• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Metode Penelitian

Metode Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tertentu (Sugiyono, 2008 : 297).

Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menggunakan metode Research and development (R&D). kegiatan R&D ini berlangsung dalam bentuk siklus, dimulai dari tahap penelusuran awal, pengembangan produk, penguji-cobaan dan perbaikan.

Menurut Borg and Gall, (2003 : 570) langkah-langkah penelitian yang dilakukan dalam Research and development (R&D) adalah sebagai berikut : 1. Research and information collecting (penelitian dan pengumpulan informasi),

merupakan studi pendahuluan meliputi review, studi literature, observasi kelas, ketersediaan sarana dan prasarana belajar.

2. Planing (perencanaan) yaitu langkah untuk merencanakan yang akan

dilakukan berkaitan dengan penetapan tujuan, menentukan urutan pembelajaran, uji kelayakan.

3. Develop preliminary form of product (mengembangkan bentuk model awal).

Pada tahap ini dilakukan penyiapan materi ajar, sumber dan media yang digunakan, serta alat evaluasi yang akan digunakan. Dengan kata lain bahwa

pada tahap ini merupakan mencari bnetuk model pembelajaran kooperatif tipe Team Games tournament yang akan digunakan.

4. Preliminary field testing ( ujicoba model awal). Pada langkah ini merupakan

ujicoba dalam jumlah terbatas yang melibatkan sekolah dan subjek yang akan diteliti.

5. Main product revision (revisi product), setelah uji coba terbatas dilakukan

pada langkah sebelumnya, langkah ini mencoba merevisi kekurangan-kekurangan pada ujicoba awal yang diperoleh dari data observasi, wawancara, angket dan hasil belajar siswa.

6. Main field testing (Uji coba Utama). Berdasarkan hasil revisi dan dilakukan

perbaikan-perbaikan pada langkah sebelumnya, langkah ini mengujicobakan kepada sampel yang lebih luas dengan melibatkan beberapa sekolah subjek dengan tujuan untukmengetahui keakuratan produk.

7. Operational product product revision (Revisi produk). Untuk menghasilkan

hasil yang maksimal, langkah ini merupakan tahap revisi untuk memperoleh model yang ideal. Pada tahap ini peneliti berdiskusi dengan kolaborator terutama berkaitan dengan model pembelajaran kooperatif.

8. Operasional field testing (Uji coba). Draft akhir yang benar-benar siap untuk

disebarluaskan diperlukan masukan, saran, dan langkah-langkah ideal melalui angket, observasi, wawancara.

9. Final product revision (revisi produk terakhir), beradasarkan ujicoba terbatas

dan ujicoba luas, untuk lebih meyakinkan bahwa model yang akan dikembangkan benar-benar telah sempurna.

66

10. Dissemmination and distribution (penyebaran dan distribusi). Langkah ini

merupakan langkah terakhir dari penelitian dan pengembangan.

Sepuluh langkah yang telah dilakukan oleh Borg and Gall disederhanakan oleh Sukmadinata (2004 : 190) menjadi tiga langkah, yaitu : (1) Studi Pendahuluan yang meliputi studi literature, studi lapangan, dan penyusunan draf awal, (2) uji coba model dengan sampel terbatas dan ujicoba model dengan sampel lebih luas, (3) Uji produk (validasi model) melalui eksperimen dan sosialisasi produk.

Sedangkan Sugiyono ( 2008 : 298) membagi langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini dengan sepuluh angkah.

1. Potensi dan masalah

Penelitian dan pengembangan berangkat dari potensi yang ada dan bisa dikembangkan sehingga menjadi nilai tambah (Sugiyono, 2008 : 298), sedangakan masalah adalah terdapat kesenjangan atara harapan dengan kenyataan. Potensi dan masalah dapat dijadikan sebagai dasar dalam melakukan penelitian dan pengembangan.

Potensi dan Masalah Pengumpul an data Desain Produk Validasi Desain Revisi Desain Ujicoba Produk Revisi Produk Ujicoba pemakaian Revisi Produk Produksi Massal

2. Pengumpulan Data

Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukan secara faktual, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Pada langkah ini peneliti melihat sebagai bagian dari studi pendahuluan, dengan tujuan untuk mengumpulkan dan megkaji kondisi pembelajaran saat ini.

3. Desain Produk

Pada langkah ini menurut Sugiyono (2008 : 301) yaitu langkah mempersiapkan desain atau langkah-langkah yang akan dilakukan berupa penjelasan mengenai bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat setiap komponen pada produk tersebut.

