BAB II LANDASAN TEORI
D. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan wawancara sebagai alat utama untuk mengumpulkan data. Wawancara dilakukan kepada key informan yang direkam dalam kaset dengan menggunakan tape recorder. Wawancara ini dilakukan kepada orang tua yang selalu berhubungan dengan anaknya yang mengalami autisme tersebut.
Peneliti juga menggunakan metode lain untuk mendukung data hasil wawancara yaitu observasi. Observasi digunakan agar peneliti dapat mengecek kesesuaian jawaban subjek penelitian yang didapat dari hasil wawancara dan mengetahui secara langsung kondisi yang dialami oleh individu autistik tersebut.
1. Wawancara
Nawawi (dalam Rusmawati, 2004) mengatakan bahwa wawancara adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan yang dilakukan antara pencari informasi dan sumber informasi. Wawancara dilakukan untuk memperoleh gambaran dan pemahaman mengenai berbagai hal yang terkait seperti misalnya pengalaman, perasaan maupun pikiran individu. Model wawancara yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur dengan mengacu pada panduan yang telah dibuat sebelumnya. Panduan ini dimaksudkan agar wawancara lebih terfokus pada permasalahan dan menghindari kemungkinan terlupakannya hal-hal yang hendak diungkap
Dalam penelitian ini akan dilakukan wawancara terhadap orang tua yang memiliki anak autis. Faktor-faktor yang diungkap dalam wawancara dengan orang tua meliputi: identitas subjek, identitas anak autis, perlakuan anggota keluarga terhadap individu autis tersebut, penerimaan keluarga, perkembangan anak mereka, perilaku seksual anak mereka, pemahaman orang tua tentang pendidikan seksualitas, metode atau cara yang digunakan
untuk memberikan pendidikan seksualitas pada anak dan masalah yang terkait dengan memberikan pendidikan seksualitas pada anak tersebut.
Tabel I
Panduan wawancara
No Aspek-aspek yang
diungkap
Deskripsi Pertanyaan
1. Identitas subjek Nama, usia,
pekerjaan, jumlah anak,
1. Siapa nama anda?
2. Berapa usia anda sekarang?
3. Apa pekerjaan anda?
4. Berapa jumlah anak yang anda
miliki sekarang? 2. Identitas anak autis Nama, usia, urutan
dalam keluarga, riwayat kesehatan
1. Siapa nama anak anda yang
menderita autisme? 2. Berapa usianya sekarang? 3. Anak anda itu urutan keberapa?
4. Sejak kapan diketahui anak anda
mengalami gangguan autisme?
3. Hubungan dalam
keluarga. Hal ini perlu ditanyakan untuk mengetahui bagaimana penerimaan keluarga terhadap anak yang mengalami autisme Penerimaan keluarga, perlakuan anggota keluarga terhadap anak
1. Bagaimana hubungan anak yang
lain dengan anak anda yang mengalami autisme?
2. Bagaimana perlakuan saudara-
saudaranya terhadap dia?
3. Bagaimana perasaan anda setelah
mengetahui bahwa anak anda mengalami autisme?
4. Tindakan apa yang anda usahakan
setelah itu?
5. Bagaimana perasaan anda
sekarang terhadap anak anda itu? Gangguan
omunikasi k
1. Seperti apa gangguan komunikasi
yang dialami oleh anak anda?
2. Bagaimana cara anda dan anak
anda untuk berkomunikasi? 4. Karakteristik
utama. Hal ini ditanyakan untuk mengetahui bagaimana karakteristik anak dalam hal gangguan komunikasi, perilaku dan interaksi sosialnya. Gangguan interaksi sosial
1. Apakah anak anda merespon
dengan adanya kehadiran orang lain?
2. Bagaimana respon anak anda
terhadap kehadiran orang lain?
3. Bagaimana respon anak anda bila
dipanggil?
4. Bagaimana respon anak anda bila
diberi kontak fisik?
5. Apakah ada kontak mata antara
6. Apakah anak anda lebih suka menyendiri daripada berkumpul bersama orang lain?
Gangguan perilaku 1. Apakah ada perilaku khusus atau
tidak wajar yang sering dilakukan anak anda?
2. Seperti apa perilaku khusus atau
tidak wajar itu?
3. Apakah ada kecenderungan anak
anda untuk menyakiti diri sendiri?
4. Apa yang dilakukan anak anda
untuk menyakiti dirinya?
