelaporan Pajak

PP No. 35/1997: Peraturan pajak untuk tanah warisan

PP No.36/1997: Pajak yang dibayarkan atas penggunaan tanah

- Bank Pembangunan Daerah

Ket: Tarif= 5% dari nilai jual kendaraan.

100% untuk Dati I Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis

Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II PP No. 19/1997 Bab 2: Tarif, subyek dan obyek pajak kendaraan bermotor Bea Balik Nama

Ket: Tarif=10% dari nilai jual kendaraan bermotor.

100% untuk Dati I Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis

Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II PP No. 19/1997 Bab 3: Tarif, subyek dan obyek pajak bea balik nama

Pajak Bahan Bakar

(berdasarkan PP No. 21/1997 Bab 2 Pasal 7)

Tidak berubah Kriteria alokasi penerimaan pajak

Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II PP No. 21/1997: Tarif, subyek dan obyek Pajak Bahan Bakar dan mekanisme pembagian pajak antara Dati I dan Dati II

Pajak Hotel dan Restoran Ket: Tarif= 10% dari jumlah pembayaran yang dilakukan kepada hotel tsb.

100% untuk Dati II Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis

Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II PP No. 19/1997 Bab IV: Obyek, subyek dan tarif pajak

Pembagian Hasil Penerimaan

Mekanisme Pembagian Kriteria Distribusi Jenis Penerimaan

Lama Baru Lama Baru

Peraturan Administrasi

Pemungutan

Pajak Hiburan 100% untuk Dati II Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis

Ket: Tarif=35% dari jumlah pembayaran

Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II PP No. 19/1997 Bab V: Obyek, subyek dan tarif pajak

Pajak Reklame Ket=25% dari nilai sewa reklame

100% untuk Dati II Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis

Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II PP No. 19/1997 Bab VI: Obyek, subyek dan tarif pajak

Pajak Penerangan Jalan Ket: Tarif= 10% dari nilai jual tenaga listrik yang terpakai

100% untuk Dati II Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis

Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II PP No. 19/1997 Bab VII: Obyek, subyek dan tarif pajak

Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian Gol. C

Ket: Tarif= 20% dari nilai jual hasil eksploitasi

100% untuk Dati II Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis

Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II PP No. 19/1997 Bab VIII: Obyek, subyek dan tarif pajak

Pajak Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan

Ket: Tarif =20% dari nilai perolehan air yang dimanfaatkan

100% untuk Dati II Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 2 Pasal 2: Jenis-jenis

Pajak yang dikelola Dati I dan Dati II UU No. 18/1997 Bab 2 pasal 3: Tarif pajak PP No. 19/1997 Bab IX: Obyek, subyek dan tarif pajak

Retribusi 100% untuk Dati II Tidak berubah UU No. 18/1997 Bab 3 pasal 20 dan 21:

Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi.

PPNo. 45/1998 (perubahan PP No.20/1997) tentang Retribusi Daerah.

Pembagian Hasil Penerimaan

Mekanisme Pembagian Kriteria Distribusi Jenis Penerimaan

Lama Baru Lama Baru

Peraturan Administrasi

Pemungutan

SEKTOR KEHUTANAN Iuran Hasil Hutan (IHH) (baru: Provisi Sumber Daya Hutan)

Ket:

Tarif PSDH (Rp) bervariasi tergantung kelompok jenis kayu/bukan kayu (SK Menhutbun No.

Dati II penghasil = 32%

Dati II lainnya dlm propinsi = 32%

Kepres No. 36/1989

PP No. 51/1998: Perubahan IHH menjadi Provisi Sumber Daya Hutan.

atas PP No. 59/1998: Tarif atas Jenis PNBP yg berlaku pada Dephutbun.

PP No. 67/1998 (perubahan PP No.

30/1990): Pengenaan, Pemungutan, dan Pembagian IHH.

UU No. 41/1999 tentang Kehutanan.

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari SDA.

PP No. 92/1999 tentang perubahan kedua atas PP No. 59/1998 tentang tarif atas jenis PNBP yang berlaku di Dephutbun.

Disetorkan

Iuran Hak Pengusahaan Hutan (IHPH)

Ket : Tarif satuan (Rp) berdasarkan status HPH, wilayah dan kelompok SDA Hutan )

Pada dasarnya, alokasi PNBP dari IHPH mengikuti prinsip sbb:

- Pemerintah Daerah

= 70%

Dati II Penghasil = 64%

Kepres No. 36/1989 (lama) atas PP No. 59/1998: Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yg berlaku pada Dephutbun.