4. Validasi Desain

Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk akan lebih efektif tida dari yang sudah ada atau yang lama. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai desain tersebut. Pada penelitian ini untuk menilai apakah rancangan sudah sesuai tidak, maka peran pembimbing sangat dominan, terutama dalam memvalidasi instrument penelitian.

5. Revisi Desain

Setelah desain divalidasi, kemudian direvisi untuk dilihat apakah masih terdapat kekurangan-kekurangan dengan tujuan agar sasaran tepat.

68

6. Ujicoba Produk

Setelah dilakukan validasi desain, produk yang telah dibuat, pada tahap ini diujicobakan. Pada penelitian ini ujicoba produk dilakukan dengan melakukan ujicoba terbatas pada sampel yang telah ditentukan.

7. Revisi Produk

Pada tahap ini dilakukan diskusi dengan para pakar untuk menilai apakah produk yang telah diujicobakan sudah sempurna atau belum. Pada tahap penelitian ini dilakukan dengan refleksi dan mengkaji kekurangan-kekurangan pada ujicoba terbatas, kemudian dilakukan penyempurnaan. 8. Ujicoba pemakaian

Setelah dilakukan revisi pada tahap sebelumnya, kemudian dilakukan ujicoba pemakaian. Pada tahap ini dilakukan ujicoba lebih luas untuk mengetahui apakah produk yang telah dibuat sudah sesuai tidak dengan rencana sebelummnya.

9. Revisi produk

Sebelum dilakukan produksi massal dilakukan juga revisi produk pada ujiba pemakaian. Maksudnya adalah untuk mengetahui apabila dalam pemakaian terdapat kekurangan dan kelemahan

10. Pembuatan produk massal

Pembuatan produk massal ini apabila produk yang telah diujicobakan dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi massal

Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di SDN Kecamatan Cimarga, pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Penulis akan mencoba mengembangkan pendekatan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games

Tournamen, dalam upaya mengimplementasikan pendekatan tersebut, beberapa langkah kegiatan yang akan ditempuh, mulai dari tahapan perencanaan, tahapan pelaksanaan, tahapan observasi kegiatan, sampai dengan tahapan refleksi.

1. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generaliasai yang terdiri atas : obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2008 : 80 ). Sedangkan menurut Sukardi (2003 : 53) menjelaskan bahwa yang dimaksud populasi adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhis suatu penelitian.

Sedangkan menurut Nasution (2003 : 1) Populasi adalah keseluruhan objek yang akan/ingin diteliti. Populasi ini sering juga disebut Universe. Anggota populasi dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada padanya dapat diukur atau diamati. Populasi yang tidak pernah diketahui dengan pasti jumlahnya disebut"Populasi Infinit" atau tak terbatas, dan populasi yang jumlahnya diketahui dengan pasti (populasi yang dapat diberi nomor identifikasi), misalnya murid sekolah, jumlah karyawan tetap pabrik, dll disebut

"Populasi Finit".

Adapun populasi yang dijadikan objek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN di Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak Provinsi Banten dan sejumlah responden yang diperlukan antara lain Kepala Sekolah, kolaborator dan dewan guru.

70

Sampel menurut Sugiyono (2008 : 81) mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Sedangkan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini penulis berasumsi dari pendapat Sukardi ( 2003 : 55), yang mengatakan bahwa sampel adalah jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data.

Sama halnya menurut Nasution (2003 : 1) Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (sampel sendiri secara harfiah berarti contoh). Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut "statistik" yaitu X untuk harga rata-rata hitung dan S atau SD untuk simpangan baku.

Alasan perlunya pengambilan sampel adalah sebagai berikut : 1. Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya.

2. Lebih cepat dan lebih mudah.

3. Memberi informasi yang lebih banyak dan dalam. 4. Dapat ditangani lebih teliti.

Untuk studi pendahuluan, penulis memilih teknik pengambilan sampel dengan Sampel Berjatah (Quota Sampling). Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja, hanya disini besar dan kriteria sampel telah ditentukan lebih dahulu. (Nasution, 2003 : 5). Sampel yang dijadikan untuk studi pendahuluan adalah dengan mengambil kuota sekolah, siswa, guru dan kepala sekolah setiap gugus sekolah. Di Kecamatan Cimarga terdapat 7 Gugus sekolah, setiap gugus terdapat 5-6 sekolah, maka setiap gugus dengan berasumsi

pada teknik quota sampling diambil 2 sekolah, setiap sekolah diambil sampel 10 orang siswa dan 1 orang guru kelas V serta 1 orang kepala sekolah.

