• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pelaksanaan Pekerjaan

Dalam dokumen PROYEK PONDOK INDAH RESIDENCES PT. TOTAL (Halaman 78-133)

BAB V PROSES PELAKSANAAN

5.1 Metode Pelaksanaan Pekerjaan

Secara garis besar, pekerjaan yang sedang berlangsung di lapangan adalah pekerjaan struktur pada ketiga tower. Namun, ada bagian yang masih mengerjakan pekerjaan tanah dan pondasi. Selain pekerjaan tanah dan struktur, pekerjaan arsitektur juga sudah mulai dilakukan.Pekerjaan tanah yang diamati meliputi pekerjaan ground anchor, galian tanah, dan pemotongan kepala tiang bored pile. Sedangkan pekerjaan pondasi yang diamati adalah pekerjaan pile cap. Pengamatan untuk pekerjaan ground anchor, galian tanah, dan pemotongan kepala tiang bored pile adalah pada saat pengerjaan Podium. Pengamatan untuk pile cap dilakukan ketika pengerjaan area publik. Selain itu, penulis juga akan menguraikan pekerjaan mat foundation yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Pekerjaan struktur yang diamati antara lain pekerjaan kolom, pekerjaan balok, pekerjaan pelat lantai, pekerjaan core wall, dan pekerjaan shear wall. Jenis pekerjaan arsitektur di ketiga tower dan Podium umumnya sama, yaitu pekerjaan finishing lantai dan plafond. 5.1.1 Pekerjaan Tanah

5.1.1.1 Pekerjaan Ground Anchor

1. Lingkup Pekerjaan

Ground anchor adalah sistem konstruksi untuk menjaga stabilitas dinding penahan bawah tanah pada galian basement dalam. Pekerjaan ground anchor di proyek Pondok Indah Residences dilakukan oleh sub-kontraktor, yaitu PT. Multistran Engineering. PT. Multistran Engineering dipilih langsung oleh Owner. Secara umum, pada saat pelaksanaan kerja praktik, pekerjaan ground anchor sudah selesai dilakukan. Namun, pada daerah sekitar Podium sedang dilakukan persiapan untuk proses pekerjaan ground anchor.

Lokasi pekerjaan ground anchor yang diamati adalah terletak berada di sebelah Utara Tower 2. Ground anchor dipasang di sepanjang dinding mulai dari perbatasan Podium dengan Tower 2 hingga ujung galian. Panjang dinding tersebut adalah 40 meter. Lokasi pekerjaan ground anchor tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.1 Lokasi Pekerjaan Ground Anchor di Podium

2. Metode Kerja

Fabrikasi

Gambar 5.2 Lokasi Fabrikasi Ground Anchor Fabrikasi terdiri dari beberapa proses berikut ini:

1. Pengeboran Tanah

Lubang ground anchor dibentuk dengan putaran mesin bor yang dipenetrasi secara aksial dan dengan putaran torsi. Mesin bor secara normal berkekuatan hidrolik. Diameter lubang bor adalah 20 cm.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.3 Pengeboran Lubang Ground Anchor

Gambar 5.4 Alat Pembuat Lubang Ground Anchor

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.6 Pengeboran Lubang Ground Anchor 2. Fabrikasi Badan Ground Anchor

Fabrikasi ini dilakukan di lokasi proyek dan dipastikan bebas dari karat dan kotoran.

- Kabel pratekan dipotong dengan panjang yang dikehendaki, yaitu panjang ikatan (bond length), ditambah panjang bebas (free length), dan panjang penarikan (head anchor).

- Plastik mutu tinggi dipotong dengan panjang sepanjang panjang ikatan (bond length), ditambah panjang bebas (free length), dan panjang penarikan (head anchor) dan memasukkan kabel pratekan pada plastik mutu tinggi.

- Bentuk badan ground anchor dibuat sesuai dengan ukuran dan desainnya, sedangkan pada daerah panjang ikatan, badan ground anchor dibuat bergelombang setiap jarak 1,5 m. Pada ujung badan ground anchor, kabel pratekan diikat menguncup.

- Badan ground anchor sudah siap diinstalasi.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.8 Pengikat Tendon

Instalasi Badan Ground Anchor

- Setelah tanah selesai dibor dan disemprot air sampai bersih, ground anchor dipilih sesuai dengan panjang dan kapasitas desainnya.