UU No. 41/1999 tentang Kehutanan.

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari SDA.

(masuk dalam Dana Alokasi Khusus)

Ket: Tarif (US $) bervariasi berdasarkan wilayah, kelompok produk Hutan, dan tujuan produksi.

Tidak jelas UU No. 41/1999 tentang Kehutanan UU No.25/1999 Bab 3 pasal 8: Dana Alokasi Khusus.

PP No. 92/1999 (perubahan kedua tarif Dana Reboisasi atas PP No. 59/1998): Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yg berlaku pada Dephutbun.

Pembagian Hasil Penerimaan

Mekanisme Pembagian Kriteria Distribusi Jenis Penerimaan

Pembagian hasil penerimaan dari Iuran Tetap, Iuran Eksplorasi, dan Iuran Eksploitasi:

- Pusat=30%

- Daerah=70%

(PP No.32/1969 pasal 62) Berdsarkan PP No.79/1992, pola pembagian menjadi:

Tidak jelas Tidak jelas UU No.11/1967 Bab 9 pasal 28: Jenis Pungutan Negara terhadap Kuasa Pertambangan PP No. 32 /1969 tentang Pelaksanaan UU No.11/1967.

PP No.79/1992, perubahan atas PP No.32/1969.

PP No. 58/1998: Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yg berlaku di Deptamben.

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari SDA.

SK Mentamben No.1165K/844/M.PE/1992 tentang Penetapan Tarif Iuran Tetap untuk Usaha Pertambangan Umum dalam rangka kuasa pertambangan.

SK Mentamben No. 931.K/844/M.PE/1986 tentang Perubahan Lampiran SK Mentamben No.

175.K/8443/M.PE/1985 tentang prubahan lampiran Keputusan Mentamben No.

351/Kpts/1972 tentang Iuran Tetap bagi Usaha-usaha Pertambangan PMA diluar Migas.

Disetor langsung ke

Ket: Tarif (%), besarnya berbeda menurut jenis dan kualitas bahan tambang.

Pembagian hasil penerimaan dari Iuran Tetap, Iuran Eksplorasi, dan Iuran Eksploitasi:

- Pusat=30%

- Daerah=70%

(PP No.32/1969 pasal 62) Berdsarkan PP No.79/1992, pola pembagian menjadi:

Tidak jelas Tidak jelas UU No.11/1967 Bab 9 pasal 28: Jenis Pungutan Negara terhadap Kuasa Pertambangan PP No. 32 /1969 tentang Pelaksanaan UU No.11/1967.

PP No.79/1992, perubahan atas PP No.32/1969.

PP No. 13/2000 tentang perubahan atas PP No.

58/1998: Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yg berlaku di Deptamben.

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari SDA.

Keppres No. 75/1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)

Disetor langsung ke kas negara (Rekening Depkeu Nomor Khusus di BI).

Pembagian Hasil Penerimaan

Mekanisme Pembagian Kriteria Distribusi Jenis Penerimaan secara merata kpd seluruh Dati II di Indonesia)

Tidak jelas Dibagikan secara merata kpd seluruh Dati II di Indonesia

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari SDA.

Keppres No. 8/1975 tentang PPP dan PHP bagi PMA/PMDN Bidang Perikanan.

SK Mentan No. 424/Kpts/Um/77 tentang Tarif PPP dan PHP nbagi PMA dan PMDN di bidang Perikanan.

SK Mentan No.425/Kpts/Um/77 tentang Tatacara Pelaksanaan Penagihan, Pembayaran dan Pembukuan PPP dan PHP bagi PMA dan PMDN di bidang Perikanan.

Pembayaran secara merata kpd seluruh Dati II di Indonesia

Tidak jelas Dibagikan secara merata ke seluruh Dati II di Indonesia.

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari SDA.

Keppres No. 8/1975 tentang PPP dan PHP bagi PMA/PMDN Bidang Perikanan.

SK Mentan No. 424/Kpts/Um/77 tentang Tarif PPP dan PHP nbagi PMA dan PMDN di bidang Perikanan.

SK Mentan No.425/Kpts/Um/77 tentang Tatacara Pelaksanaan Penagihan, Pembayaran dan Pembukuan PPP dan PHP bagi PMA dan PMDN di bidang Perikanan.

