BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
1. Sifat dan Jenis Penelitian
Rancangan penelitian tesis ini merupakan penelitian yang menggunakan penelitian deskriptif analitis yang menguraikan/memaparkan sekaligus menganalisis tentang kedudukan anak angkat perempuan dalam terhadap harta warisan orang tua angkat di dalam masyarakat etnis Tionghoa. Penelitian ini merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode, sistematika dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan menganalisanya.28 Menggambarkan masalah-masalah hukum dan menganalisa masalah-masalah tersebut, sehingga dapat ditarik kesimpulan.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis empiris dengan didukung oleh penelitian lapangan terhadap etnis Tionghoa khususnya suku Hainan di Kota Medan. Namun demikian, penelitian ini juga didasarkan pada dasar normatif, yaitu penelitian yang mengacu pada norma-norma hukum, yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pijakan normatif, yang berawal dari premis umum kemudian berakhir pada suatu kesimpulan khusus. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan kebenaran-kebenaran baru (suatu tesis) dan kebenaran-kebenaran induk (teoritis).
Pendekatan yuridis empiris disebut demikian karena penelitian ini merupakan penelitian lapangan namun juga tidak terlepas dari data kepustakaan dan dokumen yang ditujukan atau dilakukan hanya pada peraturan perundang-undanagn yang relevan dengan permasalahan yang diteliti atau dengan perkataan lain melihat hukum tidak dari aspek normatif yang kemudian dihubungkan dengan data dan kebiasaan yang hidup di tengah-tengah masyarakat.
2. Lokasi dan Populasi Penelitian
Lokasi Penelitian yang ditentukan adalah di Kota Medan khususnya terhadap Etnis Tionghoa dari suku Hainan dengan populasi penelitian meliputi seluruh warga Etnis Tionghoa dari suku Hainan dan Pengurus Yayasan Laut Selatan Cabang Medan yang merupakan yayasan suku Hainan di Kota Medan dan Pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan. Kemudian dari keseluruhan diambil Populasi beberapa sampel yang dijadikan responden dan informan penelitian seperti Etnis Tionghoa yang mengangkat anak dan para pengurus yayasan suku Hainan di Kota Medan.
3. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
Sumber data utama dari penelitian ini adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum sekunder, bahan hukum primer dan bahan hukum tersier. Data- data hukum sekunder tersebut meliputi berbagai macam sumber baik sumber data tertulis seperti Peraturan Perundang-Undangan, buku-buku ilmiah, dan berbagai macam dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dalam hal seorang peneliti diharapkan dapat mengumpulkan sebanyak mungkin bahan pustaka yang terkait
dengan objek penelitiannya sehingga dapat menambah khasanah dalam menganalisis data dan menyajikan hasil penelitian.
Sumber data berasal dari penelitian kepustakaan (library research) yang diperoleh dari :
1. Bahan hukum primer, yang terdiri dari : a. Peraturan perundang-undangan
b. Teori hukum perkawinan dan keluarga
2. Bahan hukum sekunder, yaitu bahan-bahan yang berkaitan dengan bahan hukum primer, misalnya buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan, tulisan para ahli, makalah, hasil-hasil seminar atau pertemuan ilmiah lainnya yang relevan dengan peneltian ini.
3. Bahan hukum tersier, yaitu bahan-bahan yang bersifat menunjang bahan hukum primer dan sekunder untuk memberikan informasi tentang bahan hukum sekunder, misalnya majalah, surat kabar, kamus hukum, kamus bahasa Indonesia. Selain itu, sebagai data sekunder juga dilakukan penelitian lapangan (field research) dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder yang tidak diperoleh dalam penelitian untuk mendukung analisis permasalahan yang telah dirumuskan.
