Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2020 yang berlokasi di Jalan Saudara Gang. Rasmi No. 11, Kecamatan Medan Selayang Kelurahan Beringin 20156 Provinsi Sumatera Utara, Medan.
Alat dan Bahan Penelitian
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 27 buah ember berdiameter 36 cm dan tinggi 17 cm yaitu sebagai wadah pemeliharaan ikan.
Timbangan digital untuk menimbang bobot ikan uji. Kertas milimeter block dan penggaris untuk mengukur panjang ikan uji. Tanggok untuk menangkap ikan uji yang akan diamati. Aerator sebagai pensuplai oksigen. Termometer, pH meter, DO meter, untuk mengukur kualitas air. Selang Sipon untuk melakukan penyiponan. Waring hitam untuk mengatur intensitas cahaya matahari. Kawat jaring untuk menutupi ember. Alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan dan kamera digital untuk mengambil dokumentasi.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan berat 18 gram sebanyak 300 ekor. Detergen untuk
membersihkan wadah pemeliharaan. Air bersih untuk media hidup ikan uji. Pakan ikan ukuran ± 2 mm dari 3 (tiga) pabrik yang berbeda dengan kode pakan A, B, dan C untuk sumber energi bagi ikan nila, dan tisu untuk membersihkan permukaan yang kotor.
Rancangan Percobaan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama perbedaan kadar protein pakan (39%, 31%, dan 26%) dari pakan A, B, dan C dan faktor kedua feeding rate yang berbeda dengan 3 (tiga) taraf masing masing 3%, 4%, dan 5% dengan 3 (tiga) kali pengulangan. Menurut Hanafiah (1997) model linear yang digunakan adalah :
Keterangan :
Hijk = Hasil akibat perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k pada ulangan ke-i π = Nilai tengah umum
Pj = Pengaruh faktor perlakuan ke-j Pk = Pengaruh faktor perlakuan ke-k
Pj x Pk = Interaksi perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k
Eijk = Eror akibat perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k pada ulangan ke-i Kombinasi perlakuan pada penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Kombinasi perlakuan pada penelitian
Ulangan I Ulangan II Ulangan III
P1F1U1 P1F1U2 P1F1U3
P1F2U1 P1F2U2 P1F2U3
P1F3U1 P1F3U2 P1F3U3
P2F1U1 P2F1U2 P2F1U3
P2F2U1 P2F2U2 P2F2U3
P2F3U1 P2F3U2 P2F3U3
P3F1U1 P3F1U2 P3F1U3
P3F2U1 P3F2U2 P3F2U3
P3F3U1 P3F3U2 P3F3U3
Hijk = π + Pj + Pk + (Pj x Pk) + eijk
Dengan perlakuan seperti berikut :
P1F1U1 , 2, 3 : pakan A kadar protein 39% dengan feeding rate 3%.
P1F2U1 , 2, 3 : pakan Akadar protein 39% dengan feeding rate 4%.
P1F2U1 , 2, 3 : pakan Akadar protein 39% dengan feeding rate 5%.
P2F1U1 , 2, 3 : pakan B kadar protein 31% dengan feeding rate 3%.
P2F2U1 , 2, 3 : pakan B kadar protein 31% dengan feeding rate 4%.
P2F3U1 , 2, 3 : pakan B kadar protein 31% dengan feeding rate 5%.
P3F1U1 , 2, 3 : pakan C kadar protein 26% dengan feeding rate 3%.
P3F2U1 , 2, 3 : pakan C kadar protein 26% dengan feeding rate 4%.
P3F3U1 , 2, 3 : pakan C kadar protein 26% dengan feeding rate 5%.
Prosedur Penelitian
Menyiapkan wadah penelitian
Wadah media uji yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah ember yang berjumlah 27 unit yang memiliki diameter 36 cm dengan volume 17 liter.
Ember yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu dengan cara disikat kemudian dikeringkan. Ember yang sudah bersih dan kering disusun sesuai tata letak percobaan.
Menyiapkan air media
Air merupakan media hidup dalam pemeliharaan ikan, sehingga diperlukan persiapan air media yang baik sebelum dilakukan penelitian. Air yang digunakan dalam penelitian ini adalah air yang berasal dari PDAM. Air diendapkan dan diaerasi sampai kadar keasaman air mencapai 7, hal ini bertujuan agar air sesuai dengan kehidupan ikan. Selanjutnya, air diisi kedalam ember sebanyak 10 liter sehingga menyisakan 7 cm dari tinggi ember. Selanjutnya air
terus diaerasi agar kadar oksigen dalam air meningkat. Setelah itu air dapat sebelum dimasukkan ke dalam media pemeliharaan, ikan di aklimatisasi sampai ikan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, tidak mati dan tidak mengalami stres.