PHP dikenakan

Pembagian Hasil Penerimaan

Mekanisme Pembagian Kriteria Distribusi

Jenis Penerimaan

Tidak dibagikan Tidak jelas UU No.8/1971Bab 6 pasal 18: Kewajiban Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara.

PP No. 35/1994: Syarat-syarat dan Pedoman Kerjasama Kontrak Bagi Hasil Minyak Bumi dan Gas.

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari SDA.

Penerimaan Negara dari

Tidak dibagikan Tidak jelas UU No.8/1971Bab 6 pasal 18: Kewajiban Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara.

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 6: Bagian Daerah dari penerimaan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Penerimaan dari SDA.

Dana Alokasi Umum

Tidak jelas - Propinsi (keseluruhan)=

10%

- Dati II (keseluruhan)=

90%

Tidak jelas Kriteria alokasi berdasar bobot daerah

UU No.25/1999 Bab 3 pasal 7: Dana Alokasi Umum

Tabel Lampiran 2. Daftar Equity Share dan Tax Rate, Terinci Menurut Kontraktor Production Sharing Minyak Bumi

Bagi Hasil Akhir Equity Share Tarif Pajak NO KONTRAKTOR

GOV'T CONTR' GOV'T CONTR' CORP.TAX DIV'D TAX TOTAL 1 CPI 88% 12% 75.7576% 24.2424% 45.00% 10.00% 50.5%

2 PREMIER OIL NATUNA "A" 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

3 GULF RESOURCES (GRISSIK) 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

4 GULF RESOURCES (RAMBA)/TAC 85% 15% 85.0000% 15.0000% 0.00% 0.00% 0.0%

5 ARBNI 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

6 C&T (MFK BLOCK) 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

7 C&T (CPP BLOCK) 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

8 C&T (SIAK BLOCK) 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

9 AMERADA HESS (LEMATANG) 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

10 GFB RESOURCES (JAVA) 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

11 KONDUR PETROLEUM 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

12 GULF RESOURCES (KAKAP) 85% 15% 72.7273% 27.2727% 45.00% 0.00% 45.0%

13 PT EXSPAN KALIMANTAN/TAC 85% 15% 81.2500% 18.7500% 0.00% 20.00% 20.0%

14 PT EXSPAN TARAKAN 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

15 PT EXSPAN SUMATERA (RIMAU BLOCK)

85% 15% 74.7899% 25.2101% 30.00% 15.00% 40.5%

16 PT EXSPAN SUMATERA (S&C BLOCK)

85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

17 PETRONUSA BUMI BAKTI 80% 20% 54.5455% 45.4545% 45.00% 20.00% 56.0%

18 SANTOS/KALREZ (SERAM BLOCK)

85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

19 ARII 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

20 INDONESIA PETROLEUM 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

21 TOTAL INDONESIE 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

22 CONOCO INDONESIA 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

23 YPF MAXUS (SOUTH EAST SUM.) 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

24 SANTA FE ENERGY (SALAWATI) 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

25 MOBIL OIL 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

26 MOBIL PASE 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

27 UNOCAL INDONESIA 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

28 VIRGINIA INDONESIA/VICO (LASMO SANGA-SANGA)

85% 15% 76.9231% 23.0769% 35.00% 0.00% 35.0%

29 KODECO ENERGY/JOA 85% 15% 65.9091% 34.0909% 45.00% 20.00% 56.0%

30 ENERGY EQUITY (SENGKANG) 65% 35% 37.5000% 62.5000% 30.00% 20.00% 44.0%

31 GULF RESOURCES (ACEH) 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

32 SANTA FE ENERGY (JABUNG) 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

33 SEAUNION ENERGY (LIMAU) 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

34 JOB TALISMAN (OK)- ASD (AIR SERDANG)

80% 20% 61.5385% 38.4615% 35.00% 20.00% 48.0%

GRH (GURUH) 85% 15% 71.1538% 28.8462% 35.00% 20.00% 48.0%

35 JOB GOLDEN SPIKE 80% 20% 61.5385% 38.4615% 35.00% 20.00% 48.0%

36 JOB JAPEX NS 80% 20% 61.5385% 38.4615% 35.00% 20.00% 48.0%

37 JOB SANTA FE (KEPALA BURUNG)

80% 20% 61.5385% 38.4615% 35.00% 20.00% 48.0%

38 JOB TOTAL INDONESIE (TENGAH)

80% 20% 61.5385% 38.4615% 35.00% 20.00% 48.0%

39 JOB SANTA FE (TUBAN) 80% 20% 61.5385% 38.4615% 35.00% 20.00% 48.0%

40 JOB SAGA PETROLEUM (JAMBI) 80% 20% 61.5385% 38.4615% 35.00% 20.00% 48.0%

41 MOBIL EXPLORATION INDONESIA 80% 20% 61.5385% 38.4615% 35.00% 20.00% 48.0%

Tabel Lampiran 3. Daftar Equity Share dan Tax Rate, Terinci Menurut Kontraktor Production Sharing Gas Alam

