• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

B. Struktur Organisasi

Sesuai dengan akte pendirian dan izin usaha, perusahaan ini berbentuk PT. dimana para persero bertindak juga sebagai pengurus perusahaan.

Karena perusahaan ini masih termasuk perusahaan kecil, maka struktur organisasi akan menggunakan sistem organisasi garis atau line organization.

Bentuk perusahaan yang demikian memang sangat efisien dan efektif bila perusahaan masih berukuran kecil dimana jumlah karyawannya tidak lebih dari 20 atau 30 orang. Dalam organisasi yang menggunakan sistem organisasi garis, seluruh wewenang dan tanggung jawab berpusat pada satu orang yaitu pimpinan.

Untuk lebih jelasnya, struktur organisasi perusahaan ini akan kami sajikan sebagai berikut :

PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa

Sumber : PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa

PIMPINAN

BAGIAN PEMASARAN

BAGIAN GUDANG

BAGIAN

KEUANGAN/ADMINISTRASI

BAGIAN PEMBELIAN

SEKSI ANGKUTAN

SEKSI PENJUALAN

SEKSI KEUANGAN

SEKSI PERSONALIA SEKSI

ADMINISTRASI

Dengan melihat struktur organisasi di atas maka susunan personalia perubahan adalah berikut :

Pimpinan ... 1 orang Bagian Pembelian ... 3 orang Bagian Penjualan ... 7 orang Bagian Keuangan/Administrasi ... 3 orang Bagian gudang ... 4 orang 18 orang Berikut ini penulis akan menguraikan tujuan pokok dan fungsi ma sing-ma sing bagian yaitu sebagai berikut :

1. Bagian Pemasaran

Bagian ini membawahi dua seksi yaitu seksi angkutan dan seksi penjualan dengan masing-masing seksi mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :

a. Seksi angkutan

- Bertanggung jawab atas pengangkutan barang di Kab. Gowa Ke daerah luar Kab. Gowa.

- Menjaga dan memelihara armada angkutan sehingga senantiasa berada dalam keadaan baik dan siap pakai.

- Mencatat jumlah dan jenis barang yang diangkut untuk kemudian dicocokkan dengan data yang ada pada bagian pembelian dan pergudangan.

- Menyiapkan barang-barang yang akan diangkut ke daerah pemasaran.

b. Seksi Penjualan

- Menerima dan mencatat semua permintaan barang yang masuk

- Melaporkan semua permintaan barang kepada pimpinan untuk kemudian diteruskan kepada bagian gudang dan bagian pemasaran.

- Melaporkan secara periodik keadaan persediaan air mineral kepada pimpinan perusahaan.

- Menyimpan dokumen penjualan dengan tertib dan rapih

- Memantau harga penjualan di pasaran, terutama harga penjualan dari perusahaan sejenis/saingan.

2. Bagian Gudang

- Menerima dan memproses permintaan pengeluaran barang dari pimpinan perusahaan,

- Mencatat data barang yang keluar/masuk gudang - Memeriksa stock barang secara berkala

- Melaksanakan pencatatan barang pada buku pengeluaran dan pemasukan - Menyusun barang yang akan dikirim kepada langganan

- Melaporkan pengeluaran barang kepada pimpinan perusahaan.

3. Bagian Keuangan/Administrasi

Bagian ini dibagi atas dua seksi ma sing-ma sing seksi keuangan, seksi administrasi membawahi seksi yaitu :

1. Seksi Keuangan

- Membuka semua transaksi pembelian dan penjualan

- Membantu pimpinan perusahaan dalam lalu lintas pengeluaran dan penerimaan uang

- Melaporkan data keuangan perusahaan kepada pimpinan pada setiap selesai jam kerja

- Menagih piutang dagang

- Melaksanakan semua pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi keuangan

2. Seksi administrasi

- Mengatur kegiatan pimpinan perusahaan

- Melaksanakan pekerjaan yang bersifat administratif

- Mencatat semua surat masuk ke dalam buku agenda dan surat keluar dari buku ekspedisi.