Menyiapkan pakan uji
Pakan yang digunakan selama penelitian berupa pakan komersil dari pakan dengan kadar protein yang berbeda yaitu dengan kode pakan A, B, dan C yang akan diberikan pada ikan dengan ukuran butiran ± 2 mm dan dosis feeding rate (FR) yang berbeda untuk melihat pertumbuhan ikan nila. Adapun kandungan protein dari pakan-pakan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Kandungan nutrisi pada pakan uji (komersial) Kode Pakan Ukuran Pakan
Ikan nila (Oreochromis niloticus) dimasukkan ke masing- masing ember sebanyak 10 ekor dengan volume air 10 liter atau dengan kepadatan 1 ekor/1 liter air. Pemeliharaan ikan uji dilakukan selama 61 hari. Ikan nila diberi pakan dengan
feeding rate yang berbeda yaitu 3 %, 4 %, dan 5 % dari bobot tubuh. Frekuensi
pemberian pakan sebanyak 3 kali yaitu pukul 08.00, 12.00, dan 16.00 WIB. Pakan diberi sedikit demi sedikit, jika ada pakan yang tidak termakan oleh ikan maka pakan tersebut diambil agar air dalam wadah uji tidak keruh. Penyiponan dilakukan setiap 2 hari. Volume air yang di sifon yaitu ¼ dari volume awal.
Kemudian ditambah dengan air bersih yang sudah diendapkan dan tetap diaerasi.
Sedangkan untuk pergantian air dilakukan saat sampling.
Mengambil ikan uji
Metode pengambilan ikan uji dilakukan dengan cara sampling dari 270 ekor ikan diambil 3% dari jumlah total ikan per ember yang dilakukan setiap 10 hari. Sampling dilakukan pada pagi hari agar tidak mudah stres. Pada saat sampling dilakukan penimbangan serta pengukuran panjang dan lebar ikan. Pada 10 hari sekali, juga dilakukan pergantian air pada ember untuk menghindari air yang keruh.
Pengamatan Hasil Peningkatan bobot
Pengukuran bobot ikan menggunakan timbangan analitik. Bobot ikan yang telah di timbang kemudian di catat. Pengukuran dilakukan setiap 10 hari sekali.
Pertumbuhan bobot menggunakan rumus pertumbuhan menurut Wulandari (2019) yaitu :
Keterangan:
ΔW = pertumbuhan mutlak (gr) Wt = bobot akhir (gr)
W = bobot awal (gr)
Pertambahan panjang
Pengukuran panjang dilakukan setiap 10 hari sekali. Pengukuran dilakukan dengan cara ikan diletakkan diatas kertas millimeter kemudian di catat panjang ikan. Pengukuran panjang ikan menggunakan rumusan pertumbuhan panjang menurut Effendie (1997) yaitu :
Keterangan:
ΔL = pertumbuhan mutlak (cm) Lt = panjang akhir (cm)
L0 = panjang awal ikan (cm)
Laju pertumbuhan spesifik (specific growth rate/SGR)
Perhitungan laju pertumbuhan spesifik dilakukan menggunakan rumus Castel dan Tiews (1980) dalam Robisalmi (2010) :
Keterangan :
SGR = laju pertumbuhan spesifik Wt = bobot ikan pada hari ke-t W0 = bobot ikan pada awal penelitian t = waktu penelitian
Feed convertion ratio (FCR)
Menurut Kordi (2009), rasio konversi pakan dapat dihitung menggunakan rumus :
∆
Keterangan :
FCR = feed convertion ratio (%)
F = jumlah pakan yang diberikan (gram) Wt = bobot rata-rata pada akhir penelitian (gram) W0 = bobot rata-rata pada awal penelitian (gram) Kelangsungan hidup ikan
Menurut Zulkhasyni et al (2017), tingkat kelangsungan hidup dapat dihitung dengan rumus :
Keterangan :
SR = survival rate (%)
Nt = jumlah ikan yang hidup pada akhir penelitian (ekor) N0 = jumlah ikan yang hidup pada awal penelitian (ekor) Pengukuran kualitas air
Parameter kualitas air yang diukur yaitu suhu, pH, dan DO. Pengukuran suhu dan pH dilakukan setiap hari selama penelitian. Pengukuran DO dilakukan setiap seminggu sekali selama penelitian.
Analisa Data
Hasil perhitungan data dianalisis menggunakan program Microsoft Excel untuk tabulasi data dan penyajian grafik. Dilanjutkan dengan program SPSS untuk analisis variansi (anova) dan uji F pada selang kepercayaan 95% dan diuji menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT). Selanjutnya data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Untuk parameter kualitas air dianalisa secara deskriptif.