Bagi Hasil Akhir Tarif Pajak Equity Share NO KONTRAKTOR

GOV'T KONTR' PPs PBDR TOTAL GOV'T KONTR' 1 ARII -NW JAVA 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

2 UNOCAL-INDONESIA 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

3 MOBIL OIL INDONESIA 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

MOBIL OIL INDONESIA 75% 25% 35% 20% 48% 51.9231% 48.0769%

4 JOB- TOTAL (TENGAH) 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

5 MOBIL PASE 70% 30% 45% 20% 56% 31.8182% 68.1818%

6 VICO 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

7 INPEX 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

8 TOTAL INDONESIE 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

9 SANTA FE - IRIAN JAYA 65% 35% 45% 20% 56% 20.4545% 79.5455%

10 AMERADA HESS 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

11 KODECO 70% 30% 45% 20% 56% 31.8182% 68.1818%

12 JOB- JAPEX 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

13 EXSPAN SUMATERA (C&S)

70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

14 EXSPAN TARAKAN 70% 30% 45% 20% 56% 31.8182% 68.1818%

15 EXSPAN KALIMANTAN 70% 30% 45% 20% 56% 31.8182% 68.1818%

16 ARBNI- KANGEAN 70% 30% 45% 20% 56% 31.8182% 68.1818%

17 GOLDEN SPIKE 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

18 ENERGY EQUITY SENGKANG

60% 40% 30% 20% 44% 28.5714% 71.4286%

19 LAPINDO BRANTAS 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

20 GULF RESOURCES (CORRIDOR)

70% 30% 45% 20% 56% 31.8182% 68.1818%

21 JOB- CUE ENERGY IND. 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

22 MOBIL NSO 70% 30% 35% 20% 48% 42.3077% 57.6923%

Tabel Lampiran 4. Tarif Royalti Sektor Pertambangan Umum Berdasarkan PP No.13/2000

No. Jenis Mineral/Bahan Galian Tingkat Kualitas

(Kalori) Dasar Perhitungan Tarif

%

Tabel Lampiran 5. Tarif Iuran Tetap (Landrent) untuk PMA Berdasarkan SK Mentamben No. 931K/844/M.PE/1986

Tahap Tahun ke Tarif (US $

per hektar) Penyelidikan Umum I 0.025

II 0.5

Eksplorasi I 0.1

II 0.12 III 0.15 IV* 0.25 V* 0.35

Studi Kelayakan I 0.5

II* 0.5

Konstruksi I 0.5

II 0.5 III 0.5 Eksploitasi endapan laterit dan endapan

permukaan 1.5

endapan primer dan aluvial 3

Tabel Lampiran 6. Tarif Iuran Tetap (Landrent) untuk PMDN Berdasarkan SK Mentamben No.1165K/844/1992

No. Tahap Tarif (Rp) Satuan

1 Penyelidikan Umum 50 hektar 2 Eksplorasi 200 hektar 3 Perpanjangan Pertama

dan Kedua Eksplorasi

500 hektar 4 Kontruksi 1000 hektar 5 Eksploitasi

endapan laterit dan endapan permukaan

3000 hektar endapan primer dan aluvial 1500 hektar

Tabel Lampiran 7. Tarif Dana Reboisasi Berdasarkan PP No. 92/1999

Uraian Tarif

(US $)

Satuan

A. Wil. Kalimatan dan Maluku

Kelompok Jenis Meranti 16 m3 Kelompok Jenis Rimba Campuran 13 m3 B. Sumatera dan Sulawesi

Kelompok Jenis Meranti 14 m3 Kelompok Jenis Rimba Campuran 12 m3 C. Irian Jaya dan Nusa Tenggara

Kelompok Jenis Meranti 13 m3 Kelompok Jenis Rimba Campuran 10.5 m3 D. Seluruh Wilayah Indonesia

Kelompok Jenis Ebony 20 ton Kelompok Jenis jati Alam 16 m3 Kelompok Jenis Kayu Indah 18 m3 Kelompok Jenis Cendana 18 ton Bahan Baku serpih/partikel 2 ton Limbah pembalakan dan sortimen khusus

lainnya

2 m3

E. Bahan Baku serpih/partikel di prop. Yg belum memiliki pabrik pulp dan pabrik serat kayu

0 m3

F. Bahan Baku serpih/partikel utk percobaan

0 m3

G. Kayu Bulat untuk bantuan bencana alam dan keperluan sosial lainnya

0 m3

Tabel Lampiran 8. Tarif PSDH Berdasarkan PP SK Menhutbun No.

