PT. TOTAL BANGUN PERSADA
3 Juni 2015
–
10 Juli 2015
LAPORAN KERJA PRAKTIK
Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah SI4098 Kerja Praktik
Disusun oleh:
Wibi Afifatul Zahro
15012070
Ulfa Nabila
15012098
Dosen Pembimbing:
Dr. Ir. Awal Surono, MS.
NIP 195110101978031004
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
i LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Kerja Praktik
Proyek Pondok Indah Residences
PT. Total Bangun Persada
Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah SI4098 Kerja Praktik
Disusun oleh:
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
Pembimbing Lapangan:
Harjita, S.Pd
Telah diperiksa dan disetujui oleh:
Koordinator Kerja Praktik, Pembimbing Kerja Praktik,
Ir. Ima Fatima, M. Eng Dr. Ir. Awal Surono, MS
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
ii PRAKATA
Laporan ini tidak akan pernah selesai jika Penulis tidak mendapatkan bantuan dari banyak pihak sebelum, saat, dan setelah kegiatan kerja praktik ini dilaksanakan. Penulis sadar bahwa ada banyak sekali pihak yang membantu. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Allah SWT. Atas kesehatan, kesempatan, dan nikmat lainnya yang tidak akan pernah bisa penulis hitung. Tanpa karunia-Nya, penulis tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kerja praktik ini.
2. Orang tua penulis serta seluruh keluarga yang selalu mendukung penulis.
3. Bapak Awal Surono sebagai dosen pembimbing penulis di Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung.
4. Bapak Yohanes Tedy, Bapak Asep Riswandi dan Bapak Lasminto yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kerja praktik di PT. Total Bangun Persada. 5. Bapak Harjita yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulis pada saat kerja
praktik. Terima kasih atas ilmu dan waktu yang telah Bapak berikan kepada penulis.
6. Bapak William Teguh yang telah membantu penulis saat dan setelah kerja praktik dilaksanakan. 7. Ibu Aryani Lestari, Bapak Poltak Banjarnahor, Bapak Iandi Pramanaputra, Ibu Dian Gitaya, Bapak
Widodo, Bapak Lanang, dan seluruh staff engineering yang selalu membantu penulis dan memberikan informasi-informasi mengenai proyek.
8. Bapak Yulius Bahar, Bapak Son Hondoko, Bapak Karis Haudi, Bapak Adi Lesmana, Bapak Taufiq, Bapak Rio Novihendri, Bapak Charles, dan Mbak Dewi Paramita yang selalu membimbing penulis baik di divisi Quality Assurance Manager maupun di lapangan dengan segala ilmu yang telah diberikan.
9. Ibu Aris Wahyuni, Bapak Wildan Rivky, dan seluruh staff Quantity Surveyor atas bantuannya dalam memberikan data dan informasi tentang komersial di proyek.
10. Bapak Marasi Gultom beserta seluruh staff divisi K3L yang telah memberikan safety induction dan ikut menjaga keamanan serta keselamatan penulis selama berada di site.
11. Bapak Nasriyanto, Bapak Arnis, dan seluruh staff pelaksana yang telah membimbing penulis selama di site.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
iii 13. Bapak Edi sebagai security, Bapak Slamet dan Halimi sebagai office boy yang tidak pernah lupa
mengantarkan takjil untuk berbuka puasa selama kerja praktik.
14. Adrian Muhammad Faturrohmi dan Andhi Kusuma Wiguna Putera, mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang bersama-sama melaksanakan kerja praktik di Proyek Pondok Indah Residences – yang setia dan menemani penulis dengan sabar selama kerja praktik di Jakarta. Penulis sadar sepenuhnya bahwa sebesar apapun usaha yang dilakukan untuk pembuatan laporan kerja praktik ini, laporan ini pasti masih memiliki kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca.
Bandung, November 2015
Wibi Afifatul Zahro 15012070
1.1 Latar Belakang Kerja Praktik ... 1
1.2 Tujuan Kerja Praktik ... 2
1.3 Ruang Lingkup Kerja Praktik... 2
1.4 Sistematika Penulisan ... 2
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN ... 4
2.1 Sejarah Perusahaan... 4
2.2 Identitas Perusahaan ... 5
2.3 Proyek ... 6
2.4 Struktur Organisasi... 8
2.5 Penghargaan dan Sertifikasi ... 9
BAB III DESKRIPSI PROYEK ... 10
3.1 Deskripsi Umum ... 10
3.2 Latar Belakang Proyek ... 12
3.3 Tujuan Proyek ... 13
3.4 Kondisi Lingkungan Sekitar Proyek ... 14
3.5 Lingkup Pekerjaan ... 16
3.6 Pendanaan Proyek ... 17
BAB IV PROSES PERENCANAAN PROYEK ... 19
4.1 Perencanaan Arsitektural... 19
4.2 Perencanaan Struktur ... 30
4.3 Perencanaan Struktur Bawah ... 32
4.4 Perencanaan Struktur Atas ... 44
4.5 Perencanaan Mekanikal, Elektrikal, dan Elektronikal ... 57
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
5.1 Metode Pelaksanaan Pekerjaan... 64
5.2 Pengendalian Mutu ... 119
BAB VI ASPEK MANAJEMEN PROYEK ... 133
6.1 Organisasi Proyek ... 133
6.2 Lingkup Pekerjaan Berdasarkan Dokumen Kontrak ... 146
6.3 Cara Menentukan Macam, Volume, dan Harga Satuan Pekerjaan... 152
6.4 Pengendalian Jadwal Pekerjaan ... 153
6.5 Prosedur Pengadaan Bahan, Peralatan, dan Tenaga Kerja ... 156
6.6 Prosedur Pembayaran Hasil Pekerjaan ... 163
6.7 Prosedur Perubahan Lingkup Pekerjaan ... 165
BAB VII TUGAS KHUSUS ... 167
7.1 Tugas Khusus dari Pembimbing Lapangan ... 167
7.2 Tugas Khusus dari Dosen Pembimbing ... 172
BAB VIII PENUTUP ... 180
8.1 Simpulan ... 180
8.2 Saran ... 182
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
i DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Identitas Perusahaan ... 5
Tabel 3.1 Jumlah dan Tipe Unit Apartemen ... 11
Tabel 3.2 Tipe dan Jumlah Unit ... 11
Tabel 3.3 Luas Basement ... 11
Tabel 4.2 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-1 ... 34
Tabel 4.3 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-2 ... 35
Tabel 4.4 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-3 ... 35
Tabel 4.5 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-4 ... 36
Tabel 4.6 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-5 ... 36
Tabel 4.7 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-6 ... 36
Tabel 4.8 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-7 ... 37
Tabel 4.9 Spesifikasi pembesian ... 39
Tabel 4.10 Tipe-tipe Secant Pile ... 41
Tabel 4.11 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 1 ... 43
Tabel 4.12 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 2 ... 43
Tabel 4.13 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 3 dan 3B ... 43
Tabel 4.14 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 4 ... 43
Tabel 4.15 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 6 ... 44
Tabel 4.16 Tipe Kolom... 50
Tabel 4.17 Tipe Balok ... 53
Tabel 5.1 Jumlah Maksimum Tulangan ... 101
Tabel 5.2 Hubungan Kerja QAM dengan Pihak Lain ... 120
Tabel 5.3 Pengendalian Mutu Hasil Pekerjaan ... 131
Tabel 5.4 Pengendalian Mutu Hasil Pekerjaan ... 131
Tabel 5.5 Pengendalian Mutu Hasil Pekerjaan ... 132
Tabel 6.1 Daftar Sub-Kontraktor ... 134
Tabel 6.2 Lingkup Pekerjaan Pondasi... 148
