BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN
METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada PT. Indopura Utama yang terletak di Jl. Medan-Tanjung Morawa KM. 12,5 No.15, Deli Serdang–Sumatera Utara. Penelitian dilakukan dari bulan September 2018 – Juli 2019.
4.2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif (descriptive research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk memaparkan atau mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat suatu objek atau populasi tertentu berdasarkan data. Penelitian ini meliputi proses pengumpulan, penyajian dan pengolahan data, serta analisis dan interpretasi data
4.3. Objek Penelitian
Objek penelitian yang diamati adalah pekerja di stasiun pemindahan barang dari stasiun pemotongan ke stasiun pemasakan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan usulan rancangan fasilitas kerja di PT. Indopura Utama.
4.4. Kerangka Konseptual Penelitian
Kerangka berpikir dalam penelitian dilakukan berdasarkan keluhan yang dirasakan pada beberapa bagian tubuh pekerja yang dipengaruhi oleh kondisi kerja pada stasiun pemotongan. Keluhan dari kondisi kerja disebabkan tidak adanya fasilitas kerja yang ergonomis sehingga dilakukan usulan perancangan fasilitas kerja sesuai dengan antropometri. Kerangka berpikir penelitian ditunjukkan pada Gambar 4.1. berikut ini.
Gambar 4.1. Kerangka Konseptual Penelitian Definisi Operasional :
1. Antropometri adalah dimensi tubuh pekerja di stasiun pemotongan yang berjenis kelamin pria diantaranya adalah dimensi benda-benda yang berinteraksi dengan pekerja dan lingkungan kerjanya. Karena dimensi objek mesti bersesuaian dengan pemakainya maka perlu dikenali antropometri.
2. Keluhan Operator adalah Keluhan yang dirasakan oleh operator diidentifikasi dengan analisis SNQ (Standard Nordic Questionaire). Beban kerja berlebih
Keluhan
IV-3
pekerjaan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Hal ini diidentifikasi dengan pengukuran denyut nadi istirahat dan denyut nadi kerja operator. Perhitungan beban kerja dilakukan dengan perhitungan Konsumsi Energi dan %CVL. dibentuk oleh tubuh pada saat operator bekerja dan berinteraksi dengan fasilitas yang digunakan. Penilaian kerja yang dimaksud adalah postur kerja yang dibentuk oleh operator dimana kegiatan melipat, mengangkat dan membawa karet yang dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama yaitu 8 jam kerja/hari dan berat karet lebih dari 5 kg yang menyebabkan usaha yang diperlukan oleh operator semakin besar yang membuat denyut nadi meningkat. Berdasarkan keluhan akan dilakukan penilaian postur kerja dengan analisis Rapid Body Assesment (REBA)
4.5. Variabel Penelitian
Variabel adalah sesuatu yang memiliki nilai yang berbeda-beda atau bervariasi. Nilai dari variabel dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif (Sinulinggga, 2015). Variabel-variabel yang akan diamati dalam penelitian ini adalah variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen (variabel
terikat). Variabel dependen merupakan variabel yang menjadi perhatian utama dalam penelitian. Sedangkan variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik secara positif atau negatif (Sekaran, 2006). Variabel independen dan dependen dari penelitian adalah sebagai berikut : 1. Variabel Dependen
a. Usulan perancangan fasilitas kerja yang ergonomis 2. Variabel Independen
a. Antropometri b. Keluhan Operator c. Penilaian Postur Kerja
4.6. Instrumen Penelitian
Pada penelitian ini instrumen penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Kuesioner SNQ (Standard Nordic Questionaire) untuk mendapatkan data faktor individu (usia, jenis kelamin, masa kerja) dan tingkat keluhan musculoskeletal perbagian tubuh yang dirasakan pekerja yang disebabkan karena kondisi kerja saat melakukan pemindahan barang.
2. Heart Rate digunakan untuk mengetahui beban kerja pekerja di stasiun pemotongan dengan menghitung denyut nadi pekerja.
3. Kamera digunakan untuk mendokumentasikan posisi/postur pekerja saat melakukan kegiatan pemindahan dan peletakan barang.