Wil. I (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku)

 Kelompok Meranti 64000 M3

 Kelompok Rimba Campuran 36000 M3 Wil. II (Irja, NTT,NTB, Bali)

 Kelompok Meranti 53000 M3

 Kelompok Rimba Campuran 26500 M3 Kayu Indah (tanpa batasan diameter) 90500 M3 Kayu Torem (wil I) 36000 M3 Kayu Torem (wil. II) 26500 M3 Kayu kelompok lain (wil I) 64000 M3 Kayu kelompok lain (wil. II) 53000 M3 Kayu Bulat Kecil

Diameter 20cm s/d 29cm 20400 M3

Cerucuk 1020 Batang

Tiang Jermal 32200 Batang

Galangan Rel 12720 M3

Arang (Bakau, Jati, dan kel. Meranti) 32000 Ton Arang (Rimba Campuran) 15080 Ton

Kayu Bakar 1500 SM

Tunggak Jati 27880 Ton

Limbah Pembalakan (tdk berlaku u/ kayu indah dan kelompok lain)

2040 Ton Bahan Baku Serpih (khusus u/ kel. Meranti dan

Rimba Campuran dgn diameter <20cm)

2040 Ton Kayu Sortimen Lainnya

Kayu Kuning 49400 Ton

Kayu Ebony 600000 Ton

Kayu Jati (diameter>30cm) 76400 M3 Kayu Jati (diameter 20-29cm) 48500 M3 Kayu Jati (diameter<19cm) 19200 M3

Kayu Bakau 15100 Ton

Kayu Pinus 12720 Ton

Kayu Cendana (bag. berteras ) 700000 Ton Kayu Cendana (gubal kayu ) 70000 Ton Kayu dari HTI Kayu Perum Perhutani dan DI Yogya

Kayu Bulat Jati dan Sonokeling

Diameter >30cm 74440 M3

Diameter 20-29cm 48500 M3

Diameter <19cm 19200 M3

Kayu Bulat Rimba Indah

Diameter >30cm 38400 M3

Diameter 20-29cm 13400 M3

Diameter <19cm 8140 M3

Kayu Bulat Lain

Diameter >30cm 13440 M3

Diameter 20-29cm 11800 M3

Diameter <19cm 8000 M3

Kayu Bulat Rimba Campuran

Diameter >30cm 11800 M3

Diameter 20-29cm 8000 M3

Diameter <19cm 5850 M3

Rasamala 12720 M3 HASIL HUTAN BUAN KAYU

I. Rotan

Kelompok Rotan Pulut

Rotan Pulut Merah 84000 Ton Rotan Pulut Putih 84000 Ton

Rotan Lilin 84000 Ton

Rotan Lacak 84000 Ton

Rotan Datuk 84000 Ton

Kelompok Rotan Lambang

Rotan Lambang 42900 Ton

Rotan Anduru 42900 Ton

Rotan Lita 42900 Ton

Rotan Sabutan 42900 Ton

Rotan Ampar Tikar 42900 Ton

Rotan Tarumpu 42900 Ton

Rotan Jermasin 42900 Ton

Kelompok Rotan Tohiti, panjang max. 4m

Diameter s/d 24mm 54000 Ton Diameter 25mm s/d 30mm 69000 Ton Kelompok Rotan Menau, panjang max. 4m