Tabel 6.4 Lingkup Pekerjaan Finishing ... 149
Tabel 6.5 Lingkup Pekerjaan Mechanical Electrical Plumbing ... 151
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
ii Tabel 6.7 Daftar Alat yang Disewa dari Luar PT. Total Bangun Persada ... 161
Tabel 6.8 Identifikasi Tenaga Kerja Proyek Pondok Indah Residences ... 162
Tabel 7.1 Karakteristik Pondasi ... 172
Tabel 7.2 Standard Penetration Test ... 173
Tabel 7.3 Tahanan Friksi Luciano de Court ... 174
Tabel 7.4 Spesifikasi Kolom ... 175
Tabel 7.5 Spesifikasi Balok Induk ... 175
Tabel 7.6 Spesifikasi Balok Anak ... 175
Tabel 7.7 Spesifikasi Pelat ... 175
Tabel 7.8 Perhitungan Dead Load ... 176
Tabel 7.9 Perhitungan Live Load ... 177
Tabel 7.10 Perhitungan SIDL ... 178
Tabel 7.11 Total Pembebanan ... 179
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Gambar 2.5 Green Bay Apartment ... 7
Gambar 2.6 Struktur Organisasi ... 8
Gambar 2.7 Anugerah Perusahaan Terbuka Indonesia (APTI) 2014... 9
Gambar 2.8 Penghargaan Terbaik Pertama Kinerja Proyek Konstruksi 2014 ... 9
Gambar 3.1 Fasilitas Penunjang ... 12
Gambar 3.2 Batas-batas Proyek ... 14
Gambar 4.1 Rencana Kenampakan Pondok Indah Residences ... 19
Gambar 4.2 Unit Tipe A1 ... 20
Gambar 4.11 Lokasi Kolam Renang Utama ... 25
Gambar 4.12 Rencana Arsitektural Kolam Renang Utama ... 25
Gambar 4.13 Lokasi Kolam Renang Anak ... 26
Gambar 4.14 Rencana Arsitektural Kolam Renang Anak ... 26
Gambar 4.15 Lokasi Kolam Renang Indoor ... 27
Gambar 4.16 Rencana Arsitektural Kolam Renang Indoor ... 27
Ga ar . Lokasi Childre s Pla grou d ... 28
Gambar 4.18 Rencana Arsitektural Child e ’s Playg ou d ... 28
Gambar 4.19 Lokasi Refloxology Path, Pavilion dan BBQ Pit ... 29
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
i Gambar 4.21 Rencana Arsitektural BBQ Pit ... 30
Gambar 4.22 Lokasi Uji Investigasi Tanah ... 33
Gambar 4.23 Pondasi Bored Pile ... 38
Gambar 4.24 Pemasangan Pile Sekunder dan Pile Primer ... 41
Gambar 4.25 Ground Anchor ... 42
Gambar 4.27 Pembebanan pada Basement 3 dan Basement 2 ... 45
Gambar 4.28 Pembebanan pada Basement 1 dan Ground Floor ... 45
Gambar 4.29 Pembebanan pada Lantai 2-17 ... 46
Gambar 4.30 Pembebanan pada Lantai 18, 20, 22, 24, 26, 28,30 dan Lantai 19,21,23,25,27,29 ... 46
Gambar 4.31 Pembebanan pada Lantai 31 dan Lantai 32 ... 46
Gambar 4.32 Pembebanan pada Lantai 2 dan Lantai 3 ... 47
Gambar 4.33 Pembebanan pada Lantai 4-17 dan Lantai 18, 20, 22, 24, 26, 28 ... 47
Gambar 4.34 Pembebanan pada Lantai 19, 21, 23, 25,27, 29 dan Lantai 30 ... 47
Gambar 4.35 Pembebanan pada Lantai 31 dan Lantai 32 ... 48
Gambar 4.36 Pembebanan pada Lantai 2-22 dan Lantai 23 ... 48
Gambar 4.37 Pembebanan pada Lantai 24 ... 48
Gambar 4.38 Keterangan Warna pada Pembebanan ... 49
Gambar 4.39 Desain Core Wall ... 55
Gambar 4.40 Desain Shear Wall ... 55
Gambar 4.41 Desain Link Beam ... 55
Gambar 4.42 Desain Tangga ... 56
Gambar 4.43 Desain Ramp ... 56
Gambar 5.1 Lokasi Pekerjaan Ground Anchor di Podium ... 65
Gambar 5.2 Lokasi Fabrikasi Ground Anchor ... 65
Gambar 5.3 Pengeboran Lubang Ground Anchor ... 66
Gambar 5.4 Alat Pembuat Lubang Ground Anchor ... 66
Gambar 5.5 Lubang Ground Anchor ... 66
Gambar 5.6 Pengeboran Lubang Ground Anchor ... 67
Gambar 5.7 Fabrikasi Ground Anchor ... 67
Gambar 5.8 Pengikat Tendon ... 68
Gambar 5.9 Ground Anchor Dimasukkan ke Dalam Lubang Bor ... 68
Gambar 5.10 Pengukuran Bahan Injeksi Semen ... 69
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
Gambar 5.12 Dongkrak Hidrolik ... 70
Gambar 5.13 Manometer ... 70
Gambar 5.14 Persiapan Penarikan Ground Anchor ... 71
Gambar 5.15 Pemasangan Dongkrak Hidrolik ... 71
Gambar 5.16 Pemasangan Dongkrak Hidrolik ... 71
Gambar 5.17 Proses Penarikan Ground Anchor ... 72
Gambar 5.18 Pengukuran Perpanjangan Ground Anchor ... 72
Gambar 5.19 Lokasi Galian Tanah ... 73
Gambar 5.20 Mesin Breaker ... 74
Gambar 5.21 Penggalian Tanah oleh Excavator ... 74
Gambar 5.22 Pembuangan Tanah ... 74
Gambar 5.23 Kepala Tiang Bored Pile ... 75
Gambar 5.24 Lokasi Pemotongan Kepala Tiang Bored Pile ... 76
Gambar 5.25 Denah Bored Pile ... 76
Gambar 5.26 Pembobokan di Sekeliling Kepala Tiang Bored Pile... 77
Gambar 5.27 Pemasangan Baut ... 77
Gambar 5.28 Pemotongan Kepala Tiang Bored Pile ... 78
Gambar 5.29 Pengangkutan Kepala Tiang Bored Pile ... 78
Gambar 5.30 Posisi Tegak Besi ... 79
Gambar 5.31 Pemasangan Tenda Temporary... 80
Gambar 5.32 Proteksi Stek-stek Kolom ... 80
Gambar 5.33 Pengecekan Suhu Beton ... 81
Gambar 5.34 Pengecekan Suhu Beton ... 81
Gambar 5.35 Pengecekan Slump Beton ... 82
Gambar 5.36 Pengecekan Slump Beton ... 82
Gambar 5.37 Sampel Uji ... 82
Gambar 5.38 Penuangan Beton dari Mixer Truck ke Concrete Pump ... 83
Gambar 5.39 Pengecoran Mat Foundation ... 83
Gambar 5.40 Perataan Beton ... 83
Gambar 5.41 Penaburan Intrafloor SQ ... 84
Gambar 5.42 Walk Behind Trowel ... 84
Gambar 5.43 Ride on Trowel ... 85
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
i Gambar 5.45 Sterofoam ... 85
Gambar 5.46 Blue Sheet ... 86
Gambar 5.47 Pengeccekan Suhu dengan Thermocouple ... 87
Gambar 5.48 Lokasi Pekerjaan Pile Cap ... 88
Gambar 5.49 Patok Batas Ketebalan Lantai Kerja ... 89
Gambar 5.50 Pekerjaan Lantai Kerja dan Bekisting ... 89
Gambar 5.51 Pengaman pada Ujung Tiang Bored Pile ... 90
Gambar 5.52 Penulangan Pile Cap ... 90
Gambar 5.53 Penulangan Pile Cap ... 90
Gambar 5.54 Penulangan Slab on Ground ... 91
Gambar 5.55 Penulangan Slab on Ground ... 91
Gambar 5.56 Pemasangan Tenda ... 92
Gambar 5.57 Dudukan Relat ... 92
Gambar 5.58 Pemasangan Relat ... 93
Gambar 5.59 Pembersihan Area Cor ... 93
Gambar 5.60 Truk Supplier Beton ... 94
Gambar 5.61 Truk Concrete Pump ... 94
Gambar 5.62 Diagram Alir Pekerjaan Kolom ... 95
Gambar 5.63 Pembongkaran Besi ... 95
Gambar 5.64 Lokasi Fabrikasi ... 96
Gambar 5.65 Pelabelan Besi ... 96
Gambar 5.66 Fabrikasi Kolom ... 97
Gambar 5.67 Lokasi Penyimpanan... 97
Gambar 5.68 Pemasangan Tulangan Kolom ... 98
Gambar 5.69 Pemasangan Beton Decking ... 98
Gambar 5.70 Pemasangan Bekisting Kolom ... 99
Gambar 5.71 Pengepasan Bekisting Kolom ... 99
Gambar 5.72 Verticallity Kolom ... 100
Gambar 5.73 Bar Bending ... 101
Gambar 5.74 Pemasangan Tulangan Memanjang ... 102
Gambar 5.75 Pemasangan Pipa ME ... 102
Gambar 5.76 Pemasangan Shoring ... 103
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
ii Gambar 5.78 Bar Cutting ... 104
Gambar 5.79 Bar Bending ... 104
Gambar 5.80 Pemasangan Perancah Pelat Lantai ... 105
Gambar 5.84 Pemasangan Bekisting Pelat Lantai ... 105
Gambar 5.81 Pembobokan Stek Lipat ... 106
Gambar 5.82 Penulangan Pelat Lantai ... 106
Gambar 5.83 Pemasangan Kaki Ayam ... 107
Gambar 5.84 Pemasangan Beton Decking ... 107
Gambar 5.85 Pemasangan Dudukan Relat ... 108
Gambar 5.86 Concrete Pump ... 108
Gambar 5.87 Perataan Beton ... 109
Gambar 5.88 Diagram Alir Pekerjaan Core Wall ... 109
