BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
E. Metode Penetapan Harga
Dalam penetapan harga jual suatu produk perusahaan dipasaran yang secara aktif dan efisien adalah merupakan faktor yang sangat penting yang perlu diperhatikan dan diproses dengan menggunakan cara-cara atau metode
pendekatan yang tepat agar produk-produk perusahaan di pasar dapt laku dan dikenal oleh konsumen.
Basu Swaetha ( 1982, hal. 256 ) mengemukakan pendapat-nya mengenai metode penetapan harga jual suatu perusahaan sebagai berikut : Harga break-even, harga rate of return, harga biaya variabel dan harga bebas puncak.
Dengan break even kita dapat mengetahui tentang bagaimana satuan-satuan produk dijual dengan harga tertentu untuk dapat mengembalikan dana yang tertanam dalam produk tersebut. Analisa break even dapat dipakai oleh manager perusahaan sebagai salah satu alat untuk menentukan harga jual produk, dengan menghubungkan biaya dan penghasilan yang akan dicapai. Break even point adalah suatu titik yang menunjukkan volume penjualan tertentu tanpa menimbulkan laba atau rugi bagi penjual. Dalam menerapkan analisa ini untuk menetapkan harga, manajer diasumsikan mengetahui bagi produk yang bersangkutan. Dengan mengetahui biaya maka manager dapat mengetahui beberapa harga jual bagi produk tersebut, agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Harga biaya variabel, yaitu menetapkan harga standar berdasarkan biaya variabel yang didasarkan pada suatu asumsi bahwa biaya total harus selalu ditutup untuk menjalankan kegiatan bisnis yang menguntungkan. Sistem penetapan harga biaya variabel ini dapat dipakai untuk harga minimum yang dapat dipakai.
Peak load pricing, merupakan kasus dari penetapan harga biaya variabel, hal ini dapat dipakai jika jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh suatu
perusahaan amat terbatas dan permintaan pembeli cenderung berubah kemudian hari, dengan demikian pada "peak load pricing" perusahaan dapat menaikkan harga di atas biaya rata-rata selama periode permintaan tertinggi dan mengurangi biaya variabel-nya di luar periode lama, misalnya perusahaan telepon yang Bering menggunakan peak load pricing dalam menentukan tarif hubungan jarak jauh.
Selanjutnya Philip Eotler ( 1985, hal. 254 ) mengemukakan pendapatnya mengenai metode penetapan harga yang didasarkan pada biaya yaitu sebagai berikut :
1. Cost-plus pricing 2. Mark-up pricing 3. Target pricing method
Dalam metode cost-plus pricing, penjual atau produsen menetapkan harga untuk suatu unit barang yang besar-nya sama dengan biaya per unit ditambah dengan laba atau margin yang diinginkan atas unit barang tersebut.
Sedangkan mark-up pricing method, yang banyak dipakai oleh pedagang dimana harga yang ditetapkan harus menambah harga beli dengan sejumlah mark-up tertentu. Jadi mark-up pricing adalah merupakan kelebihan harga jual atas harga belinya atas selisih antara harga Jual dengan cost, biaya dari suatu produk atau barang. Mark-up sering dinyatakan dalam bentuk prosentase dan bisa dihitung dari harga jual barang atau costnya. Untuk itu dalam menghitung besarnya mark-up, pertama-tama harus diketahui adalah dasar perhitungannya apakah didasarkan harga jual (selling price) atau didasarkan pada cost (biaya). Jika dasar
perhitungan dengan membagi mark-up dengan cost dari barang, sedangkan apabila didasarkan pada harga jual, maka prosentase mark-up di-peroleh dengan membandingkan mark-up dengan harga jual-nya. Mark-up pricing ini biasa digunakan pada atau oleh produsen terutama pada penentuan harga pekerjaan yang sifat-nya non rutin yang sulit untuk ditentukan terlebih dahulu costnya, misalnya pemborong.
Target pricing method adalah suatu metode penetapan harga jual yang didasarkan pada market share tertentu se-bagai tujuan perusahaan. Oleh karena itu kondisi pasar sering menimbulkan kesulitan bagi perusahaan untuk menetapkan harga jual dengan cara tersebut.
Namun karena tujuan nyata, make biasanya dapat memberikan arah yang positif untuk kemajuan pengusaha dalam kaitannya dengan kebijaksanaan penetapan harga jual produk yang ditempuh oleh pengusaha.
