• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER MAKANAN DAN NILAI GIZI

D. DIET YANG MENCUKUPI 1. Pengertian

2. Metode Praktis

Secara praktis, untuk mencapai diet yang mencukupi perlu diperhatikan 5 kelompok makanan, yakni:

a. Kelompok biji-bijian atau produk-nya. Beras, jagung, sereal, roti adalah beberapa dari sumber-sumber karbohidrat, vitamin, dan serat. Sumber karbohidrat lain se-perti singkong, sagu, ketela atau produknya, dapat digunakan seba-gai alternatif.

b. Kelompok penghasil minyak dan lemak, seperti minyak kelapa, mi-nyak sawit, zaitun, mimi-nyak kacang, minyak biji bunga matahari, dan lain-lain; juga produk seperti men-tega, margarin, minyak makan, dan mayones. Sumber makanan di atas juga merupakan sumber vitamin A, D, dan E, serta asam-asam lemak esensial.

c. Daging dan alternatifnya. Daging sapi, ikan, unggas, dan telur adalah sumber protein yang utama. Al-ternatif sumber nabati adalah kacang-kacangan seperti kedelai.

Selain penghasil protein, sumber makanan di atas juga mengandung besi, vitamin B, serta asam-asam lemak yang bermanfaat bagi tubuh.

d. Susu dan produknya. Susu, keju, dan yoghurt adalah sumber prote-in dan lemak serta vitamprote-in dan mi-neral (seperti kalsium dan fosfor).

e. Kelompok buah-buahan dan sayur-sayuran. Kelompok ini amat pen-ting sebagai penghasil vitamin (A dan C), mineral, dan serat. Di dalam sayur dan buah-buahan terdapat banyak senyawa yang mengandung antioksidan yang di-perlukan untuk memperlambat proses penuaan.

Berdasarkan pengetahuan ten-tang sumber makanan dan gizi

sebe-lumnya dapat diketahui bahwa setiap sumber makanan, apakah hewani atau nabati, mengandung kelebihan dan kekurangan. Selain itu, pemilihan makanan dari aspek gizi harus mem-pertimbangkan pula aspek rasa dan aroma. Sebagai contoh, untuk memilih sumber protein dapat dipilih daging hewan seperti sapi dan domba, atau unggas seperti ayam dan bebek, atau kelompok ikan dan udang, atau kelompok nabati seperti tempe dan tahu. Tentu saja dalam pemilihan demikian perlu dipertimbangkan pula perihal harga dan kesukaan. Demikian juga pentingnya pengendalian diri dalam memilih makanan. Fast food, makanan gorengan, dan manisan adalah makanan yang enak dan nikmat, tetapi nafsu makan harus dikendalikan agar tidak berlebihan.

Selain itu, perlu dipahami bahwa diet makanan bukanlah pilihan makanan sesaat, melainkan pola makan harian, mingguan, atau seterusnya. Karena itu, selain pengetahauan dan pengenda-lian diri juga diperlukan disiplin untuk mencapai gizi yang mencukupi, guna melaksanakan firman Allah seperti ter-tulis dalam Surah al-A‘rāf/7: 31 di atas.

3. Puasa

Salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi umat muslim di bulan Ramadan

adalah suatu bentuk diet pula yang diperintahkan oleh Allah, sebagaimana tersebut dalam Surah al-Baqarah/2:

183.

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

(al-Baqarah/2: 183)

Kewajiban puasa juga dibebankan kepada umat sebelum umat Islam.

Ini menunjukkan bahwa puasa pasti membawa kebaikan bagi manusia dari zaman dahulu hingga zaman modern. Puasa, yang diwajibkan se-lama sebulan, menunjukkan bahwa diet bukan sehari atau dua hari, me-lainkan kurun waktu yang cukup un-tuk mewujudkan kebaikan pada kese-hatan. Masa pelaksanaan puasa selama satu bulan tersebut sesuai kelanjutan ayat-ayat sebelumnya, yakni Surah al-Baqarah/2: 184–185.

(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,) maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).

Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. (al-Baqarah/2: 184–185)

Pada akhir ayat 184 Allah berfirman,

“Puasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. Kalimat ini memberi ke-pastian bahwa puasa mendatangkan kebaikan pada fisik, mental, dan spiri-tual. Masalahnya, sampai sekarang

manusia belum mengetahui secara persis data-data ilmiah tentang kebaik-an tersebut. Meski begitu, beberapa ahli mencatat beberapa manfaat pu-asa bagi manusia, di antaranya:

1. Dalam Ranah Kesehatan

Mahmud Ahmad Najib, seorang pro-fesor dari Universitas ‘Ain Syams Mesir memberi rincian manfaat puasa, di antaranya:

• Puasa memperkecil sirkulasi darah sebagai perimbangan untuk men-cegah keluarnya keringat dan uap melalui pori-pori kulit serta saluran kencing tanpa perlu penggantian.

• Keperluan aliran atau sirkulasi da-rah ke seluruh pembuluh dada-rah akan menurun dan ini akan mem-beri kesempatan otot jantung untuk mengurangi kerja kerasnya selama 11 bulan. Dengan demikian, vitalitas dan sel jantung akan men-jadi lebih baik.

• Puasa memberi kesempatan alat-alat pencernaan untuk istirahat.

Lambung dan usus beristirahat se-lama + 12 jam. Proses penyerapan makanan berjalan pelan dan menghasilkan sedikit glikogen, pro-tein, dan kolesterol.

• Dalam puasa akan terjadi proses detoksikasi atau proses penge-luaran racun dari tubuh. Ini

ditan-dai dari adanya racun senyawa organoposfat dalam kotoran (fe-ces) dan air seni orang yang ber-puasa.

2. Dalam Ranah Mental-Spiritual

Allan Catt HD, seorang ahli kesehatan dalam menghimpun hasil penelitian dan pengamatan, menunjukkan selain efek puasa pada kesehatan tubuh juga ada manfaat bagi perbaikan mental atau spiritual. Puasa menciptakan perasaan atau mental yang lebih baik dan menimbulkan kemampuan mengendalikan diri. Ketenteraman dan ketenangan mental spiritual dipastikan akan membantu memperbaiki kese-hatan fisik. Allan Catt dalam bukunya, Why Fast, menyimpulkan adanya 10 kebaikan berpuasa, di antaranya:

• Merasa lebih baik secara fisik dan mental.

• Terasa dan terlihat lebih muda.

• Tekanan darah dan kolesterol

me-nurun.

• Badan lebih bersih.

• Mampu mengendalikan seks.

• Menjadikan tubuh sehat dengan sendirinya.

• Mengendorkan tegangan jiwa.

• Menajamkan fungsi pancaindra.

• Memperoleh kemampuan mengen-dalikan diri.

• Memperlambat proses penuaan.

Dapat diduga, akan banyak lagi penemuan atau pengamatan adanya kebaikan puasa, baik oleh ahli ilmu pengetahuan, kesehatan, dan agama, tetapi tetap rahasia sepenuhnya ada di tangan Allah. Yang jelas, puasa adalah suatu model “diet” ciptaan Allah yang pasti lebih baik daripada diet yang seimbang atau diet yang mencukupi hasil inisiatif manusia.

Dengan demikian, perintah puasa perlu disyukuri oleh umat Islam dan dilaksanakan dengan penuh kesadar-an dkesadar-an keikhlaskesadar-an. []

METABOLISME MAKANAN