H. Metode Penelitian
4. Metode Pengolahan dan Analisis Data
Dalam penelitian ini, data-data yang sudah terkumpul diolah dengan cara triangulasi.104 Pengolahan data dengan cara ini bertujuan untuk melihat
103Obervasi Awal peneliti pada tanggal 28 Nopember 2018, bertemu dengan peneliti dari Wina Austria, yakni Werner Zips seorang guru besar Antropolog di University of Vienna Austria. Mereka meneliti tentang kehidupan toleransi yang harmonis antara agama Islam dan agama Hindu di pulau Lombok
104 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), 330; Lihat juga: Christine Daymon Holloway Immy, Metode-Metode
Riset Kualitatif dalam Public Relations dan Marketing Communications (Bentang
Pustaka, 2007), 153; Jurnal Pendidikan Konvergensi: Edisi Juli 2018 (Sang Surya Media, 2018), 85.
sesuatu realitas dari berbagai sudut pandang atau perspektif, dan dari beberapa segi, sehingga hasilnya lebih kredibel dan akurat tentang objek yang diteliti, untuk membuat pengolahan data dengan cara triangulasi kita perlu mengoleksi beberapa tipe data yang berbeda, dengan menggunakan sumber data yang berbeda-beda pula, bahkan juga meminta bantuan orang lain untuk meneliti dan mencatat datangnya yakni reduksi data, ingklusi data, dan ekslusi data, samapai menganalisis data, guna untuk memilah dan mengelompokkan data, sehingga dapat dibangun sebuah tipologi atau kategorisasi penemuan dari berbagai macam sumber.105
Metode selanjutnya membandingkan data yang satu dengan data lainnya untuk mencari persamaan dan perbedaannya, kemudian membangun pemahaman yang menyeluruh, agar supaya mendapatkan hasil yang sesuai dengan fakta yang terdapat di dalam objek penelitian.106 Konsep istilah triangulasi, juga umumnya merupakan sumber data dari tiga titik pandang, atau kumpulan tiga jenis data yang berbeda, untuk menentukan sesuatu tentang fenomena yang terletak pada segitiga yang dibentuk pada tiga titik ini, atau mungkin dari segi tiga itu sendiri adalah fenomena metaforis yang akan diselidiki dengan berbagai metode.107
Sebagian besar sumber menjelaskan, bahwa triangulasi hanya melibatkan minimal dua titik pandang atau set data untuk memberi tahu kita sesuatu tentang fenomena ketiga. Hal ini juga biasanya dijelaskan dengan menggunakan metafora yang berasal dari proses trigonometri analog selama penelitian dilaksanakan.
Jumlah sampel dalam disertasi ini teknik penentuan ukurannya menggunakan total sampling dan Nomogram Herry King. Dalam Nomogram Herry King, jumlah populasi maksimum 2000, dengan taraf kesalahan bervariasi, mulai dari 0,3% sampai dengan 15%, dan faktor pengali yang disesuaikan taraf kesalahan yang ditentukan.108 Penelitian ini menentukan tingkat kesalahan sebesar 15% dengan interval kepercayaan sebesar 85%. Untuk lebih jelasnya Nomogram Herry King akan dikemukakan sebagai berikut:
105 Kath Albury dkk., “Data cultures of mobile dating and hook-up apps: Emerging issues for critical social science research,” Big Data & Society 4, no. 2 (2017): 3.
106 Paul Suparno, Action Riset : Riset Tindakan untuk Pendidik (Jakarta: Grasindo, 2008), 71.
107 Warren Midgley, Karen Trimmer, dan Andy Davies, Metaphors for, in and of
Education Research (Cambridge Scholars Publishing, 2014), 54; Lihat juga: Abbas
Tashakkori, Charles Teddlie, dan Charles B. Teddlie, Handbook of Mixed Methods in
Social & Behavioral Research (SAGE, 2003), 674.
108 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
Tabel: 1. 1 Nomogram Herry King
Tabel 1.1 menunjukkan, SMA Darul Falah jumlah populasi 81 siswa (siswa kelas XII). Ditarik garis dari angka 81 melewati garis tingkat kesalahan 15%, ke arah garis persentase populasi yang akan diambil sebagai sampel yaitu akan ditemukan titik di angka 22%. Untuk tingkat kesalahan 15% berarti interval kepercayaannya 85% sehingga faktor pengalinya = 0,875. Maka jumlah minimal siswa yang diambil sebagai sampel penelitian di SMA Darul Falah:
Jumlah sampel = (% populasi) x (jumlah populasi) x (faktor pengali) = 22% x 81 x 0,875
= 15,59 16 siswa
Di SMAK Kesuma jumlah siswa kelas XII yang beragama Islam hanya 11 orang siswa, sehingga penentuan ukuran sampel menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil sebelas siswa sebagai sampel. Sedangkan jumlah siswa beragama Hindu yang diambil sebagai sampel ditetapkan sama dengan jumlah siswa yang beragama Islam yakni sebanyak 11 orang, jadi total sampel di SMAK Kesuma sebanyak 22 orang siswa.
