• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN Khalayak Sasaran

Dalam dokumen Full Paper Prosiding Senapenmas 2017 (Halaman 47-52)

PENDAMPINGAN SISWA PAKET C DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL DAN PEMILIHAN KARIR

METODE PENELITIAN Khalayak Sasaran

Sasaran kegiatan ini adalah siswa kejar paket C sebanyak 70 orang dan pengajar Paket C sebanyak 20 orang. Namun demikian, pada kenyataannya jumlah siswa yang hadir pada acara seminar ini adalah sebanyak 29 siswa dan 3 orang tutor Paket C.

Pelaksanaan

Guna mengatasi permasalahan-permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis menawarkan solusi berupa program-program yang konkrit dan tepat guna bagi para siswa dan pengajar Paket C, serta bagi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Negeri di Jakarta Barat. Adapun program-program tersebut antara lain, sebagai berikut:

1. Pembicaraan dengan Penanggung jawab dan pengajar di PKBMN, dengan tujuan membicarakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa dan pengajar Paket C dan diskusi mengenai upaya penanganannya.

33

2. Pemberian tes minat dan seminar kepada para siswa Paket C, dengan tujuan memberikan pemahaman tentang karir dan pengambilan keputusan karir yang tepat untuk masa depan yang lebih baik.

Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2017, bertempat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat

HASIL DAN PEMBAHASAN

Seminar ini dihadiri oleh 29 peserta dari siswa paket C. Pembicara seminar, dalam hal ini Ibu Monika dan Ibu Meike Kurniawati, dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, dan dibantu oleh Sdri. Jovita Edlyn yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi Untar angkatan 2015, sekaligus alumni dari Program Paket C di PKBMN. Selain membantu dalam proses administrasi, Jovita juga memberikan motivasi pada para siswa Paket B dan Paket C bahwa siswa program paket juga dapat melanjutkan studi di perguruan tinggi dan dapat sukses di bidangnya.

Hasil dari pembicaraan dengan penanggung jawab dan pengajar di PKBMN, permasalahan utama yang dihadapi para siswa Paket C adalah komitmen mereka untuk mengikuti program ini dengan baik. Para siswa yang tercatat mengikuti program paket C adalah 103 siswa, namun tidak lebih dari 50% yang aktif. Hal ini dikarenakan kesibukan para siswa Paket C tersebut, yang sebagian besar saat ini sudah bekerja.

Berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan pada 56 siswa Paket C di PKBMN tersebut menunjukkan bahwa saat ini mereka masih belum mengetahui secara pasti bakat dan minat yang mereka miliki. Para siswa tersebut memillih Program Paket C karena ingin mendapatkan ijazah SMA supaya kelak dapat memperoleh pekerjaan yang lebih layak. Saat ini sebagian besar dari mereka di sektor informal, dengan latar belakang keluarga yang juga bekerja di sektor informal.

Dari hasil Tes Minat Holland tampak bahwa area minat para siswa Paket C cukup beragam. Dari minat yang beragam ini, para siswa diarahkan untuk dapat mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang minatnya, misalnya siswa yang memiliki minat di area conventional dapat diarahkan ke pekerjaan yang sifatnya klerikal seperti pekerjaan administrasi. Dengan demikian, untuk selanjutnya, dapat diberikan pelatihan mengenai pengenalan program Microsoft office bagi para siswa ini supaya dapat memiliki ketrampilan yang lebih mumpuni di bidang administrasi.

Pada saat selesai seminar, penulis melakukan diskusi dan tanya jawab dengan para siswa mengenai materi yang dijelaskan. Para siswa tampak antusias bertanya tentang bakat dan minat diri mereka apakah sesuai dengan pekerjaan ingin mereka tekuni nantinya. Setelah berdiskusi

34

dengan para siswa, penulis menyimpulkan bahwa setelah memperoleh informasi ini para siswa menjadi bersemangat untuk mencari alternatif pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Hal ini berarti para siswa sudah siap melanjutkan langkah pengambilan keputusan karir yang berikutnya setelah memperoleh informasi, yaitu langkah mencari alternatif karir/pekerjaan ynag ingin ditekuni.

Target dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini memang baru sampai tahap memperoleh informasi karir. Namun demikian, melihat respon positif dari para siswa Paket C, maka untuk program selanjutnya, dapat melanjutkan langkah pengambilan keputusan karir yang berikutnya yaitu membuat alternatif, memahami konsekuensi dari tiap alternatif, dan mampu membuat perencanaan ke depan.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan dengan memberikan angket pada para siswa Paket C, diperoleh informasi bahwa para peserta seminar merasa bahwa informasi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi perencanaan karir mereka selanjutnya. Para peserta memberikan masukan agar dapat diberikan langkah-langkah praktis untuk dapat menentukan pilihan pekerjaan yang tepat untuk mereka dan agar mereka cepat mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minat mereka.