Gambar 5.89 Proses Fabrikasi Core Wall ... 110
Gambar 5.90 Besi Overlapping ... 110
Gambar 5.91 Besi Silangan ... 111
Gambar 5.92 Sistem RCS pada Bekisting Core Wall ... 112
Gambar 5.93 Placing Boom ... 113
Gambar 5.94 Diagram Alir Pekerjaan Shear Wall ... 113
Gambar 5.95 Fabrikasi Shear Wall ... 114
Gambar 5.96 Pemasangan Tulangan Shear Wall ... 114
Gambar 5.97 Pemasangan Bekisting Shear Wall ... 115
Gambar 5.98 Placing Boom ... 115
Gambar 5.99 Intrafloor SQ ... 116
Gambar 5.100 Penaburan Intrafloor SQ ... 117
Gambar 5.101 Walk Behind Trowel ... 117
Gambar 5.102 Ride on Trowel ... 117
Gambar 5.103 Perataan dan Finishing dengan Mesin Trowel ... 118
Gambar 5.104 Penggerindaan Pelat ... 119
Gambar 5.105 Pengaplikasian Skimcoat ... 119
Gambar 5.106 Bak/Gerobak Cor ... 123
Gambar 5.107 Pengambilan Sampel Beton ... 123
Gambar 5.108 Pengisian Kerucut ... 124
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Ulfa Nabila 15012098
iii Gambar 5.110 Persiapan Pengukuran Slump ... 125
Gambar 5.111 Pengukuran Slump ... 125
Gambar 5.112 Pengukuran Slump ... 125
Gambar 6.1 Struktur Organisasi Proyek Pondok Indah Residences ... 135
Gambar 6.3 Diagram Alir Time Control ... 155
Gambar 6.6 Pelatihan Pekerjaan Bekisting Horizontal dan Vertikal ... 163
Gambar 6.8 Pelatihan Pekerjaan Pengecoran Lantai dan Kolom ... 163
Gambar 6.9 Prosedur Pembayaran oleh Owner kepada PT. Total Bangun Persada ... 164
Gambar 7.1 Denah Penulangan Slab Horizontal Basement 2 Tower 2 ... 168
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kerja Praktik
Sebagai seorang insan akademis, mahasiswa memiliki tuntutan yang besar dalam proses pendidikannya. Mahasiswa dituntut untuk tidak hanya memiliki kompetensi teoritis namun juga kompetensi untuk mengaplikasikan teori-teori yang dipelajari di lapangan. Tuntutan yang besar tersebut memunculkan kebutuhan mahasiswa dalam aspek pendidikan, kesejahteraan, dan aktualisasi diri. Kebutuhan akan pendidikan dapat dipenuhi melalui suatu institusi pendidikan untuk mengenyam ilmu. Dalam hal ini, Institut Teknologi Bandung sebagai salah satu institusi pendidikan memiliki kewajiban untuk mempersiapkan mahasiswanya agar menjadi lulusan yang memiliki kompetensi tersebut dan siap menghadapi tantangan di masyarakat.
Namun nyatanya kegiatan-kegiatan praktik yang dilakukan saat perkuliahan kurang dapat mengakomodasi kemampuan mahasiswa dalam hal-hal yang bersifat aplikatif lapangan. Saat ini diperlukan suatu kegiatan praktik nyata yang dilakukan mahasiswa sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari.Untuk itu sejak diberlakukannya Kurikulum 2003, Program Studi Teknik Sipil ITB sebagai salah satu program studi di ITB mengembangkan Program Kerja Praktik (Mata Kuliah Wajib SI-4098) yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman lapangan atau visual pelaksanaan konstruksi dan administrasi suatu proyek kepada mahasiswa.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 1.2 Tujuan Kerja Praktik
Tujuan dari kerja praktik ini yaitu :
1. Memberikan pengalaman visual dan pengenalan bagi mahasiswa tentang suatu kegiatan pembangunan fisik yang nyata dan segala aspeknya yang meliputi aspek kerekayasaan, kontraktual dan administratif serta pelaksanaannya di lapangan.
2. Membina kemampuan dan keterampilan mahasiswa dengan cara melibatkan mahasiswa secara langsung dalam hal pengenalan masalah, pemecahan masalah, team work, koordinasi, penyampaian hasil penyelesaian masalah atau tugas dengan komunikasi lisan maupun tulisan dalam dunia kerja di bidang ketekniksipilan.
1.3 Ruang Lingkup Kerja Praktik
Ruang lingkup kerja praktik ini yaitu : 1. Deskripsi Perusahaan
Sistematika penulisan dari laporan kerja praktik ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi mengenai latar belakang kerja praktik, tujuan kerja praktik, ruang lingkup kerja praktik dan sistematika penulisan laporan kerja praktik.
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN
Bab ini berisi mengenai deskripsi perusahaan tempat dilaksanakannya kerja praktik yang mencakup sejarah perusahaan, profil perusahaan, visi dan misi perusahaan, motto perusahaan, prestasi perusahaan.
BAB III DESKRIPSI PROYEK
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
proyek, tujuan proyek, lokasi dan kondisi lingkungan di sekitar proyek, lingkup pekerjaan proyek dan pendanaan proyek.
BAB IV PROSES PERENCANAAN PROYEK
Bab ini berisi mengenai uraian perencanaan teknis pembangunan proyek. Data-data yang dipaparkan meliputi perencanaan arsitektur, konsep perencanaan struktur bangunan bawah, konsep perencanaan struktur bangunan atas serta perencanaan mekanikal dan elektrikal.
BAB V PROSES PELAKSANAAN PROYEK
Bab ini berisi mengenai uraian pelaksanaan pembangunan proyek yang meliputi metoda (tata cara dan operasi) pelaksanaan pekerjaan untuk bagian-bagian pekerjaan yang diamati selama kerja praktik, pengendalian mutu (bahan, hasil pekerjaan dan operasi pekerjaan) dan dokumentasi foto pelaksanaan pekerjaan yang diamati.
BAB VI ASPEK MANAJEMEN PROYEK
Bab ini berisi mengenai uraian proses manajerial proyek. Informasi-informasi yang dipaparkan meliputi organisasi proyek dan organisasi pihak-pihak yang terlibat dalam proyek; uraian lingkup pekerjaan berdasarkan Dokumen Kontrak (kontrak, persyaratan umum, gambar kontrak, spesifikasi, daftar dan volume pekerjaan); cara menentukan macam, volume dan harga satuan pekerjaan; pengendalian jadwal pekerjaan; prosedur pengadaan bahan, peralatan dan tenaga kerja; prosedur pembayaran hasil pekerjaan serta prosedur perubahan lingkup pekerjaan.
BAB VII TUGAS KHUSUS
Bab ini berisi mengenai tugas khusus yang diberikan oleh perusahaan atau dosen pembimbing selama kerja praktik berlangsung.
BAB VIII PENUTUP
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
BAB II
DESKRIPSI PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Perusahaan
PT. Total Bangun Persada merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi dan bangunan. Awalnya PT. Total Bangun Persada dibentuk dengan nama PT. Tjahja Rimba Kentjana pada tanggal 4 September 1970, yang kemudian mengubah namanya menjadi PT. Total Bangun Persada pada awal tahun 1981 hingga saat ini. Dari tahun ke tahun, PT. Total BP terus berkembang dan berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu perusahaan jasa konstruksi yang diakui di Indonesia.
PT. Total Bangun Persada akhirnya menjadi perusahaan publik pada tahun 2006 dengan nama PT. Total Bangun Persada Tbk ditandai dengan catatan 2.750 juta lembar saham di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan kode TOTL. Perusahaan memiliki isi aru u tuk e jadi ko traktor a gu a terke uka a g diduku g oleh ke a ggaa dan keunggulan di bidang konstruksi seiring dengan keahlian di bidang konstruksi gedung-gedung tinggi yang selalu dibutuhkan.
