• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilakukan pada usaha pengolahan ubi jalar menjadi tepung yang ada di wilayah Bogor, tepatnya usaha tersebut dilakukan oleh Kelompok Tani Hurip yang berlokasi di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan selama tiga bulan, yang dimulai dari bulan Februari 2013 sampai dengan April 2013. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purpossive). Hal tersebut dikarenakan Desa Cikarawang merupakan salah satu wilayah sentra produksi ubi jalar, dan salah satu yang mengolah ubi jalar menjadi tepung di daerah Bogor.

Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang didapatkan dari hasil observasi langsung di Kelompok Tani Hurip (KTH), sedang data sekunder adalah data yang dapat digunakan sebagai pendukung pada penelitian dan dapat berasal dari data yang ada sebelumnya. Data sekunder yang digunakan didapat dari berbagai sumber, diantaranya dari literatur-literatur yang relevan dengan penelitian, dapat bersumber dari instansi-instansi terkait, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Departemen Pertanian, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor. Selain itu juga data sekunder didapatkan dari buku-buku, majalah pertanian, jurnal, penelitian-penelitian terdahulu dan penelusuran internet dan media lainnya yang dapat membantu dalam ketersediaan data.

Metode Pengolahan Data dan Analisis Data

Metode pengolahan data dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dapat digunakan dalam menggambarkan secara umum tentang KTH, usaha dari tepung ubi jalar yang dijalankan oleh KTH. Metode kuantitatif dapat digunakan dalam menganalisis biaya-biaya, titik impas, Marginal Income Ratio (MIR), Margin Of Safety (MOS), analisis profitabilitas dari hasil perkalian MIR dan MOS, dan Hayami untuk menganalisis nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan tepung ubi jalar.

Analisis Biaya Produksi

Pelaku usaha pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari usaha yang dijalankannya. Keuntungan yang dihasilkan dari usaha tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satunya adalah biaya. Biaya yang dianalisis pada usaha tepung ubi jalar ini menyangkut seluruh biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya tersebut adalah biaya bahan baku, tenaga kerja,

biaya variabel. Perhitungan biaya menjadi penting dalam suatu usaha, karena penentuan harga jual dan volume produksi dapat dilihat dari besaran biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi sebuah produk. Perhitungan total biaya produksi dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

Total biaya produksi = biaya tetap + biaya variabel

Selain itu biaya penyusutan yang termasuk dalam biaya tetap yang terdapat pada peralatan produksi tepung ubi jalar juga dihitung. Persentase penyusutan per tahun dihitung terlebih dahulu kemudian dikalikan dengan biaya peralatan produksi untuk mendapatkan hasil dari biaya penyusutan setiap tahunnya.

a) Rumus yang dapat digunakan dalam menghitung persentase penyusutan per tahun adalah :

% penyusutan per tahun =

b) Biaya penyusutan per tahun dapat dihitung dengan rumus :

% penyusutan per tahun x biaya Analisis Titik Impas

Analisis titik impas dapat menunjukkan pada posisi mana perusahaan tidak rugi atau untung. Penentuan titik impas (break even) dapat menggunakan persamaan matematis sebagai berikut :

a. Titik impas dalam unit BE dalam unit (Q) =

b. Titik impas dalam rupiah

Titik impas dalam rupiah dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

 Penjualan BE =

Penjualan BE yang dimaksudkan adalah penjualan pada tingkat breakeven, atau penjualan yang tidak menghasilkan laba, tetapi juga tidak rugi. Syarat dalam perhitungan break even ini adalah harus diketahui besarnya biaya tetap dan presentase biaya variabel dari penjualan.

Analisis Profitabilitas

Analisis profitabilitas dapat digunakan untuk melihat kemampuan suatu usaha, khususnya usaha tepung ubi jalar KTH dalam menghasilkan laba. Profitabilitas didapatkan dari hasil perkalian Margin Of Safety (MOS) dan

Marginal Income Ratio (MIR). Adapun rumus yang digunakan untuk mendapatkan nilai profitabilitas, yaitu sebagai berikut :

MOS (%) =

x 100 %

MIR (%) =

x 100%

Keterangan :

MOS = Margin Of Safety, artinya batas minimum penurunan volume penjualan agar perusahaan tidak rugi atau hubungan selisih antara tingkat penjualan tertentu dengan tingkat break even. MIR = Marginal Income Ratio, merupakan hasil bagi laba kontribusi

dengan hasil penjualan, dimana laba kontribusi adalah kelebihan pendapatan penjualan di atas biaya variabel.

Margin Laba = Keuntungan (rasio laba penjualan), yaitu persentase laba dari penjualan.

TVC = Total Biaya Variabel

Π = Profitabilitas usaha

Analisis Nilai Tambah

Pengolahan dari ubi jalar menjadi tepung ubi jalar dapat memberikan nilai tambah pada komoditi tersebut. Metode yang digunakan untuk menganalisis nilai tambah yaitu metode Hayami et all. Adapun perhitungan nilai tambah dengan metode Hayami yang dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Analisis nilai tambah metode Hayami et all

No Variabel Nilai

Output, Input, dan Harga

1. Output yang dihasilkan (kg/hari) a

2. Bahan baku yang digunakan (kg/hari) b

3. Tenaga kerja (jam/hari) c

4. Faktor konversi (1/2) d = a/b

5. Koefisiensi tenaga kerja (3/2) e = c/b

6. Harga output (Rp/kg) f

7. Upah rata-rata tenaga kerja (Rp/jam) g Pendapatan dan keuntungan

8. Harga bahan baku (Rp/kg bahan baku) h

9. Sumbangan input lain (Rp/kg) i

10 Nilai output (4 x 6) (Rp/kg) j = d x f

11. a. Nilai tambah (10-9-8) (Rp/kg) k = j – h - i

b. Rasio nilai tambah ((11a/10) x 100%) l (%) = (k/j) x 100% 12. a. Imbalan tenaga kerja (5 x 7) (Rp) m = e x g

b. Bagian tenaga kerja ((12a/11a) x 100%) n (%) = (m/k) x 100%

13. a. Keuntungan (11a – 12a) (Rp) o = k - m

b. Tingkat keuntungan ((13a/11a) x 100%) p (%) = (o/k) x 100%

14. Margin (10 - 8) (Rp) q = j - h

a. Pendapatan tenaga kerja ((12a/14) x 100%) r (%) = (m/q) x 100% b. Sumbangan input lain ((9/14) x 100%) s (%) = (i/q) x 100% c. Keuntungan perusahaan ((13a/14) x 100%) t (%) = (o/q) x 100% Sumber : Hayami et. al (1987)

Berdasarkan Tabel 4, yaitu metode Hayami et al yang digunakan untuk analisis nilai tambah. Komponen yang ada di dalam tabel tersebut diantaranya adalah komponen output, input, dan harga serta komponen pendapatan dan keuntungan. Faktor konversi dalam tabel menunjukkan banyaknya produk yang dihasilkan dari penggunaan per satu kilogram bahan baku. Koefisien tenaga kerja, menunjukkan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengolah satu satuan input. Nilai output, menunjukkan nilai produk yang dihasilkan dari satu satuan input. Sumbangan input lain merupakan nilai dari input selain bahan baku utama.

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Dokumen terkait