5. TUGAS KHUSUS : ANALISA MUTU
5.3. Metode Pengecekan dan Analisa
Gula rafinasi ini diperoleh dari tiga produsen yaitu dari PT. Kebun Tebu Mas, PT. Sugar Labinta dan PT. Dharmapala. Ketika gula datang dari produsen tersebut dilakukan pengecekan agar gula yang datang sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan. Standar perusahaan untuk melihat kualitas gula saat incoming yaitu kondisi kemasan,
appearance, foreign material, taste and odor, kondisi seal delivery, bau sesudah
pengasaman, sedimen dan microbiology test every 5th
Pengecekan kondisi kemasan ini dilakukan dengan cara melihat kemasan gula pada saat datang yang meliputi kondisi karung secara keseluruhan, apakah ada yang berlubang atau tidak. Standar spesifikasi untuk kondisi kemasan ini adalah baik dan utuh. Pengecekan appearance gula ini dilakukan dengan cara membandingkan penampakan sampel gula yang datang dari distributor dengan sampel gula control yang terdapat di ruangan QA. Perusahaan menetapkan standar spesifikasi untuk appearance gula adalah berbentuk kristal putih/granular. Untuk foreign material dilakukan dengan cara melihat pada sampel gula apakah terdapat benda-benda asing seperti kerikil, serutan kayu, atau yang lain. Standar spesifikasi untuk foreign material ini adalah bebas dari benda asing. Untuk pengecekan odor dilakukan melalui pengujian sampel control dengan cara sampel control dicium dengan indera penciuman. Kemudian dilakukan hal yang sama terhadap sampel gula yang akan diuji dan dilakukan pengulangan sebanyak 2 – 3x. selanjutnya untuk pengecekan taste dilakukan pengecekan secara organoleptik dan dibandingkan dengan sampel control. Standar spesifikasi untuk taste and odor ini adalah bebas dari rasa dan bau asing. Kemudian untuk kondisi seal delivery dilihat penampakannya apakah kondisi seal masih tertutup dengan rapat atau sudah terbuka. Standar spesifikasi untuk kondisi seal delivery ini adalah baik dan utuh. Untuk pengecekan bau pada pengasaman dilakukan dengan cara larutan brix gula 50°brix pada
batch. Pengecekan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel sebanyak 2 kg, kemudian diamati kondisi penampakannya sesuai dengan standar prosedur perusahaan. Jika semua dinyatakan bagus maka gula rafinasi yang datang bisa disimpan di gudang dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan syrup. Untuk microbiology test dilakukan setiap 5 kali kedatangan gula pada produsen yang sama.
suhu kamar setelah dipastikan tidak ada kelainan pada bau. Ditambahkan 0,2 ml 75% w/v H3PO4 pada 50 ml larutan gula yang telah dibuat di dalam beaker glass 100 ml dan diaduk sampai homogen menggunakan Magnetic Stirer. Beaker glass ditutup dan dipanaskan dalam waterbath hingga mencapai suhu 30°C. Dilakukan pengujian bau secara organoleptik setiap 10 menit selama 30 menit. Standar spesifikasi untuk bau sesudah pengasaman adalah bebas dari bau asing. Sedangkan untuk pengecekan sedimen dilakukan dengan cara membran filter 8µm dengan neraca analis dan dinyatakan sebagai (a). 300 gram gula kristal dilarutkan dalam 300 ml aquadest yang telah dipanaskan ±80°C. Larutan gula dimasukkan ke dalam filter holder yang telah dipasang membran filter 8µm, kemudian dihisap dengan vaccum pump. Setelah tersaring semua, membran filter dibilas dengan aquadest yang telah dipanaskan sampai gula terlarut dan tersaring semua. Kemudian membran filter diambil dan dikeringkan di oven pada suhu 105°C selama 1 jam. Membran filter ditimbang dengan neraca analisis dan dinyatakan sebagai (b). Kandungan sedimen yang ada dihittung dengan menggunakan rumus:
(Sumber :The Coca-Cola Company)
Standar spesifikasi untuk pengecekan sedimen ini adalah 7 mg/kg. Setelah semua dilakukan pengecekan lalu dimasukkan ke dalam form incoming dan dinyatakan IN/OUT sesuai dengan hasil yang diperoleh. IN berarti gula tersebut lolos pengecekan sehingga bisa dijadikan bahan untuk proses produksi syrup, tetapi jika OUT berarti gula tersebut tidak lolos standar perusahaan dan harus dikembalikan kepada supplyer gula.