Rotan Manau 140 Batang

Rotan Manau Tikus 140 Batang Rotan Manau Riang 150 Batang

Rotan Manau Padi 150 Batang

Kelompok Rotan Semambu, panjang max. 4m

Rotan Semambu 40 Batang

Rotan Tabu-Tabu 100 Batang

Rotan Wilatung 140 Batang

Rotan Nawi 140 Batang

Rotan Dahan 140 Batang

Kelompok Rotan Jenis Lainnya 48600 Ton II. Getah

Getah Jelutung 56100 Ton

Getah Ketiau 29150 Ton

Getah Karet Hutan 25850 Ton

Getah Karet HTI 19400 Ton

Getah Hangkang 2750 Ton

Getah Jernang 13750 Ton

Getah Sundik 33000 Ton

Getah Pinus 14300 Ton

III.Damar Damar Mata Kucing 30250 Ton

Damar Batu 2750 Ton

Damar Kopal 17050 Ton

Damar Pilau 15400 Ton

Damar Rasak 12100 Ton

Damar Daging 8800 Ton

Damar Gaharu 20900 Kg

Sheetlac 64350 Ton

Gubal Gaharu 20000 Kg

Kemedangan 1500 Kg

Biji Tengkawang 21450 Ton

Biji Kemiri 55000 Ton

Kenari 550 Kg

Minyak Cendana 1100 Kg

Minyak Lawang 550 Liter

Minyak Kayu Putih 550 Liter

Minyak Keruing 110 Liter

V. Kulit Kayu

Kayu Kusarang 2200 Ton

Kayu Manis 84700 Ton

Agel 110 Lembar Kolosua 220 Lembar Pandan 110 Lembar VII. Atap

Atap Nipah 30 Lembar

Atap Rumpia 30 Lembar

Atap Sirap 20 Keping

VIII. Bambu

Bambu Apus 60 Batang

Bambu Petung 110 Batang

Bambu Milah 60 Batang

IX. Lain-lain

Lilin Tawon 110 Kg

Madu 220 Liter

Nibung Bulat 220 Batang

Sagu 60 Kg

Nipah Nira 30 Liter

Nipah Gula 60 Kg

Ijuk 27500 Ton Ketak 33000 Ton

Biji Kopi HTI 610 Kg

X. bambu Produksi Perum Perhutani dan DI Yogyakarta

Bambu Petung/Apus/Nipah (1 Smb=360 batang) 330 Smb

Bambu Glontang 10 Batang

Tabel Lampiran 9. Tarif IHPH Berdasarkan PP No.59/1998

Uraian Tarif Satuan

A. HPH Baru dan Areal Tambahan

Sumatera dan Sulawesi 37500 hektar Kalimantan dan Maluku 50000 hektar Irian Jaya, NTB, NTT 20000 hektar

B. HPH Perpanjangan dan eks areal HPH yg pernah dieksploitasi Sumatera dan Sulawesi 22500 hektar Kalimantan dan Maluku 30000 hektar Irian Jaya, NTB, NTT 15000 hektar

C. HPHTI

areal HPHTI baru 2600 hektar areal tambahan (perluasan) 2600 hektar areal HPHTI-tebang pilih tanam jalur (TPTJ) untuk setiap 35 tahun Sumatera dan Sulawesi 22500 hektar Kalimantan dan Maluku 30000 hektar Irian Jaya, NTB, NTT 15000 hektar

HPH Bambu 2600 hektar

HPH Tanaman Rotan 2600 hektar

Tabel Lampiran 10. Tarif Pungutan Pengusahaan Perikanan (PPP) Berdasarkan SK Mentan No.424/Kpts/7/1977

No. Ukuran Kapal Tarif 1 <50 DWT US $ 500 2 50-100 DWT US $ 1000

catatan: Untuk setiap kelebihan diatas 100 DWT dengan pembulatan perhitungan sampai dengan 50 DWT dikenakan tambahan US $ 250 per 50 DWT.

Tabel Lampiran 11. Tarif Pungutan Pungutan Hasil Perikanan (PHP) Berdasarkan SK Mentan No.424/Kpts/7/1977

No. Golongan Jenis Tarif (%)

1 Udang 2

2 Ikan Tuna, Cakalang. 1.5 3 Lain-lain yang tidak

termasuk gol.1 dan 2

1

Tabel Lampiran 12: Estimasi Bagi Hasil Minyak Bumi Menurut Propinsi dan Metode Estimasi (dalam juta rupiah)

