RANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENYULUHAN
4. Metode Penyuluhan
Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan yaitu pendekatan dengan cara diskusi kelompok dan metode ceramah. Diskusi kelompok ini bertujuan untuk bertukar pendapat dan juga pengalaman, antar petani, mahasiswa/i, dan penyuluh. Selanjutnya metode penyuluhan dengan cara demonstrasi melalui pembuatan petak percontohan yaitu bertujuan untuk memberikan gambaran kepada petani bagaimana cara pengaplikasian dan bagaimana hasil yang didapatkan dari penerapan teknologi agensia pengendali hayati Trichoderma sp, khususnya yang telah diterapkan pada petak percontohan tanaman cabai.
58
Pelaksanaan Penyuluhan
Berikut pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan di tiga Desa, untuk rincian lebih jelasnya mengenai pelaksanaan penyuluhan dapat dilihat pada Tabel 25.
Tabel 25 Pelaksanaan Penyuluhan
Kegiatan Penyuluhan
Hari/
Tanggal Tempat Sasaran Media Metode Materi
Penyuluhan Ke- 1
Kamis/
02Juni 2022
Desa Cikandang
Kelompok
Yosen Folder Diskusi kelompok dan Ceramah
Agensia Pengendali
Hayati
Penyuluhan Ke- 2
Kamis/
02Juni 2022
Desa Cikandang
Kelompok
Yosen Leaflet Diskusi kelompok, dan Ceramah
Manfaat Trichoderma
sp Penyuluhan
Ke- 3
Jum’at/
03 Juni 2022
Desa Giriawas
Kelompok Giriawas
Tani V
Folder Diskusi kelompok, dan Ceramah,
Agensia Pengendali
Hayati
Penyuluhan Ke- 4
Jum’at/
03 Juni 2022
Desa Giriawas
Kelompok Giriawas
Tani V
Leaflet Diskusi kelompok dan Ceramah
Manfaat Trichoderma
sp Penyuluhan
Ke- 5
Sabtu/
04 Juni 2022
Desa
Mekarsari Kelompok Fajar Tani
Folder dan Petak Percontohan
Diskusi kelompok, Ceramah, dan
Demonstrasi
Agensia Pengendali
Hayati
Penyuluhan Ke- 6
Sabtu/
04 Juni 2022
Desa
Mekarsari Kelompok Fajar Tani
Leaflet dan Petak Percontohan
Diskusi kelompok, Ceramah, dan
Demonstrasi
Manfaat Trichoderma
sp
Sumber: Data Primer diolah 2022
Penyuluhan dilaksanakan dua kali di masing-masing desa tempat pengkajian, tepatnya di Desa Cikandang, Desa Giriawas, dan Desa Mekarsari.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di tiga kelompok, diantaranya yaitu Kelompok tani Yosen, Kelompok tani Giriawas Tani V, dan Kelompok tani Fajar Tani, materi yang disampaikan mengenai agensia pengendali hayati dan Trichoderma sp. Pelaksanaan penyuluhan dimulai dari Desa Cikandang di Kelompok Tani Yosen pada tanggal 02 juni 2022, dilanjutkan ke Desa Giriawas di Kelompok Tani Giriawas Tani V pada tanggal 03 Juni 2022, dan terakhir di Desa Mekarsari di Kelompok Tani Fajar Tani pada tanggal 04 Juni 2022.
Untuk rician penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan sebanyak enam kali adalah sebagai berikut:
59 1. Penyuluhan Pertama
Kegiatan penyuluhan yang pertama dilaksanakan pada hari kamis 02 Juni 2022 di Desa Cikandang yang bertempat di Kelompok Tani Yosen. Pada pelaksanaan penyuluhan pertama ini didampingi oleh penyuluh wilayah binaan Desa Cikandang. Petani responden di Kelompok Tani Yosen ini yang menghadiri kegiatan penyuluhan sebanyak delapan orang, untuk bukti jelasnya dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian daftar hadir kegiatan penyuluhan satu.
Materi yang di sampaikan yaitu dengan Topik Agensia Pengendali Hayati yang mana materi tersebut menjelaskan kelebihan dan kekurangan agensia pengendali hayati serta pengenalan dasar mengenai Trichoderma sp tergolong sebagai salah satu agensia pengendali hayati. Materi penyuluhan tersebut telah tertuang dalam sinopsis yang dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian sinopsis penyuluhan materi pertama.
Media yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi agar tersampainya informasi dengan jelas yaitu media cetak berupa folder. Media penyuluhan yang di gunakan tersebut dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian media penyuluhan pertama.
Terakhir untuk metode yang dilakukan sehingga mempermudah petani memahami materi penyuluhan atau informasi yang disampaikan tersebut yaitu dengan cara ceramah dan diskusi kelompok.
