Lokasi dan Waktu
Penelitian ini dilakukan pada tiga peternakan bermitra ayam broiler, dan satu peternakan mandiri ayam broiler. Adapun untuk tiga peternak mitra ayam broiler diantaranya peternakan Ibu Lisda di Desa Cibuah, peternakan Bapak Hajiji di Desa Buah Gede, dan peternakan Bapak Marfu di Desa Cisitu Kampung Kalapa Girang Kabupaten Serang Propinsi Banten. Sedangkan untuk peternakan mandiri berada di Desa Sindang Mulya. Pemilihan semua lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa adanya fluktuasi jumlah populasi ternak yang cukup signifikan di daerah tersebut serta tersedianya kondisi lahan yang masih luas sehingga sangat cocok untuk dilakukan usaha peternakan ayam broiler. Beberapa tahun terakhir ini mulai marak perusahaan inti yang menawarkan pola kemitraan kepada para peternak di Kabupaten Serang menyebabkan terbatasnya jumlah peternak mandiri yang membudidayakan ayam broiler sebanyak 5 000 ekor. Pemilihan lokasi untuk peternak bermitra ini dikarenakan ketiga peternak mitra tersebut merupakan peternak mitra ayam broiler yang menjalin kemitraan dengan perusahaan yang sama yaitu PT.Berkah Mitra Sejahtera (BMS). Selain itu jumlah populasi ayam broiler yang dihasilkan cukup banyak serta adanya fluktuasi mortalitas yang cukup bervariasi.
Sedangkan pemilihan lokasi untuk peternakan mandiri dilakukan di Desa Sindang Mulya. Hal ini disebabkan terbatasnya jumlah para peternak mandiri di Kabupaten Serang. Serta banyaknya peternakan yang sudah menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan menyebabkan populasi peternakan mandiri berkurang. Kegiatan pengumpulan data dilakukan selama dua bulan yaitu pada bulan Oktober hingga Desember 2014.
Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, data ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak perusahaan, peternak ayam broiler dan anak kandang. Data primer berisikan tentang teknik pengolahan risiko atau manajemen risiko yang dilakukan oleh perusahaan maupun oleh peternak ayam broiler. Data ini diperoleh dari pemilik peternakan ayam broiler, tenaga kerja (anak kandang), serta teknisi lapang (Tehnical Service/TS) dari perusahaan yang memahami dan mengetahui kondisi peternakan. Data sekunder adalah data yang berasal dari literatur – literatur yang terkait dengan topik penelitian. Data sekunder tersebut dapat diperoleh dari sumber – sumber internal seperti laporan divisi dalam suatu perusahaan, ringkasan produksi dan laporan rekapitulasi hasil pemeliharaan ternak. Data sekunder dari sumber eksternal dapat diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten, Dinas Peternakan Kabupaten Serang, jurnal, buku, skripsi, artikel, database online, Badan Pusat
Statistik (BPS) dan literatur lain yang relevan dengan penelitian. Data – data tersebut berkaitan dengan informasi tentang peternakan ayam broiler di Kabupaten Serang.
Metode Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, kuisioner dan diskusi dengan pihak perusahaan, peternak dan anak kandang. Observasi dilakukan langsung oleh peneliti, dimana peneliti melakukan pencatatan secara langsung tentang kegiatan produksi selama 7 periode produksi dari tahun 2013 hingga tahun 2014 dan risiko yang dihadapi dalam peternakan ayam broiler. Wawancara dilakukan dengan perusahaan yang diwakili oleh adanya seorang teknisi lapang (TS) dari PT.BMS, pemilik masing – masing peternakan dan anak kandang tentang risiko yang biasa muncul atau dihadapi oleh peternakan ayam broiler.
Pada penelitian tentang risiko produksi usaha peternakan ayam broiler ini, pengambilan data dilakukan secara sengaja (purposive) untuk data dari periode 1 hingga periode 6 peneliti menggunakan data yang berasal dari recording perusahaan dengan menggunakan data time series sedangkan untuk 1 periode terakhir peneliti memperoleh data dengan melakukan observasi dan pengamatan selama 1 bulan di lokasi peternakan bermitra. Sedangkan untuk peternak mandiri data tingkat kematian yang diperoleh selama 6 periode terakhir didapatkan dari recording peternak mandiri dan 1 periode terakhir diperoleh dari hasil pengamatan peneliti langsung selama 1 bulan. Untuk pengambilan data berupa harga dari peternak mandiri,karena tidak adanya pembukuan data secara lengkap dari peternak mandiri yang diteliti, maka peneliti mencoba untuk mewawancarai peternak mandiri lain dan menanyakan penjualan harga ayam broiler, pada saat periode peternak mandiri yang diteliti melakukan penjualan. Hal tersebut dilakukan berdasarkan analisis bahwa harga yang diterima oleh satu peternak mandiri sama dengan peternak mandiri yang lainnya.