- Ground anchor dibawa dari tempat fabrikasi ke lokasi lubang bor angkur.

- Ground anchor dibersihkan dari kotoran atau lumpur kemudian dimasukkan ke dalam lubang bor sesuai dengan kedalamannya.

Gambar 5.9 Ground Anchor Dimasukkan ke Dalam Lubang Bor

Injeksi Semen

- Setelah ground anchor selesai dimasukkan ke dalam lubang maka injeksi semen siap untuk dilakukan.

- “ela g i jeksi se e erukura ¾ di asukka sepa ja g ground anchor sampai ujung angkur.

- Injeksi semen untuk ground anchor memiliki komposisi material Semen tipe 1 dengan bahan injeksi Cebex 100 buatan Fosroc, campuran desain 1 sak (50 kg) semen ditambah 20 liter air bersih dan 227 gram Cebex 100.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

- Ratio air dan semen dipilih secara akurat dan Cebex 100 dicampur terus - menerus selama 5 menit untuk meyakinkan adukan dan untuk mendapatkan konsistensi campuran.

- Campuran injeksi semen itu dipompa dari bagian bawah lubang bor melalui selang plastik yang disiapkan, kemudian jumlah injeksi semen yang masuk dicatat.

Pemasangan Kepala Angkur dan Penarikan

- Bila kekuatan bahan injeksi semen sudah mencapai mutu minimal 30 MPa, penarikan angkur siap dilakukan.

Gambar 5.10 Pengukuran Bahan Injeksi Semen

- Kepala angkur ditancapkan pada kabel pratekan secara hati-hati agar kabel tidak memuntir, kemudian baji dipasang untuk mengikat kabel pada kepala angkurnya.

Gambar 5.11 Pemasangan Kepala Angkur

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.12 Dongkrak Hidrolik

- Sebelum penarikan angkur dimulai, format dan tabel penarikan disiapkan terlebih dahulu.

- Untuk mengukur tekanan pada dongkrak hidrolik, manometer bacaan yang sudah dikalibrasi dihubungkan langsung ke dongkrak melalui arus minyak hidrolik dan pencegahan/keamanan selama operasional penarikan harus diperhatikan.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.14 Persiapan Penarikan Ground Anchor

Gambar 5.15 Pemasangan Dongkrak Hidrolik

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

- Selama penarikan, perpanjangan kabel dan gaya angkur dicatat secara bertahap. Perpanjangan kabel yang diprediksi dalam desain angkur harus dibandingkan dengan nilai yang diukur selama penarikannya.

Gambar 5.17 Proses Penarikan Ground Anchor

- Pengukuran perpanjangan ground anchor dibuat berdasarkan pergerakan tarikan dongkrak hidrolik selama penarikan kabel angkur.

Gambar 5.18 Pengukuran Perpanjangan Ground Anchor 5.1.1.2 Pekerjaan Galian Tanah

1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan galian tanah pada proyek Pondok Indah Residences dilakukan oleh PT. Prima Maju Jaya. PT. Prima Maju Jaya merupakan perusahaan yang ditunjuk langsung oleh Owner. Pada saat pelaksanaan kerja praktik, galian dan buang tanah dilakukan di daerah Podium. Pekerjaan galian tanah yang diamati merupakan tahap awal dalam

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

pekerjaan potong kepala tiang bore pile dan pile cap. Lokasi Podium yang akan dilakukan penggalian terletak di sebelah Utara Tower 2 atau bertepatan dengan lokasi pemasangan ground anchor. Lokasi penggalian dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 5.19 Lokasi Galian Tanah

2. Metode Kerja

Pekerjaan galian tanah mengikuti metode kerja sebagai berikut :

1. Lokasi galian tanah akan digunakan sebagai lokasi pekerjaan pile cap di tahap selanjutnya. Oleh karena itu, as pile harus ditentukan terlebih dahulu dengan menggunakan Theodolite dan Waterpass berdasarkan shop drawing. Kemudian pada as tersebut dilakukan pemasangan patok as pile cap.

2. Proses penggalian dilakukan di sekitar bored pile yang akan dilakukan pemotongan. Penggalian tersebut dilakukan pada satu lokasi pile cap hingga diperoleh dimensi ruang untuk pile cap sesuai dengan desain.