Dari asumsi tersebut maka diperoleh sampel data studi pendahuluan adalah 14 orang guru kelas V, 140 orang siswa dan 14 orang kepala sekolah, maka sesuai dengan pendapat dari Nasution (2003 : 1) bahwa pengambilan sampel seperti ini sudah sangat mewakili dari semua populasi.

Sedangkan untuk uji coba terbatas dan uji coba luas, sampel penelitian populasi dengan jumlah siswa dari 4 Sekolah Dasar. Sampel utama yang dilakukan pada uji coba terbatas berjumlah 1 Sekolah Dasar, sedangkan untuk uji coba lebih luas berjumlah 3 sekolah dasar dengan criteria pemilihan berdasarkan nilai akreditasi dan pendapat masyarakat.

Pada tahap pertama peneliti akan mengujicobakan metode cooperative learning pada SDN 2 Margajaya, tujuannya adalah untuk mengetahui keampuhan metode kooperatif dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, selajutnya untuk mengembangkan produk, penulis memilih 3 Sekolah Dasar dengan kriteria Baik, sedang dan Rendah. Dasar dari penliaian tersebut berdasarkan opini masyarakat yang berada di wilayah kecamatan Cimarga, sehingga peneliti mendapatkan gambaran yang jelas, sekolah dasar manakah yang masuk dalam kriteria di atas.

2. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik mengumpulkan data seperti :

a. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data dimana penyelidik mengadakan pengamatan secara langsung dengan menggunakan alat obserbasi

72

terhadap gejala-gejala subyek yang diselidiki, baik pengamatan itu dilakukan di dalam situasi sebenarnya maupun dilakukan di dalam situasi buatan yang khusus diadakan. Hadi dalam Sugiyono ( 2008 : 145 ) mengungkapkan :

Sebagai metode ilmiah observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena - fenomena yang diselidiki. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan baik secara langsung misalnya melalui questionnaire dan test. Dalam bab ini yang kita artikan dengan observasi dalam arti sempit.

Kemudian Nana Sujana ( 1991 : 84 ) mengungkapkan observasi adalah alat penilaian yang banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan.

Dengan memperhatikan definisi tersebut, penulis menggunakan teknik observasi dengan cara melakukan kegiatan pengamatan proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan metode cooperative learning dengan teknik Team Games tournament (TGT). Hasil pengamatan tersebut dicatat oleh penulis secara sistematis.

b. Wawancara

Wawancara atau interview merupakan salah satu teknik pengumpulan data (informasi) yang dilakukan penelitian obyek yang sedang diteliti. Hadi dalam Sugiyono (2008 : 137 ) mengungkapkan :

Wawancara atau interview dapat digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil.

Dengan memperhatikan definisi tersebut di atas, penulis memilih wawancara sebagai salah satu teknik dalam pengumpulan data ini, hal ini digunakan untuk mengetahui kondisi proses pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru, oleh karena itu penulis akan menggunakan teknik ini kepada sejumlah siswa, guru dan kepala sekolah, demi melengkapi informasi/data yang diperlukan. c. Studi dokumentasi

Sebagai perlengkapan seorang penyelidik dalam lapangan ilmu pengetahuan tidak sempurna bila tidak didukung atau dilindungi oleh kepustakaan, karena dalam pustaka itulah ditemukan landasan - landasan teoritis untuk berfikir. Oleh sebab itu, untuk memperoleh beberapa teori yang mendasari beberapa penelitian ini diperlukan adanya buku - buku, majalah, artikel dan lain sebagainya yang relevan dengan masalah yang sedang diteliti. Untuk mengungkap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, penulis mencoba mengkaji Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus yang biasa digunakan oleh guru, hal ini dilakukan sebagai bahan untuk membuat Silabus dan RPP dengan metode Team games Tournamnet (TGT)

d. Angket

Yang dimaksud angket menurut Sugiyono (2008 : 142) adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara member seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Teknik ini digunakan mengingat banyaknya responden yang akan dijadikan obyek penelitian, sehingga tidak mungkin ditanya orang - perorang secara langsung. Dari angket ini diharapkan pengumpulan data yang pokok akan terlaksana dengan efisien.