TOTAL terus melahirkan inovasi-inovasi baru dalam pembangunan gedung-gedung yang dilaksanakannya baik dari segi kualitas, proses dan waktu. Meskipun begitu, TOTAL tetap menjunjung tinggi keselamatan dengan menerapkan standar internasional dalam setiap proyek yang dilakukannya. Begitu pula dengan manajemen proyek yang diisi dengan sumber daya handal dan modal yang kuat, membuat TOTAL tetap dan terus dipercaya kompetensinya selama lebih dari 40 tahun dalam bidang jasa konstruksi.
PT Total Persada Development
Jl. Letjen. S. Parman Kav.106
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 2.2 Identitas Perusahaan
Tabel 2.1 Identitas Perusahaan
Nama Perusahaan PT. Total Bangun Persada Tbk (TOTL.JK)
Bidang Usaha Konstruksi
Pembentukan 4 September 1970 (d/h PT Tjahja Rimba Kentjana), tanggal 24 Juli 1981 diubah menjadi PT Total Bangun Persada, tanggal 20 April 2006 menjadi PT Total Bangun Persada Tbk
Modal Dasar Rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah) Kepemilikan (per Negara RI No. 43 tambahan No. 244 tanggal 28 Mei 1971.
Akta No. 29 tanggal 24 Juli 1981, disahkan dalam Berita Negara RI No. 34 tambahan No. 499 tanggal 27 April 1982.
Akta No. 48 tanggal 20 April 2006, disahkan dalam Berita Negara RI No. 7799 tambahan No. 57 tanggal 18 Juli 2006.
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Rp. 2.750.000.000,- (dua miliar tujuh ratus lima puluh juta rupiah)
2.2.1 Visi
Total Bangun Persada – perusahaan konstruksi bangunan gedung terbesar, terdepan dan kekuatan utama dalam industri konstruksi Indonesia.
Perusahaan konstruksi bangunan gedung utama dan terpandang di Asia Tenggara.
Kami ingin dikenal sebagai organisasi konstruksi yang berintegritas, terpandang, adil dalam berbisnis (fair dealing), berkualitas, bangga dan prima.
Perusahaan yang berkomitmen untuk kepuasan pelanggan dengan menghasilkan kualitas kerja serta memberikan pelayanan prima.
Perusahaan yang segenap karyawannya bangga bekerja di dalam industri konstruksi, dimana mereka dapat tumbuh dan berkinerja yang terbaik, dan secara terus-menerus berupaya untuk mencapai keprimaan.
2.2.2 Misi
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 2.2.3 Nilai-nilai Perusahaan
Kinerja
- Komitmen terhadap mutu & excellence - Komitmen terhadap customer
- Mengerjakan hal-hal biasa secara luar biasa
- Mengadakan perbaikan terus menerus (continous improvement)
Karakter
- Memiliki integritas yang tinggi
- Dapat dipercaya dan dapat diandalkan
- Bersikap fair dan adil terhadap siapapun
- Selalu menepati janji
Semangat
- Bekerja erat dan menghargai setiap karya dan upaya rekan kerja & mitra usaha
- Mampu menyesuaikan dengan keadaan yang berubah
- Berorientasi ke depan
- Bangga terhadap profesi dan hasil karya
2.2.4 Budaya Perusahaan
Berikut ini merupakan beberapa proyek PT. Total Bangun Persada yang dibangun atau masih dalam proses konstruksi:
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Gambar 2.2 Sequis Tower
Gambar 2.3 MNC Tower
Gambar 2.4 Astra Tower
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 2.4 Struktur Organisasi
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 2.5 Penghargaan dan Sertifikasi
Berikut beberapa penghargaan yang sempat diraih PT. Total Bangun Persada:
Anugerah Perusahaan Terbuka Indonesia (APTI) 2014 Peringkat Ke-2 Bidang Konstruksi Bangunan untuk Kelompok Properti dan Real Estate
Gambar 2.7 Anugerah Perusahaan Terbuka Indonesia (APTI) 2014
Penghargaan Terbaik Pertama Kinerja Proyek Konstruksi dalam Rangka Konstruksi Indonesia 2014
Wibi Afifatul Zahro 15012070 201.757 m2. Keunggulan Pondok Indah Residences dibandingkan hunian lain adalah hunian ini didirikan di atas lahan yang terpisah, namun tetap terhubung dengan fasilitas-fasilitas di atas. Semua fasilitas tersebut dapat dijangkau dengan berjalan kaki melalui jembatan penyebarangan antar fasilitas.
Tower 1 (Kartika Tower)
Tower 1 memiliki jumlah lantai sebanyak 32 lantai yang terdiri atas 1 lantai lobby dan 31 lantai yang berisi unit-unit apartemen dengan tinggi total 120 m. Luas keseluruhan Tower 1 adalah ± 48455 m2.
Tower 2 (Maya Tower)
Tower 2 memiliki jumlah lantai sebanyak 31 lantai yang terdiri atas lobby, food and beverage, roof garden dan unit-unit apartemen dengan tinggi total 116.5 m. Luas total podium Tower 2 adalah ± 5902 m2. Food and beverage terdapat pada lantai 2 sedangkan roof garden terdapat pada lantai 3.
Tower 3 (Amala Tower)
Tower 3 memiliki jumlah lantai sebanyak 24 lantai yang terdiri atas 1 lantai lobby dan 23 lantai yang berisi unit-unit hunian dengan tinggi total 94 m. Luas keseluruhan Tower 3 adalah ± 41220 m2. Perbedaan antara fasilitas pada Tower 3 dengan kedua tower lainnya yaitu Tower 3 tidak memiliki private lift sedangkan pada Tower 1 dan 2 memiliki private lift.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Tabel 3.1 Jumlah dan Tipe Unit Apartemen
Unit 1 Bedroom 2 Bedroom 3 Bedroom
Tabel 3.2 Tipe dan Jumlah Unit
No Unit Tower 3 Tower 2 Tower 1 Total dengan luas total ±56.709 m2. Dengan luas total tersebut, basement ini mampu menampung 1364 mobil dan 410 motor.
Tabel 3.3 Luas Basement
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Luas struktur : 218958 m2 Luas lahan : 28825 m2
Proyek ini direncanakan untuk dibangun dalam jangka waktu 35 bulan, yaitu dimulai pada 1 November 2014 hingga 30 September 2017.
Gambar 3.1 Fasilitas Penunjang
Seperti umumnya hunian apartemen, pada Pondok Indah Residences terdapat berbagai fasilitas-fasilitas yang menunjang penghuninya. Fasilitas-fasilitas yang terdapat pada Pondok Indah Residences yaitu :
1. Pos keamanan 2. Retail shop 3. Fitness center
4. Kolam renang dewasa 5. Kolam renang anak
6. Lapangan tenis 7. Taman bermain anak 8. Jogging track 9. Spa
10.Refloxology path dan barbeque pit
3.2 Latar Belakang Proyek
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
penduduk Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup serius. Selain itu, Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya cepat dengan pertumbuhan pendududuk sebesar 1,49% per tahun (berdasarkan sensus penduduk tahun 2010).
Jumlah penduduk Indonesia tersebut tidak diiringi dengan persebaran penduduk yang merata. Perkembangan kota besar yang merupakan pusat dari kegiatan ekonomi menjadi daya tarik bagi masyarakat yang dapat membawa pengaruh bagi tingginya arus tenaga kerja baik dari dalam kota itu sendiri maupun dari luar wilayah kota. Hal ini menimbulkan masalah utama yang selalu mengiringi perkembangan perkotaan, yaitu kepadatan penduduk. Di kota besar seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya akan banyak dijumpai permukiman-permukiman padat yang tidak teratur.
Di Jakarta, kepadatan penduduk sejalan dengan kebutuhan akan lahan pemukiman yang terus meningkat. Mencari lahan pemukiman di Jakarta merupakan hal yang sulit dikarenakan keterbatasan lahan dan harga lahan pemukiman yang kian melejit. Tata ruang kota sudah sangat padat dan daerah resapan air juga terus berkurang. Sementara itu, tuntutan untuk pembangunan pemukiman terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Kota Jakarta. Hal inilah yang memunculkan maraknya pembangunan pemukiman vertikal seperti apartemen di Jakarta.