Kemudian untuk pemilihan responden juga dilakukan dengan pendekatan (purposive) dengan pertimbangan bahwa responden memiliki kapabilitas untuk memberikan data – data yang akurat. Dalam penelitian ini responden yang diambil oleh peneliti dipilih secara subjektif dan objektif, bahwa responden dan lokasi penelitian yang ada sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Responden yang dipilih adalah orang – orang bagian internal perusahaan seperti pemilik peternakan, anak kandang serta teknisi lapangan dari perusahaan inti hal ini disebabkan teknisi lapangan dapat memberikan informasi – informasi dan data – data yang berkaitan dengan kegiatan dan risiko produksi yang dihadapi oleh perusahaan. Sampel yang diambil bertujuan untuk memperoleh suatu kesimpulan dari adanya tujuan penelitian yang dilakukan.
Metode Analisis Data
Jenis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer dan data sekunder yang diperoleh dapat dijadikan sebagai ukuran pada penelitian ini. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data primer dan data sekunder tersebut diolah dengan menggunakan beberapa metode analisis sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian disajikan pada tabel 9.
No. Tujuan Penelitian Jenis Data Sumber Data Metode Analisis 1. Mengidentifikasi sumber-
sumber risiko produksi pada peternakan ayam broiler bermitra dan mandiri di Kabupaten Serang. Data Kualitatif. Kuisioner, Wawancara, Observasi. Analisis deskriptif. 2. Menganalisis kemungkinan terjadinya risiko dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi pada peternakan ayam broiler bermitra dan mandiri di Kabupaten Serang. Data Kuantitatif. Wawancara, Pengamatan di Lapangan, Laporan divisi perusahaan, ringkasan produksi dan laporan rekapitulasi hasil pemeliharaan ternak. Analisis Risiko. 3. Membandingkan kemungkinan risiko produksi yang terjadi antara peternakan bermitra dan mandiri di Kabupaten Serang.
Data Kuantitatif. Wawancara, ringkasan produksi dan rekapitulasi hasil pemeliharaan ternak. Analisis Risiko.
4. Menganalisis alternatif strategi yang tepat untuk mengatasi risiko produksi ayam broiler yang dihadapi oleh peternak bermitra dan mandiri di Kabupaten Serang. Data Kualitatif. Kuisioner, Wawancara, Diskusi. Analisis deskriptif. Tabel 9 Proses pengolahan data
Dalam penelitian mengenai risiko produksi pada usaha peternakan ayam broiler dengan pola kemitraan dan mandiri ini menggunakan pengukuran risiko yang terdiri dari variance, standar deviation, dan coefficient variation. Adanya pengukuran risiko ini bertujuan untuk melihat seberapa besar risiko yang akan dihadapi peternak bermitra dan peternak mandiri pada periode yang akan datang. Kemudian untuk metode analisis pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis risiko. Analisis deskriptif digunakan untuk menjawab tujuan kesatu dan ketiga, yaitu mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi pada peternakan ayam broiler bermitra dan mandiri di Kabupaten Serang serta menganalisis alternatif strategi yang tepat untuk mengatasi risiko produksi ayam broiler yang dihadapi oleh peternak bermitra dan mandiri di Kabupaten Serang. Analisis risiko digunakan untuk menjawab tujuan kedua dan ketiga yaitu menganalisis kemungkinan terjadinya risiko dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi pada peternakan ayam broiler bermitra dan mandiri di Kabupaten Serang serta membandingkan kemungkinan risiko produksi yang terjadi antara peternakan bermitra dan mandiri di Kabupaten Serang. Setelah diketahuinya sumber – sumber risiko yang dihadapi oleh peternak bermitra dan peternak mandiri maka tahap selanjutnya adalah penetapan alternatif startegi pengelolaan risiko yang diterapkan oleh peternak ayam broiler.
Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis sumber – sumber risiko produksi dan menganalisis alternatif strategi pengelolaan risiko yang dapat diterapkan oleh para peternak bermitra di Desa Cibuah,Desa Buah Gede, dan Desa Cisitu Kampung Kalapa Girang serta peternak mandiri di Desa Sindang Mulya Kabupaten Serang. Penentuan awal untuk mengetahui sumber – sumber risiko dilakukan observasi serta melakukan wawancara terhadap responden, kemudian dilakukan penyaringan untuk menentukan sumber – sumber risiko yang akan di analisis. Manajemen risiko yang diterapkan berdasarkan pada hasil penilaian peternak sebagai pengambil keputusan secara subjektif. Identifikasi ini dilakukan agar mengetahui apakah manajemen risiko yang diterapkan sangat efektif untuk meminimalkan risiko. Hal tersebut didasarkan pada tingkat masing – masing risiko yang dihadapi oleh tiga peternakan bermitra ayam broiler dan satu peternakan mandiri di Kabupaten Serang.
Analisis Pengukuran Risiko
Terdapat beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur penyimpangan diantaranya adalah varian (Variance), simpangan baku (Standard Deviation) dan koefisien variasi (Coefficient Variation) (Fariyanti, 2008). Untuk mengetahui risiko yang dihadapi terlebih dahulu menghitung peluang.
Peluang
Peluang dalam menghadapi risiko pada setiap periode bernilai sama dan bila di jumlahkan harus bernilai satu. Pengukuran peluang diperoleh dari banyaknya jumlah peluang kejadian dibagi dengan banyaknya total kejadian. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
P = Keterangan :
P = Peluang
fi = Jumlah peluang kejadian fn = Total kejadian
Expected Return
Expected Return adalah jumlah dari nilai-nilai yang diharapkan terjadi peluang masing-masing dari suatu ketidakpastian. Digunakan untuk mengambil keputusan. Rumus Expected Return dapat dituliskan sebagai berikut :
EŘi = ∑ Keterangan :
EŘi = Expected Return produksi ayam broiler Pij = Peluang dari suatu kejadian 1,2,3…n
Rij = Return (Jumlah produksi dan harga jual buncis mini)
Adapun untuk alat analisis yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana risiko yang dihadapi dalam menjalankan usaha peternakan ayam broiler terhadap pendapatan yang diperoleh peternak adalah sebagai berikut :
1. Variance (Varian)
Pengukuran variance dari return merupakan penjumlahan selisih kuadrat dari return dengan expected return dikalikan dengan peluang dari setiap kejadian. Dari nilai variance dapat dibuktikan bahwa semakin kecil nilai variance maka semakin kecil risiko yang dihadapi dalam melakukan kegiatan usaha. Nilai variance dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut (Elton dan Gruber, 1995) :
= ∑ ( −E )2
Keterangan :
= variance dari return
= Peluang dari suatu kejadian 1,2,3…n = Return
E = Expected Return 2. Standard Deviation (Simpangan Baku)
Standard deviation dapat diukur dari akar kuadrat dari nilai variance. Dari nilai standard deviation ini dapat menunjukkan bahwa semakin kecil nilai standard deviation maka semakin rendah risiko yang dihadapi perusahaan. Sehingga standard deviation dapat digunakan untuk melihat seberapa besar risiko yang dihadapi oleh peternakan ayam broiler. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
Keterangan : = Varian
= Standar Deviasi
3. Coefficient Variation (Koefisien Variasi)
Coefficient variation dapat diukur dari rasio standard deviation dengan return yang diharapkan atau ekspektasi return. Semakin kecil nilai coefficient variation maka semakin rendah risiko yang dihadapi dalam melakukan usaha. Begitupun sebaliknya, semakin besar nilai coefficient variation maka semakin besar risiko yang dihadapi dalam melakukan kegiatan usaha. Koefisien variasi digunakan untuk membandingkan risiko yang dihadapi terhadap return atau pendapatan yang diterima. Secara matematis coefficient variation dapat dituliskan sebagai berikut :
Keterangan :
CV = Coefficient Variation = Standar Deviasi = Ekspektasi Return
Analisis Kemungkinan Terjadinya Risiko
Menurut Kountur (2008), kejadian risiko dapat diukur apabila diketahui kemungkinan terjadinya risiko serta besarnya dampak dari risiko yang terjadi pada perusahaan. Ukuran pertama dari risiko adalah besar kemungkinan terjadi yang mengacu pada besarnya probabilitas risiko yang terajadi. Kemudian metode yang digunakan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya risiko adalah metode nilai standar atau z-score. Metode z-score adalah metode pengukuran risiko atau kejadian yang merugikan akibat hasil yang diperoleh menyimpang dari hasil standar. Z-Score adalah suatu angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu nilai dari rata – ratanya/standarnya pada distribusi normal. Dengan mengetahui Z-Score (nilai z) maka kita dapat mengetahui besarnya kemungkinan suatu ukuran atau suatu nilai yang berada lebih besar atau lebih kecil dari rata – ratanya ataupun standarnya.
