• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilaksanakan dengan metode survei. Menurut Singarimbun dan Effendi (2008) dalam survei, informasi dikumpulkan dari responden dengan kuesioner. Umumnya pengertian survei dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atau populasi untuk mewakili seluruh populasi. Penelitian survei ini didesain bersifat deskriptif korelasional dengan mengamati peubah-peubah frekuensi membaca, keterdedahan, tingkat pendapatan, dan pendidikan para pembaca dalam adopsi inovasi yang disampaikan oleh Majalah Pertanian Trubus.

Gambaran yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah keadaan sesuai hipotesis penelitian untuk menjelaskan hubungan antarpeubah bebas dan terikat. Dalam penelitian ini peubah bebas terdiri atas (a) sumber, yakni sumber inovasi berupa tingkat pengetahuan terhadap pembaca majalah, (b) pesan, yakni inovasi pertanian meliputi kesesuaian antara inovasi yang dipublikasikan dan yang diinginkan oleh pembaca, kesesuaian antara bentuk penyajian, (c) pembaca majalah pertanian terdiri atas karakteristik individu meliputi umur, pendidikan, dan keterdedahan media massa.

Peubah terikat adalah efektivitas media massa dalam hal ini adalah Majalah Pertanian Trubus sebagai media komunikasi inovasi pertanian yang diukur dari tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan pembaca terhadap inovasi pertanian yang sudah dipublikasikan oleh Majalah Pertanian Trubus. Inovasi pertanian yang dipublikasikan Majalah Trubus dalam satu tahun sebelum kuesioner diedarkan.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan pada para pembaca Majalah Pertanian Trubus yang berdomisili di Jakarta Selatan. Pelanggan langsung adalah konsumen atau pembaca Majalah Trubus yang berlangganan secara langsung dengan membayar biaya berlangganan di muka selama satu tahun atau setengah tahun kepada bagian distribusi

atau pemasaran Majalah Trubus. Waktu penelitian berlangsung pada bulan Maret— November 2011 selama sembilan bulan.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah para pelanggan langsung pembaca Majalah Pertanian Trubus yang berdomisili di Jakarta Selatan. Menurut data bagian Distribusi Majalah Trubus, pada bulan Januari 2011, terdapat 1.320 pelanggan langsung (korespondensi pribadi). Dari jumlah itu, 308 di antaranya berdomisili di Jakarta Selatan. Penarikan sampel berpedoman pada rumus Slovin.

Apabila jumlah populasi (N) mencapai 308 pembaca dan sampling error 10 persen, maka total jumlah sampel adalah 76 pembaca. Menurut Teken (1965) seperti dikutip Singarimbun dan Effendi suatu metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat seperti di bawah ini:

1. Menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti.

2. Dapat menentukan presisi dari hasil penelitian dengan menentukan penyimpangan baku (standar) dari taksiran yang diperoleh.

3. Sederhana hingga mudah dilakukan

4. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya serendah-rendahnya.

Sampel penelitian ditentukan dengan metode acak sederhana (random sampling). Sampel acak sederhana diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Sampel acak sederhana merupakan sampel kesempatan sehingga hasilnya dapat dievaluasi secara objektif. Terpilihnya tetap satuan elementer harus benar-benar berdasarkan faktor kebetulan, bebas dari subjektivitas si peneliti atau subjektivitas orang lain (Singarimbun dan Effendi, 2008).

Keterangan:

N : Ukuran populasi n : Ukuran sampel

e : Persentase kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditoleransi

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, pengumpulan data primer dengan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan kepada para pembaca Majalah Pertanian Trubus yang sudah ditetapkan sebagai sampel. Dalam kuesioner itu juga terhimpun beragam data seperti pendidikan formal, penghasilan keluarga, dan frekuensi membaca Majalah Pertanian Trubus.

Selain pengumpulan data dengan kuesioner, penelitian ini juga diperkuat dengan observasi lapangan. Dalam pengolahan data, jawaban yang diperoleh diberi simbol berupa angka yang disebut kode. Pada pertanyaan tertutup, kode itu sudah ditentukan. Data sekunder dihimpun melalui wawancara terstruktur dan mendalam.

Validitas dan Reliabilitas

Validitas instrumen menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun dan Effendi 2008). Sekiranya penelitian menggunakan kuesioner di dalam pengumpulan data penelitian, maka kuesioner yang disusunnya harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Oleh karena itu agar kuesioner mempunyai validitas yang tinggi, maka daftar pertanyaan dalam kuesioner ini

1. Mendefinisikan secara operasional berbagai konsep yang akan diukur

2. Mempertimbangkan teori dan kenyataan yang diungkapkan pada berbagai pustaka

3. Menyesuaikan isi pertanyaan dengan kondisi responden 4. Berkonsultasi dengan pembimbing

Untuk menguji validitas instrumen penelitian, pengukuran dalam penelitian ini digunakan validitas konstruk, yakni menyusun tolak ukur operasional dari kerangka suatu konsep dengan cara pemahaman atau logika berpikir atas dasar pengetahuan ilmiah dan isi kuesioner disesuaikan dengan konsep dan teori yang dikemukakan oleh para ahli. Jika nilai r Product Moment hitung berada di atas angka kritik r tabel, pada

taraf 5% atau 0,05 yaitu 0,374, maka pernyataan-pernyataan yang tersusun dalam kuesioner dianggap memiliki kesahihan (Singarimbun & Effendi, 2008).

Reliabilitas dipakai untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten bila pengukuran diulangi dua kali atau lebih (Singarimbun dan Effendi, 2008). Penentuan reliabilitas instrumen dengan menguji coba kuesioner kepada para pembaca Majalah Pertanian Trubus yang mempunyai ciri-ciri yang relatif sama. Cara mencari reliabilitas untuk keseluruhan item dengan Cronbach-alpha dengan bantuan SPSS 17.0. Suatu alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi bila alat ukur itu mempunyai sifat kekonsistenan, kestabilan, dan ketepatan jika alat itu digunakan berulang-ulang terhadap suatu gejala yang sama, meskipun dalam waktu berbeda. Pengujian reliabilitas terhadap 30 pembaca Majalah Trubus diperoleh nilai koefisien reliabilitas Cronbach-alpha untuk efek media sebesar 0,826 dan dan tingkat adopsi sebesar 0,802.

Analisis Data

Untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu dengan tingkat adopsi dan efek komunikasi digunakan analisis statistika dengan rumus korelasi rank spearman. Alasan digunakannya metode ini adalah karena data primer dalam penelitian ini merupakan skala ordinal, sehingga diperlukan suatu metode statistik yang dapat menganalisis hubungan di antara dua data yang berskala ordinal.

Koefisien korelasi rank spearman salah satu metode statistik non-parametrik yang cocok karena didasarkan atas pemeringkatan atau jenjang. Data yang dipelajari dapat dibuat peringkat dalam dua rangkaian berturut-turut dan dengan suatu ukuran korelasi rank akan dapat ditetapkan hubungan di antara dua data itu. Selain itu dari semua statistik yang didasarkan atas pemeringkatan, koefisien korelasi rank spearman yang paling awal dikembangkan dan yang paling dikenal baik hingga kini. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan komputer. Data yang sudah terkumpul dengan kuesioner, diedit, diberi kode, kemudian diolah program SPSS versi 17 untuk tabulasi dan analisis data.

Tingkat signifikan yang diambil dalam penelitian ini adalah pada tingkat kepercayaan 90% (= 0,1) dengan derajat bebas n – 2. Nilai rs berada pada selang –1 hingga +1. Semakin mendekati –1 atau +1 artinya korelasi antara kedua variabel semakin erat atau variabel X berpengaruh semakin nyata terhadap variabel Y. Tanda positif dan negatif menggambarkan arah pengaruhnya, tanda positif menunjukkan hubungan searah, sedangkan tanda negatif menunjukkan hubungan yang berlawanan arah.

Definisi Operasional

Beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian yang berjudul Tingkat Adopsi Artikel Topik dan Efek Komunikasi Majalah Pertanian (Kasus Pembaca Trubus di Jakarta Selatan) dibatasi dengan definisi operasional sebagai berikut:

1. Karakteristik individu: Ciri-ciri yang melekat pada pribadi seseorang pembaca majalah pertanian yang berlangganan secara langsung ke penerbit sehingga mereka memperoleh dan membaca majalah setiap edisi terbaru dalam satu tahun terakhir sejak edisi Februari 2010—Januari 2011. Karakteristik individu dipengaruhi oleh lima faktor berikut ini:

i. Umur adalah jumlah tahun sejak responden dilahirkan sampai saat menjadi responden penelitian ini yang dinyatakan dalam satuan tahun. Skala ordinal.

a. Dewasa Awal 17—35 tahun b.Dewasa Akhir 36—45 tahun c. Tua 46—77 tahun

ii. Tingkat Pendidikan adalah tingkat pendidikan formal tertinggi yang diraih oleh responden penelitian pada saat penelitian berlangsung.

