BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
3. Metode Pembelajaran Penugasan
Suyono dan Hariyanto (2011:19) berpendapat bahwa metode pembelajaran merupakan sistem pembelajaran dengan melibatkan segala proses perencanaan dan prosedur hingga pada tahap cara penilaian yang akan dilaksanakan. Sedangkan menurut Basri dan Rusdiana (2015:116) berpendapat bahwa metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang artinya suatu langkah atau jalan yang dapat ditempuh. Sehingga untuk pengertian metode pembelajaran adalah segala cara ataupun jalan yang ditempuh agar dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sebaik mungkin, serta nantinya seseorang diharapkan mampu mendapatkan hasil belajar yang baik. Kemudian Mufarrokah (2009:80), metode ialah cara-cara yang digunakan guna mencapai tujuan pembelajaran.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan metode pembelajaran merupakan cara-cara yang ditempuh oleh pendidik dalam penyampaian suatu materi pelajaran ataupun ilmu pengetahuan yang sudah
direncanakan serta disusun dalam kegiatan secara nyata agar tujuan dari perencanaan tersebut dapat dicapai dan mendapatkan hasil yang baik.
b. Metode Pembelajaran Penugasan
Menurut Djamarah, et al (2010:85) berpendapat bahwa metode penugasan merupakan kegiatan pembelajaran dengan cara guru memberi tugas kepada siswa, kemudian siswa melakukan kegiatan belajar.
Sedangkan menurut Hamdayama (2014:183), metode penugasan adalah cara-cara untuk menyajikan materi pembelajaran dengan siswa diberikan tugas-tugas untuk dikerjakan sebagai bentuk belajarnya. Sedangkan menurut Majid (2013:208), metode penugasan berbeda dengan pekerjaan rumah, tetapi cakupannya lebih luas dari itu. Tugas-tugas yang diberikan ini akan membuat anak menjadi lebih aktif dalam belajar.
Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan metode resitasi dilakukan dalam rangka untuk merangsang siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar. Metode pembelajaran penugasan ini dapat diberikan secara individu, ataupun kelompok. Dengan adanya penugasan dapat menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baru dalam diri siswa terutama untuk mencari dan menemukan sendiri cara-cara dalam menyelesaikan tugas yang diberikan serta memungkinkan untuk memperoleh hasil pemahaman yang permanen.
c. Tujuan Metode Penugasan
Pemberian tugas dapat diterapkan oleh pendidik karena pelajaran tidak sempat diberikan di kelas, ini merupakan pandangan tradisional.
Tugas ini diberikan dengan tujuan agar siswa dapat mengusahakan secara mandiri mengerjakan tugas yang diberikan di rumah. Terkadang pemberian tugas ini juga bertujuan agar siswa tidak banyak bermain.
Selain itu tujuan diberikannya tugas ini adalah agar rencana pengajaran yang telah ditetapkan dapat di selesaikan secara maksimal.
Hamdayama (2014:185), pemberian tugas dalam kegiatan pembelajaran dikatakan wajar bila memiliki tujuan untuk hal-hal berikut ini:
1) Memperdalam pengertian siswa terhadap pelajaran yang telah diterima
Dengan pemberian tugas guru melakukan pemantauan tentang pemahaman siswa berkaitan dengan materi yang telah diberikan.
Pemberian tugas ini juga dapat memperdalam lagi pemahaman siswa akan materi pelajaran yang dituangkan dalam bentuk tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
2) Melatih siswa ke arah belajar mandiri
Dengan pemberian tugas ini siswa diberikan kesempatan untuk memberikan atau mengekspresikan pemahaman mereka terkait suatu materi pelajaran. Tugas ini menuntut siswa agar menjadi pribadi yang mandiri, karena tugas yang telah di selesaikan akan di pertanggung jawabkan kepada guru.
3) Siswa dapat membagi waktu terluang untuk menyelesaikan tugas Dalam menyelesaikan tugas ini siswa dituntut tepat waktu dalam pengumpulannya. Tugas-tugas dapat dikerjakan setelah kegiatan pembelajaran di kelas berlangsung, sehingga dalam pengerjaannya dapat disesuaikan dengan waktu luang siswa di sela-sela kesibukannya.
