Pendekatan Pengkajian
Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yakni data yang berbentuk angka namun didukung pendekatan data kualitatif atau data yang berbentuk kata, skema, dan gambar (Sugiyono 2015) dengan analisis mencakup (1) analisis data deskriptif dan (2) analisis data inferensial. Analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi, sedangkan analisis statistik inferensial adalah regresi linear berganda.
Waktu dan Tempat
Tugas Akhir (TA) ini telah dilaksanakan mulai dari tanggal 15 Maret sampai dengan 15 Juni 2022. Adapun lokasi tugas akhir yaitu di tiga desa, diantaranya Desa Cikandang, Desa Giriawas, dan Desa Mekarsari Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (Purposive) dengan dasar pertimbangan bahwa lokasi tersebut adalah wilayah sentra pertanian dan banyak kelompok tani yang membudidayakan komoditas cabai, serta tergabung dalam kelompok tani.
Kegiatan survey identifikasi masalah, pengumpulan data, dan penyusunan proposal serta seminar proposal tugas akhir telah dilaksanakan pada bulan februari sampai awal maret 2022. Kegiatan pengkajian meliputi pelaksanaan di lapangan, penyusunan laporan hasil, seminar hasil, dan ujian komprehensif. Jadwal pelaksanaan kegiatan pengkajian yang telah dilaksanakan disusun dalam Tabel 1 disertai dengan rincian yang telah dilakukan.
Tabel 1 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Pengkajian Tugas Akhir tahun 2022
No Jenis Kegiatan Waktu Pelaksanaan (Bulan)
1 Penjelasan Umum Kegiatan TA Januari
2 Usulan Judul TA Januari
3. Penyusunan Proposal Februari
4 Seminar Proposal Maret
5. Pelaksanaan Kegiatan Dilapangan Maret-Juni
6. Penyusunan Laporan TA Juni
8. Seminar Hasil Juli
7. Ujian Komprehensif Juli
22
Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2017). Adapun populasi dalam pelaksanaan Tugas Akhir ini adalah petani cabai yang tersebar di Kecamatan Cikajang yaitu khususnya di tiga desa (Cikandang, Giriawas, dan Mekarsari) serta tergabung dalam kelompok tani.
Mengingat bahwasanya obyek yang dikaji sangat luas dan karena keterbatasan dari peneliti maka penentuan populasi hanya pada anggota kelompoktani yang aktif, dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling atau dipilih secara sengaja oleh peneliti (Sugiyono 2010). Populasi penelitian sebagaimana yang tersaji dalam Tabel 2 sebagai berikut
Tabel 2 Populasi Petani
No Desa Kelompok Tani Jumlah Anggota (Orang)
1 Cikandang Yosen
Mukti Jando
23 15
2 Giriawas Giriawas Tani V
Giri Purnama Alam
25 27
3 Mekarsari Fajar Tani 10
Jumlah 100
Sumber: Data Primer diolah 2022
Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa jumlah populasinya adalah 100 orang, selanjutnya dari populasi tersebut perlu dilakukan pengambilan sampel.
Sampel
Sampel merupakan suatu pengamatan dan bagian dari populasi, yang berfungsi untuk mewakili semua populasi. Adapun tahapan dalam menentukan sampel yaitu sebagai berikut.
1. Penentuan Desa.
Desa yang dipilih sebagai sampel merupakan desa yang mayoritas petaninya melakukan usahatani cabai, maka diperoleh Desa Cikandang, Desa Giriawas, dan Desa Mekarsari.
23 2. Penentuan Kelompok Tani.
Kelompok Tani yang dipilih merupakan kelompok tani yang aktif dan melakukan usahatani cabai di lahannya, maka diperoleh kelompok tani Yosen, Mukti Jando, Giriawas Tani V, Giri Purnama Alam, dan Fajar Tani dengan total jumlah anggota terpilihnya sebanyak 100 orang.
3. Penentuan Sampel.
Penentuan dengan kriteria bersedia di wawancara, dapat berkomunikasi dengan baik, dapat membaca dan menulis serta rekomendasi dari penyuluh atau ketua kelompok tani. Jumlah sampel atau responden penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut.
Keterangan:
N : Besaran populasi n : Besaran sampel
e : Presentasi kelonggaran ketidaktelitian (presisi) karena kesalahan pengambilan sampel (10 %)
Sehingga dengan rumus tersebut diperoleh perhitungan untuk mendapatkan jumlah sampel sebanyak:
Perhitungan: n =
= = 50 orang
Selanjutnya untuk mendapatkan sampel dari masing-masing kelompok tani secara proporsional dilakukan dengan menggunakan rumus Rubin and Luck, sebagai berikut.
Keterangan :
ni : Jumlah sampel masing-masing kelompok tani Nk : Jumlah populasi masing-masing kelompok tani N : Jumlah total populasi
n : Jumlah sampel dari populasi
24
Proporsi sebaran sampel dari masing-masing kelompok tani dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3 Jumlah Sampel
No Desa Kelompok
Tani
Populasi (orang)
Proporsional Sampel (dibulatkan)
Jumlah Sampel 1 Cikandang Yosen
Mukti Jando
23 15
23/100 x 50 = 11,5(12)
15/100 x 50 = 7,5 (8) 20
2 Giriawas Giriawas Tani V Giri Purnama Alam
25 27
25/100 x 50= 12,5 (13)
27/100 x 50= 13,5 (14) 27
3 Mekarsari Fajar Tani 10 10/100 x 50= 5 5
Jumlah 52
Sumber: Data diolah 2022
Hasil dari Tabel 3 diperoleh jumlah responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 52 orang anggota kelompok tani.
Data dan Pengumpulan Data
Jenis data penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data untuk mengumpulkan data primer terdapat beberapa cara yaitu melalui wawancara, pengisian kuesioner, pengamatan atau observasi, dan diskusi kelompok. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data sekunder bersumber dari hasil pengkajian, catatan-catatan dan laporan-laporan tertulis.
1. Wawancara
Wawancara adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya-jawab sepihak. Dikatakan sepihak karena dalam wawancara ini responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengajukan pertanyaan, pertanyaan hanya diajukan oleh pengamat.
Wawancara yang akan dilakukan yakni wawancara mendalam (in depth interview) dan menggunakan instrumen kuesioner sebagai pedoman dalam melakukan wawancara.
2. Kuesioner
Instrumen kuesioner yang telah disusun kemudian diuji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu agar dapat diketahui bahwa kuesioner tersebut valid (sah) dan reliabel (dapat dipercaya), kemudian jika kuesioner tersebut sudah diuji validitas dan reliabilitasnya akan dilakukan penyebaran kepada responden yang nantinya data tersebut akan dianalisis.
25 3. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan (observasi) adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis, observasi yang akan dilakukan yakni observasi partisipan atau observasi yang dilakukan oleh pengamat, pengamat memasuki dan mengikuti kegiatan kelompok yang sedang diamati.
Data sekunder diperoleh melalui pencatatan data yang telah tersedia, baik dari penyuluh, pengurus kelompok maupun dari kantor desa, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (Petugas POPT Kecamatan Cikajang)
Kisi-kisi Instrumen Pengkajian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner tertutup atau kuesioner yang telah ada pilihan jawabannya. Instrumen yang digunakan berisi daftar pertanyaan dan pernyataan yang berhubungan dengan indikator kajian yang dikaji. Sebelum dilakukan pengambilan data menggunakan kuesioner pada responden yang sesungguhnya, terlebih dahulu dilakukan uji coba pengisian kuesioner pada responden lain yang mempunyai karakteristik yang sama. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen yang sudah dibuat.
Skala pengukuran pada instrumen menggunakan skala modifikasi likert karena untuk menghindari tendensi jawaban dari responden. Menurut Sugiyono (2019) skala modifikasi likert terdiri dari 4 kriteria. Skala pengukuran menggunakan skala modifikasi likert yang diberi numeric antara 1-4 yang terbagi dalam 4 kategori, yaitu ;
1. Nilai 4: Sangat berperan/sangat menerapkan/sangat menguntungkan/sangat sesuai/sangat mudah/sangat bisa dicoba/sangat bisa diamati/sangat tahu/
sangat setuju/sangat menerima/pernah mencoba diatas 2 kali/sangat menerapkan.
2. Nilai 3: Berperan/menerapkan/menguntungkan/sesuai/mudah/bisa dicoba/
bisa diamati/tahu/setuju/menerima/pernah mencoba 2 kali/menerapkan.
26
3. Nilai 2: Kurang berperan/kurang menguntungkan/kurang sesuai/kurang mudah/kurang bisa dicoba/kurang bisa diamati/kurang tahu/kurang setuju/
kurang menerima/pernah mencoba 1 kali/kurang menerapkan
4. Nilai 1 : Tidak berperan/tidak menguntungkan/tidak sesuai/tidak mudah/
tidak bisa dicoba/tidak bisa diamati/tidak tahu/tidak setuju/tidak menerima/
belum pernah mencoba/tidak menerapkan. Secara rinci variabel, indikator, dan parameter dapat di lihat pada Tabel 4.
Tabel 4 Variabel, Indikator, Parameter, dan Skala Pengukuran
Variabel Indikator Parameter Skala
pengukuran X1.
