3.1 Kerangka Pemikiran
Penelitian ini hanya memfokuskan pembahasan pada pengukuran dan evaluasi kinerja perusahaan. Perancangan kinerja perusahaan yang dilakukan menggunakan perspektif dari Balance Scorecard (BSC), hal ini dilakukan untuk menerjemahkan visi dan misi ke dalam empat perspektif BSC yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pertumbuhan dan pembelajaran. Keempat perspektif tersebut mengklasifikasikan sasaran- sasaran strategi, sehingga sasaran tersebut dapat diukur kinerjanya.
Sehubungan dengan pemilihan prioritas sasaran-sasaran tersebut, maka perlu dirancang sistem pengukuran BSC, yaitu menetapkan ukuran kinerja (ukuran hasil dan ukuran pemacu kerja), menghitung bobot setiap sasaran strategi, dan menentukan target yang ingin ditetapkan oleh Xtion My Creative Station. Di tahap ini dilakukan perhitungan dengan menggunakan Pairwise Comparison (Perbandingan Berpasangan). Setelah prioritas sasaran strategi tersusun, maka tahap selanjutnya adalah membuat peta strategi BSC dari Xtion My Creative Station, hal tersebut untuk melihat keterkaitan antar-sasaran strategi yang telah dibuat.
Selanjutnya, setelah dirancangan sistem pengukuran BSC, maka disusun Form Pengukuran Kinerja BSC sebagai alat yang dapat digunakan oleh Xtion My Creative Station dalam mengukur kinerja perusahaan. Tahap akhir penelitian ini adalah memberikan rekomendasi kepada Xtion My Creative Station sebagai acuan dalam menyusun strategi pengembangan usahanya, agar terjadi keseimbangan antara pengembangan strategi keuangan, pelanggan, bisnis dan sumberdaya manusia (karyawan). Tahapan penelitian ini disajikan dalam Gambar 6.
Gambar 6. Kerangka Pemikiran Penelitian Xtion My Creative Station
(Visi, Misi, dan Strategi Perusahaan)
Terjemahan Visi, Misi dan Strategi ke dalam Sasaran Strategi
Perspektif BSC Sasaran Strategi : 1. Sasaran F1 2. Sasaran F2 3. Sasaran F3 … 1. Sasaran Strategi : 1. Sasaran C1 2. Sasaran C2 3. Sasaran C3 … Sasaran Strategi : 1. Sasaran I1 2. Sasaran I2 3. Sasaran I3 … Sasaran Strategi : 1. Sasaran G1 2. Sasaran G2 3. Sasaran G3 … Perspektif Keuangan Perspektif Pelanggan Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran
Penentuan Ukuran Kinerja (Lag Indicators dan Lead
Indicators)
Perancan gan BSC
Perancangan Peta Strategi BSC (Strategic Map)
Perancangan Form Pengukuran Kinerja BSC
Rekomendasi
Penetapan KPI dan Penentuan Target Pembobotan : 1. Sasaran Strategi 2. Ukuran Kinerja Pairwise Comparis on
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pendidikan Xtion My Creative Station yang bertempat di Ruko Bukit Cimanggu City Blok A1 No. 57, Bogor. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan, yaitu pada bulan Agustus 2010 sampai dengan November 2010.
3.2 Metode Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Purposive sampling merupakan metode penetapan sampel dengan
berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu. Peneliti menggunakan penilaian pakar atau ahli (expert judgment) yang benar-benar mengetahui situasi dan kondisi perusahaan, hal tersebut untuk menilai perancangan kinerja perusahaan.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi lapang, kuesioner dan wawancara dengan responden (pihak perusahaan) yang dianggap ahli dan mengetahui kondisi perusahaan yaitu para manajer dan direksi sebagai pakar yang ada di perusahaan, yang memiliki peranan besar dalam pengambilan keputusan. Data sekunder diperoleh dari studi literatur melalui buku, jurnal, skripsi, data perusahaan, dan data publikasi lainnnya.
Pengumpulan data pada penelitian ini meliputi :
1. Teknik wawancara, dilakukan melalui diskusi kepada pihak manajemen Xtion My Creative Station Bogor. Wawancara ini bersifat spontan disesuaikan dengan informasi yang ingin diperoleh. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai target, sasaran dan ukuran strategik yang mendukung rancangan BSC.
