• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode untuk Memperoleh Data Kondisi Daya Saing Industri Pulp Negara-negara Penghasil Pulp Utama Dunia

METODOLOGI PENELITIAN

3.2. Metode untuk Memperoleh Data Kondisi Daya Saing Industri Pulp Negara-negara Penghasil Pulp Utama Dunia

Data kondisi daya saing industri pulp negara-negara penghasil pulp utama dunia (dipaparkan pada Bab II bagian 2.1) yang digunakan dalam penelitian berupa data sekunder dan data primer. Data-data tersebut merupakan data yang diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan metode memperoleh data. Sumber-sumber data dan informasi yang dijadikan rujukan merupakan sumber yang relevan dan kredibilitasnya dapat dipercaya, sehingga diperoleh data-data yang sahih. Dalam memperoleh data digunakan beberapa metode sesuai dengan sifat data dan sumber data. Alur perolehan data kondisi industri pulp di berbagai negara terlihat pada Gambar 14.

Literatur Daya Saing Industri Literatur Daya Saing

Industri

Perangkat Analisa Daya Saing Industri Perangkat Analisa Daya Saing Industri

Literatur Industri Pulp Internasional Literatur Industri Pulp

Internasional

Faktor Penentu Daya Saing Industri

Faktor Penentu Daya Saing Industri

Negara-negara Penghasil Pulp Utama Dunia Negara-negara Penghasil

Pulp Utama Dunia Data Kondisi Daya Saing

Industri Pulp di Negara-negara Penghasil Pulp Utama Dunia

Data Kondisi Daya Saing Industri Pulp di Negara-negara

Penghasil Pulp Utama Dunia

Metode Memperoleh Data Metode Memperoleh

Data

Sumber-sumber Data dan Informasi Pulp di Negara-negara

Penghasil pulp Utama Dunia Sumber-sumber Data dan Informasi Pulp di Negara-negara

Penghasil pulp Utama Dunia

Gambar 14. Alur untuk memperoleh data daya saing industri pulp di negara- negara penghasil pulp utama dunia

Jenis data, metode untuk memperolehnya serta sumber data yang digunakan dipaparkan sebagai berikut.

3.2.1. Data sekunder

Data sekunder merupakan data utama dalam kegiatan penelitian ini. Data sekunder diperoleh dengan melakukan penelusuran terhadap berbagai literatur yang telah diterbitkan. Data sekunder berupa data dan informasi dalam bentuk.

1. Data-data historis. 2. Data-data statistik.

3. Data-data hasil analisa.

itian ini mencakup data-data tentang industri pulp di In

b) seperti Departemen

c) Selulosa (Indonesia), CIDA

2. Ter penghasil utama pulp

onesia),

b) Pulp and Paper dan PT. Riau

Andalan Pulp and Paper, PT. Tanjungenim Lestari, PT. Musi Hutan Data sekunder untuk penel

donesia dan industri pulp di negara-negara produsen utama lainnya. Data sekunder diperoleh dari sumber-sumber resmi dan sumber-sumber yang diakui keabsahannya. Sumber data sekunder tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Terbitan dan situs resmi instansi pemerintah dari negara produsen utama pulp. a) Pusat statistik seperti BPS - Badan Pusat Statistik (Indonesia), Statistics

Finland (Finlandia), Statistiska Centralbyrån (Swedia), State Committee of The Russian Federation on Statistics (Rusia), IBGE - Instituto Brasileiro de Geografia e Estatística (Brazil), INE - Instituto Nacional de Estadísticas (Chili), dan Statistics Canada (Kanada).

Lembaga pemerintah di tujuh negara penghasil pulp,

Perindustrian, Depertemen Kehutanan, Kementrian Lingkungan Hidup,

Natural Resources Canada (NRCan), The National Board of Forestry

(Skogsstyrelsen), Bank Sentral, dan lainnya. Lembaga penelitian seperti BBS - Balai Besar

- Canadian International Development Agency (Kanada), STFI - Swedish Pulp & Paper Research Institute (Swedia), FFRI/ METLA - Finnish Forest Research Institute (Finlandia), dan lainnya.

bitan pelaku industri dan asosiasi di negara-negara

dunia dalam bentuk: company profile, laporan keuangan dan website. a) Asosiasi, seperti APKI - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (Ind

FPAC - The Forest Products Association of Canada (Kanada), FFIF -

Finnish Forest Industries Federation (Finlandia), Skogsindustrierna - Swedish Forest Industries Federation (Swedia), Confederation of Associations, Enterprises and Organizations of the Forestry Industrial Complex of the North-Western Federal Area(Russia), CORMA -

Corporacion Chilena de la Madera (Chili) dan BRACELPA - Associação Brasileira de Celulose e Papel (Brazil), PIMA - Paper Industry Management Association (internasional).