1995 1996 1997

Kode Propinsi

NRM LPEM NRM LPEM NRM LPEM

11 D.I. ACEH 72840 60164 83085 59421 56622 57544

12 SUM-UT 20434 18000 21162 17103 6815 8304

13 SUM-BAR 0 0 0 0 0 0

14 R I A U 1054524 860806 1298679 944073 1034125 1050864

15 J A M B I 7268 6145 11711 8385 10900 11065

16 SUM-SEL 94384 76390 128343 93282 112095 111494

17 BENGKULU 0 0 0 0 0 0

18 LAMPUNG 0 0 0 0 0 0

31 DKI JAKARTA 0 0 0 0 0 0

32 JAWA BARAT 238774 193972 280747 236891 233719 243274

33 JAWA TENGAH 2810 2145 4329 2248 3613 0

34 D.I.YOGYA 0 0 0 0 0 0

35 JAWA TIMUR 1952 1589 5036 3661 12580 11470

51 B A L I 0 0 0 0 0 0

52 N T B 0 0 0 0 0 0

53 N T T 0 0 0 0 0 0

61 KALBAR 0 0 0 0 0 0

62 KALTENG 0 0 0 0 0 0

63 KALSEL 2365 1926 3252 1704 3233 3613

64 KALTIM 171535 129608 174294 139110 128163 159801

71 SULUT 0 0 0 0 0 0

72 SULTENG 0 0 0 0 0 0

73 SULSEL 0 0 0 0 0 0

74 SULTRA 0 0 0 0 0 0

81 M A L U K U 1331 1084 1888 1373 1541 1566

82 IRIAN JAYA 24468 19851 27872 20257 23825 24395

Total 1692685 1371680 2040396 1527508 1627231 1683390

Tabel Lampiran 13. Estimasi Bagi Hasil Gas Alam Menurut Propinsi dan Metode Estimasi (dalam juta rupiah)

1995 1996 1997

Kode Propinsi

NRM LPEM NRM LPEM NRM LPEM

11 D.I. ACEH 248441 202249 288430 208833 257971 263221

12 SUM-UT 24055 21218 21182 17174 9739 11999

13 SUM-BAR 0 0 0 0 0 0

14 R I A U 0 0 0 0 0 0

15 J A M B I 0 0 0 0 0 0

16 SUM-SEL 18657 15711 22589 16530 19337 19756

17 BENGKULU 0 0 0 0 0 0

18 LAMPUNG 0 0 0 0 0 0

31 DKI JAKARTA 0 0 0 0 0 0

32 JAWA BARAT 36916 29104 51537 45308 43678 46529

33 JAWA TENGAH 793 607 1221 636 1019 0

34 D.I.YOGYA 0 0 0 0 0 0

35 JAWA TIMUR 0 0 0 0 0 0

51 B A L I 0 0 0 0 0 0

52 N T B 0 0 0 0 0 0

53 N T T 0 0 0 0 0 0

61 KALBAR 0 0 0 0 0 0

62 KALTENG 0 0 0 0 0 0

63 KALSEL 667 545 917 483 912 1024

64 KALTIM 376190 289670 440504 359185 334217 412610

71 SULUT 0 0 0 0 0 0

72 SULTENG 0 0 0 0 0 0

73 SULSEL 0 0 0 0 0 0

74 SULTRA 0 0 0 0 0 0

81 M A L U K U 0 0 0 0 0 0

82 IRIAN JAYA 412 406 560 415 801 758

Total 706131 559510 826940 648564 667674 755897

Tabel Lampiran 14. Estimasi Bagi Hasil Pertambangan Umum Menurut Propinsi dan Metode Estimasi (dalam juta rupiah)

1995 1996 1997

Kode Propinsi

NRM LPEM NRM LPEM NRM LPEM

11 D.I. ACEH 0 0 0 0 0 0

12 SUM-UT 0 0 0 0 0 0

13 SUM-BAR 2627 5548 2206 5105 1868.3066 5598

14 R I A U 1711 3614 1790 4217 1607.254 4690

15 J A M B I 0 0 0 0 0 0

16 SUM-SEL 8757 19164 10019 24322 12684.646 30878

17 BENGKULU 695 2084 582 2046 461.53556 0

18 LAMPUNG 9 19 8 20 4.283563 12

31 DKI JAKARTA 0 0 0 0 0 0

32 JAWA BARAT 45 91 57 120 57.974966 169

33 JAWA TENGAH 100 0 122 0 120.98006 0

34 D.I.YOGYA 0 0 0 0 0 0

35 JAWA TIMUR 310 209 319 98 208.91549 101

51 B A L I 0 0 0 0 0 0

52 N T B 0 0 0 0 0 0

53 N T T 0 0 0 0 0 0

61 KALBAR 400 947 453 975 401.63911 1137

62 KALTENG 1422 2522 1879 4115 1823.1946 5874

63 KALSEL 6966 14021 9783 20416 8773.2511 33377

64 KALTIM 20182 44843 21185 62576 22573.276 63887

71 SULUT 9 1256 975 3509 1023.1596 5472

72 SULTENG 0 0 0 0 0 0

73 SULSEL 5949 12563 5809 13683 3729.0129 10881

74 SULTRA 405 855 764 1801 545.26085 1591

81 M A L U K U 2149 4539 2467 5812 1529.7215 4463

82 IRIAN JAYA 58133 122768 61753 145465 52771.354 153991

Total 109870 235043 120173 294280 110184 322121

Tabel Lampiran 15. Estimasi Bagi Hasil Sumber Daya Kehutanan Metode NRM Terinci Menurut Propinsi

