• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN NILAI-NILAI EKOLOGIS MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK

Dalam bab sebelumnya, penulis telah memaparkan penjelasan mengenai nilai-nilai ekologis melalui Pendidikan Agama Katolik. Pada bab ini, penulis akan menguraikan metode penelitian yang meliputi: latar belakang penelitian, tujuan penelitian, jenis penelitian, desain penelitian, teknik pengumpulan data, responden penelitian, tempat dan waktu penelitian, fokus penelitian, instrumen penelitian, teknik analisis data dan teknik keabsahan data.

A. Latar Belakang Penelitian

Manusia dan alam merupakan makhluk ciptaan yang saling membutuhkan. Keduanya saling berinteraksi dan menciptakan keharmonisan di dalamnya. Namun dalam kenyataan, manusia cenderung merusak alam seperti menebang pohon, membakar hutan, memproduksi dan membuang sampah secara tidak bertanggung jawab, dll. Hal ini terjadi karena manusia masih memandang dirinya sebagai pusat ciptaan dan alam semata-mata sebagai objek (Sony Keraf, 2010:79). Kerusakan alam, yang disebabkan oleh perilaku manusia ini, berdampak pada keutuhan kehidupan manusia dan ciptaan lainnya. Oleh karena itu, untuk memulihkan kembali keutuhan ciptaan, diperlukan pendekatan-pendekatan yang dapat membantu manusia agar menjadi sadar dan peduli pada lingkungan hidup. Pendidikan ekologis menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian kepada peserta didik dalam memelihara dan melestarikan lingkungan sekitar (Esti Sumarah, 2019:32).

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik melakukan penelitian di sekolah SMA Stella Duce I Yogyakarta. Sekolah SMA Stella Duce 1 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah Katolik yang menerapkan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui KPKC (Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan). Penulis ingin mendapatkan gambaran sejauh mana nilai-nilai ekologis diimpelementasikan melalui Pendidikan Agama Katolik dan memberi dampak positif bagi peserta didik kelas XII.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi nilai-nilai ekologis dan dampaknya bagi peserta didik kelas XII SMA Stella Duce 1 Yogyakarta melalui Pendidikan Agama Katolik.

C. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dan memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian melalui perilaku, persepsi, dan motivasi. Dalam penelitian kualitatif, data yang diperoleh dari subjek akan dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa (Moleong, 2012: 6).

Selanjutnya Moleong menyampaikan pendapat Bogdan dan Taylor (2012: 4) bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Data tersebut berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek atau perilaku yang diamati. Melalui penelitian ini, penulis akan menggali dan mengumpulkan informasi dari subjek yang diteliti yakni kelas XII SMA Stella Duce 1 Yogyakarta dan mendeskripsikannya.

D. Desain Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistik atau alamiah. Bersifat natural berarti tidak direkayasa atau dimanipulasi. Menurut Sugiyono (2014:347), metode penelitian kualitatif adalah suatu metode untuk meneliti kondisi objek yang alamiah. Dalam hal ini peneliti adalah instrumen kunci. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ini lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan penelitian terhadap subjek yakni peserta didik kelas XII SMA Stella Duce 1 untuk menemukan dampak nilai-nilai ekologis bagi peserta didik melalui Pendidikan Agama Katolik. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan mendeskripsikan keterlibatan subjek dalam merawat dan melestarikan lingkungan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan bagian yang paling penting dalam penelitian untuk mendapatkan data. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya (responden) yakni kelas XII SMA Stella Duce I Yogyakarta. Sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber data tidak langsung yang diperoleh melalui orang lain, dokumentasi, studi kepustakaan untuk memberikan data tambahan dalam penelitian (Sugiono, 2019:410).

Berikut ini instrumen pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian yakni:

1. Observasi

Observasi merupakan suatu pengumpulan data dalam metode penelitian untuk mengamati yang diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipasi pasif, di mana peneliti datang ke tempat kegiatan orang yang diamati, tanpa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut (Sugiono, 2019:413). Alasan peneliti menggunakan teknik observasi partisipasi pasif ini karena sejak pandemi, sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara daring. Kemudian ketika peneliti melaksanakan penelitian peserta didik kelas XII sudah tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena sedang mempersiapkan diri untuk ujian sekolah. Maka dalam observasi ini, peneliti datang ke sekolah, mengamati lingkungan sekitar sekolah sekaligus mencari informasi mengenai implementasi ekologi yang dilaksanakan di sekolah.

2. Wawancara Terstruktur

Menurut Sugiono (2019:418), wawancara merupakan proses bertukar informasi dan ide antara dua orang atau lebih melalui tanya jawab terhadap suatu topik tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur adalah suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menggali informasi lebih dalam dari responden berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang telah disiapkan. Jika dalam proses ditemukan data yang kurang valid, maka peneliti akan menggunakan wawancara semi

terstruktur untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka dan memperoleh data yang valid.

Wawancara dapat dilakukan secara face to face namun juga bisa dilakukan dengan menggunakan pesawat telepon disesuaikan dengan situasi dan kondisi responden (Sugiono, 2019:422). Oleh karena situasi pandemi yang melanda Bangsa Indonesia, sekolah SMA Stella Duce 1 melakukan pembelajaran jarak jauh secara online. Situasi ini juga berpengaruh pada penulis dalam melakukan penelitian. Penulis melakukan wawancara online dengan responden melalui video call whatsAhap.

3. Dokumen

Dokumen merupakan salah satu metode pengumpulan data kualitatif sebagai data pelengkap. Tujuannya untuk melihat dan menganalisis dokumen-dokumen berupa tulisan, gambar, foto sesuai dengan objek yang diteliti (Sugiono, 2014:396). Dokumen yang akan dipakai dalam penelitian ini berupa arsip yang berupa rekaman wawancara, foto terkait kegiatan ekologi, profil Sekolah SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, Visi dan Misi Sekolah.

F. Responden Penelitian

Responden dalam penelitian ini yakni siswi kelas XII, guru dan Kepala Sekolah. Teknik yang digunakan penulis adalah teknik purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel sebagai sumber data

yang didasarkan pada kriteria tertentu (Sugiono, 2012:368). Kriteria yang ditentukan penulis dalam pengambilan sampel sumber data yakni siswi kelas XII yang dianggap mengetahui mengenai nilai-nilai ekologis dan terlibat

melaksanakan nilai-nilai ekologis. Untuk validasi data, penulis menentukan kriteria responden yakni wali kelas dan guru Agama Katolik, Kepala Sekolah.

Dalam memilih responden sesuai kriteria, penulis dibantu guru Agama Katolik yang lebih mengenal siswi-siswi kelas XII. Secara keseluruhan, kelas XII SMA Stella Duce 1 terdiri dari delapan kelas dengan jumlah 259 siswi. Dari populasi tersebut, penulis akan mengambil 20 siswi sebagai responden.

G. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian akan dilaksanakan di SMA Stella Duce I Yogyakarta. Waktu pelaksanaan penelitian pada April-Mei 2021.

H. Fokus Penelitian

Penelitian ini difokuskan pada pelaksanaan nilai-nilai ekologis melalui Pendidikan Agama Katolik kelas XII SMA Stella Duce 1 Yogyakarta.

Tabel 1. Kisi-kisi Penelitian

No Fokus Aspek yang diungkapkan

1. Pemahaman peserta didik kelas XII mengenai ekologi dan nilai-nilai ekologis dalam PAK

a. Pemahaman peserta didik mengenai persoalan-persoalan ekologi di zaman sekarang.

b. Upaya yang dilakukan peserta didik untuk memulihkan lingkungan hidup sebagai bentuk perwujudan iman.

2. Pelaksanaan peserta didik kelas XII dalam melestarikan

lingkungan hidup melalui

Pelaksanaan peserta didik kelas XII dalam melestarikan lingkungan hidup di sekolah, di kelas dan di rumah.