74

e. Dokumentasi atau Foto

Foto digunakan dalam penelitian ini agar dapat merekam peristiwa-peristiwa penting atau untuk merekam aspek kegiatan di kelas yang meliputi seluruh aktivitas siswa dengan tujuan untuk memperjelas atau memperkuat data dari hasil observasi dan dapat juga membantu data-data lainnya yang sangat penting.

f. Kuesioner

Kuesioner digunakan untuk melihat dampak dari pembelajaran yang telah dilakukan, di mana kuesioner adalah merupakan tanggapan dari seluruh siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan , manfaat atau dapat dirasakan oleh siswa dalam rangka meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.

3. Langkah-langkah penelitian

Secara skematik langkah-langkah penelitian yang dilakukan berdasarkan gambar berikut ini seperti yang dikembangkan oleh Sukmadinata (2004 : 207).

Gambar I

Langkah-Langkah Penelitian

Dari skema yang dikembangkan pada gambar di atas, untuk studi pendahuluan merupakan studi awal untuk mengetahui bagaimana proses

Studi Pendahuluan Pengembangan Pengujian

Studi Pusta ka Survai Lapang an Penyus unan draft Uji Coba Terbata s Uji coba lebih luas Pre Test Perlaku an Post Test

pembelajaran IPS yang dikembangkan pada saat ini, hal ini dilakukan sebagai dasar penyusunan draf awal model pembelajaraj Kooperatif dengan teknik Teams Games Torunament (TGT). Studi pendahuluan juga menjadi asumsi dasar untuk mengembangkan model, sebab pada studi pendahuluan akan terlihat bagaimana proses pembelajaran yang pada saat itu dikembangkan.

Pada tahap pengembangan, dilakukan beberapa langkah yaitu ujicoba terbatas dan ujicoba luas. Pada ujicoba terbatas bertujuan membuat model draft dan sekalligus merevisi hasil ujicoba untuk menghasilkan draft final setelah melalui proses revisi dengan melalui siklus pembelajaran.

Pada coba terbatas, peneliti melakukan penelitian di SDN 2 Margajaya dan melakukan ujicoba model luas disekolah-sekolah lain yaitu SDN 1 Margajaya, SDN 1 Cimarga dan SDN 2 Cimarga.

4. Pengembangan instrumen

Agar proses penelitian dapat berjalan dengan baik dan terarah sesuai dengan tujuan yang diinginkan, maka disusun panduan penelitian berupa instrument penelitian. Penyusunan instrument pun berdasarkan kisi-kisi yang dibuat, kemudian dirumuskan berupa butir-butir pertanyaan yang akan dijawab oleh responden. Pengembangan isntrumen ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada saat ini.

76

Tabel. 3.1

Kisi-Kisi Isntrumen Penelitian

No Aspek Yang

Diteliti Sub Aspek

Sumber Data

Teknik Pengumpulan

Data

1 Guru a. Identitas Diri :

1) Sekolah 2) Jenis kelamin 3) Pendidikan terakhir 4) Pengalaman Pelatihan 5) Pengalaman Mengajar b. Aktualisasi Diri :

1) Tugas Guru Mengajar 2) Fungsi Guru Mengajar 3) Harapan Guru terhadap

siswa

4) Minat Guru Mengajar c. Persepsi Guru tentang

Pembelajaran IPS

1) Persepsi Guru terhadap tujuan pembelajaran IPS

2) Persepsi Guru terhadap manfaat Pembelajaran IPS bagi siswa

3) Persepsi Guru terhadap model pembelajaran IPS

4) Persepsi Guru terhadap kemampuan siswa 5) Persepsi Guru terhadap

kebutuhan belajar

d. Pengetahuan dan

kemampuan guru dalam

pembelajaran untuk

meningkatkan hasil belajar siswa

1) Pengetahuan Guru

tentang model

pembelajaran

2) Implementasi dalam pembelajaran IPS di kelas meliputi :

a) Metode pembelajaran

b) Sarana dan prasarana belajar

c) Evaluasi pembelajaran

2 Siswa a. Rata-rata kemampuan

umum intelektual

siswa menurut guru.

b. Minat dan motivasi

belajar pada pelajaran menurut guru.