Nilai Struktur

Propinsi

1995 1996 1997 1995 1996 1997

Aceh 62706 66901 72930 6.35 6.22 6.05

Sumut 48420 50409 61785 4.90 4.69 5.12

Sumbar 26306 27724 35461 2.66 2.58 2.94

Riau 57744 60072 70069 5.85 5.58 5.81

Jambi 24829 28452 36340 2.52 2.64 3.01

SumSel 50622 53865 62919 5.13 5.01 5.22

Beng 7779 7618 8943 0.79 0.71 0.74

Lamp 3969 4975 5344 0.40 0.46 0.44

DKI Jak 0 0 0 0.00 0.00 0.00

Jabar 16163 17874 21208 1.64 1.66 1.76

Jateng 109960 112836 113171 11.14 10.49 9.39

Yogya 107 119 147 0.01 0.01 0.01

Jatim 47902 51925 60624 4.85 4.83 5.03

Bali 78 84 101 0.01 0.01 0.01

NTB 5729 6509 8516 0.58 0.60 0.71

NTT 2172 2650 2372 0.22 0.25 0.20

Kalbar 80624 90777 118023 8.17 8.44 9.79

Kalteng 142790 168301 183495 14.46 15.64 15.22

Kalsel 21625 23662 25862 2.19 2.20 2.15

Kaltim 147099 148721 177870 14.90 13.82 14.75

Sulut 13531 17033 23896 1.37 1.58 1.98

Sulteng 13867 18586 22698 1.40 1.73 1.88

Sulsel 3425 4133 5433 0.35 0.38 0.45

Sultra 4215 6560 7926 0.43 0.61 0.66

Maluku 31512 31699 35814 3.19 2.95 2.97

Irian 64004 74441 44644 6.48 6.92 3.70

Total 987178 1075924 1205592 100 100 100

Tabel Lampiran 16. Data Pembanding Bagi Hasil Minyak Bumi (dalam juta rupiah)

Kode Propinsi 1995 1996 1997

11 D.I. ACEH 77155 90101 129228

12 SUM-UT 189 173 241

13 SUM-BAR 0 0 0

14 R I A U 667392 835209 1485870

15 J A M B I 1018 333 6749

16 SUM-SEL 21395 27322 47902

17 BENGKULU 0 0 0

18 LAMPUNG 0 0 0

31 DKI JAKARTA 0 0 0

32 JAWA BARAT 159884 208893 345093

33 JAWA TENGAH 0 0 0

34 D.I.YOGYA 0 0 0

35 JAWA TIMUR 286 611 634

51 B A L I 0 0 0

52 N T B 0 0 0

53 N T T 0 0 0

61 KALBAR 0 0 0

62 KALTENG 0 0 0

63 KALSEL 0 0 0

64 KALTIM 109611 139842 262266

71 SULUT 0 0 0

72 SULTENG 0 0 0

73 SULSEL 0 0 0

74 SULTRA 0 0 0

81 M A L U K U 0 71 187

82 IRIAN JAYA 5272 7345 12235

Total 1042202 1309899 2290405

Tabel Lampiran 17. Data Pembanding Bagi Hasil Gas Alam (dalam juta rupiah)

Kode Propinsi 1995 1996 1997

11 D.I. ACEH 67007 79643 149915

12 SUM-UT 273 212 422

13 SUM-BAR 0 0 0

14 R I A U 0 0 0

15 J A M B I 0 0 0

16 SUM-SEL 3708 4304 7411

17 BENGKULU 0 0 0

18 LAMPUNG 0 0 0

31 DKI JAKARTA 0 0 0

32 JAWA BARAT 24817 38498 64747

33 JAWA TENGAH 0 0 0

34 D.I.YOGYA 0 0 0

34 D.I.YOGYA 0 0 0

Dokumen terkait