Respon para petani responden pada saat kegiatan penyuluhan cukup antusias karena penyuluhan mengenai agensia pengendali hayati ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan pengendalian OPT, dimana sekarang ini cara pengendalian OPT yang biasanya menggunakan pestisida kimia menurutnya sudah kurang efektif karena hama dan penyakit sudah resisten. Dan petani responden juga berperan aktif dalam sesi diskusi ditunjukkan dengan pertanyaan yang di diskusikan berkaitan dengan cara penggunaan agensia pengendali hayati dan apa saja jenis agensia pengendali hayati yang dapat digunakan.
60 2. Penyuluhan Kedua
Kegiatan penyuluhan yang kedua dilaksanakan pada hari kamis 02 Juni 2022 di Desa Cikandang yang bertempat di Kelompok Tani Yosen. Pada pelaksanaan penyuluhan kedua ini didampingi oleh penyuluh wilayah binaan Desa Cikandang.
Petani responden di Kelompok Tani Yosen ini yang menghadiri kegiatan penyuluhan sebanyak delapan orang, untuk bukti jelasnya dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian daftar hadir kegiatan penyuluhan dua.
Materi yang di sampaikan yaitu dengan Topik Manfaat Trichoderma sp. yang mana materi tersebut menjelaskan manfaat penggunaan Trichoderma sp pada budidaya tanaman. Materi penyuluhan tersebut telah tertuang dalam sinopsis yang dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian sinopsis penyuluhan materi kedua.
Media yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi agar tersampainya informasi dengan jelas yaitu media cetak berupa leaflet. Media penyuluhan yang di gunakan tersebut dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian media penyuluhan kedua.
Terakhir untuk metode yang dilakukan sehingga mempermudah petani memahami materi penyuluhan atau informasi yang disampaikan tersebut yaitu dengan cara ceramah dan diskusi kelompok.
Respon para petani responden sama seperti kegiatan penyuluhan yang pertama karena sasaran penyuluhan masih dengan petani yang sama yaitu pada saat kegiatan penyuluhan cukup antusias karena penyuluhan mengenai agensia pengendali hayati ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan pengendalian OPT, dimana sekarang ini cara pengendalian OPT yang biasanya menggunakan pestisida kimia menurutnya sudah kurang efektif karena hama dan penyakit sudah resisten. Dan petani responden juga berperan aktif dalam sesi diskusi ditunjukkan dengan pertanyaan yang di diskusikan berkaitan dengan cara penggunaan agensia pengendali hayati, khususnya Trichoderma sp.
Kendala pada pelaksanaan penyuluhan kedua ini yaitu kegiatan penyuluhan yang dilakukan sudah menjelang malam hari, hal tersebut menyebabkan waktu penyuluhan menjadi cukup terbatas.
61 3. Penyuluhan Ketiga
Kegiatan penyuluhan yang ketiga dilaksanakan pada hari jum’at 03 Juni 2022 di Desa Giriawas yang bertempat di Kelompok Giriawas Tani V. Pada pelaksanaan penyuluhan ketiga ini didampingi oleh penyuluh wilayah binaan Desa Giriawas. Petani responden di Kelompok Tani Giriawas Tani V ini yang menghadiri kegiatan penyuluhan sebanyak sembilan orang, untuk bukti jelasnya dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian daftar hadir kegiatan penyuluhan tiga.
Materi yang di sampaikan yaitu dengan Topik Agensia Pengendali Hayati yang mana materi tersebut menjelaskan kelebihan dan kekurangan agensia pengendali hayati serta pengenalan dasar mengenai Trichoderma sp tergolong sebagai salah satu agensia pengendali hayati. Materi penyuluhan tersebut telah tertuang dalam sinopsis yang dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian sinopsis penyuluhan materi pertama.
Media yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi agar tersampainya informasi dengan jelas yaitu media cetak berupa folder. Media penyuluhan yang di gunakan tersebut dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian media penyuluhan pertama.
Terakhir untuk metode yang dilakukan sehingga mempermudah petani memahami materi penyuluhan atau informasi yang disampaikan tersebut yaitu dengan cara ceramah dan diskusi kelompok.
Respon para petani responden pada saat kegiatan penyuluhan cukup antusias petani responden juga berperan aktif ditunjukkan dengan terjadinya diskusi dan saling bertukar informasi, dimana ada salah satu petani responden yang juga telah menggunakan bahan alami pada kegiatan usahataninya. yaitu berupa penggunaan asap cair yang dibuat oleh petani tersebut dengan berbahan dasar dari tempurung kelapa.
62 4. Penyuluhan Keempat
Kegiatan penyuluhan yang keempat dilaksanakan pada hari jum’at 03 Juni 2022 di Desa Giriawas yang bertempat di Kelompok Giriawas Tani V. Pada pelaksanaan penyuluhan keempat ini didampingi oleh penyuluh wilayah binaan Desa Giriawas. Petani responden di Kelompok Tani Giriawas Tani V ini yang menghadiri kegiatan penyuluhan sebanyak sembilan orang, untuk bukti jelasnya dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian daftar hadir kegiatan penyuluhan empat
Materi yang di sampaikan yaitu dengan Topik Manfaat Trichoderma sp. yang mana materi tersebut menjelaskan manfaat penggunaan Trichoderma sp pada budidaya tanaman. Materi penyuluhan tersebut telah tertuang dalam sinopsis yang dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian sinopsis penyuluhan materi kedua.