Langkah yang dilakukan untuk perhitungan kemungkinan terjadinya risiko menggunakan nilai standar atau z-score pada usaha peternakan ayam broiler ini adalah :
1) Menghitung rata-rata dari setiap kejadian berisiko
Rumus yang digunakan untuk menghitung rata-rata penurunan produksi ayam broiler adalah sebagai berikut :
x = ∑ Keterangan :
x = Nilai rata-rata kejadian berisiko xi = Nilai per periode kejadian berisiko n = Jumlah data
2) Menghitung nilai standar deviasi dari setiap kejadian berisiko
s = √∑ Keterangan :
s = Standar deviasi kejadian berisiko xi = Nilai per periode kejadian berisiko x = Nilai rata-rata kejadian berisiko n = Jumlah data
3) Menghitung nilai Z-Score
Menurut Kountur (2008) Z-Score diperoleh dengan cara berikut :
Dimana :
Z = nilai z (z – score) kejadian berisiko x = Batas risiko yang dianggap masih normal x = Nilai rata – rata x/nilai standar kejadian berisiko s = Standar deviasi kejadian berisiko
Apabila nilai z-score yang dihasilkan bernilai negatif, maka nilai tersebut berada disebelah kiri nilai rata-rata pada kurva distribusi normal, sebaliknya apabila nilai z-score yang dihasilkan bernilai positif, maka nilai tersebut berada di sebelah kanan kurva distribusi z-score (normal).
4) Menentukan kemungkinan terjadinya risiko
Setelah nilai z-score diketahui, selanjutnya dicari kemungkinan terjadinya risiko produksi yang dihasilkan dari Tabel z-score (normal) kemudian dapat diketahui berapa besarnya (persen) kemungkinan terjadinya kejadian merugi pada produksi ayam broiler.
Analisis Dampak Risiko
Dalam pengukuran dampak risiko metode yang paling efektif untuk digunakan adalah VaR (Value at Risk). VaR adalah suatu keadaan kerugian terbesar yang mungkin terjadi pada rentang waktu tertentu dan diprediksi melalui tingkat kepercayaan tertentu. VaR dapat digunakan untuk mengukur dampak risiko apabila terdapat data historis sebelumnya. Analisis ini digunakan untuk mengukur dampak risiko dari usaha peternakan ayam broiler bermitra dan mandiri. Kejadian yang dianggap merugikan pada usaha peternakan ini adalah berupa penurunan produksi akibat dari terjadinya sumber-sumber risiko. Untuk menghitung VaR hal pertama yang dilakukan adalah menghitung jumlah penurunan produksi ayam broiler pada setiap periodenya. Jumlah penurunan tersebut (melebihi batas normal) kemudian dikalikan dengan harga yang terjadi pada saat periode tersebut lalu dikalikan dengan berat rata-rata yang terjadi pada periode tersebut pula. Setelah mendapatkan angka kerugian pada masing-masing periode kemudian angka tersebut ditambahkan dan dihitung rata-ratanya,
kemudian dicari berapa besar nilai standar deviasinya atau penyimpangan. Tahap terakhir menetapkan batas tolenransinya dan mencari nilai VaR.
Menurut Kountur (2008) untuk menghitung nilai VaR dapat digunakan rumus sebagai berikut :
VaR= x + z ( ) Keterangan :
VaR= Dampak kerugian dari kejadian yang berisiko x = Nilai rata-rata kerugian akibat dari kejadian berisiko z = Nilai z dari tabel distribusi normal dengan alfa (α) 5 persen n = Banyaknya kejadian berisiko
s = Nilai standar deviasi
Pemetaan Risiko
Langkah selanjutnya setelah mengetahui nilai kemungkinan terjadinya risiko produksi dan dampaknya adalah melakukan pemetaan risiko untuk mengetahui risiko mana yang harus ditangain terlebih dahulu. Sebelum melakukan pemetaan terlebih dahulu adalah membuat peta risiko (Kountur,2008). Menurut Kountur (2008) peta risiko menggambarkan dua sumbu yaitu sumbu vertikal dan sumbu horizontal. Sumbu vertikal menggambarkan tingkat probabilitas (peluang) terjadinya risiko, dan sumbu horizontal menggambarkan dampak risiko.