Pondok Indah Residences yang bertempat di kawasan pemukiman padat Pondok Indah diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan ini. Prinsip permukiman vertikal sekarang juga telah banyak dilakukan pada beberapa kota lainnya di Indonesia karena dapat secara efektif dapat meminimalisir lahan yang digunakan. Sasaran masyarakat yang dibidik pada pembangunan Pondok Indah Residences adalah kalangan menengah ke atas yang menomorsatukan kenyamanan dan keamanan hunian dengan kemudahan akses pada pusat aktivitas masyarakat. Hal ini disebabkan apartemen ini berada di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan yang dikenal sebagai kawasan prestisius di Kota Jakarta.
3.3 Tujuan Proyek
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
3.4 Kondisi Lingkungan Sekitar Proyek
Kondisi lingkungan di sekitar proyek merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan proses konstruksi. Dengan mengetahui kondisi lingkungan sekitar maka dapat diketahui masalah-masalah yang dapat menghambat proses konstruksi sehingga dapat dipikirkan metode penanganannya sejak awal.
1. Lokasi Proyek Pondok Indah Residences
Proyek Pondok Indah Residences berlokasi pada kawasan prestisius di daerah Pondok Indah Jakarta Selatan. Proyek ini berada di lokasi yang strategis dan memiliki akses yang mudah dengan sarana-sarana umum seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, sarana kesehatan, sarana pendidikan, sarana olahraga. Beberapa diantaranya yaitu Pondok Indah Mall 1 dan 2, Erricson Office Tower Building, Gedung HSBC, International School, Water Park, Driving Range, Lapangan Golf, Rumah Sakit, dan Intercontinental Hotel yang saat ini masih dalam masa pembangunan. Di jalan arteri Pondok Indah terdapat halte bus Transjakarta yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari proyek Pondok Indah Residences. Hal ini tentunya akan mempermudah sarana transportasi umum bagi pekerja dan penghuni apartemen ini.
Lokasi proyek pembangunan Pondok Indah Residences ini terletak di Jalan Kartika Utama Kav. V-TA Pondok Indah Jakarta Selatan. Adapun batas-batas lokasi proyek adalah sebagai berikut:
Batas utara : Permukiman warga Jalan Pinang Emas IV Batas timur : Wisma Metropolitan
Batas barat : Permukiman warga Jalan Pinang Emas I Batas selatan : Jalan Kartika Utama
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
2. Jalan Kartika Utama
Jalan Kartika Utama merupakan jalan yang berada pada batas selatan dari proyek Pondok Indah Residences. Pada jalan tersebut terdapat beberapa tempat pusat aktivitas masyarakat seperti Pondok Indah Mall 2, Ericson Office Tower, dan gedung perkantoran lainnya. Selain itu, Jalan Kartika Utama merupakan jalan yang menghubungkan antara jalan arteri Pondok Indah dengan pemukiman warga yang umumnya berada di Jalan Pinang Emas. Maka, Jalan Kartika Utama termasuk jalan dengan arus lalu lintas yang dipadati masyarakat. Namun biasanya kepadatan yang terlihat umumnya hanya terjadi saat pagi dan sore hari.
Di sepanjang jalan ini juga tidak sulit menemukan sarana transportasi. Hal ini dapat ditandai dengan adanya pangkalan taksi yang berada tak jauh dari proyek serta banyaknya ojek dan taksi yang melalui jalan ini. Pada area ini juga tidak sulit untuk menemukan penjual makanan karena banyaknya warung-warung makan yang berada di sepanjang jalan.
3. Pemukiman warga Jalan Pinang Emas
Jalan Pinang Emas merupakan jalan yang berada pada batas utara dan barat dari proyek Pondok Indah Residences. Jalan Pinang Emas termasuk dalam kawasan yang kerap kali dijadikan permukiman warga di sekitar Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mayoritas permukiman warga yang terdapat dalam kawasan ini merupakan permukiman kelas menengah ke atas di Jakarta. Pada daerah ini juga tidak sulit untuk menemukan sarana-sarana umum. Terdapat banyak tempat-tempat makan di beberapa tempat dan terdapat masjid sebagai sarana ibadah yang dapat mengakomodasi warga muslim sekitar.
Dari uraian kondisi lingkungan sekitar proyek diatas maka terdapat beberapa kendala dan solusi yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Proyek Pondok Indah Residences ini berada dekat dengan permukiman warga di Jalan Pinang Emas, sehingga ada beberapa permasalahan yang menyangkut hal tersebut. Jarak antara proyek dengan perumahan sangat dekat hanya berjarak sekitar 50 meter pada batas utara sehingga terdapat kendala mengenai penggunaan alat berat di bagian utara dari projek ini. Penggunaan alat berat seperti tower crane akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan ketidakamanan dari warga sekitar.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
menggunakan tower crane berjenis laffy yang memiliki lengan lebih pendek dibandingkan tower crane pada umumnya. Tower crane berjenis laffy ini jarang digunakan karena memiliki harga yang lebih mahal dari tower crane biasa. Namun pada kasus ini tower crane wajib digunakan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan warga. Selain itu, pihak kontraktor juga menyiasatinya dengan melakukan penyesuaian terhadap letak dan arah putar dari masing-masing tower crane.
2. Lokasi yang sangat dekat dengan permukiman warga juga menimbulkan permasalahan lain, yaitu pengerjaan beberapa proses konstruksi seperti pengeboran dan lain-lain yang menimbulkan polusi suara akan mengganggu warga sekitar. Hal ini akan mengganggu kenyamanan warga terutama bila pekerjaan dilakukan pada malam hari. Maka, pihak kontraktor dan warga sekitar membuat perjanjian mengenai beberapa proses pengerjaan konstruksi yang akan dibatasi waktu pelaksanaannya hingga sore hari. Pihak pengembang juga melakukan negosiasi dengan masyarakat sekitar untuk penyelesaian hal ini.
3. Proyek Pondok Indah Residences berada dekat dengan pusat aktivitas masyarakat seperti pusat perbelanjaan, perkantoran dan permukiman warga, sehingga seringkali terjadi kemacetan di kawasan ini. Hal ini berpengaruh pada arus logistik material-material maupun barang-barang yang keluar-masuk proyek. Oleh karena itu, pihak kontraktor kerap kali melakukan transportasi logistik dan material pada malam hari untuk menghindari kemacetan.
3.5 Lingkup Pekerjaan
Berdasarkan dokumen kontrak, lingkup pekerjaan Pondok Indah Residences secara keseluruhan terdiri atas pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektural, pekerjaan provisional sum, pekerjaan terkoordinasi dan pekerjaan PC Sum dengan uraian sebagai berikut:
1. Pekerjaan Tanah
Berikut rincian pekerjaan tanah dari proyek Pondok Indah Residences: Pekerjaan Dewatering
Pekerjaan Ground Anchor
Pekerjaan Galian Basement dan Galian Manual Pekerjaan Bored Pile
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
2. Pekerjaan Struktur
Berikut rincian pekerjaan struktur dari proyek Pondok Indah Residences: Pekerjaan Beton
Pekerjaan Besi Pekerjaan Bekisting
Pekerjaan Waterproofing Integral 3. Pekerjaan Arsitektural
Berikut rincian pekerjaan arsitektural dari proyek Pondok Indah Residences: Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Ringan
Pekerjaan Dinding Partisi Drywall
- Internal Drywall
- Dinding Luar Perimeter Pekerjaan Finishing Lantai
- Floor Hardener (area basement dan ruang mekanikal elektrikal)
- Epoxy Dust Proof Paint (area tangga kebakaran)
- Keramik (area basement dan podium, area lift service tower) Pekerjaan Finishing Dinding
- Plester dan Aci
- Skimcoat (area kolom dan dinding basement, area service tipikal tower)
- Keramik (area basement dan podium)
- Marmer (dinding swimming pool indoor) Pekerjaan Plafon
- Plafon Calcium Silicate (area basement dan podium/service area)
- Ekspose Ceiling (area basement, ruang mekanikal elektrikal, tangga kebakaran) Pekerjaan Cat
- Cat kolom, dinding, tangga (area basement, service tipikal tower)
- Cat plafon
3.6 Pendanaan Proyek
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
BAB IV
PROSES PERENCANAAN PROYEK
4.1 Perencanaan Arsitektural
Perencanaan arsitektur merupakan tahap awal dari perancangan bangunan. Dalam perencanaan arsitektur memuat beberapa hal pokok seperti perencanaan interior, eksterior, landscape, dan utilitas. Desain arsitektur diperlukan untuk menentukan bentuk, dimensi ruang, dan tata letak bangunan yang disesuaikan dengan tata letak bangunan.