4) Melatih siswa untuk menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikan tugas secara mandiri
Dalam mengerjakan tugas-tugas tentu memiliki kesulitan yang berbeda-beda bagi tiap siswa, maka dalam mengerjakan tugas tersebut siswa dapat mencari dan menemukan cara-cara paling tepat dalam menyelesaikan tugasnya secara mandiri.
5) Memperkaya pengalaman-pengalaman di sekolah melalui kegiatan-kegaitan di luar kelas
Selain kegiatan pembelajaran di dalam kelas, siswa juga memiliki kesibukan lain di luar jam sekolah, tentunya guru juga memberikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan setelah kegiatan pembelajaran di kelas berakhir. Tugas yang diberikan guru ini dapat memperkaya pengalaman siswa di luar kelas, karena dalam mengerjakan tugas tersebut, siswa memiliki kebebasan untuk dapat menyelesaikannya, baik mencari sendiri ataupun meminta bantuan orang lain dalam pengerjaan tugas.
Djamarah, et al (2010:85) berpendapat bahwa tujuan pemberian tugas untuk memberikan stimulus pada anak agar lebih aktif dalam belajarnya. Berdasarkan pendapat yang telah diungkapkan maka tujuan pemberian tugas dari guru adalah agar siswa dapat bertanggungjawab atas apa yang telah diberikan kepadanya dan dapat mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya. Tugas ini dapat diberikan secara mandiri ataupun berkelompok, maka dalam menyelesaikan tugas siswa diharapkan dapat bekerjasama dan menjalin kekompakan serta memotivasi siswa untuk mampu memberikan hasil yang terbaik.
Dari definisi tujuan metode pembelajaran penugasan dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan metode ini untuk membuat siswa mau mempelajari sendiri suatu permasalahan atau materi pelajaran dengan cara membaca dan mengerjakan sendiri tugas yang diberikan. Dengan mempelajari dan mengerjakan sendiri tugas ini akan menjadikan siswa merasa bahwa apa yang mereka pelajari dapat berguna dan dapat mereka ingat lebih lama. Dengan demikian hal ini akan memperluas, memperkaya dan memperdalam pengetahuan dan pengalaman mereka dan nantinya dapat berpengaruh dengan hasil belajar siswa tersebut.
d. Langkah-Langkah Metode Penugasan
Majid (2013:209), untuk dapat menerapkan metode penugasan, terdapat tiga langkah perlu diperhatikan dan dilalui oleh pendidik:
1) Fase Pemberian Tugas
a) Mengemukakan tujuan pelaksanaan tugas
Kemudian untuk fase pemberian tugas ini harus dijelaskan secara detail mengenai tujuan apa yang akan dicapai melalui pemberian tugas ini.
b) Menentukan jenis tugas (kelompok/individu)
Jenis tugas yang diberikan juga harus ditentukan dan disampaikan kepada siswa apakah akan bersifat individu atau kelompok.
c) Memberikan penjelasan atau pengarahan tugas
Penjelasan dan pengarahan harus diberikan kepada siswa agar siswa paham apa saja yang harus dia kerjakan.
d) Memberikan petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaan peserta didik
Selanjutnya guru juga dapat memberikan referensi yang digunakan sebagai salah satu acuan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
e) Menentukan batas waktu pelaksanaan
Dalam pemberian tugas ini guru juga wajib menyampaikan batas waktu pengerjaan tugas yang diberikan, agar siswa dapat tepat waktu dalam pengumpulan tugas dan tidak terlambat.
