• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PELAKSANAAN 1. Observasi Masalah

PEMILIHAN TURBIN

II. METODE PELAKSANAAN 1. Observasi Masalah

Observasi yang dilakukan berupa analisis Visual di lokasi Equipment dan dari display CCR. Untuk mengetahui 311-BC1 dan 311-RE1 dalam kondisi Unavailable karena Rope Switch yang tertarik, bisa dilihat dari display CCR. Ketika 311-BC1 dan 311-RE1 Unavailable, tindakan yang harus dilakukan adalah mengaktifkan kembali Rope Switch dari local (lokasi Equipment). Dalam melakukan pengaktifan Rope Switch, kita sekaligus melakukan analisis dari bagian Rope Switch nomor berapakah yang tertarik. Kita bisa mengetahui penyebab tertariknya Rope Switch tersebut dengan melihat kondisi di local. Dari hasil observasi, disimpulkan beberapa penyebab tertariknya Rope Switch, antara lain :

1. Tertimpa longsoran material dari Stockpile ketika proses Stacking. Kasus yang pertama ini bisa diamati dari posisi Rope Switch yang tertarik apakah masuk dalam Range Travel dalam proses Stacking. Jika masuk dalam Range, penyebab tertariknya Rope Switch bisa dipastikan berasal dari longsoran material Stacking.

2. Tertimpa tumpahan material dari atas Belt Conveyor. Kondisi ini bisa terjadi jika Load material dari Reclaimer terlalu banyak sehingga material akan tumpah dari BC.

3. Ditarik secara manual karena sedang ada kegiatan di sekitar Belt Conveyor untuk memastikan keselamatan kerja.

Dalam kasus matinya 311-BC1 penyebab yang paling sering terjadi adalah longsornya material ketika proses Stacking. Ukuran batu kapur maupun Clay yang masih terlalu besar ketika dicurahkan dari Stacker akan langsung tergelincir menuju ujung Deadstock. Kondisi ujung Deadstock yang tanpa penghalang akan menyebabkan batu kapur maupun Clay akan tetap tergelincir dan jatuh menuju BC. Jika material jatuh tepat di atas BC, maka hal itu tidak menjadi masalah, namun ketika material jatuh di luar BC dan mengenai Rope Switch, Belt Conveyor akan mati dan mengakibatkan Reclaimer menjadi mati.

2. Penentuan Penyelesaian Masalah

Berdasarkan observasi yang dilakukan di lokasi Equipment, untuk mendapatkan solusi dari permasalahan matinya BC, mahasiswa melakukan diskusi dengan beberapa pembimbing Plant.

Untuk mengurangi frekuensi matinya BC akibat material yang tergelincir dari Stockpile ditetapkan untuk membuat Trap material yang meluncur melewati ujung deadstock. Trap yang dibuat berupa cekungan di ujung Deadstock. Untuk membuat bentuk cekungan di ujung Deadstock diperlukan alat untuk memecah material Deadstock yang telah mengeras. Selain pemecah material, pemasangan pengarah material juga diperlukan sebagai alat pembuang material Deadstock yang telah terpecah.

Material yang diarahkan oleh pengarah material akan dimasukkan ke Outlet Chute tambahan (Additional Chute) yang akan dipasang satu paket dalam proyek ini.

3. Fabrikasi Alat.

a. Tahap Persiapan

Tahap yang pertama yaitu persiapan alat. Persiapan alat dilakukan ketika akan melakukan fabrikasi alat di workshop. Berikut alat-alat yang digunakan untuk proses pekerjaan modifikasi di Reclaimer:

- Tabung acetylene dan oksigen - Blanket - Mesin las portable - Hand gloves

- Welding mask - Full mask

- Gerinda - Roll kabel

- Kawat Las RD718, diameter 3.2 mm

Selain mempersiapkan alat-alat, material yang akan digunakan juga dipersiakan, antara lain : - Mildsteel dengan tebal 6mm, 1200x3200 sebanyak 5 lembar.

- C beam 150mm - Besi Siku

b. Tahap Fabrikasi

Proses Fabrikasi seluruhnya dilakukan di Workshop mekanik. Dalam tahap fabrikasi, yang dilakukan pertama kali adalah melakukan pemotongan material yang akan dipakai. Pemotongan Mildsteel dilakukan dengan menggunakan Cutting Torch sesuai dengan bentuk yang dibutuhkan.

Setelah dilakukan pemotongan, material digerinda untuk menghilangkan permukaan kasar pada ujung bekas pemotongan. Hasil pemotongan material yang telah digerinda kemudian dirangkai dan disatukan menggunakan mesin las. Pengelasan menggunakan system SMAW dengan kawat las RD718 diameter 3,2mm. Proses fabrikasi dilakukan bertahap, yaitu menyelesaikan 1 part dilanjutkan dengan part yang lain.

Gambar 1. Desain Additional Chute

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA c. Tahap Pemasangan

Tahap Pemasangan dilakukan di lokasi Equipment yang dimodifikasi. Part-part modifikasi yang telah selesai difabrikasi diangkut ke lokasi Reclaimer. Proses pemasangan yang dilakukan pertama kali adalah pemasangan additional Chute. Dalam pemasangan additional Chute, ada beberapa alat tambahan yang digunakan, antara lain :

- Chainblock - Webbing Sling - Full Body Hardness - Besi penyangga.

Dalam pemasangan additional chute, pekerja harus mendapatkan Hot work permit karena melakukan pengelasan diatas Belt Conveyor. Pemasangan additional chute harus diangkat menggunakanchainblock karena additional chute memiliki ukuran besar dan berat. Setelah additional chute terpasang, part yang dipasang selanjutnya adalah Pemecah material. Pemecah material dipasang pada bagian samping platform dan terpendam setengah bagian pada material deadstock. Part terakhir yang dipasang adalah peengarah material yang berbentuk menyerupai huruf Y. Pengarah material dipasang pada frame yang ada dibawah platform.Pengarah material ini diharapkan mampu membersihkan material deadstock yang terpecah menuju outlet chute.

Gambar 2. Pemasangan Additional Chute

d. Tahap Pengetesan Equipment

Setelah semua part modifikasi terpasang, harus dilakukan test run pada equipment untuk memastikan modifikasi berhasil dan tidak mengganggu system equipment. Pada saat test run, system equipment berjalan normal dan tidak ada yang terganggu akibat modifikasi.

4. Evaluasi Modifikasi dan Pengaruh terhadap masalah

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui efek dari modifikasi yang telah dilakukan, apakah berfungsi sesuai dengan tujuan dan memberikan solusi dari permasalahan matinya BC akibat Rope Switch

yang tertarik. Selain itu, evaluasi juga dimaksudkan untuk mengontrol kondisi equipment setelah dilakukan modifikasi. Hasil dari Evaluasi akan dimasukkan ke dalam hasil dari Tugas Akhir ini.

Diagram Alir Pelaksanaan Tugas Akhir :

start

Mencari solusi masalah matinya BC

Diskusi dengan Mekanik

Menentukan Solusi

Gambar Desain

Fabrikasi

Pemasangan Pada Reclaimer

Supervisi Pengetesan

Stop Disetujui

Tidak

Ok

Melakukan Upgrading sesuai kekurangan pada modifikasi

Tidak Ok Melakukan pengamatan

penyebab matinya BC

Gambar 3.