3. Untuk penggalian pada tanah yang keras, digunakan Hydraulic Breaker. Hydraulic Breaker merupakan mesin yang efektif dan produktif untuk memecahkan berbagai material tergantung pada kondisi lapangan. Pada proyek ini, Hydraulic Breaker digunakan untuk melunakkan tanah keras pada saat membuat lubang pile cap. Hydraulic Breaker yang digunakan adalah Hydraulic Breaker yang bukan tipe ringan (Hand Held Hydraulic Breaker), akan tetapi mesin breaker yang dapat dioperasikan dengan menggunakan alat berat atau Excavator.Untuk instalasi Hydraulic Breaker

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

pada alat berat dibutuhkan Mounting Kit yang dapat mengalirkan hydraulic oil dari pompa alat berat ke breaker.

Gambar 5.20 Mesin Breaker

4. Setelah tanah dilunakkan, kemudian tanah diambil dengan menggunakan Excavator.

Gambar 5.21 Penggalian Tanah oleh Excavator

5. Dengan menggunakan Excavator, tanah akan dibuang ke luar area penggalian. Excavator akan mengambil tanah galian dan meletakkannya di atas bak pengangkut yang terhubung dengan Tower Crane.

Gambar 5.22 Pembuangan Tanah

6. Jika proses penggalian telah selesai maka kepala tiang bored pile siap untuk dipotong.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.23 Kepala Tiang Bored Pile 5.1.1.3 Pekerjaan Potong Kepala Tiang Bored Pile

1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan potong kepala tiang bored pile pada proyek Pondok Indah Residences dilakukan oleh PT. Total Bangun Persada atas penunjukkan Owner. Pada saat pelaksanaan kerja praktik, pekerjaan tersebut diamati oleh penulis dalam pekerjaan Podium. Pemotongan kepala bored pile dilakukan setelah proses pengecoran lubang pondasi dengan beton segar selesai dilakukan. Besi yang tersisa dari hasil pemotongan kepala tiang tersebut akan digunakan sebagai pengikat struktural dengan pile cap yang akan dibuat di lokasi bore pile tersebut. Lokasi Podium yang akan dilakukan pekerjaan potong kepala tiang bored pile terletak di sebelah Utara Tower 2 yang sebelumnya sudah dilakukan pekerjaan galian tanah. Lokasi pelaksanaan pekerjaan potong kepala tiang bored pile dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.24 Lokasi Pemotongan Kepala Tiang Bored Pile

Pekerjaan potong kepala tiang bore pile penulis amati pada enam buah bored pile. Enam buah bored pile tersebut akan terikat dengan empat buah pile cap dengan tipe dan ukuran yang berbeda, yaitu 2 pile cap tipe 1, dan 2 pile cap tipe 2. Denah bored pile yang akan dilakukan pemotongan kepala tiang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar nomor 1 merupakan 2 buah pile cap tipe 1, sedangkan gambar nomor 2 dan 3 merupakan pile cap tipe 2.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

2. Metode Kerja

Menurut pengamatan penulis, pemotongan kepala tiang bored pile pada daerah Podium adalah sebagai berikut :

1. Pemotongan kepala tiang bored pile dilakukan secara manual dengan menancapkan baut di sekeliling bored pile untuk mempermudah proses pembobokan.

Gambar 5.26 Pembobokan di Sekeliling Kepala Tiang Bored Pile

2. Baut yang telah tertanam pada bagian dasar kepala tiang bored pile dipukul dengan menggunakan alat hingga terjadi crack pada beton, sehingga kepala tiang bore pile akan mudah dihancurkan.

Gambar 5.27 Pemasangan Baut

3. Kepala tiang bored pile yang telah tertancap baut lalu dirobohkan dan diangkut dengan menggunakan Excavator.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.28 Pemotongan Kepala Tiang Bored Pile

Gambar 5.29 Pengangkutan Kepala Tiang Bored Pile

4. Setelah kepala tiang bored pile dipotong, besi bored pile dikembalikan ke posisi tegak seperti semula agar tidak mengganggu aktivitas pekerja.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.30 Posisi Tegak Besi

5.1.2 Pekerjaan Pondasi

5.1.2.1 Pekerjaan Mat Foundation

1. Lingkup Pekerjaan

Mat foundation (pondasi rakit) dilaksanakan di Tower 1, Tower 2, dan Tower 3 karena beban yang diterima oleh tower akan lebih besar dibandingkan dengan beban yang diterima oleh Podium.

