• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.2 Metode Penelitian

Tabel 3.1 rancangan perlakuan kajian

Kode Keterangan

P0 AB Mix

P1 AB Mix + Asam Amino 2,5%

P2 AB Mix + Asam Amino 5%

P3 AB Mix + Asam Amino 7,5%

Keterangan : P0 = AB Mix, P1 =AB Mix + Asam Amino 2,5%, P2 = AB Mix + Asam Amino 5%, P3 = AB Mix + Asam Amino 7,5%

Menurut Hanifah (2019), rumus penentuan jumlah ulangan adalah sebagai berikut :

(t-1) (r-1) > 15 Keterangan :

t : Treatment / Perlakuan r : Replikasi / Ulangan

Berdasarkan hasil perhitungan diatas didapatkan 6 ulangan disetiap perlakuan. Dengan Jumlah populasi perlakuan tanaman yang yang dibutuhkan adalah 24. Denah rancangan percobaan dapat dilahat pada gambar 3.1

Gambar 3.1 Denah Perlakuan

3.2.3 Pelaksanaan Kajian

1. Periapan Instalasi Hidroponik

Tempat penanaman tanaman selada kriting dilakukan pada instalasi hidroponik dengan menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique) dengan pipa PVC diameter 2,5” dan panjang 4 meter dan lubang tanam 20.

2. Persemaian Tanaman Selada Kriting

Persemaian dilakukan dengan menggunakan media rockwool. Media rockwool dipilih karena bahan yang mudah didapat dan juga mudah untuk

digunakan, rockwool sendiri berbahan dasar organic jadi aman untuk digunakan. Adapun cara persemaian menggunakan rockwool adalah sebagai berikut :

1. Rockwool dipotong dengan ukuran 2 cm x 2 cm dengan ketebalan 2 cm, kemudian diletakkan di tray perkecambahan

2. Benih direndam di air hangat dengan suhu 400C dengan waktu kurang lebih selama 20 menit

3. Benih dimasukkan satu benih setiap lubang tanam pada rockwool.

Kedalaman penanaman menggunakan rockwool adalah ±1 cm 4. Perawatan pada persemaian dilakukan dengan menyiramkan air

menggunakan sprayer dan lokasi yang digunakan tidak terpapar matahari secara langsung atau didalam greenhouse selama menjelang pindah tanam.

3. Penanaman Tanaman Selada Kriting

Penanaman dilakukan dengan cara memindahkan bibit tanaman selada kriting yang telah berumur 14 hari setelah semai, pemindahan bibit dilakukan dengan pemindahan bibit dari tray persemaian ke masing-masing netpot yang telah disiapkan.

4. Pemberian Nutrisi Tanaman Selada Kriting

Pemberian nutrisi dilakukan dengan menggunakan bahan AB Mix dan juga Asam Amino, pada penelitian ini digunakan 4 perlakuan. Perlakuan kontrol atau P0 dengan menggunakan AB Mix, perlakuan satu atau P1 menggunakan AB Mix dan Asam Amino 2,5%, perlakuan dua atau P2 menggunakan AB Mix dan Asam Amino 5%, perlakuan tiga atau P3 menggunakan AB Mix dan Asam Amino 7,5%. AB mix merupakan nutrisi yang digunakan dalam budidaya hidroponik yang terdapat 16 unsur guna menunjang dalam proses pertumbuhan tanaman. Asam Amino adalah protein yang sudah dipecah melalui proses metabolisme menjadi molekul-molekul kecil sebagai bahan dasar untuk proses biosintesis. Asam Amino

diberikan pada tanaman selada kriting dengan cara di semprotkan pada batang dan daun setiap 3 hari.

5. Pemeliharaan Tanaman Selada Kriting

Pemeliharaan tanaman selada kriting secara hidroponik adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengganti tanaman yang rusak atau mati dengan tanaman baru dengan usia tanam yang sama

6. Pemanenan Tanaman Selada Kriting

Pemanen tanaman selada kriting adalah masa dimana tanaman selada kriting dalam waktu yang siap untuk dipasarkan dan dikonsumsi. Selada kriting siap dipanen setelah umur 40 HST (Hari Setelah Tanam). Proses panen haru dilakukan dengan cepat, karena selada kriting adalah salah satu tanaman sayuran yang dikonsumsi daunnya sehingga kualitas kadar air daun harus tetap terjaga.

