3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan selama ±2 bulan, dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Lokasi penelitian di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Ranah Sako Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci di wilayah binaan KPHP Unit I Kerinci.
Gambar 2. Peta Lokasi HKm Desa Tamiai 3.2 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup pada penelitian ini difokuskan kepada Hutan Kemasyarakatan Ranah Sako dan Anggota Kelompok Tani Hutan Ranah Sako.
3.3 Alat Penelitian
Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis, alat dokumentasi berupa kamera dan alat perekam, serta kuisioner.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Studi pustaka, yaitu pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber, seperti
dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini serta sumber sumber yang berkaitan serta relevan.
18 2. Wawancara, yaitu interview untuk mendapatkan data primer yang dilakukan dengan terarah dimana informan atau responden dipandu diskusi oleh peneliti terkait dengan topik penelitian.
3. Survey, merupakan kegiatan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan kuisioner kepada responden.
3.5 Jenis dan Sumber Data 3.5.1 Data Primer
Data primer diperoleh secara langsung di lapangan dengan melalui wawancara yang dibantu kuesioner dan observasi atau pengamatan langsung terhadap objek penelitian.
3.5.2 Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi atau lembaga terkait yang relevan dengan penelitian ini yaitu keadaan geografis wilayah penelitian. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung (observasi) dan hasil wawancara dari masyarakat terkait. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan instansi terkait penelitian, dan bisa juga didapatkan dari bentuk dokumen dan pdf yang disebar luaskan dan di publikasikan di internet.
19 Adapun jenis data sekunder yang dibutuhkan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 2 berikut :
Tabel 1. Data Sekunder
No. Jenis data Sumber data 1. 1. Peraturan perundang undangan Studi Pustaka terkait
terkait masalah perhutanan sosial dan hutan kemasyarakatan
2. 2. Sejarah wilayah hutan produksi KPHP Kerinci KPHP Kerinci
3. 3. Sejarah terbentuknya KPHP Kerinci kawasan HKm Tamiai
4. 4. Kondisi umum KPHP Kerinci, dinas
lokasi penelitian PMD, Kantor Kepala (kondisi sosial dan ekonomi) Desa, Camat, dll.
5. 5. Program kerja di KPHP Kerinci 6. Hutan kemasyarakatan
Desa Tamiai
7. 6. Data penunjang lainnya Instansi terkait
3.6 Metode Penentuan Responden
Moleong (2010) mendeskripsikan subjek penelitian sebagai informan, yang artinya orang pada latar penelitian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. peneliti mendeskripsikan subjek penelitian sebagai pelaku yang merupakan sasaran pengamatan atau informan pada suatu penelitian yang diadakan oleh peneliti. Penentuan responden pada penelitian ini adalah metode sensus dengan pertimbangan bahwa informan adalah pelaku, baik individu maupun instansi terkait yang ikut serta dalam pengelolaan. Dalam hal ini, responden harus cepat dan tepat dalam memberikan informasi yang diperlukan berdasarkan fokus dan tujuan penelitian. Data yang diambil terkait dengan fakta fakta yang terjadi terkait dengan efektivitas program kerja hutan kemasyarakatan di Desa Tamiai. Apabila jumlah responden kurang
20 dari 100, maka sampel dipilih semuanya sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Sedangkan apabila jumlah responden lebih dari 100 maka sampel diambil 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. (Arikunto, 2012)
Berdasarkan kebutuhan sumber data dalam penelitian ini, peneliti memilih responden antara lain :
Tabel 2. Kategori Responden
No. Kategori Jumlah 1. Anggota KTH Ranah Sako 40 orang Sumber : SK no. 2825/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/5/2018
Populasi di dalam penelitian ini merupakan seluruh masyarakat Desa Tamiai yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Ranah Sako dan ikut serta dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan serta tergabung dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial. Selain itu, untuk melengkapi data penelitian peneliti juga mewawancarai pendamping dan penyuluh Perhutanan Sosial sebagai key informan.
3.7 Metode Analisis Data
Analisis data yang digunakan yaitu gabungan antara analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif merujuk kepada rumusan masalah pertama yaitu menjelaskan terkait dengan program kerja di hutan kemasyarakatan ranah sako dan analisis data kuantitatif merujuk pada rumusan masalah kedua yaitu mengukur efektivitas program kerja di hutan kemasyarakatan. Uraian data dan gambaran informasi yang diperoleh dari hasil wawancara merupakan bagian dari data kualitatif berguna untuk memperkuat hasil dari data kuantitatif berupa kuisioner.
Penggunaan metode analisis pada data ini adalah untuk mengukur pendapat, sikap serta persepsi dari seseorang terhadap suatu fenomena sosial.. Item item instrument yang disusun dari indikator dan dijadikan titik tolak yang dapat berupa pernyataan dan pertanyaan. Pengukuran item isntrumen dapat diukur menggunakan gradasi dari sangat setuju sampai tidak setuju. (Sugiyono, 2017).
21 3.7.1 Analisis Program Kerja
Analisis Program Kerja dapat diukur dari Rencana Kerja Tahunan (RKT) Hutan Kemasyarakatan dan pernyataan yang diberikan responden dari hasil wawancara dan observasi lapangan. Beberapa pernyataan responden kemudian disesuaikan dengan fakta lapangan dan ulas secara rinci terkait topik topik yang merujuk pada program kerja di Hutan Kemasyarakatan Ranah Sako. Jenis program kerja pada rumusan masalah merujuk pada keingin tahuan terhadap apa saja program kerja di hutan kemasyarakatan. Sehingga untuk program kerja sendiri bisa dijabarkan dan dideskripsikan pada bagian hasil dan pembahasan.
3.7.2 Analisis Efektivitas
Analisis data ini dilakukan dengan cara responden memberikan penilaian terhadap masing-masing pernyataan yang telah diberikan oleh peneliti melalui kuisioner. Berdasarkan penilaian tersebut akan diberi skor mulai dari 1, 2, dan 3.
Kemudian skor tesebut dijumlahkan per masing-masing poin pernyataan, sehingga nantinya akan diketahui tingkat efektivitas program kerja di hutan kemasyarakatan Desa Tamiai Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci dan merupakan wilayah binaan UPTD KPHP Unit I Kerinci. Adapun skala tingkat efektivitas dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 3. Skala Tingkat Efektivitas Program Kerja di Hutan Kemasyarakatan
Kategori Kode Skor
Iya YA 3
Sedang SDG 2
Tidak TDK 1
Penilaian dilakukan dengan membandingkan jumlah skor jawaban yang diperoleh dengan nilai skor tertinggi kemudian dikalikan dengan 100% maka akan dihasilkan persentase yang diharapakan (Sugiyono, 2017).
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑠𝑘𝑜𝑟 =jumlah skor yang didapat
Jumlah skor tertinggi x 100%
Setelah menunjukkan jumlah jawaban yang telah dipersentasekan maka untuk mengukur tingkat efektivitasnya dapat dilihat pada Tabel berikut :
22 Tabel 4. Skor Persentase Efektivitas Program Kerja di Hutan Kemasyarakatan
Kriteria Penilaian Skor Persentase
Efektif 66,67% - 100%
Cukup Efektif 33,34% - 66,66%
Tidak Efektif 0% - 33,33%
Sumber : Sugiyono, 2017.
Pernyataan dapat berupa skor yang mana skor bisa dijumlahkan untuk mengetahui efektivitas program kerja di Hutan Kemasyarakatan Ranah Sako Desa Tamiai.
3.8 Validitas Data
Pada penelitian ini validitas atau keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dalam penelitian ini variasi teknik yang digunakan adalah triangulasi sumber data. Triangulasi sumber berarti untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama.
Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur, studi litertur dan observasi yang dilakukan terhadap informan (Sugiyono, 2017).
Langkah-langkah dalam triangulasi sumber yang dilakukan meliputi : 1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan wawancara.
2. Membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang berlainan.
23