2) Fase Pelaksanaan Tugas
a) Mengadakan bimbingan atau pengawasan dalam pelaksanaan tugas Selama pelaksanaan tugas berlangsung, guru tetap mengawasi dan membimbing siswa dalam pengerjaannya, kegiatan ini dapat dilakukan secara langsung, siswa dapat berkonsultasi dengan guru yang bersangkutan terkait proses pelaksanaan tugas yang sedang dikerjakan.
b) Memberikan motivasi atau dorongan sehingga anak mau bekerja Dalam pelaksanaan guru harus memberikan motivasi kepada siswa agar siswa memiliki kepercayaan diri dan rasa untuk mampu menyelesaikan tugas-tugasnya.
c) Diusahakan atau dikerjakan oleh peserta didik sendiri
Dalam pengerjaan tugas ini siswa harus mengusahakan mengerjakannya sendiri, karena jika dikerjakan oleh orang lain siswa tersebut tidak belajar menghadapi persoalan yang dihadapi.
d) Mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematis Dalam proses pengerjaan tugas tentu siswa wajib mencatat hasil-hasil yang diperoleh, karena hasil ini akan dipertanggungjawabkan sebagai laporan bahwa siswa telah melaksanakan tugas tersebut.
3) Fase Pertanggungjawaban Tugas
a) Pelaporan secara lisan atau tulisan, tindakan atau demonstrasi Dalam pelaporan hasil penugasan ini dapat berupa tulisan maupun lisan, dalam tulisan yaitu semacam makalah, sedangkan lisan bisa dalam kegiatan presentasi.
b) Melaksanakan sesi tanya jawab
Setelah kegiatan pelaksanaan berlangsung, guru dapat mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang menjadi penghambat dan tidak dapat diselesaikan oleh siswa, agar ke depannya lebih baik lagi dan dapat menyelesaikan penugasan dengan baik.
c) Melaksanakan penilaian hasil penugasan
Setelah siswa mengumpulkan laporan hasil pelaksanaan, baik dalam bentul lisan maupun tulisan, maka guru harus melakukan penilaian atas hasil pekerjaan siswa tersebut.
e. Kelebihan dan Kelemahan Metode Penugasan
Djamarah, et al (2010:87) berpendapat bahwa kelebihan dan kelemahan metode penugasan diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Kelebihan Metode Resitasi
a) Merangsang siswa untuk melakukan aktifitas belajar mandiri maupun kelompok.
b) Siswa dapat mengasah kemandirian belajarnya tanpa pengawasan dari guru.
c) Dapat mengasah rasa tanggung jawab dan disiplin siswa.
d) Dapat meningkatkan daya kreatifitas siswa.
2) Kekurangan Metode Resitasi
a) Sulit untuk mengindikasikan siswa mengerjakan sendiri tugas yang diberikan atau dikerjakan oleh orang lain.
b) Khusus untuk tugas kelompok, sering kali hanya anggota tertentu yang mengerjakan tugas tersebut, sedangkan anggota yang lain cenderung pasif dalam mengerjakan tugas.
c) Perbedaan yang dimiliki siswa menyulitkan guru dalam memberikan tugas agar dapat diterima siswa dengan baik.
d) Siswa sering merasa bosan dengan tugas-tugas yang monoton tanpa ada variasi lainnya.
Sedangkan menurut Mufarrokah (2009:96), metode resitasi memiliki kebaikan dan kekurangan sebagai berikut:
1) Kebaikan dari metode resitasi:
a) Pengetahuan yang didapatkan akan lebih meresap dan akan berguna untuk hidup mereka.
b) Dapat mengembangkan sikap keberanian, inisiatif bertanggung jawab dan mandiri.
c) Dengan mengerjakan tugas siswa dapat lebih paham tentang materi pembelajaran dan mendapatkan wawasan yang lebih luas.
d) Tugas dapat membiasakan siswa untuk memecahkan permasalahan yang dia hadapi dengan cara mencari dan mengelola sendiri informasi dan komunikasi.
e) Menambah variasi dalam proses belajar sehingga membuat gairah belajar siswa menjadi meningkat.
2) Kekurangan metode resitasi:
a) Siswa dapat berbuat curang dengan cara menyalin pekerjaan orang lain.
b) Terkadang tugas juga dikerjakan orang lain tanpa sepengetahuan guru.
c) Tugas yang sulit akan mempengaruhi kondisi mental diri siswa.
d) Tugas yang bersifat umum dan tidak memperhatikan perbedaan tiap individu, menjadikan siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan.