Anggota III : Dr. H. Muhizar Muchtar, M.S
1.5 Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yakni
menggambarkan atau mengamati fakta-fakta pisik yang terdapat pada media ornamen yang berada di masjid raya Al-Mashun, dan tidak menggunakan metode
statistik. Analisa dan teknik pengolahan data menggunakan metode deskrispsi
kualitatif. Bagaimana penulis menguraikan data faktuil dalam kaca mata seni rupa
untuk mendapatkan latar belakang konsep ornamen majid Al-Mashun Medan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara serta mencakup sarana lain seperti dokumen, buku, foto dan video. Metode deskriptif kualitatif ini melihat serta menguraikan struktur bentuk-bentuk ornamen serta kandungan makna didalamnya. Menurut Strauss & Corbin, Metode kualitatif dapat digunakan untuk mengungkapkan dan memahami sesuatu di balik fenomena yang sedikit pun belum diketahui atau baru sedikit diketahui (2003 : 5).
Metode di atas digunakan sesuai dengan permasalahan yang dianalisis,
untuk melihat sejumlah ornamen sebagai fenomena makna. Sejauh mana karakteristik ornamen yang berada di masjid Al Mashun setelah berada ditengah-tengah masyarakat heterogen. Hubungan terhadap masyarakat suku Melayu sendiri serta masyarakt kalayak umum sebagai konteks sosial dalam memahami ornamen masjid Al-Mashun.
Qualitative research is an interdisiplinary, transdisiplinary, and
sametimes counterdisiplinary field. It crosscuts the humanities and the social and physical sciences. Qualitative research is many things at the same time. It is multiparadigmatic in focus. Its practinioners are sensitive to the value of the
multimethod approach. They are commited it the naturalistic perspective, and the interpretive understanding of human experience. At the same time, the field is inherently political and shaped by multiple ethical and political positions (Nelson and Grossberg, 1992 : 4)
Penyampaian di atas dapat diartikan secara garis besar bahwa penelitian
kualitatif umumnya melihat aspek manusia di dalam masyarakat atau kelompok. Dan tidak di dalam kelompok peneliti. Nelson dan Grossberg menyampaikan penelitian kualitatif banyak hal yang harus di lihat di dalam fenomena kehidupan manusia, seperti tentang nilai, fungsi sosial serta terkadang politik. Lingkup budaya menjadi intensitas yang paling berarti untuk dapat diketahui sebagaimana proses konteks peristiwa manusia.
Sejalan dengan perkembangan masyarakat dengan
kepentingan-kepentingan sosial yang ada, kehidupan tidak akan lepas dari hal-hal yang menyangkut fungsi serta nilai-nilai yang tumbuh. Pertumbuhan serta fungsi tersebut diperdayakan dalam rangka untuk melangsungkan pertahanan hidup, namun di satu sisi lain ada yang belum semuanya sempurna. Akibatnya muncullah masalah-masalah di tengah-tengah masyarakat. Demikian budaya tersebut bergerak dalam pencapaian keinginan besar membangun sesuatu yang hak. Kehidupan adalah fenomenologis alam, manusia, lingkungan dan alam semesta adalah ikatan yang tidak akan dapat terpisahkan.
Ornamen merupakan citra kinginan yang diciptakan oleh leluhur
sebelumnya untuk kepentingan nilai-nilai tersendiri di tubuh masyarakatnya.
buat bukan sekedar penghias, tetapi sebuah atribut atau pengingat akan adanya ikatan-ikatan manusia dan lingkungannya.
Penulis berusaha memfokuskan penelitian ini dengan harapan tidak meluas
sehingga dikuatirkan dapat mengkaburkan tujuan arah titik temuan yang diharapkan. Rencana penelitian di desain atau di buat rancangan secara ekonomis.
Penelitian lapangan (fiel work) adalah menjadi fokus utama untuk menganalisis
ornamen pada masjid Al-Mashun atau masjid Raya yang berada di wilayah kota
Medan Provinsi Sumatera Utara. Latar belakang keilmuan sarjana yang penulis peroleh, yaitu sarjana seni rupa, maka batasan penelitian ini tentunya di seputar bahasan seni rupa. Namun tentunya ketika kita membicarakan seni sudah tentu dibicarakan pula tentang manusia. Seni tumbuh karena manusia ada. Seni adalah bahagian dari kehidupan manusia. Dengan demikian penulis harus mendapatkan akar hubungan konteks manusia dan seni yang berada didalamnya. Tentunya sesuai permasalahan yang ada pada penelitian ini.
