Jenis data yang akan diambil terdiri dari dua jenis data yaitu data utama dan data penunjang.
Data utama berupa :
a. Karakteristik masyarakat pemanfaat sumberdaya hutan (umur, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, mata pencaharian, kepemilikan lahan dan pendapatan di luar sumberdaya hutan)
b. Jenis sumberdaya hutan yang dimanfaatkan c. Volume tingkat pemanfaat sumberdaya hutan
d. Intensitas/frekuensi pengambilan/pemanfaatan sumberdaya hutan e. Lokasi pemanfaatan sumberdaya hutan di TN Baluran
f. Cara pengambilan sumberdaya hutan dari kawasan TN Baluran g. Harga pasar sumberdaya hutan
Sedangkan data penunjang berupa : a. Kondisi umum lokasi penelitian
b. Kondisi sosial ekonomi lokasi penelitian c. Peta-peta TN Baluran
d. Laporan- laporan berkaitan dengan penelitian
2. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara : a. Studi pustaka
Studi pustaka ini dilakukan untuk mengumpulkan data penunjang dalam lokasi penelitian.
b. Observasi langsung
Observasi langsung dilakukan dengan mengamati sumberdaya hutan yang diperoleh di lapangan dan pengamatan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya hutan. Selain itu observasi langsung ini dilakukan untuk mengetahui lokasi- lokasi pemanfaatan sumberdaya hutan dalam kawasan TN Baluran serta memetakannya di dalam peta kawasan TN Baluran. Observasi langsung dilengkapi juga dengan pengambilan dokumentasi mengenai aktivitas pemanfaatan sumberdaya hutan.
c. Wawancara
Wawancara dilakukan secara langsung, sehingga segala hal yang tidak tercantum dalam kuesioner, tapi dianggap penting dapat ditanyakan. Dalam pengumpulan data ini telah diwawancarai sebanyak 150 orang pemanfaat sumberdaya hutan yang berasal dari atau tinggal dalam desa penyangga meliputi Desa Wonorejo (41 orang), Desa Sumberwaru (36 orang), Desa Sumberanyar (32 orang), Desa Bajulmati (31 orang) dan Desa Watukebo (10 orang). Pemanfaat sumberdaya hutan tersebut diketahui dari informasi yang ditanyakan sebelumnya terhadap para informan baik itu perangkat desa, tokoh masyarakat maupun petugas TN Baluran bahkan dari pemanfaat sumberdaya hutan.
Tahapan-tahapan untuk memperoleh informasi mengenai jumlah pemanfaat sumberdaya hutan dalam desa penyangga digambarkan sebagai berikut di bawah ini:
Gambar 2. Tahapan-tahapan untuk mendapatkan informasi
Sedangkan untuk mempermudah dalam pengumpulan data maka disajikan tabel rekapitulasi pengumpulan data sebagai berikut :
Tabel 7. Rekapitulasi Pengumpulan Data
No Jenis Data Bentuk Data Sumber Data Cara Pengumpulan Ket
a. Karakteristik masyarakat pemanfaat sumberdaya hutan (umur, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, mata pencaharian, kepemilikan lahan dan pendapatan di luar sumberdaya hutan) Responden dan informan Wawancara terstruktur dan wawancara bebas
b. Jenis sumberdaya hutan yang dimanfaatkan (berupa apa sumberdaya hutan yang dimanfaatkan, bagian mana yang dimanfaatkan, tujuan dari pemanfaatan) Responden dan informan, Kantor pengelola, kantor pemerintahan sektoral (desa atau kecamatan) Wawancara terstruktur dan wawancara bebas, studi pustaka
c. Volume tingkat pemanfaat sumberdaya hutan (Berapa jumlah pemanfaatan per unit)
Responden dan informan Wawancara terstruktur dan wawancara bebas d. Intensitas/frekuensi pemanfaatan
sumberdaya hutan (berapa kali pemanfaatan sumberdaya hutan per minggu, pada saat kapan/musim apa pemanfaatan tersebut) Responden dan informan Wawancara terstruktur dan wawancara bebas 1 Utama
e. Lokasi pemanfaatan sumberdaya hutan (dimana lokasi pemanfaatan sumberdaya hutan yang terdapat di dalam kawasan, jarak lokasi tersebut dengan tempat tingga l pemanfaat) Responden dan informan Wawancara terstruktur dan wawancara bebas, lapangan Informasi dari perangkat desa Informasi dari tokoh masyarakat Informasi dari petugas TN Baluran