2. Metode Kerja

Pekerjaan mat foundation yang dilakukan di proyek Pondok Indah Residences mengikuti langkah kerja sebagai berikut:

1. Pekerjaan Persiapan

 Pekerjaan galian tanah dilakukan hingga elevasi dasar mat foundation yang dibutuhkan dan dilanjutkan dengan cutting bored pile serta pembuatan lantai kerja.

 Pekerjaan pembuatan lubang untuk mortar dan temporarry sump pit. Sump pit yang dibuat memiliki dimensi 1000 x 1000 x 3000 mm.

 Pekerjaan bekisting mat foundation dilakukan dengan pemasangan batu kali pada bagian yang berbeda elevasi dasarnya, sehingga tanah tidak lonsgsor selama pekerjaan berlangsung.

2. Pekerjaan Pembesian

Pekerjaan pembesian mat foundation dilakukan sesuai dengan shop drawing yang mencakup:

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

 Pembesian kolom dan corewall

 Pembesian pit lift dan sum pit

 Pembesian stek tangga  Pembesian stek dinding

 Perkuatan untuk sparing-sparing mekanikal elektrikal

 Pembuatan manhole di beberapa tempat untuk memudahkan inspeksi 3. Pekerjaan Pelengkap

 Pada pekerjaan pit lift, sum pit, dan stop cor digunakan bekisting kayu.  Pemasangan tenda temporary seluas area mat foundation.

Gambar 5.31 Pemasangan Tenda Temporary

 Pemasangan pipa berisi kabel yang akan terhubung dengan thermocouple.

 Pekerjaan proteksi stek-stek kolom dan corewall dengan menggunakan plastic cor.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

 Penempatan concrete pump dan pemasangan pipa concrete pump disiapkan sesuai dengan rencana pengecoran.

 Pekerjaan pembersihan, survei, dan inspeksi akhir sebelum pengecoran. 4. Pekerjaan Pengecoran

Mixer truck diberi kupon (No. ID) untuk melakukan pengecoran. Dispatcher harus mencatat mixer ID, nomor truk, tanggal dan waktu pengecoran, serta lokasi beton dituang. Dispatcher juga harus memastikan concrete pump yang selesai lebih dahulu harus segera dimuat untuk mixer berikutnya.

 Pengecekan suhu beton dengan menggunakan thermometer pada saat kedatangan tidak boleh lebih dari 38C.

Gambar 5.33 Pengecekan Suhu Beton

Gambar 5.34 Pengecekan Suhu Beton

 Pengecekan slump dan pengambilan sampel untuk benda uji a. Mixer ke-1, 1 kali pengambilan sebanyak 5 silinder

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

c. Mixer ke-6 sampai ke-10, 1 kali pengambilan sebanyak 5 silinder

Gambar 5.35 Pengecekan Slump Beton

Gambar 5.36 Pengecekan Slump Beton

Gambar 5.37 Sampel Uji

 Pengecoran mat foundation dimulai setelah 20 mixer truck berada di lokasi pengecoran.

Concrete pump diberi mortar terlebih dahulu untuk melincinkan pipa karena jarak concrete pump ke lokasi pengecoran yang cukup jauh.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

 Supervisor harus melakukan pngecekan di tiap ujung pipa untuk memastikan mortar sudah keluar semua.

Gambar 5.38 Penuangan Beton dari Mixer Truck ke Concrete Pump

 Proses pengecoran dilakukan dengan menuangkan beton dari concrete pump ke lokasi mat foundation disertai pemerataan dan pemadatan oleh vibrator.

Gambar 5.39 Pengecoran Mat Foundation

 Perataan dilakukan setelah beton dituang sebelum dilakukan trowel finishing.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

 Penaburan Intrafloor SQ dilakukan pada saat kondisi masih basah dengan dosis 5kg/m2.

Gambar 5.41 Penaburan Intrafloor SQ

Finishing dilakukan dengan menggunakan mesin trowel. Mesin trowel yang digunakan ada dua jenis, yaitu Walk Behind Trowel dan Ride on Trowel. Walk Behind Trower berfungsi untuk memadatkan permukaan lantai, menghaluskan lantai, dan menutup pori-pori pada pekerjaan lantai, sehingga akan diperoleh permukaan yang rata, keras, dan padat. Alat ini juga dapat mengurangi jumlah lubang pada lantai beton. Walk Behind Trowel digunakan terlebih dahulu.