1.5.2 Penelitian Lapangan
Penelitian kebudayaan dan seni dibutuhkan penelitian lapangan (fiel work),
penulis melakukan penelitian ini mengenai analisis karakteristik ornamen masjid
Al-Mashun di Medan. Sehubungan dengan disiplin ilmu budaya yang diikuti yaitu pasca sarjana (S2) Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni di Universitas Sumatera Utara, tepatnya adalah penelitian lapangan.
Setting atau lingkungan riset pada penelitian ini adalah lingkungan
Noncontrived setting atau lingkungan kenyataan ( fiel setting ). Penulis
wawancara. Observasi adalah bagaimana penulis melakukan pengamatan objek secara langsung dengan melihat, menyentuh, mendokumentasikan melalui video dan foto, mencatat. Wawancara dilakukan degan memilih sejumlah informan yang
di pilih penulis sebagai nara sumber (key people) untuk mendapatkan data singkat
sejarah latar belakang penciptaan ornamen masjid Al-Mashun serta tafsir maknanya.
1.5.3 Fokus Penelitian
Adapun fokus penelitian ini adalah pada bentuk-bentuk ornamen serta
kandungan maknanya, diklasipikasikan sesuai konsep dan medianya sebagai berikut :
1. Konsep bentuk dasar ornamen yang telah dideformatif atau berobah dari
bentuk asli alamnya.
2. Konsep bentuk imajinatif yang dikembangkan menjadi bentuk-bentuk baru.
3. Media ornamen serta penempatan letak di salah satu lokasi di masjid
Al-Mashun.
4. Klasipikasi bentuk ornamen (utama atau pendukung).
5. Makna satuan ornamen dan makna keseluruhan ornamen.
1.5.4 Teknik pengumpulan data
Dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara.
Sumber data yang dibugunakan adalah data primer dan data skunder. Data primer adalah data yang diperoleh penulis dari wawancara dan observasi kelapangan. Sedangkan data skunder adalah data yang diperoleh dari pustaka baik teori-teori yang dikemukakan dari buku-buku atau literatur lain yang bersifat tidak langsung.
1.5.4.1 Observasi
Untuk mendapatkan data langsung penulis menggunakan pendekatan
observasi kelapangan dengan melihat langsung objek yang diteliti. Penulis mencatat data yang didapatkan dari pengamatan terhadap ornamen yang berada di masjid Al-Mashun dengan menggunakan variabel-variabel sebagai rencangan pendekatan. Pentingnya metode ini diharapkan untuk mendapatkan sejumlah bagian-bagian penting yang di teliti guna mendapatkan hubungan data dengan wawancara. Berikutnya menggunakan penafsiran-penafsiran atau praduga kesimpulan sementara dengan harapan mendapatkan hasil penelitian yang sebenarnya.
1.5.4.2 Wawancara
Penulis melakukan metode wawancara untuk mendapatkan data dari nara
sumber. Nara sumber di pilih sesuai jumlah yang diklasipikasi penulis agar arah penelitian lebih terfokus. Dengan demikian penulis membuat rancangan berupa konsep yang sebelumnya di susun seperti apa bentuk pertanyaannya dan siapa yang harus menjadi nara sumbernya. Penulis melakukan wawancara terhadap nara
sumber (interview) yakni dengan beberapa orang dari pihak Pengurus Masjid
Al-Mashun, dari sejumlah tokoh adat melayu, partisipan budayawan, dan beberapa orang dari dinas Pemerintah terkait seperti dinas Pariwisata dan dinas Museum Pemko Medan.
Pertanyaan yang terkonsep berhubungan dengan sejarah masjid
mendapatkan alur agar arah penelitian tidak meluas sehingga sasaran yang di teliti manjadi solid.
1.5.5 Teknik analisis data
Teknik analisis data adalah bagaimana perencanaan di mulai dari
pengumpulan data sampai pada pengelompokan data sehingga mempermudah prosedur penelitian. Pengelompokan data dibuatkan kolom-kolom data sebagai catatan perjalanan penelitian seperti apakah nara sumber menjawab sebagaimana yang diharapkan oleh penulis atau bagian-bagian mana yang pantas di ambil dan yang tidak pantas di ambil. Analisis data pada ornamen masjid Al-Mashun Medan dengan tahapan sebagai berikut :
1. Mengumpulkan data berupa gambar foto ornamen masjid Al-Mashun Medan
yang di ambil langsung oleh penulis dilapangan.
2. Mengumpulkan data yang terkait pada suku melayu deli yang berada di sekitar
Medan.
3. Menganalisa terhadap setiap ornamen yang terdapat pada masjid Al-Mashun
Medan.