KABUPATEN SEMARANG
TAKDIR “Menciptakan apa
yang dapat
91
Siklus 4-D ini lah yang akan digunakan oleh Tim Fasilitator untuk menerapkan metode
Appreciative Inquiry pada kegiatan pengabdian pada masyarakat di Dusun Cuntel.
“Cuntel Pelangi” sebagai Topik Afirmatif
Pemilihan topik yang cermat dan penuh pertimbangan, dan inspiratif sangatlah penting, karena hal itu menentukan arah proses perubahan dan meletakan landasan kerja bagi pembelajaran organisasi/komunitas. Dusun Cuntel adalah salah satu jalur pendakian menuju gunung Merbabu yang sudah terkenal di kalangan para pendaki gunung di Indonesia (terutama di Pulau Jawa). Sayangnya Cuntel sebagai salah satu jalur pendakian menuju Gunung Merbabu belum berhasil mencuri perhatian para pendaki gunung untuk melihat potensi lainnya yang ada di Dusun Cuntel antara lain pertanian organik, kuliner dari sumber pertanian organik, Bukit Harapan Cuntel (lokasi untuk swafoto) serta kekerabatan dan kerukunan antar umat beragama di Dusun Cuntel yang sudah terjalin sejak lama dan membuka ruang untuk Live In di rumah-rumah warga yang ada Dusun Cuntel. Dari pengalaman ini lah para peserta Pengabdian kepada Masyarakat sepakat untuk
memilih “Cuntel Pelangi” sebagai topik afirmatif dengan harapan menjadikan Cuntel sebagai pelangi yang menarik perhatian wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke Dusun Cuntel dan tidak sekadar hanya menjadikan Cuntel sebagai Basecamp menuju Gunung Merbabu.
2. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pendekatan Appreciative Inquiry yang digunakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat PusAPDem
UKSW telah berhasil mewujudkan beberapa “impian” dari perwakilan masyarakat Dusun Cuntel
yang dapat digambarkan sebagai berikut: Pertama, terumuskannya Gambar Visi Dusun Cuntel Tahun 2017 – 2027 yang dinamakan dengan Cuntel Pelangi. Kedua, Gambar Visi “Cuntel Pelangi 2017-2027” dapat dijabarkan ke dalam beberapa impian sebagai berikut:
- Menjadikan Dusun Cuntel sebagai Dusun Agrowisata dengan pertanian organik sebagai unggulan utama.
- Memperbaiki kolam pemandian cuntel/air terjun cuntel dan kemudian diberi nama Air Terjun Cuntel Pelangi
- Membangun kios untuk usaha kuliner dan souvernir yang dikelola oleh warga Dusun Cuntel.
- “Menghidupkan” kembali Ritual Adat di Dusun Cuntel sebagai salah satu daya tarik wisata.
- Memperkenalkan situs budaya di Cuntel seperti Watu Jaran dan lain-lain beserta mitosnya sebagai salah satu daya tarik wisata,
- Pelebaran jalan utama di Cuntel dan membangun “Gapura Selama Datang di Cuntel” yang
layak/menarik perhatian.
- Menghadirkan sinyal telepon seluler di Cuntel baik dari Telkomsel maupun Indosat.
- Menyelenggarakan Festival Tahunan Lampion Cuntel Pelangi.
- Penataan Air yang merata dan adil di Cuntel
- Tetap merawat kerukunan dan kekerabatan lintas agama yang ada di Cuntel
92
- Penyediaan tempat sampah
- Kereta gantung di Cuntel sebagai salah satu daya tarik wisata.
- Online Marketing untuk memperkenalkan/mempromosikan Dusun Cuntel melalui internet.
- Kelembagaan untuk mengelola Visi Cuntel Pelangi 2017-2027 yang bernaung di bawah Pemerintah Dusun Cuntel
- Keterlibatan PusAPDem UKSW sebagai lembaga mitra untuk mewujudkan Visi Cuntel Pelangi 2017-2027.