4. Human Body Martin digunakan untuk mengukur antropometri tubuh pekerja.
5. Meteran digunakan untuk mengukur dimensi fasilitas kerja.
IV-5
4.7. Pengumpulan Data
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder yaitu:
1. Data Primer
Data primer yang dibutuhkan diperoleh dengan pengamatan langsung dan wawancara dengan menggunakan instrumen penelitian, yang meliputi:
a. Data keluhan rasa sakit dengan melakukan penyebaran kuesioner SNQ (Standard Nordic Questionaire). Data ini berisi kategori keluhan dengan pemberian bobot berdasarkan kategorinya masing-masing, dimana kategori tidak sakit diberi bobot 0, agak sakit diberi bobot 1, sakit diberi bobot 2, dan sangat sakit diberi bobot 3.
b. Data postur tubuh kerja pada saat proses pemindahan. Pengamatan postur kerja aktual dilakukan dengan pengamatan langsung dan dengan bantuan berupa foto maupun video.
c. Data denyut nadi pekerja. Denyut nadi yang diukur adalah denyut nadi istirahat dan denyut nadi setelah bekerja. Denyut nadi pekerja diukur dengan menggunakan instrumen heart rate.
d. Data dimensi antropometri pekerja. Pengukuran antropometri dilakukan untuk memperoleh dimensi tubuh pekerja pemindahan sebagai acuan dalam melakukan usulan perancangan fasilitas kerja.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur-literatur dan referensi yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dan data tersebut
diperoleh dari perusahaan, yaitu: sejarah perusahaan dan gambaran umum, proses produksi, organisasi, dan manajemen perusahaan.
4.8. Pengolahan Data
Langkah-langkah pengolahan data yang dilakukan adalah:
1. Kuesioner SNQ (Standard Nordic Questionaire) dilakukan dengan mengumpulkan kuesioner dari pekerja penelitian serta memeriksa kelengkapan isian kuesioner apakah sudah terisi semua atau tidak. Hal ini dilakukan untuk menentukan bagian tubuh yang mengalami keluhan musculoskeletal berdasarkan tingkat keluhannya.
2. Penilaian postur kerja dengan metode REBA. Metode REBA dilakukan dengan mengamati pekerjaan yang dianalisis dengan mengambil gambar pekerja dalam posisi kerjanya. Menghitung susdut antara posisi kerja dengan postur normal. Mengisi skor untuk setiap posisi kerja pada lembar penilaian REBA kemudian dihitung skornya.
3. Pengukuran beban kerja berdasarkan denyut nadi kerja dengan cara mengukur denyut nadi pekerja penelitian sebelum bekerja (Denyut Nadi Istirahat/ DNI) kemudian dilanjutkan dengan mengukur denyut nadi sesaat setelah kerja (Denyut Nadi Kerja/DNK)
4. Penentuan dimensi yang dibutuhkan untuk perancangan fasilitas kerja.
Penentuan dimensi dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengolahan data dimensi tubuh pekerja dengan uji keseragaman data, uji kecukupan data,
IV-7
hitung mean dan standar deviasi, uji kenormalan data, menghitung persentil yang dibutuhkan, sehingga diperoleh data antropometri yang ergonomis.
Langkah-langkah proses penelitian yang dapat dilihat pada Gambar 4.2.
Gambar 4.2. Blok Diagram Langkah-langkah Proses Penelitian
4.9. Analisis Pemecahan Masalah
Analisis pemecahan masalah mengacu pada analisis data kuisioner SNQ (Standard Nordic Questionaire), beban kerja dengan menggunakan metode langsung dan tidak langsung. Analisis terhadap postur kerja aktual. Analisis terhadap fasilitas aktual dan rancangan fasilitas kerja usulan.
4.10. Kesimpulan dan Saran
Langkah akhir yang dilakukan adalah penarikan kesimpulan yang berisi hal-hal penting dalam penelitian tersebut dan pemberian saran untuk penelitian selanjutnya bagi peneliti yang ingin mengembangkan penelitian ini secara lebih mendalam.
V-I BAB V