Dari segi fungsi, pertimbangan dilakukan berdasarkan fasilitas yang tersedia, sehingga besaran dan bentuk bangunan dapat ditentukan. Sedangkan dari segi keindahan, pertimbangan yang dilakukan sesuai dengan desain struktur dan jenis material finishing.
Gambar 4.1 Rencana Kenampakan Pondok Indah Residences
4.1.1 Elemen Arsitektural
Desain arsitektur apartemen ini terbagi menjadi dua, yaitu interior dan landscape. Dengan adanya desain tersebut, setiap unit apartemen memberikan keleluasaan untuk melihat pemandangan di sekitar gedung dengan lebih luas dan jelas. Untuk segi arsitektur, pekerjaan dimulai dengan pasangan dinding bata ringan, dinding partisi drywall, finishing lantai, finishing dinding, plafon, dan cat.
4.1.2 Rincian Perencanaan Arsitektur Untuk Tiap Kamar atau Unit
Pondok Indah Residences terdiri dari beberapa tipe unit. Rincian perencanaan arsitektur untuk tiap kamar atau unit Pondok Indah Residences adalah sebagai berikut:
a. Tipe A1
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Gambar 4.2 Unit Tipe A1
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam unit tipe A1 yaitu:
- Satu kamar tidur
- Satu kamar mandi
- Ruang tamu
- Ruang makan
- Dapur
- Balkon b. Tipe A1a
Unit apartemen bertipe A1a memiliki denah sebagai berikut:
Gambar 4.3 Unit Tipe A1a
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam unit tipe A1a yaitu:
- Satu kamar tidur
- Satu kamar mandi
- Satu ruang kerja
- Ruang tamu
- Ruang makan
- Dapur
- Balkon
c. Tipe A2
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Gambar 4.4 Unit Tipe A2
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam unit tipe A2 yaitu:
- Satu kamar tidur
- Satu kamar mandi
- Ruang tamu
- Ruang makan
- Dapur
- Balkon d. Tipe B1
Unit apartemen bertipe A2 memiliki denah sebagai berikut:
Gambar 4.5 Unit Tipe B1
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam unit tipe B1 yaitu:
- Dua kamar tidur
- Dua kamar mandi
- Ruang mandi
- Ruang makan
- Dapur
- Balkon e. Tipe B2
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Gambar 4.6 Unit Tipe B2
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam unit tipe B2 yaitu:
- Dua kamar tidur
- Satu maid bedroom
- Dua kamar mandi
- Satu maid bathroom
- Ruang tamu
- Ruang makan
- Service area
- Balkon f. Tipe C1
Unit apartemen bertipe C1 memiliki denah sebagai berikut :
Gambar 4.7 Unit Tipe C1
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam unit tipe C1 yaitu :
- Tiga kamar tidur
- Satu maid bedroom
- Dua kamar mandi
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
- Ruang tamu
- Ruang makan
- Service area
- Balkon
- Private lobby lifft
g. Tipe C2
Unit apartemen bertipe C2 memiliki denah sebagai berikut:
Gambar 4.8 Unit Tipe C2
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam unit tipe C2 yaitu:
- Tiga kamar tidur
- Satu maid bedroom
- Dua kamar mandi
- Satu maid bathroom
- Ruang tamu
- Ruang makan
- Service area
- Balkon
- Private lobby lift
h. Tipe D1
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Gambar 4.9 Unit Tipe D1
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam unit tipe D1 yaitu:
- Tiga kamar tidur
- Satu maid bedroom
- Tiga kamar mandi
- Satu maid bathroom
- Ruang tamu
- Ruang makan
- Service area
- Balkon
- Private lobby lift
i. Tipe D2
Unit apartemen bertipe D1 memiliki denah sebagai berikut:
Gambar 4.10 Unit Tipe D2
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
- Tiga kamar tidur - Ruang tamu
- Satu maid bedroom - Service area
- Tiga kamar mandi - Balkon
- Satu maid bathroom - Private lobby lift
4.1.3 Fasilitas Penunjang
Fasilitas yang terdapat pada proyek ini mencakup berbagai bidang yaitu fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, fasilitas kesehatan, fasilitas penyedia makanan, dan fasilitas keamanan. a. Kolam Renang
Salah satu fasilitas olahraga yang terdapat pada proyek ini adalah kolam renang. Terdapat tiga jenis kolam renang yang terdapat di Pondok Indah Residences ini yaitu : Kolam Renang Utama
Letak kolam renang utama berada di Ground Floor (GF). Lokasi kolam renang utama dapat dilihat pada denah di bawah ini.
Gambar 4.11 Lokasi Kolam Renang Utama
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Kolam Renang Anak
Letak kolam renang anak berada di Ground Floor (GF). Lokasi kolam renang anak dapat dilihat pada denah di bawah ini.
Gambar 4.13 Lokasi Kolam Renang Anak
Gambar 4.14 Rencana Arsitektural Kolam Renang Anak
Kolam Renang Indoor
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Gambar 4.15 Lokasi Kolam Renang Indoor
Gambar 4.16 Rencana Arsitektural Kolam Renang Indoor
b. Gym
Fasilitas olahraga lain yang terdapat di Pondok Indah Residences yaitu gym. Fasilitas gym dapat digunakan oleh penghuni apartemen pada waktu tertentu. Letak gym pada proyek ini yaitu berada pada Lantai 2.
c. Food and Beverage
Fasilitas Food and Beverage terdapat di Ground Floor dan Lantai 2 d. Ruang Tunggu Supir
Pada Basement 3 dan Basement 2 terdapat ruang tunggu supir. Ruang tunggu supir diperuntukkan sebagai tempat pelepas lelah bagi para staf pengendara kendaraan. e. Mushola
Fasilitas ibadah yang terdapat pada proyek ini yaitu mushola yang berada di Basement 3 dan Basement 2. Mushola pada Basement 3 diperuntukkan bagi pria, sedangkan mushola wanita berada pada Basement 2. Letak mushola ini berada dekat dengan ruang tunggu supir.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Pada Basement 1 terdapat kantin yang diperuntukan bagi para staf pengendara kendaraan yang dinamakan kantin supir.
g. Tennis Court
Fasilitas olahraga lainnya yang terdapat di proyek ini yaitu lapangan tenis. Lapangan tenis dapat dipergunakan oleh penghuni apartemen pada waktu-waktu tertentu. Fasilitas ini terletak pada Ground Floor (GF).
h. Guard Houses
Dalam memperketat fasilitas keamanan maka pada proyek ini dibangun ruang keamanan. Ruang keamanan terdapat pada area Ground Floor.
i. Child e ’s Playg ou d
Pada proyek ini terdapat fasilitas penunjang yang diperuntukan bagi anak-anak yaitu child e ’s playg ou d. Child e ’s Playg ou d terletak di area Ground Floor (GF). Untuk melihat lokasi secara detail dapat dilihat pada denah berikut ini.
Gambar 4.17 Lokasi Childre s Pla ground
Gambar 4.18 Rencana Arsitektural Child e ’s Playg ou d
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Refloxology path dan BBQ pit terletak bersekatan pada area Ground Floor (GF). Lokasi refloxology path dan BBQ pit secara lebih jelas dapat dilihat pada denah berikut ini.
Gambar 4.19 Lokasi Refloxology Path, Pavilion dan BBQ Pit
Gambar 4.20 Refloxology Path
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Gambar 4.21 Rencana Arsitektural BBQ Pit
Terdapat pula BBQ pit yang dapat digunakan penghuni Pondok Indah Residences untuk mengadakan acara-acara tertentu.
