PENUNJUKAN LANGSUNG
A. Metode Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Langsung
1. Pengadaan Barang/Jasa melalui penunjukan langsung dilakukan dengan menunjuk langsung 1 (satu) atau lebih Penyedia Barang/Jasa oleh Direksi, Direktur, Kepala Divisi Umum atau pejabat yang berwenang.
2. Pengadaan Barang/Jasa dengan metode Penunjukan Langsung harus dilakukan berdasarkan harga yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan untuk melaksanakannya,
3. Apabila diperlukan dapat dibentuk tim pengadaan barang/jasa.
4. Dalam pelaksanaan pengadaan dengan metode penunjukan langsung, tidak perlu mengumumkan atau menginformasikan rencana pengadaan melalui salah satu media, tetapi cukup melalui surat permintaan penawaran kepada salah satu penyedia barang/jasa.
5. Penunjukan Langsung dapat dilakukan apabila memenuhi minimal salah satu dari persyaratan sebagai berikut:
a. Keadaan tertentu meliputi penanganan darurat yang tidak bisadirencanakan sebelumnya dan waktu penyelesaian pekerjaannya harus segera/tidak dapat ditunda (business critical aset), termasuk akibat bencana alam dan/atau non alam dan/atau bencana sosial, akibat kerusakan sarana/prasarana yang dapat menghentikan kegiatan pelayanan;
b. Barang/Jasa yang dibutuhkan bagi kinerja utama Perusahaan dan tidak dapat ditunda keberadaannya (business critical asset)
c. Barang/Jasa yang spesifik dan hanya dapat dilaksanakan oleh 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa karena 1 (satu) pabrikan, 1 (satu) pemegang hak patent, atau pihak yang telah mendapat ijin dari pemegang hak patent, atau pihak yang menjadi pemenang pelelangan untuk mendapatkan ijin dari pemerintah, seperti pemegang hak atas lokasi strategis papan iklan dan atau baliho.
d. Barang/Jasa yang dimiliki oleh pemegang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau yang memiliki (warranty) dari Original Equipment Manufacture;
e. Barang/Jasa yang bersifat knowledge intensive dimana untuk menggunakan dan memelihara produk tersebut membutuhkan kelangsungan pengetahuan dari Penyedia Barang/Jasa;
PT Jasa Raharja (Persero) |Standar Prosedur Operasi Pengadaan Barang/Jasa 37
f. Barang/Jasa yang merupakan pembelian berulang (repeat order) sepanjang harga yang ditawarkan menguntungkan dengan tidak mengorbankan kualitas barang/jasa.
g. Bila pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sebelumnya dilakukan dengan metode pelelangan/seleksi/pemilihan langsung telah dua kali gagal.
h. Penanganan darurat untuk keamanan, keselamatan masyarakat, dan aset strategis Perusahaan;
i. Pengadaan Barang/Jasa dengan ketentuan untuk keperluan sendiri, dan atau menggunakan teknologi sederhana, dan atau memiliki tingkat risiko kecil, dan atau dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa perorangan dan atau usaha kecil atau koperasi;
j. Barang/Jasa lanjutan yang secara teknis merupakan satu kesatuan yang sifatnya tidak dapat dipecah-pecah dari pekerjaan yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
k. Pengadaan kendaraan bermotor dengan harga yang telah dipublikasikan secara luas.
l. Sewa penginapan/hotel/ruang rapat yang tarifnya terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat;
m. Lanjutan sewa gedung/kantor dan lanjutan sewa ruang terbuka atau tertutup lainnya, lanjutan sewa papan reklame/baliho dengan ketentuan dan tata cara pembayaran serta penyesuaian harga yang dapat dipertanggungjawabkan.
n. Pekerjaan tambahan konstruksi bangunan yang merupakan satu kesatuan sistem konstruksi dan tanggung jawab atas risiko kegagalan bangunan yang secara keseluruhan tidak dapat direncanakan/
diperhitungkan sebelumnya (unforeseen condition), yaitu kondisi yang tidak terduga dan harus segera diatasi dalam konstruksi bangunan.