Karakteristik responden
X1.1 Usia X1.2 Tingkat pendidikan X1.3 Lama usaha tani X1.4 Luas lahan usaha tani
Usia responden (tahun)
Pendidikan terakhir yang telah diselesaikan responden
Pengalaman responden berusahatani (tahun)
Luas lahan yang dimiliki oleh petani (m2)
Skor 1,2,3,4 1 = Skor Terendah 4 = Skor Tertinggi X2.
Faktor Eksternal
X2.1
Peran Penyuluh
X2.2 Intensitas Penyuluhan X2.3 Materi Penyuluhan
Intensitas kunjungan ke lahan kelompok tani
Sebagai fasilitator
Sebagai komunikator
Sebagai motivator
Rutinitas kegiatan penyuluhan
Intensitas pertemuan penyuluh dan petani
Materi sesuai dengan kebutuhan petani
Penyampaian materi yang baik
Skor 1,2,3,4 1 = Skor Terendah 4 = Skor Tertinggi
X3. Agensia Pengendali Hayati
X3.1 Sifat agensia
pengendali hayati
X3.2 Teknis pendekatan dalam pemanfaatan agensia pengendali hayati
X3.3 Peranan petugas POPT
Kemudahan mendapatkan agensia pengendali hayati
Kemudahan pengaplikasian agensia pengendali hayati
Biaya yang digunakan untuk penggunaan agensia pengendali hayati
Keuntungan penggunaan agensia pengendali hayati
Jarak yang ditempuh dari tempat usaha tani dengan sumber agensia pengendali hayati
Teknik membudidayakan agensia pengendali hayati (introduksi, konservasi, augmentasi)
Pemeliharaan agensia pengendali hayati agar tidak punah
Efektifitas penggunaan agensia pengendali hayati
Petugas POPT membantu pengendalian hama penyakit
Kontribusi petugas POPT terhadap usahatani kelompok
Petugas POTP menyampaikan informasi
Petugas POPT memberi saran usahatani
Skor 1,2,3,4 1 = Skor Terendah 4 = Skor Tertinggi
27
Variabel Indikator Parameter Skala
pengukuran Y2. Perilaku
petani dalam penggunaan agensia pengendali hayati Trichoderma Sp
Y1 Pengetahuan
Y2
Keterampilan
Y3 Sikap
Pengetahuan petani terhadap agensia pengendalian hayati
Pengetahuan petani terhadap unsur agensia pengendalian hayati
Pengetahuan petani terhadap metode pengendalian hayati
Pengetahuan petani terhadap pendekatan pemanfaatan agensia pengendali hayati
Pengetahuan petani terhadap keuntungan penggunaan agensia pengendali hayati untuk pertanian berkelanjutan
Keterampilan petani terhadap penerapan agensia pengendali hayati
Keterampilan petani mengembangbiakan agensia pengendali hayati
Keterampilan petani memelihara agensia pengendali hayati
Keterampilan petani membedakan OPT
Keterampilan petani dalam penanggulangan hama penyakit
Keterampilan petani terhadap pemanfaatan agensia pengendali hayati
Sikap petani terhadap manfaat penggunaan agensia pengendali hayati
Sikap petani terhadap keberlangsungan pertanian
Sikap petani dalam kesesuaian penggunaan agensia pengendali hayati
Sikap petani dalam pengaplikasian agensia pengendali hayati
Sikap petani dalam menjaga ekosistem lingkungan agar tetap terjaga dengan penerapan teknologi ramah lingkungan
Skor 1,2,3,4 1 = Skor Terendah 4 = Skor Tertinggi
Pengujian Instrumen
Validitas
Validitas merupakan sebuah pengujian dalam suatu alat ukur dimana alat ukur yang diujikan tersebut harus sesuai dengan peruntukannya yaitu mengukur sesuatu yang hendak diukur. Menentukan jumlah responden dengan rasio minimal 5: 1, yaitu lima responden satu variabel (Hair et al. 2006a). Pengujian instrumen telah dilakukan dengan mengisi kuesioner pada 15 orang diluar sampel yang mempunyai karakteristik mirip dengan karakteristik sampel sementara hasil pengujian diuji validitasnya menggunakan Microsoft Excel 2010.
28
Menurut Ghozali (2011) uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid ketika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Tingkat validitas dapat diukur dengan membandingkat nilai r hitung (correlation item total correlation) dengan r tabel dengan ketentuan degree of freedom (df) = n-2, dimana n adalah jumlah sampel.
Kriteria untuk penilaian uji validitas adalah:
- r hitung > r tabel , maka pernyataan tersebut valid.