Secara garis besarnya metode penetapan harga jual yang dipergunakan oleh setiap perusahaan dipasaran adalah sama, yaitu didasarkan pada penetapan harga yang berorientasi pada biaya dan penetapan harga yang berorientasi pada persaingan. Tetapi kombinasi optimal dari faktor-faktor tersebut sangat berbeda-beda hal ini sesuai dengan ciri dan sifat produknya, cara pemasaran dan tujuan dari pada perusahaan.
Apabila suatu perusahaan ingin memasuki pasaran industri baru, maka dalam penetapan harga jual sering ditentukan lebih rendah dari harga produk dari perusahaan lainnya, hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu ketat dalam persaingan
harga yang ada dipasaran industri dan dapat mencapai volume penjualan yang besar, namun kadang perusahaan menggunakan prosedur penetapan harga yang paling mudah pengaturannya, hal ini disebabkan oleh adanya asumsi yang mengatakan bahwa permintaan produk di pasar sangat terbatas jumlahnya. Dan kemungkinan penetapan harga jual produk yang paling sederhana adalah dengan menggunakan mark-up pricing, yaitu jumlah rupiah yang diperoleh ditambahkan dengan biaya suatu produk untuk menutupi biaya overhead pabrik dan laba bagi perusahaan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Daerah dan Waktu Penelitian
Adapun daerah penelitian penulis adalah daerah Kab. Gowa yaitu pada perusahaan yang bergerak dibidang penjualan air mineral dalam kemasan pada PT. Sariguna Prima Tirta Kab. Gowa, dengan waktu penelitian yang penulis lakukan di perusahaan tersebut adalah 3 bulan lamanya.
B. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah : 1. Penelitian Pustaka ( Library Research ) adalah penelitian yang dilakukan
dengan cara mengadakan peninjauan pada berbagai pustaka dengan membaca atau mempelajari buku-buku literatur lainnya yang erat hubungannya dengan penulisan skripsi ini dan dapat mendukung pokok pembahasan.
2. Penelitian Lapangan (Field Research) adalah penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data yang sehubungan dengan penulisan skripsi ini :
a. Observasi dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung dalam proses kegiatan pengolahan data penjualan pada bagian pemasaran PT. Sariguna Prima Tirta Kab. Gowa.
30
b. Interview dilakukan dengan jalan wawancara langsung dengan pimpinan perusahaan, kepala bagian pemasaran dan sejumlah personil yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini.
C. Jenis dan Sumber Data
Untuk menguji kebenaran hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya maka jenis dan sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini dapat berupa :
1. Data Primer yaitu data yang diperoleh dengan jalan meng-adakan pengamatan serta wawancara secara langsung dengan pimpinan dan sejumlah personil pada PT. Sariguna Prima Tirta, sehubungan dengan data yang akan diperoleh.
2. Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dengan jalan mengumpulkan dokumen-dokumen serta sumber lainnya berupa informasi lainnya terutama mengenai pengertian harga jual, market share yang diperoleh pada bagian pemasaran pada PT. Sariguna Prima Tirta Kab. Gowa.
D. Metode Analisis
Untuk menguji sampai sejauh mana kebenaran hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya maka metode analisis yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah metode studi kasus dengan alat-alat sebagai berikut :
1. Analisis kebijaksanaan penetapan harga jual adalah suatu analisis yang berfungsi untuk melihat bagaimana penetapan harga jual dalam hubungannya dengan pemasaran air mineral, dengan menggunakan rumus cost plus pricing.
2. Analisis market share adalah suatu analisis yang berfungsi untuk mengetahui berapa besarnya prosentase market share yang diperoleh perusahaan dari kebijaksanaan penetapan harga jual yang telah ditetapkan, dengan rumus yaitu :
Penjualan Perusahaan
MS = x 100 %
Penjualan industri
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat Perusahaan
Perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 2004 saat mulai berkembangnya usaha penjualan air mineral dalam kemasan.
Pendirian perusahaan ini berawal dari keluarnya akte pendirian perusahaan No.502 tertanggal 1 Juli tahun 2004 yang dibuat oleh Tulus Parto Sudiro, SH.
Selain akte perusahaan, perusahaan ini memiliki pula surat izin tempat usaha No. 5180/PT/Preak/2004, tanggal 1 Juli 2004 dan disektor perekonomian Daerah Tingkat II Kab. Gowa. Selain itu perusahaan ini memiliki surat izin usaha perdagangan No. 0525/KP/l - Nas, tanggal I Juli 2004 dari Kantor Wilayah Departemen Perdagangan Propinsi Sulawesi Selatan.
33
B. Struktur Organisasi
Sesuai dengan akte pendirian dan izin usaha, perusahaan ini berbentuk PT. dimana para persero bertindak juga sebagai pengurus perusahaan.
Karena perusahaan ini masih termasuk perusahaan kecil, maka struktur organisasi akan menggunakan sistem organisasi garis atau line organization.
Bentuk perusahaan yang demikian memang sangat efisien dan efektif bila perusahaan masih berukuran kecil dimana jumlah karyawannya tidak lebih dari 20 atau 30 orang. Dalam organisasi yang menggunakan sistem organisasi garis, seluruh wewenang dan tanggung jawab berpusat pada satu orang yaitu pimpinan.
Untuk lebih jelasnya, struktur organisasi perusahaan ini akan kami sajikan sebagai berikut :
PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa
Sumber : PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa
PIMPINAN
BAGIAN PEMASARAN
BAGIAN GUDANG
BAGIAN
KEUANGAN/ADMINISTRASI
BAGIAN PEMBELIAN
SEKSI ANGKUTAN
SEKSI PENJUALAN
SEKSI KEUANGAN
SEKSI PERSONALIA SEKSI
ADMINISTRASI
Dengan melihat struktur organisasi di atas maka susunan personalia perubahan adalah berikut :
Pimpinan ... 1 orang Bagian Pembelian ... 3 orang Bagian Penjualan ... 7 orang Bagian Keuangan/Administrasi ... 3 orang Bagian gudang ... 4 orang 18 orang Berikut ini penulis akan menguraikan tujuan pokok dan fungsi ma sing-ma sing bagian yaitu sebagai berikut :
1. Bagian Pemasaran
Bagian ini membawahi dua seksi yaitu seksi angkutan dan seksi penjualan dengan masing-masing seksi mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :
a. Seksi angkutan
- Bertanggung jawab atas pengangkutan barang di Kab. Gowa Ke daerah luar Kab. Gowa.
- Menjaga dan memelihara armada angkutan sehingga senantiasa berada dalam keadaan baik dan siap pakai.
- Mencatat jumlah dan jenis barang yang diangkut untuk kemudian dicocokkan dengan data yang ada pada bagian pembelian dan pergudangan.
- Menyiapkan barang-barang yang akan diangkut ke daerah pemasaran.
b. Seksi Penjualan
- Menerima dan mencatat semua permintaan barang yang masuk
- Melaporkan semua permintaan barang kepada pimpinan untuk kemudian diteruskan kepada bagian gudang dan bagian pemasaran.
- Melaporkan secara periodik keadaan persediaan air mineral kepada pimpinan perusahaan.
- Menyimpan dokumen penjualan dengan tertib dan rapih
- Memantau harga penjualan di pasaran, terutama harga penjualan dari perusahaan sejenis/saingan.
2. Bagian Gudang
- Menerima dan memproses permintaan pengeluaran barang dari pimpinan perusahaan,
- Mencatat data barang yang keluar/masuk gudang - Memeriksa stock barang secara berkala
- Melaksanakan pencatatan barang pada buku pengeluaran dan pemasukan - Menyusun barang yang akan dikirim kepada langganan
- Melaporkan pengeluaran barang kepada pimpinan perusahaan.
3. Bagian Keuangan/Administrasi
Bagian ini dibagi atas dua seksi ma sing-ma sing seksi keuangan, seksi administrasi membawahi seksi yaitu :
1. Seksi Keuangan
- Membuka semua transaksi pembelian dan penjualan
- Membantu pimpinan perusahaan dalam lalu lintas pengeluaran dan penerimaan uang
- Melaporkan data keuangan perusahaan kepada pimpinan pada setiap selesai jam kerja
- Menagih piutang dagang
- Melaksanakan semua pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi keuangan
2. Seksi administrasi
- Mengatur kegiatan pimpinan perusahaan
- Melaksanakan pekerjaan yang bersifat administratif
- Mencatat semua surat masuk ke dalam buku agenda dan surat keluar dari buku ekspedisi.
4. Bagian Pembelian
Bagian ini berfungsi mengkoordinasi semua kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan pengadaan barang dagangan dan bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan perusahaan. Perincian lebih lanjut tentang tugas-tugas yaitu sebagai berikut :
- Mengurus dan memesan kemasan air mineral ke pabrik di Jakarta - Mengatur jadwal pembelian kemasan air mineral
- Mengatur pengangkutan kemasan air mineral dari pelabuhan ke gudang.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Penjualan
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bermunculan menyebabkan fungsi pemasaran semakin memegang peranan penting dalam menghadapi pasar. Oleh karena itu terasa betapa pentingnya peranan pemasaran bagi kelanjutan hidup suatu perusahaan terutama karena pasar dipenuhi oleh kon-sumen.
Fungsi pemasaran tidak dapat dipisahkan dari fungsi-fungsi lainnya di dalam perusahaan. Kegagalan didalam memasarkan suatu produk dari produsen ke konsumen dapat menghambat masalah produksi yang selanjutnya akan mempengaruhi masalah untuk mendapatkan dana.
Keterbatasan dana akan menghambat perusahaan untuk menarik tenaga ahli yang merupakan potensi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. Jadi dapatlah dikatakan bahwa masalah pemasaran sangat erat hubungannya dengan masalah lainnya misalnya produksi, penjualan, personel, pembelanjaan dan masalah lainnya dalam perusahaan.
Pada hakekatnya masalah pemasaran perlu penataan yang matang dan terencana, baik pemasaran barang dagangan maupun pemasaran barang import guna terciptanya pemasaran yang efektif dan efisien. Masalah pemasaran bukan saja menyangkut usaha untuk memperlancar penjualan dari produsen ke
39
konsumen dengan sasaran laba yang semaksimal mungkin, melainkan juga diperlukan suatu peranan promosi didalam pemasaran sangatlah diperlukan bagi suatu perusahaan. Tanpa promosi di dalam pemasaran produk ini, maka tidaklah mungkin perusahaan dapat memperlancar penjualan dari produsen ke konsumen, sehingga dapat menunjang suatu pencapaian laba yang semaksimal mungkin.
Biaya adalah merupakan faktor utama dalam memasarkan produk, sehingga dapat memperlancar penjualan air mineral atau suatu produk dengan mengeluarkan biaya promosi, maka perusahaan menyadari pentingnya kebijaksanaan mengenai pemasaran.
Dalam hubungannya dengan uraian tersebut di atas, maka dapatlah dikatakan bahwa peranan penjualan sangatlah diperlukan untuk menunjang kelangsungan hidup perusahaan, agar penjualan dapat berperanan dalam pencapaian tujuan/ sasaran dalam perusahaan maka diperlukan suatu pelaksanaan pemasaran. Dengan pemasaran, maka dimaksudkan untuk meningkatkan omzet penjualan sehingga dapat diperoleh laba yang maksimal guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Dengan pentingnya peranan penjualan dalam perusahaan, maka untuk lebih jelasnya akan disajikan volume penjualan dari tahun 2005 s/d tahun 2009 yaitu sebagai berikut :
Tabel 1. Besarnya Volume Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta,
Jumlah 83.028 1.945.712.000
Sumber : PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa.
Dari uraian tersebut di atas maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tahun 2005 s/d 2009, menunjukkan bahwa dalam tahun 2005 volume penjualan dalam batang terdiri dari 13.450 atau dalam rupiah sebesar Rp.309.350.000,
Dari data tersebut di atas, make dapatlah disajikan perubahan penjualan
air mineral, dalam batang selama tahun 2005 s/d tahun 2009 adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Perkembangan Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009
Tahun Sumber : Hasil olahan data
Selanjutnya akan disajikan perubahan penjualan air mineral dalam rupiah selama tahun 2005 s/d tahun 2009 yaitu sebagai berikut :
Tabel 3. Perkembangan Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009
Tahun Sumber : Hasil olahan data
Dari uraian tersebut di atas make dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tahun 2005 s/d 2009 menunjukkan bahwa dalam tahun 2005 s/d tahun 2009 terjadi peningkatan penjualan air mineral, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :
1. Terjadinya peningkatan penjualan air mineral dalam tahun 2005 s/d tahun 2009 disebabkan oleh karena sistem pemasaran yang diterapkan oleh PT.
Sariguna Prima Tirta telah tepat, hal ini ditinjau dari segi penerapan harga jual yang ditetapkan telah tepat jika dibandingkan dengan harga jual saingan.
2. Karena dalam tahun 2005 s/d tahun 2009 masih kurangnya persaingan dalam penjualan air mineral.
Namun dalam tahun 2009 terjadi penurunan penjualan sebesar 13,19 %, terjadinya penurunan penjualan air mieral disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :
1. Terjadinya penurunan penjualan air mineral dalam tahun 2009 disebabkan karena sistem pemasaran tidak tepat, khususnya terhadap penetapan harga jual. Dimana harga jual yang ditetapkan oleh PT, Sariguna Prima Tirta, Kab.
Gowa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual saingan.
2. Disamping karena penetapan harga jual yang tinggi jika dibandingkan pesaing, juga munculnya pesaing-pesaing lain.
Untuk mengatasi masalah tersebut di atas maka perlunya diterapkan harga jual yang tepat guna penjualan dapat ditingkatkan.
B. Analisis Ramalan Penjualan
Dengan melihat perkembangan dan kondisi secara nyata diberbagai kalangan perekonomian dewasa ini ternyata bahwa dunia usaha telah mengalami peningkatan secara pesat dan oleh karenanya persaingan yang telah terjadipun juga semakin ketat pula adanya. Dengan demikian make bila suatu perusahaan ingin mencapai tujuan tersebut yang sudah di-rencanakan sebelumnya, maka diperlukan suatu ikhtisar atau upaya secara tepat dan sistematis untuk dapat di-pertanggung jawabkan agar tujuan yang hendak dicapai dapat terwujud.
Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan dari perusahaan dapat dicapai dengan melalui pendayagunaan faktor -faktor produksi secara efisien dan efektif
guna menetapkan kebijaksanaan yang tepat, karena dunia usaha selalu meng-inginkan agar tujuan dapat tercapai sekurang-kurangnya kontinuitas perusahaan dapat tercapai dan dapat dipertahankan.
Akan tetapi secara kenyataannya banyak dijumpai perusahaan-perusahaan terpaksa harus mundur ataukah disebabkan karena gagal mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelum-nya. Oleh karena itu perusahaan sebagai suatu organisasi harus mengadakan pengelolaan dan koordinasi secara baik terhadap semua kegiatan dan fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan tersebut guna mencapai tujuan yang ditetapkan sebab itu kegiatan dan aktivitas suatu perusahaan seperti peramalan penjualan hasil produksi sama sekali tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan produksi dan konsumsi. Kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan melalui survei, pemasaran-nya akan dapat mengetahui tentang apa yang diinginkan oleh konsumen dan setelah itu kebutuhan dapat dirundingkan dengan bagian produksi untuk dibuat barang atau jasa yang dapat memuaskannya.
Akan tetapi sebagai tugas pemasaran lagi untuk memindahkan barang hasil produksi untuk ditujukan kepada pemakai atau konsumen akhir. Jadi pemasaran dalam hal ini harus melihat mengenai posisi dari barang tersebut dipasaran dan bila ternyata masih kurang memuaskan, maka mereka masih harus mengadakan lagi penelitian hingga demikianlah siklus ini terus berlangsung.
Dalam hubungannya dengan uraian tersebut di atas agar untuk dapat membantu perusahaan dalam penetapan harga jual maka perlunya dilakukan ramalan penjualan, di mana penjualan di rasa yang akan datang. Dengan rencana
penjualan di masa yang akan datang maka perusahaan dapat menyusun tujuan dalam pencapaian sasaran pemasaran dengan pentingnya peramalan penjualan maka berikut ini akan disajikan kertas kerja peramalan penjualan air mineral yaitu sebagai berikut :
Tabel 4. Kertas Kerja Ramalan Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta Tahun 2005 s/d 2009
Tahun Penjualan air mineral (kardus)
Sumber : Hasil olahan data
Dari kertas kerja tersebut di atas maka dapatlah ditentukan estimasi
Dengan demikian trend linear : 295.143 + 69.821 (x), sehingga ramalan penjualan adalah sebagai berikut :
Y2010 = 16.605,60 + 1.342,70 (3) = 20.633,70 Y2011 = 16.605,60 + 1.342,70 (4) = 21.976,40 Y2012 = 16.605,60 + 1.342,70 (5) = 23.319,10 Y2013 = 16.605,60 + 1.342,70 (6) = 24.661,80 Y2014 = 16.605,60 + 1.342,70 (7) = 26.004,50
Dari hasil uraian tersebut di atas maka dapatlah disajikan hasil ramalan penjualan adalah sebagai berikut :
Tabel 5. Hasil Ramalan Penjualn PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun Hasil ramalan penjualan
2010 2011 2012 2013 2014
20.633,70 21.976,40 23.319,10 24.661,80 26.004,50 Sumber : Hasil olahan data
Selanjutnya peramalan penjualan air mineral dalam rupiah dapat disajikan sebagai berikut :
Tabel 6. Kertas Kerja Ramalan Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009
Tahun Penjualan air mineral dalam (kardus)
Jumlah 1.945.172.000 10 353.735.000
Dari uraian tersebut di atas maka dapatlah disajikan trend linear = y = a + b (x) dimana :
Dengan demikian maka dapatlah disajikan hasil peramalan penjualan tahun 2010 s/d tahun 2012 yaitu sebagai berikut :
Y2010 = 389.034.400 + 35.373.500 (3) = 495.154.900 Y2011 = 389.034.400 + 35.373.500 (4) = 530.528.400 Y2012 = 389.034.400 + 35.373.500 (5) = 565.901.900
Y2013 = 389.034.400 + 35.373.500 (6) = 601.275.400 Y2014 = 389.034.400 + 35.373.500 (7) = 6363.348.900
Dari hasil uraian tersebut di atas maka dapatlah disajikan hasil ramalan penjualan adalah sebagai berikut :
Tabel 7. Hasil Ramalan Penjualan PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa.
Tahun 2010 s/d 2014
Tahun Hasil ramalan penjualan air mineral ( dalam Rp ) 2010
2011 2012 2013 2014
495.154.900 550.528.400 565.901.900 601.275.400 636.648.900 Sumber : Hasil olahan data
C. Analisis Penetapan Harga Jual
Sebagaimana kita ketahui bahwa suatu perusahaan tidak terlepas dari berbagai macam masalah dan tantangan yang harus dihadapi, baik yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri (intern) maupun yang timbul dari luar perusahaan (eketern).
Pada umumnya tantangan yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri masih dapat diatasi dan dikendalikan oleh pihak perusahaan sendiri, lain halnya
bila ada tantangan yang timbul dari luar perusahaan yang sukar untuk dikontrol dan dikendalikan oleh perusahaan, jika hal semacam itu terjadi dalam suatu perusahaan maka satu-satunya jalan yang ditempuh adalah memperkokoh posisi perusahaan dengan menyusun suatu strategi, dimana didalam penyusunan strategi perlu ditunjang dengan suatu dengan suatu kebijakan dari perusahaan. Di dalam strategi tersebut biasanya tujuan perusahaan ditentukan secara garis besar, sedangkan didalam suatu kebijaksanaan tujuan disusun secara terpenuhi agar dapat menunjang strategi termasuk rencana-rencana dan program-program yang akan datang.
Disini terdapat sedikit perbedaan antara strategi dan kebijaksanaan.
strategi yang disusun tidak terlalu berubah kecuali terjadi perubahan. Yang dapat menggoncang dunia usaha, sedangkan kebijaksanaan dapat berubah sesuai dengan keadaan pada saat perusahaan sedang berjalan, misalnya terjadi perubahan dalam pasar, tehnologi, persaingan dan sebagainya.
Dalam hubungannya" dengan uraian tersebut di atas, maka salah satu faktor yang menyebabkan volume penjualan menurun adalah disebabkan oleh karena harga jual yang tidak tepat, dimana harga jual yang ditetapkan oleh PT.
Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan pesaing, hal ini dapat dilihat melalui tabel berikut ini :
Tabel 8. Perbandingan Harga Jual Menurut Perusahaan Pesaing pada PT.
Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009
Tahun Sumber : Hasil olahan data
Dengan perbandingan tersebut di atas nampak bahwa harga jual yang ditetapkan oleh PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual pesaing, sehingga mengakibatkan volume
Dengan perbandingan tersebut di atas nampak bahwa harga jual yang ditetapkan oleh PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual pesaing, sehingga mengakibatkan volume