• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Pengertian Tentang Harga

Harga adalah merupakan salah satu unsur yang terpenting dan utama bagi perusahaan dalam menentukan atau me-laksanakan strategi pemasaran dalam upaya untuk meningkatkan penjualan. Dimana harga suatu barang merupakan penghubung antara pembeli (konsumen) dengan pihak penjualan (produsen) yang turut menentukan terjadinya transaksi pembelian. Dan juga harga merupakan ukuran penting untuk mengetahui berapa besar nilai suatu barang dan jasa dan merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya suatu barang laku di pasaran.

Dalam suatu sistem persaingan yang kompetitif harga haruslah bersifat fleksibel, yang tetap berpegang teguh pada konsep dan prinsip efisiensi dan profesionalisasi dalam menjalankan perusahaan, karena mungkin saja suatu perusahaan dapat berkembang tanpa proses penurunan harga yang telah di~

tetapkan sebelumnya dan ada juga perusahaan yang tidak dapat berkembang walaupun harga dinaikkan.

Perlu pula dijelaskan bahwa dalam menetapkan harga jual suatu barang dan Jasa perlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penetapan harga jual sebagai berikut :

1. Biaya untuk menghasilkan produk-produk, hingga produsen bersedia menjual produk dengan harga tinggi, jika kualitas barang-barang yang diproduksi tinggi dan di lain pihak konsumen bersedia melepaskan sejumlah uangnya dengan menginginkan barang yang mutunya baik.

2. Sasaran perusahaan untuk mencapai laba tertentu atau meningkatkan penjualan dengan menurunkan harga,

3. Peraturan pemerintah melalui peraturan perundang-undangan, misal monopoli terhadap suatu barang.

Dengan demikian dalam menetapkan harga jual suatu barang perlu diperhatikan hal-hal tersebut di etas, agar tujuan perusahaan tercapai.

Dalam menjelaskan pengertian tentang harga yang tepat, kadang terasa sulit, karena para ahli memberikan definisi yang berlainan antara satu-dengan yang lainnya. Untuk meng-uraikan tentang definisi atau pengertian tentang harga secara lengkap, maka berikut ini penulis mengemukakan definisi yang diberikan oleh para ahli antara lain :

Alex S. Nitisemito ( 1981, hal. 55 ) memberikan definisi tentang harga yaitu harga adalah nilai suatu barang dan jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang/pengusaha bersedia melepaskan barang dan jasa yang dimiliki kepada pihak lain.

Dari pengertian di atas menjelaskan bahwa harga merupakan alat ukur yang dinyatakan dalam bentuk uang, dimana pembeli atau konsumen dapat memperoleh barang dan jasa setelah dia bersedia melepaskan sejumlah uang

tertentu, yang sesuai dengan harga yang disepakati bersama sehingga harga itu akan turun naik sesuai dengan kesepakatan antara pembeli dan penjual, dimana dalam ilmu ekonomi disebutkan se-bagai perpotongan antara permintaan dan penawaran.

Dari pendapat di atas juga dapat dikemukakan bahwa harga merupakan persoalan yang penting dalam dunia bisnis yang bukan hanya menyangkut penjual saja melainkan juga mempengaruhi pembelian yaitu buying decision dari pembeli.

Dalam perekonomian, harga suatu barang dan jasa dapat mempengaruhi upah, sewa dan laba atas pembayaran -pembayaran faktor produksi (tenaga ker^a dan modal) dan alat produksi lainnya. Oleh karena pentingnya mengenai masalah harga ini, maka haruslah ditangani dengan sebaik-baiknya oleh managemen perusahaan, khususnya. dalam penetapan harga yang tepat yaitu yang dapat memberikan keuntungan yang memuaskan bagi perusahaan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Selanjutnya Basu Swastha (1982, hal. 1) memberikan pengertian harga yaitu harga adalah jumlah yang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk men-dapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Dari definisi di atas jelas bahwa harga merupakan alat ukur yang dinyatakan dalam satuan untuk mendapatkan atau memiliki sesuatu barang dan pemiliknya baru mau melepaskan barang dan jasa, jika telah mendapatkan imbalan berupa sejumlah uang yang sesuai dengan harga yang telah disepakati.

Dan dari pengertian di atas pula menjelaskan bahwa, besarnya jumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan sesuatu barang dan ;jasa sangat ditentukan oleh kesepakatan antara pembeli dan penjual.

Berdasarkan penjelasan dan pengertian di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu :

1. Penetapan harga merupakan masalah yang pen ting bilamana suatu perusahaan untuk pertama kalinya menetapkan harga. Peristiwa ini merupakan hal yang berlaku bila suatu perusahaan telah mengembangkan atau mengambil alih suatu produk baru atau suatu produk lama diperkenalkan pada suatu jalur distribusi baru atau bila memulai secara teratur mengajukan tender untuk karya kontrak baru.

2. Bilamana timbul keadaan yang mendorong perusahaan untuk mengadakan perubahan suatu harga, dimana mungkin perusahaan yang bersangkutan akan meninjau kembali penetapan harga jualnya agar dapat sesuai dengan permintaan biaya dan harga jualnya agar dapat sesuai dengan permintaan biaya dan harga dari pesaing, dan penyesuaian harga mungkin dipacu oleh keadaan inflasi.

3. Harga menjadi masalah bilamana pesaing atau perusahaan lain memprakarsai suatu penyesuaian harga, sehingga perusahaan perlu mengontrol apakah harga itu perlu disesuaikan dan seberapa jauh harus dilakukan penyesuaian harga.

4. Harga menjadi masalah bilamana suatu perusahaan, meng-hasilkan berbagai jenis barang dan jasa dengan permintaan yang Baling berkaitan, sehingga

perlu menentukan kaitan harganya yang optimal dari berbagai jenis barang dan jasa pada jajaran produk yang sama atau sejenis.

C. Pengertian tentang Market Share

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan pengaruh perusahaan atas produknya di pasar, maka perlu diupayakan kesinambungan atau secara terus menerus mengadakan peningkatan penjualan produk dan dibarengi dengan mengadakan pengembangan produk. Perusahaan yang secara terus menerus mengadakan penjualan tanpa memperhatikan produknya atau produknya hanya monoton, maka lambat laun konsumen atau pembeli dapat berkurang atau menghilang di pasaran. Dengan demikian konsumen yang berhasil dikuasai sebelumnya dipasaran akan bergeser atau berpindah ke perusahaan lain yang sejenis.

Perusahaan yang tidak memperhatikan peningkatan dan pengembangan produk penjualannya, maka akan terancam kedudukannya (market share) di pasaran. Sebab keadaan pasar selalu mengalami perubahan sebagai akibat dari perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh manusia itu sendiri, melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tentunya akan membuka kesempatan bagi perusahaan untuk menciptakan produk yang lebih memuaskan konsumen, sehingga hal ini akan menimbulkan kompetitif dikalangan produsen atau terjadi persaingan.

Dalam keadaan pengembangan suatu produk dari suatu perusahaan yang tentunya akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain, karena perubahan bentuk suatu produk perusahaan lain mengenai produknya di pasar akan tergeser. Begitu-pun dalam keadaan seperti ini kemungkinan pula timbul perusahaan lain dengan produk barunya sebagai saingan. Dalam hubungan inilah maka perusahaan perlu mengetahui dan meng-analisis keadaan pasar atau market share perusahaan adalah merupakan salah satu ukuran atau barometer bagi keberhasilan atau kegagalan perusahaan dalam mengejar tujuan serta sasaran bagi perusahaan.

Oleh karena itu setiap kegiatan perusahaan yang di-lakukan untuk meningkatkan market share perusahaan, hendak-nya selalu diarahkan kepada konsumen, guna mempengaruhi dan mendorong mereka agar membeli produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Dengan demikian maka diperlukan adanya pelaksanaan strategi pemasaran yang baik dan teratur.

Jadi dari uraian dan penjelasan tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa market share adalah prosentase pen-jualan perusahaan dari seluruh kegiatan industri atau pen-jualan perusahaan dibagi dengan penjualan industri. Oleh Donald S. "Dull and Del I. Hawkins, (1976, hal. 585 ) memberikan rumusan market share sebagai berikut :

Company Sales in Units

“Market Share =

Industry Sales in Units

atau :

Company Sales in Dollars

“Market Share =

Industry Sales in Dollars

Selanjutnya definisi dan pengertian dari market share adalah dikemukakan oleh Richard H. Buskrik ( 1964, hal.287) bahwa market share is the ratio of a company's sales to the total industry sales on either an actual or potential basic.

Jadi dengan demikian market share suatu perusahaan adalah perbandingan antara penjualan perusahaan yang bersangkutan dengan penjualan industri secara keseluruhan, baik atas dasar actual sales maupun potential sales.

Perusahaan yang tergolong kedalam perusahaan leader selalu berusaha untuk mempertahankan market sharenya, sedangkan yang tergolong kedalam perusahaan flower selalu berusaha mencari kelemahan perusahaan leader guna meningkatkan market sharenya. Kelemahan suatu perusahaan akan merupakan basis yang paling empuk bagi perusahaan lain dalam merebut pasar dari perusahaan tersebut dengan memasuki pasar. Dengan demikian suatu perusahaan harus senantiasa terus menerus waspada dan berusaha kearah peningkatan sales perusahaan.

Bilamana suatu perusahaan ingin meningkatkan market sharenya maka perlu mengadakan peningkatan pada kegiatan pemasaran. Kegiatan pemasaran yang dimaksud yaitu :

1. Meningkatkan kegiatan inovasi produk sehingga dapat memasuki pasar dengan produk baru yang mempunyai kegunaan baru.

2. Meningkatkan kegiatan-kegiatan promosi, dimaksudkan untuk dapat menarik langganan baru dan mendemontrasikan produk barunya.

3. Mengadakan perbaikan dan peningkatan suatu produk (produc development) dan menghasilkan produk dengan ukuran yang berbeda-beda sehingga dapat memasuki pasar.

4. Meningkatkan dan memperbaiki saluran distribusi perusahaan dan juga mengajak distributor lainnya untuk ikut dalam kegiatan promosi produk perusahaan.

5. Mengadakan dan mendorong penjualan dengan sistim harga misalnya memberikan potongan harga jual yang lebih murah. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan efektivitas efisiensi produksi sehingga dapat menurunkan biaya produksi (low cost of production) dan selanjutnya harga jual produksi perusahaan menjadi rendah.

Pada dasarnya kelemahan suatu perusahaan adalah merupakan jalan pintas yang paling menguntungkan bagi perusahaan lain untuk memasuki pasar dan meningkatkan penjualannya atau market sharenya. Perusahaan yang tidak memperhatikan innovasi produk atau kurang memperhatikan innovasi produk akan berhadapan dengan perusahaan lain yang terus menerus mengadakan innovasi untuk menyaingi dan mengunggulinya sehingga dapat menguasai pasar.

Manajemen perusahaan yang dinamis akan selalu berusaha memperhatikan

gerak-gerik perusahaan saingannya untuk kemudian memasuki pasar setiap ada lowongan dan kesempatan, sehingga apabila perusahaan kurang aktif dalam usaha untuk meningkatkan penjualannya, maka "market share bergeser sehingga areal yang dikuasai sebelumnya akan menjadi kurang, hal ini disebabkan perusahaan saingan yang aktif lebih mendesaknya di pasar.

Market share suatu perusahaan adalah merupakan salah satu kriteria atau ukuran keberhasilan manajemen perusahaan dalam mengejar sasaran dan tujuan perusahaan yang dapat di-lihat bahagian yang dikuasai pasar. Kegiatan pemasaran yang dilaksanakan untuk meningkatkan market share perusahaan harus diarahkan atau ditujukan kepada lingkungan yang sudah ada dan kepada langganan yang potensial guna menarik dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian.

D. Tujuan Penetapan Harga

Masalah penetapan harga jual suatu produk perusahaan adalah masalah yang paling penting yang perlu diperhatikan sebab pada umumnya suatu perusahaan haruslah yakin secara tegas pada sasaran harga dan pemasaran yang bagaimanakah yang hendak dicapai dalam mengambil keputusan tentang harga barang dan jasa.

Didalam mengambil keputusan dan menetapkan harga jual atas produk suatu perusahaan harus mempunyai tujuan dan sasaran tertentu, baik itu tujuan dan sasaran jangka pendek maupun tujuan dan sasaran jangka panjang. Hal ini

dimaksudkan agar kelangsungan kehidupan perusahaan dapat terjaga dan dapat ditingkatkan untuk masa-masa yang akan datang.

Dalam hubungan dengan penetapan harga jual, Basu Swastha ( 1982, hal. 5) mengemukakan pendapatnya tujuan dan sasaran dari penetapan harga adalah :

1. Untuk mencapai target pengambilan investasi 2. Untuk mencegah persaingan

3. Untuk mendapatkan laba maksimum 4. Untuk menstabilkan harga

5 Untuk mempertahankan atau memperbaiki market share.

Adapun pendapat yang dikemukakan oleh beberapa Sarjana tentang tujuan penetapan harga produk suatu perusahaan, sama seperti yang dikemukakan oleh Basu Swastha di atas dan pada umumnya mereka memberikan gambaran secara garis besar mengenai penetapan harga jual kedalam lima kelompok sebagai berikut :

1. Untuk mencapai keuntungan dari investasi atau untuk mencapai penjualan bersih

2. Untuk mencapai stabilise si harga

3. Untuk mempertahankan/meningkatkan market share 4. Untuk menghindari/menghadapi persaingan

5. Untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Sedangkan pendapat dari Radiosunu ( 1977, hal.49-50 ) tentang tujuan penetapan harga barang dan jasa suatu perusahaan yaitu : penetrasi pasar, mengeruk uang sebanyak -banyaknya, mendapatkan uang tunai secepat mungkin, mendapatkan "rate of return" yang memuaskan, meningkatkan penjualan seluruh produk.

Dan untuk melihat bagaimana tujuan penetapan harga jual suatu produk yang dimaksudkan Radiosunu di atas, maka perlu dijelaskan satu persatu, sebagai berikut :

Ad.1 Penetrasi pasar, dengan menetapkan harga yang relatif rendah (market penetration objective) tujuan ini akan tercapai apabila :

a. Harga yang rendah akan menarik pembeli

b. Biaya produk dan biaya distribusi persatuan turun apabila output dinaikkan.

c. Harga yang rendah mendesak saingan potensial dan aktual.

Ad.2 Mengeruk uang sebanyak-banyaknya, dari golongan pembeli yang membayar harga tinggi (market skimming objective) dengan car menetapkan harga tinggi, kemudian berangsur-angsur menurunkannya untuk menarik segmen pasar yang lebih peka terhadap harga.

Tujuan ini dapat dicapai, apabila :

a. Jumlah pembeli yang permintaannya bersifat tidak elastis, cukup banyak.

b. Biaya produksi dan biaya distribusi persatuan tidak terlalu tinggi, bila menghasilkan volume yang lebih sedikit.

c. Kemungkinan timbulnya persaingan karena harga tinggi tidak banyak.

d. Harga tinggi dapat menimbulkan kesan kualitas produk yang unggul.

Ad.3 Mendapatkan uang tunai secepat mungkin. Hal semacam ini merupakan tujuan dari perusahaan yang berbeda dalam kesulitan keuangan atau yang menganggap masa depan perusahaan suram.

Ad.4 Mendapatkan " rate of return " yang memuaskan.

Perusahaan sudah puas dengan tingkat pembelian yang umum (conventional) bagi investasi yang diadakan dan resiko yang dihadapi, meskipun harga yang lebih tinggi dapat menghasilkan "return" yang lebih besar. Contoh penetapan harga yang demikian adalah "target pri-cing”

Ad.5 Meningkatkan penjualan seluruh "product line" dimana cara penetapan harga yang rendah bagi barang yang banyak disukai, untuk menarik sebanyak mungkin pembeli, yang diharapkan juga akan tertarik untuk membeli barang lainnya. Penetapan harga seperti ini disebut " loss leader pricing”

Dalam menetapkan harga jual perusahaan harus memperhatikan berbagai pihak antara lain :

 para, konsumen akhir

 para penyalur

 saingan

 supplier bahan baku

 dana dan tenaga kerja

 pemerintah

 para manager perusahaan yang bersangkutan

Apa yang diuraikan tersebut di atas sering sesuai dengan keadaan yang kita temui dipasaran / dalam praktek sehingga para manager perusahaan harus peka terhadap keadaan dan tingkat kemampuan konsumen guna menyesuaikan perencanaan penentuan harga pokok.

Harga jual dapat ditetapkan atas dasar biaya, permintaan atau persaingan.

Namun demikian tidak semua perusahaan mempunyai prosedur penetapan harga yang sama. Oleh karena itu dalam penetapannya seringkali terlalu banyak ditonjolkan salah satu diantara ketiga faktor tersebut. Misalnya, banyak perusahaan yang menetapkan harga jual ber.dasarkan pada biaya untuk produk tersebut serta suatu prosentase tertentu (dari biaya) sebagai laba.

Penetapan harga jual dengan cara seperti di atas, adalah "mark-up pricing" dan "cost-plus pricing". Perbedaan kedua cara penetapan harga ini adalah "mark-up pricing " didasarkan atas biaya pembelian persatuan, sedangkan pada "cost-plus pricing" didasarkan atas produksi total.

Basu Swastha ( 1982, hal. 10) dalam bukunya yang mengemukakan pendapatnya mengenai prosedure penentuan harga, sebagai berikut :

1. Mengestimasikan permintaan untuk barang tersebut 2. Mengetahui terlebih dahulu reaksi dalam persaingan 3. Menentukan market share yang dapat diharapkan.

4. Memilih strategi harga untuk mencapai harga pasar 5. Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan 6. Memilih harga tertentu

Beberapa perusahaan lebih suka memilih penetapan harga dibawah harga yang umum di pasar. Karena perusahaan mengharapkan kenaikan volume penjualan, yang diakibatkan oleh rendahnya harga. Dengan menetapkan harga jual produk yang rendah, maka perusahaan mengharapkan bertambahnya konsumen atas produk perusahaan terhadap perusahaan yang lainnya. Dan bila kepercayaan konsumen ini sudah tinggi, maka akan terbentuk suatu loyalitas konsumen terhadap perusahaan.

Dengan adanya loyalitas terhadap perusahaan, maka perusahaan sudah mampu. untuk mandiri. Perusahaan yang menghadapi pasar persaingan sempurna sering dituntut untuk peka terhadap harga yang akan ditetapkan karena sangat berpengaruh terhadap market share yang dikuasai. Dengan demi-kian kenaikan harga diatas harga yang telah ditetapkan maka secara langsung akan mempengaruhi volume penjualan, dalam arti bahwa dengan adanya peningkatan harga maka jumlah permintaan terhadap produk akan mengalami penurunan, sehingga hal ini akan menyebabkan penurunan dalam volume penjualan.

Kenaikan harga jual yang tidak terlalu menjolok, walaupun berpengaruh terhadap

volume penjualan tetapi tidak terlalu dirasakan jika dibandingkan dengan penerimaan yang di-peroleh, oleh perusahaan tersebut atau dengan kata lain menurunkan harga jual secara langsung akan meningkatkan volume penjualan dari perusahaan tersebut. Tetapi jika ditinjau dari pengaruh penurunan harga jual tersebut terhadap penerimaan perusahaan mungkin tidak terjadi kenaikan.

Menurut Basu Swastha ( 1982, hal.6) bahwa tujuan penetapan harga jual pada perusahaan adalah :

1. Penetapan harga untuk laba maksimal

2. Penetapan harga untuk merebut saham dipasaran 3. Penetapan harga untuk pendapatan nasional 4. Penetapan harga untuk sasaran laba

5. Penetapan harga untuk promosi.

Untuk lebih jelasnya bagaimana tujuan dari penetapan harga yang dikemukakan oleh Basu Swastha tersebut di atas, maka yang perlu diuraikan satu persatu, yaitu :

Ad.1 Penetapan harga untuk laba maksimal, adalah salah satu tujuan yang paling lazim dalam suatu perusahaan yaitu untuk memperoleh laba yang maksimal, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Para ahli ekonomi telah menyusun suatu modal yang lugu namun cukup indah untuk menetapkan harga guna memaksimalkan laba. Model ini didasarkan pada asumsi bahwa pihak perusahaan menguasai

pengetahuan tentang fungsi-fungsi permintaan dan harga untuk produk yang bersangkutan.

Ad.2 Penetapan harga untuk merebut saham pasaran, perusahaan dapat saja memutuskan penetapan harga untuk memaksimalkan laba pasaran dengan mengabaikan penghasilan laba masa kini. Makin banyak perusahaan beranggapan bahwa keuntungan jangka panjang akan meningkat dengan bertambahnya saham pasaran. Texas Instruments serta beberapa perusahaan lain telah bertekad untuk merajai pasaran dengan menerapkan siasat penetapan harga me-rebut pasaran (market penetration). Mereka membangun kapasitas pabrik berlebihan untuk mencapai volume produksi yang besar, lalu menetapkan harga yang sama atau dibawah harga kaum pesaing untuk. roerebut saham pasaran.

Kemudian menurunkan harganya lagi sesuai dengan penurunan biaya, memang mereka akan menderita rugi selama penurunan harga tetapi beberapa tahun kemudian diharapkan akan mengimbangi kerugian yang dialami bilamana menguasai pasaran dan biayanya telah ditekan serendah mungkin.

Ada beberapa keadaan yang dapat mendorong penetapan harga yang rendah, yaitu :

a. Pasaran ternyata sangat peka terhadap harga se-hingga harga yang rendah dapat menggairahkan per-tumbuhan pasaran yang pesat.

b. Biaya satuan produksi dan distribusi akan menurun dengan meningkatnya produksi.

c. Harga yang rendah akan menghambat masuknya persaingan yang sekarang dan potensial.

Ad.3 Penetapan harga untuk pendapatan maksimal, mungkin perusahaan kita hendak menetapkan harga yang dapat memaksimalkan pendapatan penjualan sekarang. Hal ini merupakan soal menentukan kombinasi harga atau kuantitas yang menghasilkan pendapatan penjualan yang terbesar. Perusahaan berhasrat untuk secara tepat dan cepat dalam menghasilkan dana tunai, mungkin karena sedang harus mencari dana, atau karena ia menganggap masa depan kurang menentu sehingga tidak membenarkan pembinaan pasaran secara besar.

Ad.4 Penentuan harga untuk sasaran laba, ada sementara perusahaan yang mengungkapkan tujuan penetapan harga-nya ialah untuk mencapai tingkat hasil laba ( rate of return) yang memuaskan, Akibatnya adalah sekalipun harga yang lain akan dapat menghasilkan tingkat laba yang lebih besar dalam jangka panjang, perusahaan akan merasa dengan memperoleh hasil laba konvensional yang membandingkan dengan suatu tingkat investasi dan resiko tertentu.

Penetapan harga seperti tersebut di atas adalah penetapan harga sasaran (target pricing) untuk jangka pendek tanpa melihat/memperhitungkan sasaran untuk jangka panjang.

Ad.5 Penetapan harga untuk promosi, ada kalanya satu perusahaan menetapkan harga khusus untuk mempromosikan penjualan semua produknya dan bukan untuk mendapatkan laba dari jenis produknya.

Contohnya ialah penetapan harga pemuka-kerugian (loss leader pricing) dengan memasang harga murah untuk suatu produk yang tenar, dengan maksud menarik sejumlah besar pembeli yang di-harapkan mereka akan membeli pula produk-produk lain-nya. Contoh lainnya adalah penetapan harga prestise dengan menetapkan harga mahal untuk jenis produk ter-tentu dengan maksud meningkatkan citra mutu dari se-luruh jajaran produksinya.

Aneka kebijaksanaan dan batasan (constrain) yang di-anut oleh perusahaan dalam menetapkan harga yang dapat memberikan suatu citra harga yang dikehendakinya, sikap terhadap potongan harga, dan sikapnya berkenaan dengan soal mengimbangi harga-harga pesaing. Jadi kita modern mobile homes mendambakan citra produsen barang yang bermutu tinggi, maka kebijaksanaan harga tidak mengijinkan diperkenalkan model pada ajang harga murah dan bermutu rendah.

E. Metode Penetapan Harga

Dalam penetapan harga jual suatu produk perusahaan dipasaran yang secara aktif dan efisien adalah merupakan faktor yang sangat penting yang perlu diperhatikan dan diproses dengan menggunakan cara-cara atau metode

pendekatan yang tepat agar produk-produk perusahaan di pasar dapt laku dan dikenal oleh konsumen.

Basu Swaetha ( 1982, hal. 256 ) mengemukakan pendapat-nya mengenai metode penetapan harga jual suatu perusahaan sebagai berikut : Harga break-even, harga rate of return, harga biaya variabel dan harga bebas puncak.

Dengan break even kita dapat mengetahui tentang bagaimana

Dengan break even kita dapat mengetahui tentang bagaimana

Dokumen terkait