4. Bagian Pembelian

Bagian ini berfungsi mengkoordinasi semua kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan pengadaan barang dagangan dan bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan perusahaan. Perincian lebih lanjut tentang tugas-tugas yaitu sebagai berikut :

- Mengurus dan memesan kemasan air mineral ke pabrik di Jakarta - Mengatur jadwal pembelian kemasan air mineral

- Mengatur pengangkutan kemasan air mineral dari pelabuhan ke gudang.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Penjualan

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bermunculan menyebabkan fungsi pemasaran semakin memegang peranan penting dalam menghadapi pasar. Oleh karena itu terasa betapa pentingnya peranan pemasaran bagi kelanjutan hidup suatu perusahaan terutama karena pasar dipenuhi oleh kon-sumen.

Fungsi pemasaran tidak dapat dipisahkan dari fungsi-fungsi lainnya di dalam perusahaan. Kegagalan didalam memasarkan suatu produk dari produsen ke konsumen dapat menghambat masalah produksi yang selanjutnya akan mempengaruhi masalah untuk mendapatkan dana.

Keterbatasan dana akan menghambat perusahaan untuk menarik tenaga ahli yang merupakan potensi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. Jadi dapatlah dikatakan bahwa masalah pemasaran sangat erat hubungannya dengan masalah lainnya misalnya produksi, penjualan, personel, pembelanjaan dan masalah lainnya dalam perusahaan.

Pada hakekatnya masalah pemasaran perlu penataan yang matang dan terencana, baik pemasaran barang dagangan maupun pemasaran barang import guna terciptanya pemasaran yang efektif dan efisien. Masalah pemasaran bukan saja menyangkut usaha untuk memperlancar penjualan dari produsen ke

39

konsumen dengan sasaran laba yang semaksimal mungkin, melainkan juga diperlukan suatu peranan promosi didalam pemasaran sangatlah diperlukan bagi suatu perusahaan. Tanpa promosi di dalam pemasaran produk ini, maka tidaklah mungkin perusahaan dapat memperlancar penjualan dari produsen ke konsumen, sehingga dapat menunjang suatu pencapaian laba yang semaksimal mungkin.

Biaya adalah merupakan faktor utama dalam memasarkan produk, sehingga dapat memperlancar penjualan air mineral atau suatu produk dengan mengeluarkan biaya promosi, maka perusahaan menyadari pentingnya kebijaksanaan mengenai pemasaran.

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut di atas, maka dapatlah dikatakan bahwa peranan penjualan sangatlah diperlukan untuk menunjang kelangsungan hidup perusahaan, agar penjualan dapat berperanan dalam pencapaian tujuan/ sasaran dalam perusahaan maka diperlukan suatu pelaksanaan pemasaran. Dengan pemasaran, maka dimaksudkan untuk meningkatkan omzet penjualan sehingga dapat diperoleh laba yang maksimal guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Dengan pentingnya peranan penjualan dalam perusahaan, maka untuk lebih jelasnya akan disajikan volume penjualan dari tahun 2005 s/d tahun 2009 yaitu sebagai berikut :

Tabel 1. Besarnya Volume Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta,

Jumlah 83.028 1.945.712.000

Sumber : PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa.

Dari uraian tersebut di atas maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tahun 2005 s/d 2009, menunjukkan bahwa dalam tahun 2005 volume penjualan dalam batang terdiri dari 13.450 atau dalam rupiah sebesar Rp.309.350.000,

Dari data tersebut di atas, make dapatlah disajikan perubahan penjualan

air mineral, dalam batang selama tahun 2005 s/d tahun 2009 adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Perkembangan Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009

Tahun Sumber : Hasil olahan data

Selanjutnya akan disajikan perubahan penjualan air mineral dalam rupiah selama tahun 2005 s/d tahun 2009 yaitu sebagai berikut :

Tabel 3. Perkembangan Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009

Tahun Sumber : Hasil olahan data

Dari uraian tersebut di atas make dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tahun 2005 s/d 2009 menunjukkan bahwa dalam tahun 2005 s/d tahun 2009 terjadi peningkatan penjualan air mineral, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :

1. Terjadinya peningkatan penjualan air mineral dalam tahun 2005 s/d tahun 2009 disebabkan oleh karena sistem pemasaran yang diterapkan oleh PT.

Sariguna Prima Tirta telah tepat, hal ini ditinjau dari segi penerapan harga jual yang ditetapkan telah tepat jika dibandingkan dengan harga jual saingan.

2. Karena dalam tahun 2005 s/d tahun 2009 masih kurangnya persaingan dalam penjualan air mineral.

Namun dalam tahun 2009 terjadi penurunan penjualan sebesar 13,19 %, terjadinya penurunan penjualan air mieral disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :

1. Terjadinya penurunan penjualan air mineral dalam tahun 2009 disebabkan karena sistem pemasaran tidak tepat, khususnya terhadap penetapan harga jual. Dimana harga jual yang ditetapkan oleh PT, Sariguna Prima Tirta, Kab.

Gowa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual saingan.

2. Disamping karena penetapan harga jual yang tinggi jika dibandingkan pesaing, juga munculnya pesaing-pesaing lain.

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas maka perlunya diterapkan harga jual yang tepat guna penjualan dapat ditingkatkan.

B. Analisis Ramalan Penjualan

Dengan melihat perkembangan dan kondisi secara nyata diberbagai kalangan perekonomian dewasa ini ternyata bahwa dunia usaha telah mengalami peningkatan secara pesat dan oleh karenanya persaingan yang telah terjadipun juga semakin ketat pula adanya. Dengan demikian make bila suatu perusahaan ingin mencapai tujuan tersebut yang sudah di-rencanakan sebelumnya, maka diperlukan suatu ikhtisar atau upaya secara tepat dan sistematis untuk dapat di-pertanggung jawabkan agar tujuan yang hendak dicapai dapat terwujud.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan dari perusahaan dapat dicapai dengan melalui pendayagunaan faktor -faktor produksi secara efisien dan efektif

guna menetapkan kebijaksanaan yang tepat, karena dunia usaha selalu meng-inginkan agar tujuan dapat tercapai sekurang-kurangnya kontinuitas perusahaan dapat tercapai dan dapat dipertahankan.

Akan tetapi secara kenyataannya banyak dijumpai perusahaan-perusahaan terpaksa harus mundur ataukah disebabkan karena gagal mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelum-nya. Oleh karena itu perusahaan sebagai suatu organisasi harus mengadakan pengelolaan dan koordinasi secara baik terhadap semua kegiatan dan fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan tersebut guna mencapai tujuan yang ditetapkan sebab itu kegiatan dan aktivitas suatu perusahaan seperti peramalan penjualan hasil produksi sama sekali tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan produksi dan konsumsi. Kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan melalui survei, pemasaran-nya akan dapat mengetahui tentang apa yang diinginkan oleh konsumen dan setelah itu kebutuhan dapat dirundingkan dengan bagian produksi untuk dibuat barang atau jasa yang dapat memuaskannya.

Akan tetapi sebagai tugas pemasaran lagi untuk memindahkan barang hasil produksi untuk ditujukan kepada pemakai atau konsumen akhir. Jadi pemasaran dalam hal ini harus melihat mengenai posisi dari barang tersebut dipasaran dan bila ternyata masih kurang memuaskan, maka mereka masih harus mengadakan lagi penelitian hingga demikianlah siklus ini terus berlangsung.

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut di atas agar untuk dapat membantu perusahaan dalam penetapan harga jual maka perlunya dilakukan ramalan penjualan, di mana penjualan di rasa yang akan datang. Dengan rencana

penjualan di masa yang akan datang maka perusahaan dapat menyusun tujuan dalam pencapaian sasaran pemasaran dengan pentingnya peramalan penjualan maka berikut ini akan disajikan kertas kerja peramalan penjualan air mineral yaitu sebagai berikut :

Tabel 4. Kertas Kerja Ramalan Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta Tahun 2005 s/d 2009

Tahun Penjualan air mineral (kardus)

Sumber : Hasil olahan data

Dari kertas kerja tersebut di atas maka dapatlah ditentukan estimasi

Dengan demikian trend linear : 295.143 + 69.821 (x), sehingga ramalan penjualan adalah sebagai berikut :

Y2010 = 16.605,60 + 1.342,70 (3) = 20.633,70 Y2011 = 16.605,60 + 1.342,70 (4) = 21.976,40 Y2012 = 16.605,60 + 1.342,70 (5) = 23.319,10 Y2013 = 16.605,60 + 1.342,70 (6) = 24.661,80 Y2014 = 16.605,60 + 1.342,70 (7) = 26.004,50

Dari hasil uraian tersebut di atas maka dapatlah disajikan hasil ramalan penjualan adalah sebagai berikut :

Tabel 5. Hasil Ramalan Penjualn PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun Hasil ramalan penjualan

2010 2011 2012 2013 2014

20.633,70 21.976,40 23.319,10 24.661,80 26.004,50 Sumber : Hasil olahan data

Selanjutnya peramalan penjualan air mineral dalam rupiah dapat disajikan sebagai berikut :

Tabel 6. Kertas Kerja Ramalan Penjualan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009

Tahun Penjualan air mineral dalam (kardus)

Jumlah 1.945.172.000 10 353.735.000

Dari uraian tersebut di atas maka dapatlah disajikan trend linear = y = a + b (x) dimana :

Dengan demikian maka dapatlah disajikan hasil peramalan penjualan tahun 2010 s/d tahun 2012 yaitu sebagai berikut :

Y2010 = 389.034.400 + 35.373.500 (3) = 495.154.900 Y2011 = 389.034.400 + 35.373.500 (4) = 530.528.400 Y2012 = 389.034.400 + 35.373.500 (5) = 565.901.900

Y2013 = 389.034.400 + 35.373.500 (6) = 601.275.400 Y2014 = 389.034.400 + 35.373.500 (7) = 6363.348.900

Dari hasil uraian tersebut di atas maka dapatlah disajikan hasil ramalan penjualan adalah sebagai berikut :

Tabel 7. Hasil Ramalan Penjualan PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa.

Tahun 2010 s/d 2014

Tahun Hasil ramalan penjualan air mineral ( dalam Rp ) 2010

2011 2012 2013 2014

495.154.900 550.528.400 565.901.900 601.275.400 636.648.900 Sumber : Hasil olahan data

C. Analisis Penetapan Harga Jual

Sebagaimana kita ketahui bahwa suatu perusahaan tidak terlepas dari berbagai macam masalah dan tantangan yang harus dihadapi, baik yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri (intern) maupun yang timbul dari luar perusahaan (eketern).

Pada umumnya tantangan yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri masih dapat diatasi dan dikendalikan oleh pihak perusahaan sendiri, lain halnya

bila ada tantangan yang timbul dari luar perusahaan yang sukar untuk dikontrol dan dikendalikan oleh perusahaan, jika hal semacam itu terjadi dalam suatu perusahaan maka satu-satunya jalan yang ditempuh adalah memperkokoh posisi perusahaan dengan menyusun suatu strategi, dimana didalam penyusunan strategi perlu ditunjang dengan suatu dengan suatu kebijakan dari perusahaan. Di dalam strategi tersebut biasanya tujuan perusahaan ditentukan secara garis besar, sedangkan didalam suatu kebijaksanaan tujuan disusun secara terpenuhi agar dapat menunjang strategi termasuk rencana-rencana dan program-program yang akan datang.

Disini terdapat sedikit perbedaan antara strategi dan kebijaksanaan.

strategi yang disusun tidak terlalu berubah kecuali terjadi perubahan. Yang dapat menggoncang dunia usaha, sedangkan kebijaksanaan dapat berubah sesuai dengan keadaan pada saat perusahaan sedang berjalan, misalnya terjadi perubahan dalam pasar, tehnologi, persaingan dan sebagainya.

Dalam hubungannya" dengan uraian tersebut di atas, maka salah satu faktor yang menyebabkan volume penjualan menurun adalah disebabkan oleh karena harga jual yang tidak tepat, dimana harga jual yang ditetapkan oleh PT.

Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan pesaing, hal ini dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

Tabel 8. Perbandingan Harga Jual Menurut Perusahaan Pesaing pada PT.

Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009

Tahun Sumber : Hasil olahan data

Dengan perbandingan tersebut di atas nampak bahwa harga jual yang ditetapkan oleh PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual pesaing, sehingga mengakibatkan volume penjualan mengalami penurunan, untuk masalah tersebut di atas maka diperlukan perasaan kebijaksanaan penetapan harga jual guna harga yang ditetapkan oleh pesaing tersebut lebih rendah atau dengan harga jual pesaing.

Untuk menetapkan harga jual maka terlebih dahulu akan disajikan perincian biaya tetap dan biaya variabel selasa tahun 2009 yaitu sebagai berikut :

Tabel 9. Perincian Biaya Tetap

PT. Sariguna Prima, Kab. Gowa Tahun 2009

No Uraian Jumlah Biaya (Rp) Sumber PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa.

Selanjutnya akan disajikan perincian biaya variabel pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa adalah sebagai berikut :

Tabel 10. Besarnya Perincian Biaya Variabel pada Tetap PT. Sariguna Prima Biaya tenaga kerja tak langsung Biaya telepon / listrik Sumber PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa.

Dari data tersebut di atas maka dapatlah disajikan perhitungan biaya tetap dan biaya variabel per batang pipa pvc yaitu sebagai berikut :

17.353

Total biaya perkardus = Rp. 20.400,-

Dengan demikian maka untuk menentukan harga jual perkardus mate digunakan metode cost plus pricing dengan rumus : Harga pokok (Harga pokok + % laba) .

Sehingga harga jual per batang = Rp.20.400 (20.400 x 10 %) = Rp.22.440,- adapun laba yang diperoleh perusahaan setelah membandingkan antara harga produksi dengan harga jual adalah sebagai berikut :

Harga jual per kardus = Rp. 22.440,- Harga pokok = Rp. 20.400,- Laba yang diperoleh = Rp. 2.040,-

Jadi laba yang diperoleh selama tahun 2009 adalah sebesar 17.353 X Rp.2.040 = Rp.35.400.120, untuk lebih jelasnya akan disajikan perbandingan penetapan kebijaksanaan harga jual dan sesudah penurunan harga pada perusahaan air mineral pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa adalah sebagai berikut :

+

Tabel 11. Penetapan Kebijaksanaan Harga Jual dan Perhitungan Laba Sebelum dan Sesudah Penurunan Harga pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab.

Gowa Tahun 2009

Hasil produksi Harga jual Harga pokok Laba Sebelum Sumber PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa.

Dengan adanya kebijaksanaan penetapan harga yang dengan menurunnya harga sebesar Rp.1.560,- dimana keuntungan yang semula dianggap tinggi yaitu sebesar Rp.3.600,- diturunkan menjadi Rp.2.040,- maka dengan penurunan tersebut diatas perusahaan akan mampu bertahan dengan perusahaan saingan yang semakin ketat, selain itu volume penjualan akan meningkat dan kontinuitas usaha akan terjamin.

D. Analisis Market Share

Analisis market share bagi setiap perusahaan sangat penting bagi setiap perusahaan untuk mengetahui prospek dan posisi pasar perusahaan di masa yang akan datang. Sebab hal ini merupakan salah satu faktor yang penting artinya bagi perusahaan dalam pencapaian tujuan.

Telah diketahui bahwa untuk menunjang dan mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan maka perusahaan harus mengusahakan

adanya peningkatan volume penjualan produknya, perusahaan yang lalai melakukan hal tersebut akan membahayakan eksistensinya sebab dari waktu ke waktu selalu terjadi perubahan sebagai akibat dari perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh manusia melalui ilmu pengetahuan den teknologi yang tentunya akan membuka kesempatan bagi orang lain sehingga menciptakan keadaan yang kompetitif.

Dengan demikian perlu untuk mengetahui dan menganalisa market share perusahaan karena market share merupakan suatu ukuran atau kriteria tertentu tentang keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan dalam mengejar tujuan dan sasaran.

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut di atas, maka dapatlah disajikan data penjualan industri pipa pvc adalah sebagai berikut :

Tabel 12. Besarnya Penjualan Industri Air Mineral PT. Sariguna Prima Tirta Tahun 2005 s/d 2009

Tahun Besarnya penjualan industri (Batang) 2005

2006 2007 2008 2009

134.500 135.000 136.000 137.500 142.000 Sumber : Hasil olahan data

Selanjutnya akan disajikan hasil perkembangan market share atas penjualan air mineral adalah sebagai berikut :

Tabel 13. Besarnya perhitungan market share pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009

Tahun

Sumber : PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa

Dari uraian tersebut di atas maka dapatlah disajikan perubahan market share adalah sebagai berikut :

Tabel 14. Perubahan market share pada PT. Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa Tahun 2005 s/d 2009

Tahun Market share Perubahan market share 2005

2006 2007 2008 2009

10 % 10,96 % 12,51 % 14,85 % 12,22 %

- 0,96 % 1,55 % 2,34 % (-2,63 %) Sumber : Hasil olahan data

Dari uraian tersebut di atas maka dapatlah dikatakan bahwa tahun 2005 mengalami peningkatan market share sebesar 0,96%, tahun 2006 sebesar 1,55%, tahun 2008 sebesar 2,34%, dan tahun 2009 mengalami penurunan sebesar -2,63%

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan beberapa uraian yang berdasarkan hasil analisis maka dapatlah disajikan kesimpulan adalah sebagai berikut

1. Dalam tahun 2009 volume penjualan air mineral yang dicapai oleh PT.

Sariguna Prima Tirta, Kab. Gowa mengalami penurunan, hal ini disebabkan oleh karena sistem pemasaran yang tidak tepat, khususnya dalam penetapan harga jual. Di-mana harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual saingan, disamping daripada itu munculnya pesaing-pesaing lain dalam penjualan air mineral

2. Dengan kebijaksanaan harga jual maka untuk meningkatkan volume penjualan maka metode yang digunakan oleh perusahaan adalah dengan metode cost plus pricing, dimana dari hasil analisis mengenai penetapan harga jual menunjukkan bahwa harga jual sebelum ditetapkan sebesar Rp.

24.000,- yang selanjutnya diturunkan menjadi Rp,22.440,-

3. Dari hasil penetapan harga jual tersebut maka harga jual air mineral sedikitnya sama dengan harga jual saingan. Dari hasil perhitungan market share maka dalam tahun 2009 market share yang dicapai oleh PT . Sariguna Prima Tirta, kab. Gowa mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh karena

58

harga jual yang ditetapkan oleh pesaing, sehingga volume penjualan air mineral juga mengalami kemunduran penjualan.

B. Saran

Setelah kita menyimpulkan hasil analisis dan pembahasan maka dapatlah diberikan saran-saran adalah sebagai berikut :

1. Disarankan kepada perusahaan agar perlunya memperhatikan masalah penjualan, dimana untuk dapat meningkatkan volume penjualan dan market share make perlunya dilakukan pembagian daerah pemasaran dengan memperluas daerah pemasaran.

2. disarankan pula kepada perusahaan, agar dalam menetapkan harga jual maka perlunya perusahaan memperhatikan pesaing dalam pemasaran air mineral.

DAFTAR PUSTAKA

Alex, S. Kitieemito, 1981, Marketing, Edisi kesatu, Penerbit : Ghalia Indonesia, Jakarta

Basu Swastha, 1982, Azas-Azas Marketing, edisi ketiga, Penerbit : Liberty, Yogyakarta,

Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, Edisi kedua, Penerbit : Liberty, Yogyakarta.

Manullang, 1986, Ekonomi Perusahaan, cetakan keempat, Penerbit : Ghalia Indonesia, Jakarta.

Philip Kotler, Marketing Management : Analysis Planning And Control, Fourth edition, New Delhi, Prentice Hall 'Of India, 1980.

Philip Kotler, Analisis Perencanaan dan Pengendalian, Edisi keempat, terjemahan dari Gunawan Hutauruk, Penerbit Erlengga, Jakarta, 1984.

Radiosunu, Politik Pemasaran, edisi pertama, Penerbit BPPE, Gadjah Mada, Yogyakarta, 1987.

Soemarsono, 1990, Peranan Harga Pokok dalam Penentuan Harga Jual, Cetakan pertama, Penerbit : Rineka Cipta, Jakarta.

William, J, Stanton, 1988, Prinsip-prinsip Pemasaran, edisi ketujuh, jilid satu, Penerbit : Erlangga, Jakarta.

Winardi, 1992, Harga dan Penentuan Harga Dalam Bidang Pemasaran (Marketing), edisi revisi, cetakan kedua, Penerbit : PT. Citra Aditya, Bandung.

60

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN KONSULTAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR SKEMA ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Masalah Pokok ... 2

C. Tujuan dan Kegunaan Penulisan ... 2

D. Hipotesis ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

A. Pengertian Pemasaran ... 4

B. Pengertian Tentang Harga ... 8

C. Pengertian Market Share ... 12

D. Tujuan Penetapan Harga ... 16

E. Metode Penetapan Harga ... 25

vi

BAB III METODE PENELITIAN ... 30

A. Daerah dan Waktu Penelitian ... 30

B. Metode Pengumpulan Data ... 30

C. Jenis dan Sumber Data ... 31

D. Metode Analisis ... 31

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 33

A. Sejarah Singkat Perusahaan ... 33

B. Struktur Organisasi ... 33

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 39

A. Analisis Penjualan ... 39

B. Analisis Ramalan Penjualan ... 44

C. Analisis Penetapan Harga Jual ... 49

D. Analisis Market Share ... 54

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 58

A. Kesimpulan ... 58

B. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 60

Dokumen terkait