SMA Negeri 3 Mataram jumlah populasi sebanyak 415 peserta didik (siswa-siswi kelas XII), terdiri dari 352 orang siswa-siswi beragama Islam dan 63 orang siswa beragama Hindu. Penentuan ukuran sampel menggunakan teknik pengukuran jumlah sampel yang sama seperti SMA Darul Falah yaitu
menggunakan Nomogram Harry King dengan tingkat kesalahan 15% yang berarti interval kepercayaannya 85% sehingga faktor pengalinya = 0,875. Maka jumlah minimal siswa yang diambil sebagai sampel penelitian di SMA Negeri 3 Mataram:
Jumlah sampel dari seluruh populasi:
= (% populasi) x (jumlah populasi) x (faktor pengali) = 38% x 415 x 0,875
= 36,31 36 siswa Jumlah sampel dari siswa Islam:
= (% populasi) x (jumlah populasi) x (faktor pengali) = 10% x 352 x 0,875
= 30,8 31 siswa Jumlah sampel dari siswa Hindu:
= (% populasi) x (jumlah populasi) x (faktor pengali) = 27% x 63 x 0,875
= 14,88 15 siswa
Setelah mendapatkan hasil pengukuran jumlah sampel tersebut, maka kuesioner disebarkan kepada responden dengan target responden minimal sebanyak jumlah yang dihitung tersebut di atas. Dalam pelaksanaannya bila responden yang dapat diperoleh melebihi jumlah sampel minimal yang telah diukur/dihitung tersebut maka tetap diambil sebagai sampel penelitian. Adapun hasil perhitungan jumlah sampel minimal dan realisasi jumlah responden yang didapatkan dirangkum pada tabel di bawah ini.
Tabel: 1. 2
Jumlah Populasi dan Sampel Penelitian
No Nama Sekolah Jumlah
Siswa Teknik Sampling
Jumlah Sampel (S) seharusnya
Jumlah Kuesioner (Responden) 1 SMA Darul Falah
Islam 81 Nomogram Harry King dengan tingkat kesalahan maksimal 15% dan interval kepercayaan 85% 15,59 20 Hindu 0 0 0 Hindu+Islam 81 15,59 20 2 SMAK KESUMA
Islam 11 Total sampling (sesuai jumlah siswa
muslim)
11 11
Hindu 60 11 11
3 SMAN 3 Mataram
Islam 352 Nomogram Harry King dengan tingkat kesalahan maksimal 15% dan interval kepercayaan 85% 30,8 42 Hindu 63 14,88 29 Hindu+Islam 415 36,31 71 Jumlah Total 567 113
Tabel 1.2 di atas, menunjukkan jumlah populasi terdiri dari tiga sekolah sebanyak 567 peserta didik, kelas XII dengan jumlah sampel sebanyak 113 orang, terdiri dari Sasak Muslim sebanyak 73 orang dan Bali Hindu sebanyak 40 orang, dari hasil analisis beberapa responden menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan sudah semakin meningkat, dibuktikan dengan menjadi duta lokal maupun nasional untuk mepromosikan identitas etnis dan keagamaan yang mereka yakini masing-masing komunitas.
Secara umum, sikap dapat diartikan sebagai suatu kesiapan yang kompleks dari seorang individu untuk memperlakukan suatu objek orang, benda, lingkungan sekolah, dan lainnya. dengan menggunakan teknik dan pola tertentu. Kesiapan itu mempunyai aspek-aspek kognitif, efektif dan kecenderungan bertindak yang dapat disimpukan dari perilaku individu bersangkutan. Rensis Likert mengembangkan skala sikap yang lebih praktis dan sederhana, yang dikenal dengan nama skala likert,109 dalam skala ini tidak hanya memilih pertanyaan-pertanyaan yang positif, tetapi juga pertanyaan yang negatif. Tiap item dibagi ke dalam lima skala, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak tentu (TT), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Setiap pertanyaan positif diberi bobot 4, 3, 2, 1 dan 0, sedangkan pernytaan negatif diberi bobot sebaliknya yaitu, 0, 1, 2, 3, dan 4.110 Adapun tiga teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Johan Galtung, James A. Banks dan Robert A. Salavin.