Probabilitas (peluang) terjadinya risiko dibagi kedalam dua bagian yaitu kemungkinan besar dan kemungkinan kecil. Begitupun dengan dampak risiko dibagi menjadi dua bagian yaitu dampak besar dan dampak kecil. Batas antara probabilitas atau kemungkinan besar dan kecil ditentukan oleh manajemen. Menurut Kountur (2008) pada umumnya risiko yang mengalami tingkat probabilitas diatas 20 persen dianggap sebagai tingkat probabilitas yang risiko nya besar. Risiko yang memiliki tingkat probabilitas di bawah 20 persen, dianggap sebagai tingkat probabilitas yang risiko nya kecil.
Pada penelitian ini, penentuan batas tengah untuk sumbu vertikal (probabilitas) dan sumbu horizontal (dampak) ditentukan oleh pihak perusahaan berdasarkan pengalaman selama menjalankan usaha peternakan ayam serta berdasarkan rata-rata pada setiap periode produksi. Untuk menempatkan risiko pada peta risiko didasarkan atas perhitungan probabilitas dan dampak risiko (VaR). Untuk mengetahui posisi risiko tersebut dapat dilakukan melalui perhitungan status risiko. Status risiko ini dibuat bertujuan untuk mengurutkan kejadian dari mulai yang berisiko sampai dengan yang paling tidak berisiko. Perhitungan status risiko tersebut adalah sebagai berikut.
Status risiko = Probabilitas x VaR
Penanganan Risiko
Menurut Kountur (2008) terdapat dua alternatif strategi dalam menangani risiko berdasarkan hasil pemetaan risiko, yaitu strategi preventif dan strategi mitigasi. Strategi preventif adalah strategi yang dilakukan untuk memperkecil tingkat probabilitas risiko. Dan strategi mitigasi adalah strategi yang dilakukan untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan oleh risiko.
Strategi preventif dilakukan pada risiko – risiko yang berada di kuadran I dan II. Tujuan dari strategi preventif ini ialah menggeser risiko – risiko yang berada di kuadran I ke kuadran III dan menggeser risiko-risiko yang berada di kuadran II ke kuadran IV (Gambar 6). Dengan demikian tingkat probabilitas risiko yang berada di kuadran I dan kuadran II dapat berada pada batas tingkat probabilitas risiko yang kecil yaitu pada kuadran III dan kuadran IV.
Strategi mitigasi dilakukan pada risiko – risiko yang berada di kuadran II dan IV. Tujuan dari strategi mitigasi ini ialah menggeser risiko – risiko yang berada di kuadran II ke kuadran I dan menggeser risiko – risiko yang berada di kuadran IV ke kuadran III (Gambar 6). Dengan demikian, dampak risiko yang berada di kuadran II dan kuadran IV dapat berada pada batas dampak risiko yang dianggap kecil, yaitu pada kuadran I dan kuadran III.
Probabilitas (%)
Besar
Kecil
Kecil Besar Dampak (Rp)
Sumber : Kountur (2008)
Uji-t
Uji ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan secara nyata antara risiko produksi peternak mitra dan peternak mandiri. Perbedaan antara kedua kondisi tersebut dilakukan dengan cara membandingkan rata-rata kematian pada setiap sumber risiko yang terjadi di setiap periode nya yang dialami oleh peternak mitra dan mandiri. Uji-t ini dilakukan terhadap kasus dua pola peternakan. Kasus dua pola peternakan digunakan untuk menganalisis perbedaan nyata dari risiko produksi yang dialami oleh peternak mitra dan mandiri. Rincian hipotesis dari uji-t ini adalah sebagai berikut :
Ho : Risiko produksi peternak mitra > risiko produksi peternak mandiri Hi : Risiko produksi peternak mitra < risiko produksi peternak mandiri
Kuadran I Kuadran II
Kuadran III Kuadran IV
Uji-t ini dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
- - do t =
√
+ √
Dimana : : Rata – rata kematian peternak mitra per periode : Rata – rata kematian peternak mandiri per periode
: Simpangan baku kematian peternak mitra : Simpangan baku kematian peternak mandiri : Jumlah peternak mitra
: Jumlah peternak mandiri
Setelah dilakukan pengujian terhadap data kematian kedua peternak maka dapat dilakukan pengujian hipotesis. Apabila t hitung > t tabel atau probabilitas < 0.05 maka diambil kesimpulan tolak Ho. Sebaliknya, jika t hitung < t tabel atau probabilitas > 0.05 maka diambil kesimpulan terima Ho.