Persada (Indonesia), Abitbi Consolidated (Kanada), Storna Enso (Finlandia), Svenska Cellulose (Swedia), Ilim Pulp (Rusia), Arauco (Chili) dan Aracruz (Brazil).

bitan lembaga riset dan organisasi internasioanl, seperti: FAO (Food and

3. Ter

Agriculture Organization), CIFOR (Center for International Forestry

4.

ten.

3.2.

Data primer merupakan data yang dikumpulkan untuk melengkapi under, konfirmasi (cek silang) kebenaran data sekunder, serta meng

Wawancara dilakukan sebagai cross check dan pendalaman terhadap materi informasi yang belum diperoleh dengan jelas. Wawancara dilaku

Ir. Benny Wahyudi, MBA, Dirjen Industri Agro dan Kimia.

ndukungnya seperti Ir. Edward Wahab, Technical Manager Research), PPI (Pulp and Paper International), WRI (World Resources International), RISI (Resource Information Systems Inc), UACh (Universidad Austral de Chile), WRM (World Rainforest Movement), PaperMaker, Jaakko Poyry, dan lainnya.

Hasil penelitian sebelumnya, yang diperoleh dari jurnal, buku, kajian ilmiah lainnya dan daftar pa

2. Data primer.

kekurangan data sek

gali informasi secara lebih mendalam. Pencarian data primer hanya ditujukan kepada pelaku industri pulp dan institusi yang berhubungan dengan pulp yang ada di Indonesia. Data primer diperoleh dengan metode wawancara dan penelitian lapangan.

a. Wawancara

serta menggali

kan terutama kepada instansi pemerintah, manajemen perusahaan yang bergerak dalam industri pulp serta kepada para pengurus APKI (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia).

1. Instansi pemerintah, yang diwawancarai adalah Departemen Perindustrian, terutama Bapak

2. Asosiasi, wawancara dilakukan dengan Ir. Kahar Haryopuspito, Sekretaris Jenderal APKI.

3. Pelaku industri, wawancara dilakukan dengan jajaran manajemen perusahaan pulp dan HTI pe

PT. Riau Andalan Pulp & Paper; Ir. Teddy Suratmadji, MSc, Direktur Produksi PT. Kiani Kertas; Njauw Kwet Meen, Managing Director PT. Indah Kiat Pulp and Paper; Ir. Joedarso Djojosoebroto, MMA dan Ir. Hardjono Arisman, MSc, Direktur Utama dan Direktur Pengembangan PT Musi Hutan Persada.

Wawancara yang dilakukan terutama mengenai kondisi-kondisi yang pengaruh

mem i daya saing industri pulp Indonesia sekarang dan prospeknya di masa

Penelitian lapangan dilakukan dengan mengadakan kunjungan langsung ke ahami proses yang terjadi serta menggali informasi langs

nalisa Daya Saing Industri Pulp Negara- negara Penghasil Pulp Utama Dunia

dilakukan terhadap data kondisi industri pulp negara-negara penghasil pulp utama denga

mendatang, serta bagaimana strategi mereka dalam menghadapi persaingan perdagangan yang semakin terbuka.

b. Penelitian Lapangan

pabrik pulp, untuk mem

ung. Kunjungan lapangan juga lebih memperjelas hal-hal yang tidak atau belum dipaparkan oleh pengambil kebijakan dan manajemen perusahaan. Oleh karena itu, selain memperoleh data dan informasi mengenai pengelolaan HTI, proses produksi pulp, proses pengolahan limbah, kegiatan manajemen, kunjungan lapangan juga memberi tambahan informasi berdasarkan wawancara langsung dengan para stakeholder lainnya seperti karyawan perusahaan dan masyarakat sekitar perusahaan (pabrik). Kunjungan lapangan dilakukan terhadap tiga perusahaan pulp yang, yaitu: PT. Riau Andalan Pulp & Paper di Riau, PT. Indah Kiat Pulp and Paper di Tanggerang, Tbk, dan PT. Tanjung Enim Lestari (PT. Musi Hutan Persada) di Palembang.