- r hitung < r tabel , maka pernyataan tersebut tidak valid.
Hasil uji validitas instrumen yang diolah dengan menggunakan Software Microsoft Excel 2010 menunjukkan bahwa 40 item pertanyaan atau pernyataan dinyatakan valid karena rhitung lebih besar dari 1,771. Hasil pengujian validitas instrumen dapat dilihat pada Lampiran 1.
Reliabilitas
Sebuah scale atau instrumen pengukur data dan data yang dihasilkan reliable atau terpercaya apabila instrumen itu memunculkan hasil yang sama secara konsisten setiap kali dilakukan pengukuran (Ferdinand 2011). Menurut Ghozali (2011) reliabilitas sendiri sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal ketika jawaban responden terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Maka semakin tinggi tingkat reliabilitas suatu alat pengukur maka semakin stabil pula alat pengukur tersebut.
Mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (α), suatu konstruk atau peubah dikatakan reliabel jika semakin tinggi tingkat reliabilitas suatu alat pengukur maka semakin stabil pula alat pengukur tersebut, dan peubah reliabel jika memberikan nilai Conbarch Alpha > 0,60 (Ghozali 2011).
Hasil uji reliabilitas instrumen yang diolah menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha yang diperoleh sebesar 0,959 sehingga dinyatakan reliabel karena nilai koefisien yang diperoleh lebih besar dari 0,60.
Hasil pengujian reliabilitas instrumen dapat dilihat pada Lampiran 1.
29 Analisis Data
Analisis data mencakup (1) analisis data deskriptif dan (2) analisis data statistik inferensial. Pengkajian ini mempunyai dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Pengolahan dan analisis data kuantitatif menggunakan aplikasi Microsoft Excell dan SPSS 26.
Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi, sedangkan analisis statistik inferensial adalah regresi linear berganda. Dalam pengolahan data program yang digunakan untuk mentransformasi data menggunakan program Microsoft Excel 2010. Uji statistik dilakukan dengan uji regresi ganda menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences versi 26. Pengujian statistik diawali dengan pengujian validitas dan reliabilitas data penelitian. Hal ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan dan kehandalan alat pengukur data (kuesioner).
1. Metode deskriptif
Metode deskritif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat, dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Menurut Sugiyono (2019) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.
Perilaku petani dalam penggunaan agaensia hayati dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dengan cara mentabulasikan data kemudian menghitung rata-rata dari total butir pertanyaan pada setiap indikator. Penilaian setiap pertanyaan diperoleh berdasarkan jawaban responden. Hasil rata-rata kemudian dijumlahkan dan dibagi kedalam tiga kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi.
Penghitungan kategori dilakukan melalui kelas interval sebagai berikut:
(Skor Maks x jumlah soal) – (Skor Min x jumlah soal) Kelas Interval =
Kategori Kriteria: -Rendah -Sedang -Tinggi
30 2. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hubungan variabel bebas Karakteristik Responden (X1), Faktor Eksternal (X2), Agensia Pengendali Hayati (X3), terhadap variabel terikat Perilaku (Y).
Persamaan regresi yang dipakai adalah sebagai berikut (Sugiyono 2017):
Y= a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e Keterangan :
Y = Perilaku
b1 = Koefisien regresi dari variabel X1 (Karakteristik Responden) X1 = Karakteristik Responden
b2 = Koefisien regresi dari variabel X2 (Faktor Eksternal) X2 = Faktor Eksternal
B3 = Koefisien regresi dari variabel X3 (Agensia Pengendali Hayati) X3 = Agensia Pengendali Hayati
e = Margin of error
Cara untuk menemukan strategi menggunakan hasil analisis regresi linier berganda dan analisis deskriptif mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi berdasarkan sekala prioritas hasil terendah akan dijadikan acuan untuk melakukan penyuluhan kepada petani.
Data kualitatif digunakan untuk mendukung data kuantitatif dengan menganalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Pertama adalah proses reduksi data dimulai dari proses pemilihan, penyederhanaan, abstraksi, hingga transformasi data hasil wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Tujuan dari reduksi data ini ialah untuk mempertajam, menggolongkan, mengarahkan, dan membuang data yang tidak perlu. Kedua adalah penyajian data yang berupa menyusun segala informasi dan data yang diperoleh menjadi serangkaian kata-kata yang mudah dibaca ke dalam sebuah laporan. Verifikasi adalah langkah terakhir yang merupakan penarikan kesimpulan dari hasil yang telah diolah untuk mendukung data kuantitatif. Analisis data kualitatif disajikan dalam bentuk narasi. Seluruh hasil pengkajian pada akhirnya dituliskan dalam laporan Tugas Akhir (TA).
31