2. Teknik kuesioner, dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pimpinan perusahaan, untuk mengetahui bobot prioritas dari perancangan kinerja perusahaan dengan BSC. Kuesioner dapat dilihat pada Lampiran 1.
3. Studi literatur, yaitu memperoleh informasi melalui membaca, mempelajari dan mengutip dari berbagai buku, skripsi, internet dan data pendukung lainnya.
3.4 Metode Pengolahan Data
Setelah pengumpulan data dilakukan dan perumusan strategi telah tersusun, selanjutnya strategi yang telah ditetapkan dijabarkan dalam empat perspektif BSC untuk menetapkan sasaran strategi, ukuran, dan inisiatif strategi berdasarkan masing-masing perspektif dengan memperhatikan visi, misi, dan tujuan Xtion My Creative Station. Model penjabaran seperti terlihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Model Penjabaran Strategi ke dalam Empat Perspektif
Balance Scorecard Sasaran Strategi Ukuran Hasil (Lag Indicator) Pemicu Kerja (Lead Indicator) Perspektf Keuangan Perspektif Pelanggan
Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif Pembelajaran
Dan Pertumbuhan
Sumber: Kaplan dan Norton, 1996
Ukuran pencapaian perlu dipilih dan ditetapkan agar sasaran strategi yang dirumuskan untuk merumuskan visi dan tujuan Xtion My Creative Station melalui strategi yang dipilih dapat dicapai. Terdapat dua jenis ukuran yaitu hasil (lag indicator) dan ukuran pemicu kerja (lead indicator). Inisiatif strategi merupakan strategi aksi yang bersifat strategis untuk mewujudkan sasaran strategi.
3.5 Metode Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pairwise Comparison. Pairwise Comparison yaitu metode perbandingan berpasangan untuk menilai prioritas suatu elemen terhadap elemen lainnya. Menurut Saaty dalam Marimin (2010), langkah-langkah dalam penggunaan Pairwise Comparison adalah :
1. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang dibutuhkan untuk setiap elemen-elemen dalam hirarki.
2. Memasukan semua pertimbangan yang dibutuhkan untuk mengembangkan perangkat matriks.
3. Mensintesis data dalam matriks perbandingan berpasangan, sehingga didapatkan prioritas setiap elemen hirarki.
4. Menguji konsistensi prioritas yang didapat.
5. Melakukan langkah-langkah tersebut untuk setiap tingkatan hirarki. 6. Menggunakan komposisi secara hirarki untuk membobotkan faktor-
faktor prioritas itu dengan bobot kriteria dan jumlahkan semua nilai prioritas tersebut dengan nilai prioritas dari tingkat bawah berikutnya, dan seterusnya. Hasilnya adalah vektor prioritas menyeluruh untuk tingkat hirarki paling bawah.
7. Mengevaluasi konsistensi untuk seluruh hirarki dengan mengkalikan setiap indeks konsistensi dengan prioritas kriteria bersangkutan dan menjumlahkan hasil kalinya. Hasil ini kemudian dibagi dalam pernyataan sejenis yang menggunakan indeks konsistensi acak yang sesuai dengan diameter setiap matriks. Rasio konsistensi hirarki harus 10% atau kurang. Jika tidak prosesnya harus diperbaiki atau diulang.
Prinsip kerja Pairwise Comparison secara umum yaitu penentuan prioritas konsistensi logis, dan penggabungan pendapat, hal tersebut dapat dilakukan secara perhitungan manual maupun dengan bantuan software komputer. Pairwise Comparison digunakan untuk menentukan bobot setiap perspektif Balanced Scerecard dan bobot sasaran setiap perspektif BSC, serta dalam memilih KPI.
Proses penentuan prioritas dengan menggunakan Pairwise Comparison tersusun dalam kuesioner. Kuesioner tersebut diberikan kepada responden yang dianggap ahli dan mengetahui kondisi perusahaan yaitu para Komisaris (3 orang) , Direktur Operasional, Manajer Operasional, dan Manajer Pemasaran. Pengolahan kuesioner dilakukan ecara manual dengan bantuan Microsoft Exel 2007 dan menggunakan software komputer Expert Choice 2000.