c. Penguasaan materi dan prestasi belajar

d. Persepsi siswa tentang

tujuan pelajaran

pelajaran IPS

e. Persepsi siswa tentang manfaat belajar IPS f. Minat siswa terhadap

mata pelajaran IPS

g. Persepsi siswa terhadap pembelajaran IPS h. Persepsi siswa terhadap penampilan mengajar guru i. Model pembelajaran

yang disukai siswa

Guru Siswa Angket 3 Pembelajaran IPS a. Persiapan mengajar b. Pelaksanaan pembelajaran

c. Evaluasi hasil belajar

Guru Angket 4 Fasilitas/ Prasarana dan lingkungan Pembelajaran IPS

a. Ruang kelas dan fasilitas belajar b. Suasana kelas c. Buku sumber d. Media/alat bantu mengajar e. Perpustakaan Guru dan siswa Angket

78

5. Analisis Data

Data yang telah terkumpul berdasarkan pada tujuan yang telah ditetapkan, kemudian dilakukan analisis dan diinterpretasi. Data yang telah diperoleh dikelompokan menjadi dua yaitu : data kuantitatif dan data kualitatif. Data yang bersifat kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data hasil penilaian terhadap hasil belajar siswa pada uji coba terbatas dan ujo coba lebih luas akan dianalisis secara statistic menggunakan uji-t dengan menggunakan program SPSS versi 16 dan atau versi terbaru. Uji-t yang digunakan dalam penelitian ini adalah Paired Sampel Test (Priyatno, 2009 : 78) yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua sampel yang berpasangan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan nilai tes antara sebelum dan sesudah dilakukan proses pembelajaran kooperatif dengan teknik team games tournament yang pengujiannya menggunakan taraf signifikansi 0,05 atau tingkat kepercayaan (confidence interval) sebesar 95% (Priyatno, 2009:78).

Analisis data dilakukan dari awal penelitian sampai dengan akhir penelitian secara terus menerus yang mencakup kegiatan analisis, refleksi dan tindakan. Akhirnya berdasarkan pengolahan dan analisis data dilakukan penarikan kesimpulan dengan cara menjawab pertanyaan penelitian dan mensintesiskan jawaban-jawaban tersebut dalam sebuah kesimpulan penelitian secara menyeluruh.

B. HASIL PENGEMBANGAN MODEL

1. Deskripsi Hasil Studi Pendahuluan

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di 14 sekolah dasar yang berada di kecamatan cimarga, terdapat beberapa informasi yang diperoleh berkaitan dengan penelitian yang akan dikembangkan. Informasi ini berupa kondisi sekolah yang menyangkut sarana dan prasarananya, keadaan siswa dan kondisi pembelajaran. Informasi yang berkaitan dengan kondisi sekolah dijadikan dasar oleh peneliti untuk pengembangan model pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif dengan teknik Team Games Tournament (TGT) yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, observasi, studi dokumenter serta wawancara.

Jumlah populasi sekolah dasar yang berada di kecamatan cimarga ada 38, jumlah yang dijadikan sampel oleh peneliti adalah 14 sekolah yang mewakili 7 gugus dengan tujuan memperoleh data real proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial yang dilakukan oleh guru selama ini. Angket diberikan kepada guru yang menjadi objek untuk mendapatkan data-data tentang kondisi guru, tugas serta perannya, pandangan terhadap mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial, pandangan guru terhadap hasil belajar siswa, implementasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), perencanaan pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi, data tentang sarana dan prasarana pembelajaran, media belajar serta sarana lain yang menunjang terhadap proses pembelajaran.

80

Angket juga diberikan kepada siswa sebelum proses pengembangan model dilakukan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi dan data tentang pandangan siswa terhadap sekolah, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, pembelajaran yang diinginkan serta cara pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh guru, data ini juga dilakukan untuk mengkroscek informasi yang disampaikan oleh guru melalui angket dan data sebenarnya yang diterima siswa.

Studi pendahuluan dilakukan di 14 sekolah dasar negeri yang berada di kecamatan cimarga dengan jumlah responden 14 guru kelas 5 dan 14 orang siswa yang diambil 10 siswa dari setiap sekolah.

a) Keadaan guru kelas 5

Guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran memegang peran strategis dalam proses pembelajaran, guru sebagai agen pembelajar harus ditunjang oleh pengetahuan yang memadai, oleh karena itu, latarbelakang pendidikan, pengalaman akan sangat mempengaruhi terhadap kinerja dan prestasi siswa. Berkaitan dengan dengan hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap guru kelas 5, diperoleh data dan informasi sebagai berikut :

Table 3.2

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN PENGALAMAN

Dokumen terkait