Perkembangan fisik 1. Apakah anak anda sudah
mengalami menstruasi/mimpi basah?kalau sudah usia berapa?
2. Apakah ada perubahan secara fisik ketika anak memasuki masa pubertas?
3. Bagaimana kondisi fisik anak anda ketika masa pubertas?
Perkembangan emosi 1. Apakah anak anda mampu
memahami perasaannya sendiri?
2. Bagaimana cara anak anda untuk
mengungkapkan perasaannya?
3. Apakah anak anda mampu
memahami perasaan orang lain?
4. Bagaimana cara anak anda
menunjukkan empatinya? Perkembangan
kognitif
1. Bagaimana respon anak anda
terhadap suatu perintah/instruksi?
2. Bagaimana daya tangkap dan
pemahamannya dalam menerima informasi?
3. Instruksi atau perintah atau
informasi seperti apa yang mudah dipahami anak anda?
5. Perkembangan
anak. Hal ini penting ditanyakan untuk mengetahui bagaimana perkembangan anak tersebut karena terkait dengan pendidikan seksulitas yang akan diberikan. Perkembangan sosial (Dalam lingkungan dengan teman-teman di sekolah, saudara dan orang lain yang sebaya)
1. Bagaimana interaksi anak ketika
memasuki masa pubertas?
2. Bagaimana minat anak terhadap
orang lain?
3. Bagaimana cara anak
menunjukkan minat tersebut?
6. Perilaku seks anak.
Hal ini ditanyakan untuk mengetahui bagaimana perilaku seks anak.
1. Apakah anak menunjukkan
ketertarikan terhadap lawan jenis?
2. Bagaimana cara yang dilakukan
anak untuk mengekspresikan ketertarikan itu?
3. Apakah anak pernah melakukan
perilaku seks yang dianggap kurang sesuai dengan norma
sosial?kalau iya apa yang dilakukan anak?
4. Apakah ada perubahan perilaku
ketika anak memasuki masa pubertas? Seperti apa?
7. Pendidikan
seksualitas oleh orang tua.
1. Hal-hal seperti apa saja yang anda
ajarkan kepada anak anda berkaitan dengan seksualitas?
2. Sejak usia berapa anda
memberikan pendidikan seksualitas pada anak anda?
3. Bagaimana cara menyampaikan
apa yang anda ajarkan pada anak anda?
4. Metode apa yang anda gunakan
untuk mengajarkan materi tentang pendidikan seksualitas pada anak?
5. Kesulitan-kesulitan apa saja yang
anda alami selama mengajarkan pendidikan seksualitas pada anak?
6. Apa yang anda lakukan untuk
mengatasi kesulitan tersebut?
7. Apakah anak anda pernah
mengalami pelecehan seksual?(jika iya, lanjut ke pertanyaan 8 dan 9, jika tidak langsung ke pertanyaan 10)
8. Bagaimana perasaan anda tentang
hal itu?
9. Apa yang anda lakukan setelah
itu?
10.Bagaimana cara anda untuk
menghindari pelecehan seksual?
11.Apa yang anda pahami tentang
pendidikan seksualitas?
2. Observasi
Menurut Poerwandari (1998:62) observasi diartikan sebagai kegiatan yang memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Tujuan dari observasi adalah mendeskripsikan situasi yang dipelajari, aktivitas- aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas dan
makna kejadian dilihat dari perspektif individu yang terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut (Poerwandari, 1998:64).
Dalam penelitian ini hal yang diobservasi yaitu kondisi individu autistik. Faktor-faktor perilaku yang diungkap pada kondisi individu autistik ini meliputi gangguan-gangguan yang dialami dan perilaku mereka yang berkaitan dengan seksualitas.
Tabel II
Pedoman Observasi Kondisi Individu Autistik
No Aspek-aspek yang diungkap Deskripsi
1. Gangguan pada anak. Hal ini untuk melihat bagaimana gangguan-gangguan yang dialami oleh anak autis tersebut, karena akan berpengaruh pada metode yang digunakan orang tua untuk memberikan pendidikan seksualitas.
1. Gangguan komunikasi
2. Gangguan interaksi sosial 3. Gangguan perilaku
2. Perilaku anak. Hal ini untuk melihat bagaimana
perilaku seks anak, karena perilaku ini akan berpengaruh pada cara orang tua memberikan pendidikan seksualitas.
1. Perilaku anak terhadap lawan jenis
2. Perilaku seks anak