Media yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi agar tersampainya informasi dengan jelas yaitu media cetak berupa leaflet. Media penyuluhan yang di gunakan tersebut dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian media penyuluhan kedua.
Terakhir untuk metode yang dilakukan sehingga mempermudah petani memahami materi penyuluhan atau informasi yang disampaikan tersebut yaitu dengan cara ceramah dan diskusi kelompok.
Respon para petani responden pada saat kegiatan penyuluhan cukup antusias dilihat dari jumlah petani responden yang mengikuti penyuluhan paling banyak yaitu pada kegiatan penyuluhan ketiga dan keempat ini. Petani responden juga berperan aktif ditunjukkan dengan terjadinya diskusi antara petani, mahasiswi dan penyuluh mengenai cara pembuatan dan penggunaan agensia hayati khususnya Trichoderma sp.
63 5. Penyuluhan Kelima
Kegiatan penyuluhan yang kelima dilaksanakan pada hari sabtu 04 Juni 2022 di Desa Mekarsari yang bertempat di Kelompok Fajar Tani. Pada pelaksanaan penyuluhan kelima ini tidak didampingi oleh penyuluh wilayah binaan Desa Mekarsari, karena penyuluhan dilaksanakan bukan pada hari kerja. Petani responden di Kelompok Tani Fajar Tani V ini yang menghadiri kegiatan penyuluhan sebanyak dua orang, untuk bukti jelasnya dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian daftar hadir kegiatan penyuluhan lima.
Materi yang di sampaikan yaitu dengan Topik Agensia Pengendali Hayati yang mana materi tersebut menjelaskan kelebihan dan kekurangan agensia pengendali hayati serta pengenalan dasar mengenai Trichoderma sp tergolong sebagai salah satu agensia pengendali hayati. Materi penyuluhan tersebut telah tertuang dalam sinopsis yang dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian sinopsis penyuluhan materi pertama.
Media yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi agar tersampainya informasi dengan jelas yaitu media cetak berupa folder. Media penyuluhan yang di gunakan tersebut dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian media penyuluhan pertama.
Terakhir untuk metode yang dilakukan sehingga mempermudah petani memahami materi penyuluhan atau informasi yang disampaikan tersebut yaitu dengan cara ceramah, diskusi kelompok, dan Demonstrasi serta mengajak petani melihat petak percontohan budidaya tanaman cabai dengan penggunaan Trichoderma sp untuk dijadikan sebagai media pembelajaran bagi petani.
Respon para petani responden pada saat kegiatan penyuluhan kurang antusias dilihat dari jumlah petani responden yang mengikuti penyuluhan sedikit.
Meskipun demikian tetap ada diskusi antara petani dan mahasiswi mengenai cara penggunaan agensia pengendali hayati.
64 6. Penyuluhan Keenam
Kegiatan penyuluhan yang keenam dilaksanakan pada hari sabtu 04 Juni 2022 di Desa Mekarsari yang bertempat di Kelompok Fajar Tani. Pada pelaksanaan penyuluhan kelima ini tidak didampingi oleh penyuluh wilayah binaan Desa Mekarsari, karena penyuluhan dilaksanakan bukan pada hari kerja. Petani responden di Kelompok Tani Fajar Tani V ini yang menghadiri kegiatan penyuluhan sebanyak dua orang, untuk bukti jelasnya dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian daftar hadir kegiatan penyuluhan enam.
Materi yang di sampaikan yaitu dengan Topik Manfaat Trichoderma sp. yang mana materi tersebut menjelaskan manfaat penggunaan Trichoderma sp pada budidaya tanaman. Materi penyuluhan tersebut telah tertuang dalam sinopsis yang dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian sinopsis penyuluhan materi kedua.
Media yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi agar tersampainya informasi dengan jelas yaitu media cetak berupa leaflet. Media penyuluhan yang di gunakan tersebut dapat di lihat pada Lampiran 8 Kegiatan Penyuluhan bagian media penyuluhan kedua.
Terakhir untuk metode yang dilakukan sehingga mempermudah petani memahami materi penyuluhan atau informasi yang disampaikan tersebut yaitu dengan cara ceramah, diskusi kelompok, dan Demonstrasi serta mengajak petani melihat petak percontohan budidaya tanaman cabai dengan penggunaan Trichoderma sp untuk dijadikan sebagai media pembelajaran bagi petani.
Respon para petani responden pada saat kegiatan penyuluhan kurang antusias dilihat dari jumlah petani responden yang mengikuti penyuluhan paling sedikit yaitu pada kegiatan penyuluhan kelima dan keenam ini. Hal tersebut memang karena sedikit sekali petani yang aktif di Kelompok Tani Fajar Tani.
65