Gambar 5.42 Walk Behind Trowel

Ride on Trowel berfungsi untuk mengurangi jejak-jejak kaki pekerja yang umumnya akan menimbulkan lubang atau bebas jejak. Ride on Trowel bisa mulai digunakan apabila permukaan sudah rata, keras, dan padat.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.43 Ride on Trowel 5. Pekerjaan Perawatan

 Pemasangan insulasi

Untuk menjaga suhu beton selama perawatan diterapkan sistem insulasi yang dipasang setelah pekerjaan pearataan atau trowel finish selesai dikerjakan. Sistem insulasi terdiri dari 5 layer, yaitu:

a. Layer 1 : Plastic Sheet

Gambar 5.44 Plastic Sheet b. Layer 2 : Sterofoam dengan T = 50 mm

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

c. Layer 3 : Sterofoam dengan T = 25 mm d. Layer 4 : Sterofoam dengan T = 25 mm e. Layer 5 : Blue sheet / Terpal

Gambar 5.46 Blue Sheet

Untuk mencegah pelepasan panas yang terlalu cepat, setiap area di dalam stek kolom dan corewall ditutup dengan menggunakan busa 200 mm (2 x 100 mm). Proses buka tutup insulasi (lapis 4 dan 5) dilakukan untuk menjaga perbedaan suhu antar lapisan (atas, tengah, dan bawah) mat foundation tidak lebih dari 20C.

Thermocouple concrete

Thermocouple yang dipasang sebanyak 9 buah. Setiap thermocouple dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan kedalaman mat foundation. Dalam hal ini, pengecekan melalui thermocouple dibagi menjadi tiga bagian kedalaman, sehingga dalam satu kali pengecekan akan ada tiga data suhu yang diperoleh. a. Untuk 24 jam pertama (hari ke-1), pembacaan dilaksanakan setiap setengah

jam.

b. Untuk 24 jam berikutnya (hari ke-2), pembacaan dilaksanakan setiap 1 jam. c. Untuk hari ke-3, pembacaan dilaksanakan setiap 2 jam.

d. Selanjutnya dilaksanakan selama 3 kali, yaitu pagi pada pukul 08.00, siang pada pukul 12.00, dan malam pada pukul 20.00 WIB.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.47 Pengeccekan Suhu dengan Thermocouple

e. Lapisan insulasi dapat dibuka setelah perbedaan suhu antar lapis atas dengan suhu udara luar kurang dari 20C atau sekitar 15-17 hari.

5.1.2.2 Pekerjaan Pile Cap

1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan pile cap di proyek Pondok Indah Residences dilaksanakan oleh PT. Total Bangun Persada atas penunjukkan Owner. Pada proyek ini terdapat dua tipe pile cap, yaitu pile cap satu tiang dan pile cap dua tiang. Kedua tipe tersebut memiliki perbedaan, baik dari segi bentuk, ukuran, dan cakupan tiangnya. Pekerjaan pile cap yang diamati terdapat di Area Publik. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pekerjaan galian tanah dan potong kepala tiang bored pile merupakan tahapan dari pekerjaan pile cap. Pada proyek ini, pekerjaan pile cap yang diamati berada di lokasi yang berbeda dengan galian tanah dan potong kepala tiang bore pile sebelumnya. Penulis tidak dapat mengikuti tahap pekerjaan selanjutnya dari pekerjaan galian tanah dan potong kepala tiang bored pile di sebelah Utara Tower 2 karena adanya keterbatasan waktu kerja praktik. Namun, penulis berhasil mengamati pekerjaan pile cap di Area Publik, meskipun tidak dimulai dari tahap awal penggalian. Lokasi pekerjaan pile cap terdapat di Area Publik yang terletak di sebelah Selatan Tower 3. Tipe pile cap yang terdapat di lokasi tersebut adalah pile cap tipe satu tiang (PCP 1). Lokasi tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.48 Lokasi Pekerjaan Pile Cap 2. Metode Kerja

Berdasarkan pengamatan penulis, pekerjaan pile cap mengikuti metode kerja berikut ini :

1. Penggalian Tanah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pekerjaan pile cap diawali dengan tahap galian tanah. Galian tersebut dilakukan sampai elevasi tertentu hingga didapatkan dimensi ruang untuk pile cap tipe satu tiang.