a. Tamat SMP atau sederajat b. Tamat SMA atau sederajat c. Diploma

d. Sarjana (Strata 1)

e. Pascasarjana (Strata 2 dan 3).

iii. Pendapatan: jumlah uang yang diterima responden setiap bulan dari pekerjaan atau profesi yang digelutinya dan sumber-sumber lain serta uang yang diterima oleh pasangan responden bagi yang telah menikah.

a. Penghasilan Rendah b. Penghasilan Sedang c. Penghasilan Tinggi d. Penghasilan Sangat Tinggi

iv. Luas lahan adalah luas tanah atau lahan pertanian yang dimiliki atau disewa oleh responden untuk usaha pertanian sampai saat penelitian berlangsung.

a. Lahan Sempit b. Lahan Sedang c. Lahan Luas

v. Status kepemilikan lahan adalah status kepemilikan lahan pertanian yang disandang responden hingga penelitian ini dilakukan.

a. Lahan sendiri b. Lahan sewa

c. Lahan garapan (bagi hasil)

2. Selektivitas adalah keselektifan pembaca dalam memilih artikel topik dalam Majalah Pertanian Trubus satu tahun terakhir. Selektivitas dipengaruhi oleh:

i. Daya tarik pesan terdiri atas tiga kategori yakni akurat, relevan dan ekonomis, yaitu:

a. Akurat adalah bahwa informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi pengguna yang menerima dan memanfaatkan informasi tersebut.

a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

b. Relevan: informasi harus mempunyai relevansi atau manfaat bagi pengguna. Relevansi informasi untuk satu pengguna tertentu dengan yang lainnya berbeda.

a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

c. Ekonomis: informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu d. Sangat tak setuju e. Tidak setuju

ii. Kebutuhan adalah proses untuk mendapatkan informasi yang sesuai kebutuhan dan diinginkan pembaca Majalah Trubus.

Skala ordinal

a. Sangat sesuai dengan kebutuhan b. Sesuai dengan kebutuhan

c. Sangat tidak sesuai dengan kebutuhan d. Tidak sesuai dengan kebutuhan e. Sangat tak sesuai dengan kebutuhan

3. Keterdedahan media adalah aktivitas membaca Majalah Trubus sehingga responden mengalami sedikitnya sejumlah perhatian minimal pada pesan media. Keterdedhan media dipengaruhi oleh frekuensi membaca dan komprehensivitas membaca

i. Frekuensi membaca: tingkat kekerapan responden dalam membaca topik tertentu di Majalah Pertanian Trubus dalam satu tahun terakhir (total 12 edisi).

a. Tinggi: Membaca topik Majalah Trubus 9—12 edisi. b. Sedang: Membaca topik Majalah Trubus 5—8 edisi.

c. Rendah: Membaca topik Majalah Trubus sebanyak 1—4 edisi. ii.Jumlah artikel yang dibaca adalah banyaknya artikel dalam

rangkaian topik setiap edisi yang dibaca oleh pembaca dalam satu tahun terakhir. Pengukuran jumlah artikel yang dibaca:

a. Membaca 5—6 artikel. b. Membaca 3—4 artikel. c. Membaca 1—2 artikel.

4. Efek Komunikasi adalah dampak pada diri pembaca berkaitan dengan pesan media dengan melihat jenis perubahan yang terjadi pada pembaca— penerimaan informasi, perubahan perasaan atau sikap, perubahan perilaku. Efek komunikasi terdiri atas efek kognitif dan efekafektif

i. Efek kognitif merupakan akibat atau dampak pada diri pembaca majalah Trubus yang sifatnya informatif dan menambah pengetahuan bagi dirinya.

a. Pengetahuan Tinggi b. Pengetahuan Rendah

ii.Efek afektif: Sikap pada pembaca Majalah Trubus terhadap objek tertentu yang timbul setelah membaca Rubrik Topik dengan adanya perubahan internal pada diri seseorang dalam bentuk prinsip.

a. Sangat Rendah b. Rendah c. Sedang d. Tinggi e. Sangat Tinggi

5. Tingkat adopsi artikel Rubrik Topik adalah tingkat penerapan dari gagasan, teknologi, atau objek yang dipublikasikan dalam Rubrik Topik Majalah Trubus edisi Februari 2010 sampai Januari 2011 dan dianggap baru oleh para pembaca.

a. Sangat rendah b. Rendah c. Tinggi

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait