• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.5. Metode Pengambilan Sampel

Responden dari penelitian ini merupakan karyawan PT PELNI Persero Direktorat SDM dan Umum. Penarikan sempel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Metode ini dipilih karena objek yang akan diteliti berukuran kecil dan mudah dijumpai yaitu seluruh karyawan PT PELNI Persero Direktorat SDM dan Umum.

3.6. Pengolahan dan Analisis Data. 3.6.1.Skala Likert

Skala Likert digunakan untuk mengubah data kualitatif menjadi data

kuantitatif. Skala ini mengukur tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuan responden terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner (Istijanto,2006). Dalam skala likert, kemungkinan jawaban tidak

27 hanya “setuju” dan ‘tidak setuju”, melainkan dapat dibuat dengan banyak kemungkinan. Adapun langkah-langkah pengolahan dan analisis data dengan menggunakan Skala Likert sebagai berikut (Umar,2005) :

a. Memberi skor pada setiap jawaban responden sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Skala Likert. Pembobotan nilai jawaban dapat dilihat dalam Tabel 2.

b. Membuat tabulasi dari skor-skor nilai yang telah diperoleh dari jawaban responden.

c. Masing-masing kategori ditentukan berdasarkan rumus rentang kriteria (Nilai Skor Rataan) yaitu Rentang Skala yang dapat dilihat pada Tabel 3.

d. Responden yang memiliki skor nilai yang sama untuk setiap item pertanyaan dikelompokan berdasarkan kategori jawaban (1 - 5) lalu dihitung jumlah dan rataannya. Kesimpulan diambil berdasarkan rataan terbesar dari setiap rataan jawaban responden yang telah dihitung.

e. Jumlah responden per item pertanyaan dikelompokan dan dijumlahkan menjadi per indikator sesuai katagori jawaban. Rataan dan jumlah responden dihitung untuk memperoleh kesimpulan pada tiap indikator berdasarkan rataan terbesar. Perhitungan pada metode ini menggunakan Microsoft Excel 2007.

Tabel 2. Bobot Nilai Jawaban Responden Jawaban Responden Bobot Nilai Sangat Setuju

Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju

5 4 3 2 1

Bobot nilai pada setiap jawaban responden akan dihitung untuk mendapatkan nilai rataan. Nilai Rataan tersebut menunjukkan tingkat

28 kesetujuan karyawan seperti yang tertera pada Tabel 3. Adapun cara menghitung skor rataan tersebut adalah :

Xbar = ∑ (Xi .

n

i) ...(1) n

Keterangan : Xbar = nilai rataan skor

X = skor nilai jawaban responden ke i

n

i = jumlah jawaban untuk skor i n = jumlah responden

Langkah selanjutnya adalah menggunakan rentang skala penilaian dengan menentukan nilai rataan selang dengan rumus sebagai berikut :

Rs = b – a ...(2)

m

Rs = 5 - 1

5

Rs = 0,8

Keterangan : a = skor katagori terendah b = skor katagori tertinggi m = jumlah katagori

Tabel 3. Nilai Rentang Skala (Skor Rataan)

Skor Rataan Penilaian 1,0 – 1, 8

1,8 – 2,6 2,6 – 3,4 3,4 – 4,2 4,2 – 5,0

Sangat tidak setuju Tidak setuju Cukup setuju Setuju Sangat setuju

3.6.2 .Uji Validitas.

Pengujian validitas dilakukan untuk menunjukkan sejauhmana suatu

alat pengukur dapat mengukur apa yang ingin diukur. Kuesioner disebut sahih jika memiliki butir-butir pertanyaan kuesioner yang saling berhubungan dengan konsep yang diinginkan. Apabila ada pertanyaan yang tidak berhubungan berarti pertanyaan tersebut tidak sahih dan akan dihilangkan atau diganti dengan konsep pertanyaan lainnya yang lebih

29 sahih. Untuk mengukur validitas kuesioner adalah dengan menggunakan rumus Teknik Korelasi Product Moment Pearson :



 ∑ ∑ ∑ 

 ∑ ∑  ∑ ∑ 

…………..……...(3)

Dimana :

r

hitung = Indeks validitas

n = Banyaknya butir pertanyaan X = Skor pertanyaan tiap nomor Y = Skor total pertanyaan

Jika r hitung > r tabel, maka korelasi butir pertanyaan/ atribut tersebut valid. Uji validitas menggunakan rumus korelasi Product

Moment Pearson. Hasil uji validitas dapat dilihat pada Lampiran 3. Hasil

pengujian validitas untuk masing-masing hasil pengukuran tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan terhadap seluruh pernyataan lebih besar dari r tabel pada α = 5%. Untuk responden yang berjumlah 40 digunakan r hitung sebesar 0,312. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pertanyaan nyata dan dapat dinyatakan sahih. Responden dapat mengerti maksud dari setiap pernyataan dalam kuesioner.

3.6.3. Uji Reliabilitas.

Jika alat ukur dinyatakan valid, selanjutnya alat ukur reliabilitas tersebut diuji. Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi alat pengukur didalam mengukur gejala yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan memberikan hasil pengukuran yang relatif konsisten maka alat pengukur tersebut dapat dikatakan reliabel. Kuesioner yang reliabel adalah kuesioner yang apabila dicocokkan berulang-ulang kepada kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama.

30 Dalam mengukur reliabilitas kuesioner digunakan teknik Cronbach

Alpha. Teknik Cronbach Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas

instrumen yang skornya bukan 0 – 1, tetapi merupakan rentang antara beberapa nilai misalnya 0–10 atau 0–100 atau bentuk skala 1-3, 1-5,1-7 dan seterusnya.

Rumus Teknik Cronbach Alpha adalah :  

1 ∑ 

 ………...……...…(4)

Dimana :

r11 = reliabilitas instrumen

k = banyak butir pertanyaan σt2 = ragam total

∑  = jumlah ragam butir

Uji reliabilitas dilakukan kepada 40 orang responden dari karyawan PT PELNI Persero Direktorat SDM dan Umum berdasarkan teknik

Cronbach Alpha . Selain itu didapat nilai 0,865 untuk tingkat kepentingan

dan 0,885 untuk tingkat penguasaan pengetahuan (dimana nilai tersebut berada pada rentang skala alpha lebih dari 0,7 yakni masuk kriteria reliabel). Berdasarkan uji reliabilitas tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya kesalahan dalam kuesioner rendah, sehingga penggunaannya dapat diandalkan dan mampu memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila peneliti menyebarkan kuesioner secara berulang dan dalam waktu yang berlainan. Hasil uji reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4.

Tabel 4. Tingkat Reliabilitas Metode Alpha Cronbach.

Alpha Tingkat Reliabilitas

0,00 – 0,20 >0,20 – 0,40 >0,40 – 0,60 >0,60 - 0,80 >0,80 – 1,00 Kurang Reliabel Agak Reliabilitas Cukup Reliabilitas Reliabilitas Sangat Reliabilitas

31

3.6.4. Analisis Kesenjangan Pengetahuan

Dilakukan untuk menilai pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh perusahaan saat ini, serta mengidentifikasi bagian yang dianggap kuat ataupun yang memerlukan perbaikan. Analisis dilakukan dengan mengisi level saat ini dan level kebutuhan (Society for Marketing

Profesional services, 1999). Pengisian ini dilakukan dengan memberikan

nilai pada level penguasaan saat ini dan level kepentingan (Tabel 2). Skala yang digunakan adalah skala ordinal 1 – 5 (Tabel 3). Setelah kuesioner terkumpul, data diolah dengan menghitung rata-rata tingkat kepentingan dan rata-rata tingkat penguasaan terhadap pengetahuan yang dibutuhkan oleh karyawan. Rumus perhitungan nilai kepentingan untuk setiap pengetahuan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

NKi = (K1 x 1) + (K2 x 2) + (K3 x 3) + (K4 x 4) ... (5)

R

Keterangan : Nki = Nilai kepentingan terhadap pengetahuan i K1 = Jumlah responden dengan jawaban A K2 = Jumlah responden dengan jawaban B K3 = Jumlah responden dengan jawaban C K4 = Jumlah responden dengan jawaban D R = Total responden

Rumus perhitungan nilai penguasaan untuk setiap pengetahuan yang dibutuhkan sebagai berikut :

NPi = (PI x 1) + (P2 x 2) + (P3 x 3) +(P4 x 4) ... (6)

R

Keterangan : NPi = Nilai penguasaan terhadap pengetahuan i

P1 = Jumlah responden dengan jawaban A

P2 = Jumlah responden dengan jawaban B

P3 = Jumlah responden dengan jawaban C

32

Tabel 5. Pemberian nilai dalam Analisis Kesenjangan.

Area Pengetahuan Penguasaan saat ini Kepentingan

Sub sistem: 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1. ……

Tabel 6. Skala dalam Analisis kesenjangan.

1 2 3 4 5 Tidak penting /tidak mengua sai Kurang penting/kurang menguasai Cukup penting/cukup menguasai Penting/me nguasai Sangat penting/s angat menguas ai

Data primer yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada responden menggambarkan penilaian tingkat pengetahuan yang ada dalam perusahaan tersebut. Kesenjangan pengetahuan diperoleh dari selisih angka penguasaan saat ini dengan angka kepentingan pada masing-masing variabel dari dimensi penentu area pengetahuan. Penilaian kebutuhan dan saat ini menggunakan skala 1 sampai 5 dan kesenjangan pengetahuan untuk masing-masing variabel didapatkan dengan menghitung rata-rata kesenjangan dari responden.

33

Dokumen terkait