Dalam penelitian tesis ini dipergunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a. Penelitian kepustakaan (library research)
Pengumpulan data dilakukan dengan cara menghimpun data yang berasal dari kepustakaan, berupa buku-buku atau literatur, jurnal ilmiah, majalah-majalah,
peraturan perundang-undangan yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti serta tulisan-tulisan yang terkait dengan kedudukan anak angkat perempuan dalam terhadap harta warisan orang tua angkatnya dalam masyarakat etnis Tionghoa.
b. Penelitian Lapangan (field research)
Penelitian lapangan ini dimaksudkan untuk memperoleh data primer yang berkaitan dengan materi penelitian yaitu tentang kedudukan anak angkat perempuan dalam terhadap harta warisan orang tua angkat dalam masyarakat etnis Tionghoa.
Penelitian lapangan (field research) dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder yang tidak diperoleh dalam penelitian untuk mendukung analisis permasalahan yang telah dirumuskan. Data sekunder tersebut diperoleh dari wilayah Kota Medan. Metode yang digunakan yaitu wawancara dengan narasumber baik responden maupun informan. Responden yaitu menyatakan responden merupakan pemberi informasi yang diharapkan dapat menjawab semua pertanyaan.29 Informan adalah sumber informasi untuk pengumpulan data. Informan juga dapat didefinisikan sebagai orang yang dianggap mengetahui dan berkompeten dengan masalah objek penelitian.30
4. Alat Pengumpulan Data
Berdasarkan metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, maka alat pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
29Herman Warsito, Pengantar Metodologi Penelitian, Buku Panduan Mahasiswa, PT.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997, hal. 71,
a. Studi Dokumen yaitu dengan meneliti dokumen-dokumen yaitu tentang pengangkatan anak. Dokumen ini merupakan sumber informasi yang penting yang berhubungan dengan kedudukan anak angkat perempuan dalam terhadap harta warisan orang tua angkatnya dalam masyarakat etnis Tionghoa di Kota Medan.
b. Wawancara31 dengan menggunakan pedoman wawancara (interview quide)32. Wawancara dilakukan terhadap responden dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Wawancara ini dilakukan dengan cara terarah maupun wawancara bebas dan mendalam (depth interview).
5. Analisis Data
Metode analisis data digunakan dalam penelitian ini ditujukan untuk menarik kesimpulan dari hasil pembahasan yang sudah terkumpul digunakan metode normatif kualitatif. Normatif, karena penelitian ini bertolak dari peraturan yang ada sebagai normatif hukum positif sedangkan kualitatif, dimaksudkan analisis data yang bertitik tolak pada usaha penemuan asas-asas dan informasi-informasi.
Data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan selanjutnya akan dipilah- pilah guna memperoleh pasal-pasal yang berisi kaedah-kaedah hukum maupun berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan yang mengatur masalah kedudukan anak angkat perempuan terhadap harta warisan etnis Tionghoa, kemudian
31Herman Warsito,Op.Cit,hal 71.
32Ibid, hal. 73. Menyatakan pedoman wawancara yang digunakan pewawancara,
menguraikan masalah penelitian yang biasanya dituangkan dalam bentuk daftar pertanyaan. Isi pertanyaan yang peka dan tidak menghambat jalannya wawancara.
disistematisasikan sehingga menghasilkan suatu klasifikasi yang selaras dengan permasalahan yang ditelaah dalam penelitian ini akan dijawab.33
Walaupun dalam penelitian ini nantinya akan bersinggungan dengan perspektif disiplin ilmu lainnya, namun penelitian ini tetap merupakan penelitian hukum, karena perspektif disiplin lain hanya sekedar alat bantu.34 Dengan demikian, jelaslah bahwa data yang telah terkumpul akan dianalisis secara kualitatif yaitu menafsirkan menganai kedudukan anak angkat perempuan terhadap harta warisan Etnis Tionghoa dari suku Hainan di Kota Medan. Penarikan kesimpulan dilakukan melalui induktif.
33Bambang Sunggono, Metode Penelitian Hukum, Raja Grafindo Persada, Jakarta 2002.
hal.. 24.
34Alvi Syahrin,Pengantar Hukum dan Kebijakan Pembangunan Perumahan dan Pemukiman