4.2 Perencanaan Struktur
4.2.1 Peraturan dan Standar
Dalam melakukan perencanaan struktur diperlukan adanya suatu peraturan dan standard. Hal tersebut diperlukan agar desain yang telah dibuat sesuai dengan ketentuan yang ada dan hal ini juga merupakan langkah preventif terhadap masalah-masalah yang akan muncul nantinya. Dalam perencanaan proyek ini terdapat peraturan-peraturan dan standar-standar yang diterapkan yaitu:
1. Piling :
ASTM D-1143.81 Standard Test Method for Piles Under Static Axial Compressive Loads
ASTM D-3966.90 Standard Method of Testing Piles Under Lateral Loads
ASTM D-3689.90 Standard Method of Testing Individual Piles Under Static Axial Tensile Load
ACI 212 1R-63 Admixtures for Concrete Part 1
ACI 212 2R-71 Guide for the Use of Admixtures in Concrete Part 2
SNI-03-2847 Reinforcement for Concrete
SII 0013-81 Portland Cement Standard
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Indonesian National Standards for Building and Construction (SNI) American Society for Testing and Materials (ASTM)
A e ica Co c ete I stitute, Buildi g Code Re ui e e ts fo Rei fo ced Co c ete , ACI-318-2002
3. Structural Steelwork :
Indonesian National Standards for Building and Construction (SNI)
AISC Standards : Code of Standard Practice for Steel Buildings and Bridges, Specification for the Design, Fabrication and Erection of Structural Steel for
Buildings, and Steel Construction Manual
AWS Standards : AWS D1.1, Structural Welding Code
Structural Joint Reference Specification : The Specification for Structural Joints Using ASTM A325 or ASTM A490 Bolts established by the Research Council on Riveted and Bolted Structural Joints of the Engineering Foundation here in after referred to as
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
dilakukan adalah Standard Penetration Test (SPT). Eksplorasi boring tanah dilakukan pada 7 lokasi (BH-1 sampai dengan BH-7) dengan menggunakan metode rotary drilling. Standard Penetration Test (SPT) dilakukan dengan interval 1.5 m untuk setiap boring tanah.
Pada gambar dibawah ini ditampilkan lokasi-lokasi uji tanah, yaitu lokasi 1 hingga BH-7.
Gambar 4.22 Lokasi Uji Investigasi Tanah
Dari hasil semua uji boring tanah dan Standard Penetration Test yang dilakukan pada BH-1 hingga BH-7, secara umum didapat hasil sebagai berikut:
0-14 m : Soft to stiff silty CLAY/clayey SILT (CH/MH) dengan N-SPT = 6 (rentang 2-14). 14-32 m : Very stiff to hard SILT/dense to very dense silty SAND/SAND (ML/SM/SP)
dengan N-SPT = 34 (rentang 12 - 50). Pada BH-1, BH-2 dan BH-6 ditemukan clay intrusion di kedalaman 30-35 m.
32-53 m : Stiff to hard silty CLAY/clayey SILT (CH/MH) dengan N-SPT = 20 (rentang 11-37).
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
66-80 m : Very stiff to hard silty CLAY/clayey SILT (CH/MH) dengan N-SPT = 28 (rentang 17-39).
Water level ditemui pada 4-6 m dibawah eksisting ground surface atau pada elevasi +22.0 hingga +23.0 m, kecuali pada BH-2, air tanah ditemui pada 8 m dibawah ground level atau pada elevasi +19.0 m yang disebabkan adanya pompa di sekitar area tersebut.
Secara rinci, hasil uji boring tanah dan Standard Penetration Test (SPT) pada setiap lokasi dari BH-1 hingga BH-7 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Tabel 4.3 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-2
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Tabel 4.5 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-4
Tabel 4.6 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-5
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Tabel 4.8 Uji Boring dan Standard Penetration Test (SPT) BH-7
4.3.2 Pondasi
Pondasi adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada struktur atas ke dalam tanah, sampai kedalaman tertentu bergantung pada jenis pondasi tersebut. Secara garis besar, pondasi terdiri dari dua jenis yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi dangkal akan mendukung beban secara langsung sedangkan pondasi dalam akan menyalurkan beban bangunan hingga ke lapisan tanah keras yang terletak relatif jauh dari permukaan. Pondasi harus dapat menjaga kestabilan bangunan terhadap berat pondasi itu sendiri, beban-beban yang ada dan gaya-gaya luar yang bekerja, tanpa mengalami penurunan melebihi batas tertentu. Penurunan pondasi yang melebihi batas akan menyebabkan kerusakan bangunan. Pada perencanaan proyek Pondok Indah Residences jenis pondasi yang digunakan yaitu pondasi bored pile.
4.3.2.1 Bored Pile
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Pelaksanaan pondasi bored pile dimulai dari pembuatan lubang di tanah dengan cara tanah di bor terlebih dahulu kemudian penginstalasian besi tulangan ke dalam lubang yang dilanjutkan dengan pengecoran bored pile. Dibandingkan dengan tiang pancang, bored pile menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih rendah dan lebih cocok digunakan pada konstruksi di daerah komersial dan area perumahan.
Gambar 4.23 Pondasi Bored Pile
Pada area proyek ini, terdapat 4 jenis bored pile yang digunakan yaitu:
Bored pile bertipe 1 yang memiliki diameter 1000 mm dengan kedalaman 33 m. Bored pile berjenis ini terdapat sebanyak 538 buah di seluruh area proyek.
Bored pile bertipe 2 yang memiliki diameter 1000 mm dengan kedalaman 35 m. Bored pile berjenis ini terdapat sebanyak 97 buah di seluruh area proyek.
Bored pile bertipe 3 yang memiliki diameter 1200 mm dengan kedalaman 30 m. Bored pile berjenis ini terdapat sebanyak 150 buah di seluruh area proyek.
Bored pile bertipe 4 yang memiliki diameter 1200 mm dengan kedalaman 30 m. Bored pile berjenis ini terdapat sebanyak 1 buah di seluruh area proyek.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Tabel 4.9 Spesifikasi pembesian
4.3.2.2 Pile Cap
Pada daerah-daerah yang tidak memiliki beban terlalu berat seperti podium dan area-area di luar tower, di bagian atas pondasi berjenis bored pile dilengkapi dengan pemasangan pile cap. Pile cap adalah suatu cara yang dilakukan untuk mengikat pondasi sebelum didirikan kolom di bagian atasnya. Fungsi dari pile cap adalah sebagai penerima beban dari kolom yang akan diteruskan ke pondasi bored pile. Pemasangan pile cap pun bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada di titik pusat pondasi. Dengan akurasi lokasi pembuatan kolom, maka tidak akan terdapat eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban tambahan pada pondasi.
Selain itu, pile cap juga berfungsi untuk menahan gaya geser dari pembebanan yang ada. Pile cap memiliki beberapa variasi bentuk seperti bentuk segitiga dan persegi panjang. Jumlah kolom yang diikat pada tiap pile cap pun berbeda tergantung kebutuhan atas beban yang akan diterimanya. Selain variasi jumlah kolom yang diikat, pile cap juga memiliki variasi jumlah pondasi yang diikat. Terdapat pile cap hanya dengan pondasi tunggal, dua maupun empat buah pondasi yang diikat menjadi satu.
4.3.2.3 Mat Foundation
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
melaksanakannya karena membutuhkan pelaksanaan khusus, sehingga dibutuhkan pengawasan lebih.
Berikut merupakan spesifikasi mix design yang digunakan pada pembuatan mat foundation pada proyek Pondok Indah Residences.
Concrete strength : f = MPa
4.3.3 Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)
Keberadaan dinding penahan tanah (retaining wall) merupakan hal yang wajib dalam pembangunan struktur gedung bertingkat banyak dan memiliki area basement lebih dari dua tingkat. Pembangunan basement yang diawali dengan pelaksanaan galian tanah akan membuat perubahan struktur tanah di sekitarnya. Kemungkinan terburuk yang dapat terjadi adalah keruntuhan tanah di sekitar lokasi galian.
Hal ini tentu sangat berbahaya karena selain membahayakan keberlangsungan dan keselamatan pekerjaan proyek tersebut, hal ini berpengaruh juga pada gedung-gedung lain yang berada di sekitar area galian. Dapat terjadi pergerakan gedung yang menyebabkan pergeseran atau kemiringan ke arah area galian. Pergerakan bangunan dapat dilihat dari adanya retakan yang terjadi pada tanah di sekitar gedung. Bila hal ini telah terjadi, penanganan yang harus dilakukan adalah dengan pembongkaran bangunan tersebut.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Dinding penahan tanah proyek ini terdiri dari dua jenis pile, yaitu pile sekunder dan pile primer. Kedua jenis pile ini memiliki detail dan fungsi yang tidak sama. Pile sekunder memiliki pembesian di dalamnya dan memiliki diameter yang sama dengan pile primer. Pile primer merupakan jenis pile yang tidak memiliki pembesian di dalamnya dan merupakan lokasi pemasangan ground anchor.
Gambar 4.24 Pemasangan Pile Sekunder dan Pile Primer
Pada proyek Pondok Indah Residences terdapat beragam jenis secant pile yang digunakan yaitu:
Tabel 4.10 Tipe-tipe Secant Pile
Denah lokasi pemasangan retaining wall beserta tipe secant pile yang digunakan dapat dilihat di Lampiran.