Misalnya penambahan jumlah atau panjang tiang pancang akibat kondisi tanah yang tidak terduga sebelumnya.
o. Pekerjaan jasa konsultansi di bidang hukum meliputi konsultan hukum/advokat atau pengadaan arbiter yang tidak direncanakan sebelumnya, untuk menghadapi gugatan dan/atau tuntutan hukum dari pihak tertentu kepada perusahaan, yang sifat pelaksanaan pekerjaan dan/atau pembelaannya harus segera dan tidak dapat ditunda.
p. Penyedia Barang/Jasa adalah BUMN, Anak Perusahaan BUMN atau Perusahaan terafiliasi BUMN, sepanjang barang dan/atau jasa yang dibutuhkan merupakan produk atau layanan dari BUMN, Anak Perusahaan BUMN, perusahaan terafiliasi BUMN, dan/atau usaha kecil dan mikro, dan sepanjang kualitas, harga dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan, serta dimungkinkan dalam peraturan sektoral.
PT Jasa Raharja (Persero) |Standar Prosedur Operasi Pengadaan Barang/Jasa 38
6. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam proses penunjukan langsung atas pengadaan pekerjaan konstruksi, jasa konsultansi atau jasa lainnya, adalah sebagai berikut :
a. dilakukan dengan cara menawarkan kepada 1 (satu) pihak penyedia barang/jasa yang memenuhi syarat yang ditetapkan, melalui permintaan teknis dan harga yang dituangkan di dalam surat permintaan penawaran;
Pemberian penjelasan dokumen pengadaan kepada peserta penunjukan langsung dapat dilakukan secara terpisah atau tidak bersamaan atau dilakukan penjelasan langsung pada saat menyampaikan surat permintaan penawaran kepada penyedia barang/jasa
b. Sistem Evaluasi Penunjukan Langsung
1) Sistem Evaluasi Penunjukan Langsung adalah evaluasi pengadaan jasa konsultansi berdasarkan evaluasi penawaran teknis dan biaya terhadap konsultan yang ditunjuk, dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya.
2) Pengadaan jasa konsultansi dengan cara evaluasi penunjukan langsung digunakan untuk pekerjaan jasa konsultansi yang bersifat tunggal atau hanya satu-satunya penyedia jasa konsultansi yang dapat mengerjakan jasa konsultansi spesifik seperti pemegang hak paten, pemegang lisensi yang bersifat tunggal atau memiliki kriteria spesifik yang ditentukan oleh Direksi.
3) Urutan proses Sistem Evaluasi Penunjukan Langsung sebagai berikut :
a) pembukaan penawaran teknis dan harga dilakukan secara sekaligus;
b) dilakukan penelitian terhadap spesifikasi teknis yang ditawarkan;
c) dilakukan kesesuaian penawaran teknis dan penawaran harga;
d) apabila dianggap perlu dilakukan klarifikasi dan negosiasi penawaran harga, meliputi biaya langsung personil, biaya langsung non personil, dan komposisi biaya langsung personil dan atau biaya langsung non personil.
c. Negosiasi dan Klarifikasi harga dilakukan Kepala Divisi Umum/Kepala Cabang menilai bahwa penawaran dari peserta pengadaan dianggap perlu dilakukan negosiasi dan hanya dilakukan kepada peserta pengadaan yang dicalonkan sebagai pemenang dalam pengadaan yang bersangkutan. Apabila dipandang perlu Kepala Divisi Umum/Kepala Cabang dapat melakukan:
1) klarifikasi untuk mendapatkan barang/jasa yang sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen pengadaan atau spesifikasi yang lebih tinggi;
2) negosiasi hanya pada harga total saja;
PT Jasa Raharja (Persero) |Standar Prosedur Operasi Pengadaan Barang/Jasa 39
3) klarifikasi dan negosiasi terutama terhadap harga satuan masing masing item pekerjaan yang harganya lebih tinggi dari harga satuan yang tercantum dalam HPS.
d. Hal hal yang terjadi dalam proses klarifikasi dan negosiasi agar dituangkan dalam berita acara hasil klarifikasi atau negosiasi.