2. Pemotongan Kepala Tiang Bored Pile

Kepala bored pile dipotong secara manual melalui proses pembobokan dengan menggunakan baut.

3. Pengurugan Tanah

Setelah kepala tiang bored pile dipotong, lalu area pile cap dibersihkan dan dilakukan pengurugan tanah hingga ketebalan tertentu untuk batas pekerjaan lantai kerja. Ketebalan lantai kerja ditandai dengan memberi patok yang telah diberi batas ketebalan.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.49 Patok Batas Ketebalan Lantai Kerja

4. Pengecoran Lantai Kerja dan Pemasangan Bekisting

Pada area pile cap dilanjutkan dengan pekerjaan lantai kerja. Pengecoran lantai kerja menggunakan beton mutu rendah dengan campuran semen dan pasir. Setelah pengecoran lantai kerja, dilakukan pemasangan bekisting untuk menjaga bentuk pile cap. Bekisting terbuat dari batako yang disusun di sekeliling pile cap dengan menggunakan semen.

Gambar 5.50 Pekerjaan Lantai Kerja dan Bekisting

Untuk menjaga keamanan kerja para pekerja dan mengurangi risiko kecelakaan, pada ujung tiang bored pile diberi pengaman berupa selang karet yang diikat.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Gambar 5.51 Pengaman pada Ujung Tiang Bored Pile 5. Penulangan Pile Cap

Penulangan pile cap dilakukan berdasarkan gambar dan spesifikasi. Penulangan pile cap dilakukan hingga ketinggian tertentu yang nantinya tulangan bagian atas pile cap juga akan digunakan sebagai tulangan slab on ground.

Gambar 5.52 Penulangan Pile Cap

Tulangan yang digunakan untuk pile cap tipe satu tiang adalah baja ulir dengan diameter 25 mm. Sedangkan untuk pile cap tipe dua tiang, tulangan yang digunakan adalah baja ulir dengan dimeter 32 mm.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

6. Penulangan Slab on Ground

Untuk menghubungkan satu pile cap dengan pile cap yang lain, dilakukan proses penulangan pada slab on ground. Penghubung antar pile cap tidak selalu menggunakan slab on ground. Tie beam merupakan balok yang digunakan untuk menghubungkan antar pile cap.

Gambar 5.54 Penulangan Slab on Ground

Slab on ground memiliki ketebalan 50 cm dan menggunakan tulangan berdiameter 25 mm pada tulangan atas dan bawah.

Gambar 5.55 Penulangan Slab on Ground 7. Penulangan Kolom

Penulangan kolom untuk pile cap tipe satu tiang berbeda dengan pile cap tipe dua tiang. Untuk pile cap tipe satu tiang, kolom diletakkan di atas bored pile agar beban kolom langsung diterima dan diteruskan ke bored pile tanpa ada eksentrisitas. Sedangkan untuk pile cap tipe dua tiang, kolom diletakkan di antara dua tiang bored pile, sehingga beban kolom dibagi merata antara kedua bored pile tersebut. Berikut ini merupakan desain ukuran pile cap tipe satu tiang dan desain perletakan besi tulangan kolom pada pile cap.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

8. Pengecoran

Setelah pile cap dan slab on ground selesai ditulangi, langkah selanjutnya adalah proses pengecoran. Pengecoran pile cap dan slab on ground menggunakan mutu beton 30 MPa dengan slump 12±2 cm, fly ash 15%, dan integral waterproofing. Integral waterproofing digunakan sebagai campuran beton untuk mengecor struktur bawah yang paling dekat dengan tanah. Integral waterproofing berfungsi untuk membuat beton kedap air. Struktur bawah membutuhkan hal tersebut agar air tanah tidak menembus beton. Proses pengecoran dimulai dengan pemasangan tenda terlebih dahulu. Pemasangan tenda bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat hujan.

Gambar 5.56 Pemasangan Tenda

Setelah tenda terpasang, langkah selanjutnya adalah Kemudian dilakukan pemasangan relat beserta dudukannya sebagai penanda batas pengecoran dan menjaga flatness lantai.

Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098

Setelah relat terpasang, pada dudukan relat diberi tali berwarna sebagai tanda agar

Dalam dokumen PROYEK PONDOK INDAH RESIDENCES PT. TOTAL (Halaman 78-133)

Dokumen terkait