Pemanfaat sumberdaya hutan
No Jenis Data Bentuk Data Sumber Data Cara Pengumpulan Ket f. Cara pengambilan sumberdaya
hutan dari dalam kawasan (bagaimana cara pengambilannya, adakah kerusakan yang ditimbulkan dengan adanya pemanfaatan sumberdaya hutan)
Responden dan informan Wawancara terstruktur dan wawancara bebas, lapangan
g. Harga pasar sumberdaya hutan (berapa harga pasarnya/harga yang dapat diperbandingkan dengan harga pasar)
Responden dan informan Wawancara terstruktur dan wawancara bebas h. Harapan dari berbagai pihak
terhadap keberadaan TN baluran
Responden dan informan, Kantor pengelola, kantor pemerintahan sektoral (desa atau kecamatan) Wawancara terstruktur dan wawancara bebas
a. Kondisi umum lokasi penelitian (sejarah,letak, luas kawasan; iklim; geologi dan tanah; hidrologi; kondisi flora dan fauna)
Kantor pengelola Penelusuran dokumen/studi pustaka, wawancara b. Kondisi sosial ekonomi lokasi
penelitian (kependudukan; pendidikan dan kesehatan; mata pencaharian; penggunaan lahan; ketergantungan masyarakat pemanfaat desa penyangga terhadap kawasan TN Baluran)
Kantor pengelola, kantor pemerintahan sektoral (desa atau kecamatan) Penelusuran dokumen/studi pustaka, wawancara, lapangan
c. Peta-peta TN Baluran (peta kawasan TN Baluran; peta zonasi kawasan TN Baluran; peta kerawanan TN Baluran) Kantor pengelola Penelusuran dokumen/studi pustaka 2 P enunjang
d. Laporan-laporan yang berkaitan dengan penelitian Kantor pengelola Penelusuran dokumen/studi pustaka
3. Pengolahan Data dan Analisis Data
Data-data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabulasi dan diolah sehingga mendapatkan manfaat dari sumberdaya hutan dalam terminologi uang secara riel (monetary term). Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan harga pasar untuk sumberdaya hutan yang telah diketahui nilai pasarnya. Sedangkan sumberdaya hutan yang belum diketahui nilai pasarnya tetapi dapat dipertukarkan atau dibandingkan dengan barang atau jasa yang telah ada nilai pasarnya, penilaian digunakan dengan menggunakan nilai relatif.
Setiap jenis sumberdaya hutan dihitung nilai rielnya dalam bentuk rupiah dari penjumlahan beberapa lokasi yang memanfaatkan sumberdaya hutan tersebut. Misalnya untuk jenis A, lokasi yang memanfaatan jenis A dibagi menjadi 3 lokasi (Desa) yaitu A1, A2, dan A3. Jadi nilai riel untuk jenis A tersebut yaitu
penjumlahan dari nilai A1, A2, dan A3 (?A). Begitu pun untuk jenis sumberdaya hutan lainnya disajikan dalam tabel yang berbeda.
Tabel 8. Nilai Manfaat Tiap Jenis Sumberdaya Hutan
Jenis Sumberdaya Hutan (A)
Desa 1 (A1) Desa 2 (A2) Desa 3 (A3)
No Resp F H V No Resp F H V No Resp F H V
1 1 1
2 2 2
3 3 3
dst dst dst
Rata-rata Rata-rata Rata-rata
Nilai manfaaat (Rp/thn) Nilai manfaaat (Rp/thn) Nilai manfaaat (Rp/thn) Nilai manfaat total
(Rp/thn)
Catatan : V = volume (unit) F = frekuensi (minggu) H = nilai pasar/nilai relatif (Rp) n = jumlah pemanfaat
Nilai manfaat (Rp/tahun) = F x H x V x n
Berdasarkan manfaat riel tiap jenis sumberdaya hutan tersebut, kemudian dilakukan rekapitulasi manfaat riel seluruh jenis sumberdaya hutan dalam bentuk rupiah/tahun seperti tersaji pada tabel berikut:
Tabel 9. Rekapitulasi Nilai Manfaat Seluruh Jenis Sumberdaya Hutan
Jenis Sumberdaya Hutan Jenis A Jenis B Jenis C dst
Niali Manfaat tiap jenis sumberdaya hutan (Rp/ Thn) A B C dst
Nilai Manfaatl seluruh jenis sumberdaya hutan (Rp/ Thn) ? ( A+B+C……...+dst )
Tahap terakhir yang harus dilakukan adalah analisis data, yaitu analisis tabel yang sudah dibuat. Analisis ini dilakukan secara deskriptif yaitu suatu analisis yang memberikan penjelasan, keterangan dan gambaran tentang subyek penelitian.
V. HASIL DAN PEMBAHASAN