Seluruh “impian” dari masyarakat Dusun Cuntel (Visi Cuntel Pelangi 2017-2027) dikelola oleh Masyarakat Dusun Cuntel melalui Komunitas Cuntel Pelangi yang pengurusnya terdiri dari perwakilan tokoh agama, tokoh pemerintahan dusun, tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh perempuan dan PusAPDem UKSW sebagai lembaga mitra dari Komunitas Cuntel Pelangi. Beberapa perubahan terkait dengan Visi Cuntel Pelangi 2017-2027 diantaranya adalah:
Gambar 7. Gapura Dusun Cuntel (tambahan lampu warna-warni betuliskan Cuntel), Foto, 9 Oktober 2017
93
Gambar 7 dan Gambar 8 (bandingkan dengan Gambar 2) adalah salah satu bukti nyata dari keberhasilan penerapan metode/pendekatan Appreciative Inquiry di mana masyarakat Dusun Cuntel sudah mulai berbenah/memperindah dusun mereka dengan penuh warna-warni sebagai sebuah spirit baru mewujudkan Dusun Cuntel sebagai Dusun Agrowisata di Desa Kopeng.
3. KESIMPULAN
Appreciative Inquiry adalah sebuah pendekatan yang memandang manusia dan organisasi pada kondisi yang terbaik, sebagai pijakan untuk meraih setiap impian bersama! Salah satu bukti nyata dari pendekatan Appreciative Inquiry adalah terbentuknya Komunitas Cuntel Pelangi yang dikelola oleh masyarakat Dusun Cuntel untuk mengawal Visi Dusun Cuntel yaitu Cuntel Pelangi 2017-2027 dan menjadikan PusAPDem UKSW sebagai lembaga mitra. Oleh karena itu sudah saatnya Appreciative Inquiry dipertimbangkan sebagai metode/pendekatan untuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh perguruan tinggi di Indonesia terutama dalam menunjang pengembangan ekonomi kreatif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan metode/pendekatan Appreciative Inquiry.
Ucapan Terima Kasih
Tim Pengabdian kepada Masyarakat PusAPDem UKSW perlu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Dusun Cuntel beserta seluruh masyarakat Dusun Cuntel yang telah berkenan menjadi tuan dan nyonya rumah yang baik untuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PusAPDem UKSW hingga terbentuknya Komunitas Cuntel Pelangi. Kami juga patut menyampaikan terima kasih kepada Dr. Yulianto, S.E.,M.Si (Mantan Dosen Fakultas Pascasarjana Interdisiplin UKSW) yang pertama kali memperkenalkan kepada kami Dusun Cuntel di kaki Gunung Merbabu dan Yesaya Sandang, S.H.,M.Hum (Dosen Program Studi DIV Destinasi Pariwisata-Fakultas Teknologi Informasi UKSW) yang ikut serta menjadi fasilitator tamu dalam kegiatan PusAPDem di Dusun Cuntel. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pembantu Rektor V UKSW bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Biro Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (BP3M) UKSW yang telah memberi kesempatan dan dukungan dana untuk pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PusAPDem UKSW di Dusun Cuntel.
REFERENSI
Badriyah, Lailatul (2009) Strategi Pengembangan Kawasan Desa Wisata Adenium dalam Menunjang Pembangunan Perekonomian Masyarakat Pedesaan (Studi Tentang Korelasi Pariwisata dan Agribisnis). Skripsi. Malang: Universitas Brawijaya. http://repository.ub.ac.id/18074/
Lestari, Susi (2009) Pengembangan Desa Wisata Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat, Studi di Desa Wisata Kembang Arum, Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri
Sunan Kalijaga http://digilib.uin-
suka.ac.id/4374/1/BAB%20I%2CV%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
Mujanah, Siti. Tri Ratnawati, Sri Andayani (2016). Strategi Pengembangan Desa Wisata di Kawasan Hinterland Gunung Bromo Jawa Timur. Jurnal Hasil Penelitian LPPM Untag Surabaya. Vol 01 No. 1 Februari 2016.
Susanto, Edris. (2016). Legenda Terjadinya Dusun Cuntel. Cuntel: Pemerintah Dusun Cuntel (tidak dipublikasikan).
94
Susanto, Edris, (2016). Mengenal Lebih Dekat Dengan Dusun Cuntel. Cuntel: Pemerintah Dusun Cuntel (tidak dipublikasikan).
Whitney Diana & Amanda Trosten-Bloom, (2007). The Power of Appreciative Inquiry. Yogyakarta: B-First.
Zakaria, Faris. (2014). Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Jurnal Teknik POMITS Vol. 3 No. 2 (2014) http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/7292
95