4.3.4 Ground Anchor
Dalam upaya untuk memberikan dukungan lateral terhadap dinding penahan tanah, pembangunan dinding penahan tanah pada proyek ini juga diikuti dengan pemasangan ground anchor. Ground anchor merupakan elemen yang terdiri atas batang baja atau kabel yang tertanam di dalam tanah yang berfungsi untuk mentransfer beban pada tanah di sekitarnya. Selain digunakan untuk memberikan dukungan lateral pada dinding
No Tipe Diameter (mm) Elevasi Top of Capping Beam Elevasi Tip of Pile Panjang Pile (m)
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
penahan tanah, biasanya ground anchor digunakan untuk stabilisasi lereng yang curam agar tidak terjadi tanah longsor.
Pada pembangunan proyek Pondok Indah Residences ini digunakan ground anchor bertipe temporary ground anchor. Temporary ground anchor merupakan ground anchor yang didesain untuk jangka waktu tertentu dalam pengerjaan sebuah proyek. Temporary ground anchor didesain untuk dapat diangkat kembali jika sudah melebihi masa layan yang direncanakan. Ground anchor berjenis ini digunakan karena adanya perencanaan pembangunan struktur lainnya di sekitar area Pondok Indah Residences. Jika masih terdapat ground anchor yang belum diangkat dan masih tertanam di dalam tanah maka hal tersebut akan menghambat proses pembangunan struktur di sekitarnya. Temporary ground anchor umumnya memerlukan perencanaan yang sangat hati-hati karena jika terjadi kerusakan akan membawa resiko yang sangat besar.
Gambar 4.25 Ground Anchor
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Terdapat enam tipe ground anchor yang digunakan pada proyek ini. Spesifikasi untuk setiap tipe dapat dilihat pada table berikut :
Tabel 4.11 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 1
Tabel 4.12 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 2
Tabel 4.13 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 3 dan 3B
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Tabel 4.15 Spesifikasi Ground Anchor Tipe 6
Keterangan:
FL = Panjang bebas (Free length) BL = Panjang ikatan (Bond length)
Q = Kemiringan pemasangan ground anchor
4.4 Perencanaan Struktur Atas
4.4.1 Pembebanan
Dalam melakukan pendesainan struktur suatu bangunan, terlebih dahulu dilakukan perhitungan pembebanan. Beberapa jenis beban yang diperhitungkan dalam analisis pembebanan ini yaitu beban mati, beban hidup, beban gempa dan beban angin. Berikut ini merupakan pembebanan akibat beban mati dan beban hidup :
Beban Mati dan Beban Hidup
Beban mati adalah beban dengan besar yang konstan dan berada pada posisi yang sama setiap saat. Beban ini terdiri dari berat sendiri struktur dan beban lain yang melekat pada struktur secara permanen. Berat rangka, dinding, lantai, atap, plumbing, dan lain-lain merupakan beberapa contoh dari beban mati. Dalam mendesain, berat beban mati ini harus diperhitungkan untuk digunakan dalam analisa.
Beban hidup (LL) adalah beban yang besar dan posisinya dapat berubah-ubah. Beban hidup yang dapat bergerak dengan tenaganya sendiri disebut beban bergerak, seperti kendaraan dan manusia, sedangkan beban hidup yang dapat dipindahkan antara lain furniture, material dalam gudang, dll.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
a. Pembebanan pada Basement 3 dan Basement 2
Gambar 4.27 Pembebanan pada Basement 3 dan Basement 2
b. Pembebanan pada Basement 1 dan Ground Floor
Gambar 4.28 Pembebanan pada Basement 1 dan Ground Floor
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Gambar 4.29 Pembebanan pada Lantai 2-17
Pembebanan pada Lantai 18, 20, 22, 24, 26, 28,30 dan Lantai 19,21,23,25,27,29
Gambar 4.30 Pembebanan pada Lantai 18, 20, 22, 24, 26, 28,30 dan Lantai 19,21,23,25,27,29
Pembebanan pada Lantai 31 dan Lantai 32
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
d. Pembebanan pada Tower 2
Pembebanan pada Lantai 2 dan Lantai 3
Gambar 4.32 Pembebanan pada Lantai 2 dan Lantai 3
Pembebanan pada Lantai 4-17 dan Lantai 18, 20, 22, 24, 26, 28
Gambar 4.33 Pembebanan pada Lantai 4-17 dan Lantai 18, 20, 22, 24, 26, 28
Pembebanan pada Lantai 19, 21, 23, 25,27, 29 dan Lantai 30
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Pembebanan pada Lantai 31 dan Lantai 32
Gambar 4.35 Pembebanan pada Lantai 31 dan Lantai 32
e. Pembebanan pada Tower 3
Pembebanan pada Lantai 2-22 dan Lantai 23
Gambar 4.36 Pembebanan pada Lantai 2-22 dan Lantai 23
Pembebanan pada Lantai 24
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
Keterangan Warna pada Pembebanan
Berikut ini merupakan keterangan yang menunjukkan besarnya beban pada struktur:
Gambar 4.38 Keterangan Warna pada Pembebanan
4.4.2 Elemen Struktur Atas
a. Drop Panel
Drop panel adalah penebalan pelat di sekitar kepala kolom. Drop panel berfungsi untuk memperkuat pelat terhadap gaya geser, pons, dan lentur. Dengan adanya drop panel, semua beban pada pelat akan didistribusikan langsung ke kolom. Penggunaan sistem drop panel akan memudahkan pekerjaan di lapangan terutama pekerjaan bekisting atau formwork. Pada Pondok Indah Residences, drop panel digunakan di dalam basement mengingat fungsi basement adalah sebagai tempat parkir kendaraan, sehingga dengan mengganti balok dengan drop panel membuat ruangan menjadi lebih tinggi dan ruang gerak kendaraan menjadi lebih leluasa.
b. Kolom
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
dan tekan. Besi merupakan material yang tahan terhadap tarik, sedangkan beton merupakan material yang tahan terhadap tekan. Dalam proyek Pondok Indah Residences, terdapat kolom menerus dan kolom berhenti.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 tulangan kolom juga akan semakin sedikit. Tulangan yang digunakan adalah baja ulir. Sambungan tulangan kolom dilakukan apabila panjang tulangan kolom tidak lagi mencukupi. Sambungan diusahakan terdapat pada posisi dimana kolom menerima gaya momen lebih kecil. Adanya sambungan menyebabkan diperlukan panjang overlap arah longitudinal.
c. Pelat Lantai (Slab)
Pelat lantai adalah lantai yang letaknya tidak berada di atas tanah secara langsung. Pelat lantai merupakan lantai tingkat pembatas antara tingkat yang satu dengan tingkat yang lain. Pelat lantai akan didukung oleh balok-balok yang bertumpu pada kolom-kolom bangunan dan harus bersifat kaku, rata, lurus, dan mempunyai ketinggian yang sama. Ketebalan pelat lantai ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut: Besar lendutan yang diinginkan
Lebar bentang atau jarak antara balok-balok pendukung Bahan konstruksi dan pelat lantai
Beban yang diperhitungkan dalam pelat lantai adalah beban tetap yang bekerja dalam waktu lama, seperti penghuni, perabotan, berat lapis tegel, dan berat sendiri pelat. Beban yang berasal dari luar dan bersifat tidak terduga seperti gempa, angin, dan getaran tidak diperhitungkan.
Pelat lantai memliki beberapa fungsi sebagai berikut : Sebagai pemisah ruang bawah dan ruang atas Sebagai tempat berpijak penghuni di lantai atas
Sebagai tempat menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
d. Balok
Wibi Afifatul Zahro 15012070
Struktur bangunan tinggi untuk apartemen banyak menggunakan gabungan dari struktur shear wall dan core wall. Struktur shear wall adalah unsur pengaku vertikal yang dirancang untuk menahan gaya lateral atau gaya gempa yang bekerja pada bangunan. Dalam konstruksi di lapangan, shear wall ditempatkan di bagian ujung dalam fungsi ruang suatu bangunan atau ditempatkan memanjang di tengah searah tinggi bangunan untuk menahan beban angin ataupun beban gempa yang ditransfer melalui struktur portal atau struktur lantai.
Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098
konstruksi di lapangan, struktur core wall digunakan sebagai struktur ruang lift, shaft atau service duct. Struktur core wall biasa ditempatkan memanjang searah tinggi bangunan.
Gambar 4.39 Desain Core Wall
Gambar 4.40 Desain Shear Wall
f. Link Beam
Link beam adalah salah satu elemen struktur atas yang berfungsi sebagai penguat antar dua struktur vertikal seperti core wall atau shear wall. Desain link beam pada proyek ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 4.41 Desain Link Beam
g. Tangga