3.2.4 Parameter Pengamatan

Parameter pengamatan tentang Pengaruh Berbagai Konsentrasi Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada Kriting (Lactuca Sativa l.) Secara Hidroponik yang diamati sebagai berikut :

a. Tinggi tanaman

Pengukuran tinggi tanaman selada kriting (Lactuca Sativa l.) dilakukan pada 7 HST dengan waktu 7 hari sekali. Tanaman diukur dari batang bawah sampai dengan daun tertinggi menggunakan penggaris dengan satuan centimeter (cm).

b. Diameter batang

Pengamatan diameter batang adalah pengamatan lebar tanaman pada satuan tanaman selada kriting dan dihitung dalam satuan cm. Pengamatan diameter batang diamati dalam 7 hari sekali.

c. Jumlah daun tanaman selada

Pengamatan jumlah daun tanaman selada kriting dengan menghitung jumlah dau terbentuk. Pengamatan jumlah daun diamati selama 7 hari sekali.

3.2.5 Definisi Operasional

• Rockwool adalah media tanam yang berasal dari batuan yang dipanaskan kemudian dibentuk secara sentrifugal hingga berbentuk serat kapas. Rockwool di beli di Rindang Hidroponik.

• Benih selada yang digunakan yakni benih dengan varietas Junction RZ.

• AB mix adalah nutrisi yang digunakan dalam budidaya hidroponi yang terdiri dari 16 unsur hara. Nutrisi ini dapat dibeli di toko pertanian atau toko hidroponik.

Nutrisi AB mix yang digunakan adalah AB mix Hikmah Farm (khusus tanaman sayur).

• Tinggi tanaman dilakukan pengamatan setiap tujuh hari sekali dan satuan yang digunakan centimeter (cm) yang diukur menggunakan penggaris mulai dari pangkal batang hingga daun tertinggi.

• Diameter batang tanaman diamati setiap tujuh hari sekali dengan satuan cm.

• Jumlah daun tanaman selada kriting dilakukan pengamatan selama tujuh hari sekali dengan menghitung jumlah daun terbentuk.

• Keuntungan adalah selisih dari total pendapatan dengan total biaya

• Biaya variabel adalah Biaya yang jangka penggunaannya habis dalam satu kali masa produksi

• Biaya tetap adalah Biaya yang jangka penggunaannya tidak habis dalam satu kali produksi dalam usahatani

• Total Biaya adalah Biaya yang dikeluarkan selama proses produksi hingga menjadi sebuah produksi

• Biaya penerimaan Merupakan biaya yang didapat dari perkalian antara jumlah produksi (hasil panen) dengan harga jual

3.2.6 Analisa Data

a. Analisa Data Hasil Kajian

Data yang diperoleh dari hasil analisis akan di uji menggunakan analisis of varians (Annova) dengan taraf nyata sebesar 5%. Apabila terdapat beda

nyata kemudian akan dilanjutkan kembali dengan menggunakan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf nyata sebesar 5%.

b. Analisa Data Keuntungan Usahatani

Perhitungan terhadap tingkat keuntungan usahatani selada kriting secara hidroponik dilakukan dengan mengetahui selisih antara total penerimaan (TR) dengan total biaya (TC). Adapun rumus analisis pendapatan usahatani jagung adalah sebagai berikut :

Π= TR – TC Keterangan :

Π = Profit

TR = Total Revenue (Total Penerimaan) TC = Total Cost (Total Biaya)

Biaya Total (Total Cost(TC)) merupakan keseluruhan biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi. Adapun Rumus untuk mengetahui Biaya Total (TC) adalah :

TC = FC + VC

TC = Total Cost (Total Biaya) FC = Fixed Cost (Biaya Tetap) VC = Variable Cost (Biaya variabel)

Biaya tetap yang dibutuhkan dalam proses produksi merupakan biaya yang tidak akan bertambah atau berubah seiring dengan bertambahnya jumlah produksi.

Umumnya, biaya tetap ini meliputi biaya sewa lahan serta biaya peralatan.

Sedangkan biaya variable merupakan biaya yang mengalami perubahan secara proposional seiring bertambahnya jumlah (volume) produksi. Umunya biaya variable ini meliputi biaya bahan-bahan produksi, seperti biaya tenaga kerja, benih, kebutuhan pupuk, pestisida, serta kebutuhan produksi lainnya.

Untuk mengetahui penerimaan (Total Revenue (TR)) yang merupakan penerimaan total yang didapatkan dari hasil penjualan pokok. Dan adapun rumus untung mengetahui total penerimaan adalah sebagai berikut :

TR = P . Q

Keterangan :

TR = Total Revenue (Total Penerimaan ) P = Price (Harga)

Q = Quantity (Jumlah Produksi)

Dokumen terkait