PAK.

3. Faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup.

a. Faktor yang mendukung peserta didik dalam melestarikan lingkungan hidup.

b. Kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam melestarikan lingkungan hidup.

I. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara. Berikut ini adalah rincian pedoman wawancara :

Tabel 2. Pedoman Wawancara Peserta didik kelas XII

1) Apa yang anda ketahui tentang ekologi?

2) Tema-tema ekologi apa saja yang anda pelajari di kelas?

3) Persoalan ekologi apa saja yang anda ketahui di zaman sekarang? 4) Nilai-nilai ekologis seperti peduli, menghormati alam ciptaan apakah

juga terdapat dalam Pendidikan Agama Katolik?

5) Mengapa nilai-nilai ekologis perlu dipelajari dalam PAK?

6) Apakah guru memberi tugas kepada anda untuk ikut terlibat merawat lingkungan sekitarmu (sekolah dan rumah). Berikan contohnya. 7) Faktor apa saja yang mendukung anda untuk peduli dan

menghormati lingkungan sekitar?

8) Usaha apa saja yang sudah anda lakukan untuk ikut memperhatikan dan melestarikan lingkungan sebagai bentuk perwujudan iman? 9) Apakah anda mengalami kesulitan dalam ikut memperhatikan

Tabel 3. Pedoman Wawancara Wali Kelas dan Guru Agama Katolik

Tabel 4. Pedoman Wawancara Kepala Sekolah

J. Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif adalah kegiatan menganalisis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat disimpulkan dan diinformasikan kepada orang lain. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif (Sugiono, 2019:435).

1) Mengapa sekolah menerapkan KPKC di sekolah?

2) Apakah dampak dari penerapan KPKC bagi peserta didik?

3) Faktor apa yang mendukung atau menghambat penerapan KPKC di sekolah?

4) Apakah kaitan pelajaran Agama Katolik dengan Pendidikan Karakter Tarakanita.

1) Apa yang anda ketahui tentang ekologi?

2) Tema-tema ekologi apa saja yang diajarkan di sekolah?

3) Mengapa tema-tema ekologi penting diajarkan dalam PAK kepada peserta didik?

4) Apakah dalam Pendidikan Agama Katolik didalami nilai-nilai ekologis seperti peduli, menghormati alam ciptaan?

5) Berapa jam pelajaran mengenai tema-tema ekologi yang anda laksanakan?

6) Berapa jam pelajaran selama satu semester yang mengajarkan tentang tema-tema ekologi?

7) Tugas-tugas seperti apa yang anda berikan kepada peserta didik untuk ikut terlibat dalam melestarikan lingkungan sekitar? (sekolah dan rumah) 8) Faktor-faktor apa saja yang mendukung atau menghambat

Berikut ini adalah teknik analisis data yang akan dilakukan oleh peneliti :

1.

Data collection (pengumpulan data)

Dalam penelitan ini pengumpulan data dilakukan dengan mencatat, dan mengumpulkan data melalui hasil wawancara, observasi dan dokumentasi.

2.

Data reduction (reduksi data)

Data yang diperoleh dari lapangan akan dicatat secara teliti dan rinci. Kemudian dirangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting. Tujuannya adalah memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.

3.

Data display (penyajian data)

Merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara tertulis. Penyajian data dalam penelitian ini berbentuk uraian dan rangkuman singkat.

4.

Conclusion drawing/verification

Merupakan penarikan kesimpulan dan verifikasi dari reduksi data dan penyajian data.

K. Teknik Keabsahan Data

Dalam penelitian ini, teknik pemeriksaan keabsahan data yang dipakai adalah triangulasi sumber. Menurut Sugiono (2019:431), triangulasi sumber merupakan cara untuk memperoleh data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. Tujuannya adalah melakukan pengecekan data yang diperoleh dari sumber terpercaya lainnya yaitu Kepala Sekolah, Wali kelas dan Guru Agama Katolik.

BAB IV