Pimpinan PKBMN yang membawahi program paket B dan C, Bapak Sudarta S.Sos menyatakan bahwa program ini sangat baik untuk memotivasi para peserta untuk mempersiapkan masa depan. Selain itu, adanya kegiatan seminar dari luar PKBMN membuat para peserta menjadi bersemangat karena adanya suasana baru dalam belajar. Bapak Sudarta S.Sos, juga mengatakan bahwa Fakultas Psikologi – UNTAR adalah fakultas pertama dan universitas pertama yang menjalin kerjasama dengan PKBMN khususnya untuk program paket B dan C.

Selain itu, kehadiran Sdri Jovita Edlyn, mahasiswa Fak. Psikologi UNTAR yang juga merupakan alumni dari program paket C memberikan nilai lebih dari pelaksanaan PKM karena menjadi role model bagi peserta yang lain. Oleh sebab itu, diharapkan adanya kerjasama berkelanjutan dengan khalayak sasaran peserta kejar paket. Dengan demikian peserta menjadi termotivasi dalam belajar dan mempersiapkan masa depan.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Program Paket C biasanya diperuntukkan bagi siswa yang putus sekolah atau tidak sempat mengecap pendidikan formal SMA karena berbagai alasan. Seperti hal siswa SMA pada umumnya, siswa Paket C juga sudah mulai memikirkan pengambilan keputusan karir yang akan

35

mereka lakukan setelah lulus dari Paket C nantinya. Pemberian materi tentang karir, langkah- langkah pengambilan keputusan karir, pemahaman mengenai bakat dan minat diri, dirasakan sangat bermanfaat bagi para siswa Paket C. Setelah mengetahui bakat dan minatnya, para siswa paket C sudah mulai berpikir mengenai beberapa alternatif pilihan karir yang akan mereka jalani di masa yang akan datang. Langkah-langkah ini merupakan langkah lanjutan dari proses pengambilan keputusan karir, setelah para siswa ini memahami informasi mengenai dirinya dan mengenai karir yang ingin ditekuninya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seminar ini telah memberikan informasi yang bermanfaat bagi para siswa Paket C untuk dapat melakukan perencanaan karir pada masa yang akan datang,

Saran

Kegiatan semacam ini sebaiknya terus berjalan secara rutin, agar kerja sama yang baik dapat tetap terjalin, serta ilmu psikologi dapat diterapkan di masyarakat luas yang membutuhkan. Kerja sama dengan PKBMN ini sudah berjalan lebih dari 5 tahun, namun selama ini lebih sering diberikan di PAUD. Fakultas Psikologi UNTAR merupakan institusi yang pertama dan secara rutin memberikan kegiatan PKM di PKBMN. Selain itu, kehadiran Sdri Jovita Edlyn, mahasiswa Fak. Psikologi UNTAR yang juga merupakan alumni dari program paket C dapat memotivasi dan menjadi role model peserta. Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa seperti ini dapat memberikan peran penting pada kesuksesan acara.

DAFTAR PUSTAKA

Capuzzi, D. & Stauffer, M.D. (2006). Career counseling: foundations, perspectives, and applications. Boston: Pearson Education

Dacey, J.S & Lennon, K.M. (1999). Understanding creativity. San Fransisco: Josey – Bass Flannery, M.E., (2010). Top eight challenges teachers face this school year. Diunduh tanggal 20

Oktober 2015 dari http//www: neatoday.org/2010/09/13

Gati, I. (2013). Advances in career decision making. In Walsh, W. B. (Ed.), Savickas, M. L. (Ed.), & Hartung, P (Ed.), Handbook of vocational psychology: Theory, research, and practice.

London: Routledge. Retrieved fromhttps://books.google.com/books?isbn=1136500006. Gysbers, N.C., Heppner, M.J., Johnston, J,A. (2009). Career counseling: context, processes, and

techniques. Alexandria, VA: American Counseling Association.

Isaacson L.E.& Brown, D. (1993). Career information, career counseling, career development.

36

Kusmayadi, I. (2011). Membongkar kecerdasan anak: Mendeteksi bakat dan potensi anak sejak dini. Jakarta: Gudang Ilmu

Munandar, S.U. (1997). Strategi pengembangan keberbakatan & kreativitas. Jakarta: Grassindo. Negara,C.S., Prihantono, F.X.S., & Sinambela. F.S. (2000). Analisa Faktor-faktor Pembentuk

Kreativitas pada Tim Kreatif Biro Iklan di Surabaya. Anima, 15 (3), 280 – 292.

Niles, S.G. & Bowlsbey, J.H. (2009). Career development interventions in the 21st century. Upper

Saddle River, New Jersey: Pearson Education Piirto, J. (2009). Gifted and talented. Texas: Prufrock Press

Priyatna, Andri. (2013). Pahami gaya belajar anak. Jakarta: Elex Media Komputindo Santrock, J.W. (1999). Lifespan development. Boston : Mc.Graw Hill

Sarafino (1999). Health psychology. Boston : McGraw – Hill

37

JEMBATAN AKSES JALAN RAYA MENUJU POLIKLINIK DESA DAN

Dalam dokumen Full Paper Prosiding Senapenmas 2017 (Halaman 47-52)