5.3.2. Pengecekan Brix Simple Finish Syrup
Pengecekan brix simple syrup ini dilakukan dengan carasimple syrup yang sudah mengalami proses sterilisasi diambil sampel untuk diuji brix-nya. Pengambilan sampel dengan membuang beberapa ml dari simple finish syrup agar sampel yang diperoleh benar-benar yang berada di dalam tank. Kemudian mengambil Erlenmeyer dan Erlenmeyer tersebut dibilas dengan syrup sebelum dimasukkan sampel syrup yang akan dicek kadar brix-nya. Pembilasan ini dilakukan sebanyak 3x agar air bekas pencucian
Erlenmeyer hilang seluruhnya. Kemudian Erlenmeyer diisi dengan sampel simple finish syrup dan dicek dengan menggunakan DMA (Density Meter). Erlenmeyer ini harus terlindung dari tetesan air yang ada di ruang syrup agar tidak terkena tetesan air, karena jika terkena satu tetesan air maka kadarbrix akan berubah. Sebelum dicek kadarbrix, sampel syrup harus ditunggu beberapa saat agar gelembung yang ada berkurang atau bahkan hilang. Gelembung ini akan mempengaruhi kadar brix sehingga harus ditunggu beberapa saat agar kadar brix yang terbaca oleh alat DMA (Density Meter) bisa akurat. Setelah gelembung hilang, alat DMA (Density Meter) disuntikkan air sebagai pembilas agar sisa produk yang digunakan untuk pengecekan brix sebelumnya dapat hilang sehingga tidak akan mempengaruhi kadar brix yang terbaca. Pembilasan dengan air ini dilakukan sebanyak 3x. Setelah dilakukan pembilasan, sampel simple finish syrup disuntikkan ke alat DMA (Density Meter) sebanyak 2x kemudian ditunggu hingga angka brix pada alat DMA (Density Meter) konstan. Setelah konstan, alat DMA (Density Meter) dibilas lagi dengan menggunakan air sebanyak 3x pengulangan agar alat DMA (Density Meter) bersih dan bisa digunakan untuk pengecekan brix pada produk lain.
5.3.3. Pengecekan Brix Finish Syrup Sprite
Finish syrup Sprite yang sudah selesai di produksi dilakukan pengecekan kadarbrix-nya. Pengecekan brix ini dilakukan dengan cara diambil beberapa ml sampel finish syrup. Sebelum proses pengambilan sampel, kran pada tangki finish syrup dibuka hingga finish syrup terbuang sebanyak beberapa ml agar sampel yang diambil benar-benar dari tangki. Kemudian mengambil Erlenmeyer dan membilas Erlenmeyer tersebut dengan finish syrup selama 3x agar sisa air pembilas tidak mempengaruhi kadarbrix yang akan terbaca oleh alat DMA (Density Meter). Erlenmeyer ini harus terlindung dari tetesan air selama berada di ruang syrup agar brix yang terbaca optimal. Sebelum dilakukan pemasukkan sampel ke dalam alat DMA (Density Meter), alat tersebut harus dibilas dengan air sebanyak 3x menggunakan suntikan agar tidak ada produk yang tersisa di alat sehingga kadar brixfinish syrup bisa terbaca secara maksimal. Finish syrup yang akan di cek kadar brix-nya ditunggu beberapa saat hingga gelembung yang ada berkurang atau bahkan hilang. Setelah gelembung hilang, sampel finish syrupdimasukkan ke alat DMA (Density Meter)dengan cara disuntikan sebanyak 2x dan
ditunggu hingga angka brix pada alat konstan. Kadar brix dapat diketahui setelah angka brix pada alat konstan. Setelah selesai, alat DMA (Density Meter)kembali dibilas dengan air sebanyak 3x dengan cara disuntikkan agar sampel tidak tersisa di alat dan bisa digunakan untuk pengecekan brix pada produk lainnya.
5.3.4. Analisis Mikrobiologi pada Sampel Simple Finish Syrup
Analisis mikrobiologi ini dilakukan pada sampel syrup yang sudah mengalami proses sterilisasi dengan menggunakan UV lamp. Tujuan dilakukannya proses analisis ini adalah untuk mengetahui jumlah kontaminan yang kira-kira masih bisa ada setelah syrup mengalami proses sterilisasi sehingga kualitas dari simple syrup bisa terjaga. Pada analisis mikrobiologi untuk sampel simple finish syrup ini dilakukan dua uji, yaitu untuk menganalisis total count dan untuk menganalisis adanya yeast dan mold. Langkah-langkah untuk melakukan analisis mikrobiologi pada sampel simple finish syrup ini adalah :
a. Pembuatan Media Total
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat media ini adalah media Total yaitu mTGE Broth Base Dehidrated, aquadest, dan aquadest steril yang merupakan aquadest hasil sterilisasi di autoklaf selama 15 menit pada suhu 121°C. Alat yang dibutuhkan adalah beaker glass, spatula, hot plate, Erlenmeyer, magnet stirrer, alumunium foil, petridish steril yang berisi pat, lampu spirtus, pinset, jarum suntik, korek api dan timbangan. Langkah yang dilakukan untuk membuat media total countini yaitu mTGE Broth Base Dehidrated ditimbang sebanyak 18 gram dan dilarutkan ke dalam 1000 ml aquadest. Lalu diaduk hingga homogen menggunakan hotplate dan magnet stirrer.Setelah larut, larutan dimasukkan ke dalam botol lalu ditutup rapat dan dilakukan sterilisasi di autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit.Setelah di sterilisasi, larutan media didinginkan pada suhu ruang.Kemudian dilakukan penuangan media pada petridish yang dilakukan di dalam laminar air flow. Media dituangkan ke dalam petridish steril yang berisi pad dengan menggunakan jarum suntik sebanyak ±1,5 ml agar semua bagian pad bisa terisi media agar mikroorganisme bisa tumbuh dan
diamati. Media Total ini siap digunakan untuk pengujian total count pada sampel simple finish syrup.
b. Pembuatan Media Yeast and Mold
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat media ini adalah media Total yaitu mGreenYeast and Mold Broth Dehidrated, aquadest, dan aquadest steril yang merupakan aquadest hasil sterilisasi di autoklaf selama 15 menit pada suhu 121°C. Alat yang dibutuhkan adalah beaker glass, spatula, hot plate, Erlenmeyer, magnet stirrer, alumunium foil, petridish steril yang berisi pat, lampu spirtus, pinset, jarum suntik, korek api dan timbangan. Langkah yang pertama kali dilakukan untuk membuat media ini adalah media mGreen Yeastand Mold Broth Dehidrated ditimbang sebanyak 7,3 gram dan dilarutkan ke dalam 100 ml aquadest kemudian diaduk hingga homogen. Setelah larut, larutan dimasukkan ke dalam botol lalu ditutup dan dilakukan sterilisasi di autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit. Setelah proses sterilisasi selesai, larutan di dinginkan pada suhu ruang. Setelah larutan dingin, media dimasukkan ke dalam petridish steril yang berisi pad dengan menggunakan jarum suntik ±1,5 ml agar semua bagian pad bisa terisi media agar mikroorganisme bisa tumbuh dan diamati. Media Yeast and Moldini siap digunakan untuk pengujian yeast and mold pada sampel simple finish syrup.
Setelah dilakukan pembuatan media untuk analisis mikrobiologi, selanjutnya dilakukan pengambilan sampel simple finish syrup dari buffer tank. Pengambilan sampel ini dilakukan secara steril yaitu dengan cara menyiapkan botol yang sudah disterilkan di dalam autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit.
Gambar 32. Botol Steril yang Berisi Sampel Simple Finish Syrup (Sumber : Dokumen Pribadi)
Kemudian kran yang terdapat di buffer tank disterilkan dengan caracrushter tang dilapisi dengan handuk kemudian disemprot alcohol sampai semua bagian handuk basah oleh alcohol. Crushter tang dipanaskan dengan api sampai handuk terbakar. Handuk yang terbakar digunakan untuk mensterilkan bagian bawah kran dengan cara memanaskan pipa pengeluaran dari kran selama beberapa saat. Kemudian kran dibuka dan dibiarkan isi simple finish syrup yang terdapat di dalam buffer tank keluar dengan terus dipanaskan. Tujuan dari pengeluaran simple finish syrup ini agar sampel yang di dapatkan berasal dari dalam buffer tank sehingga hasil yang di dapatkan lebih akurat. Setelah simple finish syrup mengalir keluar selama beberapa menit, barulah diambil sampel simple finish syrup yang akan digunakan untuk pengujian mikrobiologi. Pengambilan sampel simple finish syrup ini juga dilakukan secara aseptis agar sampel yang diambil bebas dari kontaminasi mikroorganisme yang ada di sekitar buffer tank. Lalu dilakukan analisis mikrobiologi di laboratorium.
c. Pengujian Total dan Yeast and Mold pada Simple Finish Syrup
Alat yang digunakan untuk melakukan analisis mikrobiologi pada sampel simple finish syrup ini adalah filter holder stainless, pinset, lampu spirtus, korek api, dan alat suntik. Sedangkan bahan yang digunakan adalah alcohol, Cellulose Nitrate Filter, dan sampel simple finish syrup.Analisa ini dilakukan di dalam suatu ruangan khusus yang di dalamnya terdapat laminar air flow. Langkah pertama yang dilakukan adalah mensterilkan area laminar air flow dengan cara membersihkan bagian dalam dari laminar air flow dan disemprot dengan alcohol. Di dalam laminar air flow ini terdapat filter holder stainless yang akan digunakan untuk menyaring sampel. Sebelum digunakan, filter holder stainless ini di sterilisasi dengan cara diberi air panas dan diberi vaccum pump. Setelah itu, membran filter yaitu Cellulose Nitrate Filter dimasukkan ke dalam filter holder secara aseptis yang terdapat di dalam laminar air flow. Lalu sampel simple syrup dituangkan ke dalam filter holder sebanyak 10 ml, kemudian filter holder ditutup dan sampel di filtrasi menggunakan vaccum pump. Setelah sampel terfiltrasi, funnel pada filter holder dibuka dan filter dimasukkan ke dalam petridish yang sebelumnya telah terisi media. Di dalam pengujian ini juga disiapkan sampel control menggunakan 20 ml aquadest steril. Filter yang telah
dimasukkan ke dalam petridish dimasukkan ke dalam incubator. Untuk uji total mikroorganisme di inkubasi pada suhu 35°C, sedangkan untuk uji yeast and mold di inkubasi pada suhu 25°C. proses pengamatan untuk uji total mikroorganisme dilakukan pada 48 jam dan 72 jam, sedangkan untuk pengamatan untuk uji yeast and mold dilakukan pada 48, 72, 96 dan 120 jam. Hasil yang diperoleh di catat pada form pengujian setiaap kali dilakukan pengamatan.
Gambar 33. Laminar Air Flow (Sumber : Dokumen Pribadi)