BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Analisis Tabel Tunggal
4.3.3 Minat Membeli Produk
Pada bagian ini peneliti akan menjelaskan hasil analisis data tabel tunggal yang diperoleh dari jawaban setiap responden pada tiap-tiap pertanyaan pada kuesioner tentang minat beli produk setelah menonton tayangan Iklan di Bioskop 21. Hal yang diteliti didasari kepada teori AIDDA yaitu: Attention, meliputi perhatian responden terhadap tayangan iklan yang disiarkan tersebut. Interest, meliputi ketertarikan responden terhadap produk yang diiklankan. Desire, yaitu hasrat responden terhadap produk tersebut setelah melihat tayangan iklan mengenai produk yang bersangkutan. Decision, yaitu keputusan responden untuk memiliki produk yang diiklankan tersebut. Berikutnya yang terakhir yaitu: Action, yang berupa tindakan responden setelah menonton iklan tersebu apakah responden membeli atau tidak membeli produk yang diiklankan. Hasil selengkapnya disajikan pada tabel 4.19 sampai dengan tabel 4.23:
Tabel 4.19
Tayangan iklan di layar bioskop 21 menarik perhatian Anda Tayangan iklan di layar
bioskop 21 menarik perhatian Anda
Frekuensi Persentase
Persentase
Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 49 orang (66.2%) menyatakan bahwa mereka tayangan iklan di layar Bioskop 21 tidak menarik perhatian mereka. Berikutnya terdapat sebanyak 13 orang (17.6%)
responden yang menyatakan bahwa responden tertarik dengan mereka tayangan iklan di layar Bioskop 21. Data penelitian juga menunjuukkan bahwa terdapat sebanyak 13 orang responden (17.6% yang menyatakan bahwa mereka kurang tertarik terhadap mereka tayangan iklan di layar Bioskop 21. Selanjutnya hanya terdapat sebanyak 5 orang (6.8%) responden saja dari total kesseluruhan 74 orang respodnen yang menyatakan bahwa mereka sangat tertarik dengan mereka tayangan iklan di layar Bioskop 21. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 4.19.
Tabel 4.20
Setelah menonton tayangan iklan di layar bioskop 21 menarik minat Anda terhadap produk-produk yang ditawarkan
Setelah menonton tayangan iklan di layar bioskop 21 menarik minat Anda terhadap
produk-produk yang ditawarkan
Frekuensi Persentase Persentase Kumulatif
Tabel 4.20 menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 55 orang (74.3%) yang menyatakan bahwasetelah menonton tayangan iklan di layar Bioskop 21 mereka masih tidak berminat untuk membeli produk-produk tersebut.
Berikutnya terdapat juga sebanyak 19 orang (25.7%) orang responden yang menyatakan bahwa setelah menonton tayangan iklan di layar Bioskop 21 mereka masih kurang berminat untuk membeli produk-produk tersebut. Sementara itu tidak ada satu orang pun responden dari jumlah total 74 orang responden yang
menyatakan bahwa mereka berminat dan sangat berminat untuk membeli suatu produk setelah menonton tayangan iklan di layar Bioskop 21.
Tabel 4.21
Iklan produk di layar bioskop 21 membangkitkan hasrat untuk membeli produk
Iklan produk di layar bioskop 21 membangkitkan hasrat
untuk membeli produk
Frekuensi Persentase Persentase Kumulatif
Hasrat merupakan suatu keinginan untuk memiliki, dalam hal ini yaitu keinginan untuk memiliki suatu produk yang telah responden lihat dan tonton dalam iklan yang ditayangkan di Bioskop 21. Hasrat ini tentunya muncul karena iklan yang ditayangkan mampu mempersuasi pemirsanya. Persuasi ini lahir tentunya dari tayangan iklan yang menarik dari semua segi baik dari tampilan, suara , desain dan hal lainnya yang mempengaruhi. Tabel 4.21 sendiri menjelaskan mengenai apakah iklan produk di layar Bioskop 21 mampu membangkitkan hasrat untuk membeli produk atau tidak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 43 orang (58.1%) responden menyatakan bahwa iklan produk di layar Bioskop 21 tidak mampu membangkitkan hasrat mereka untuk membeli produk tersebut.
Berikutnya terdapat sebanyak 17 orang responden (23.0%) yang menyatakan bahwa iklan produk di layar Bioskop 21 mampu membangkitkan hasrat mereka untuk membeli produk tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa
terdapat sebanyak 8 orang responden (10.8%) yang menyatakan bahwa iklan produk di layar Bioskop 21 kurang mampu membangkitkan hasrat mereka untuk membeli produk tersebut. Selanjutnya terdapat sebanyak 6 orang responden (8.1%) yang menyatakan bahwa iklan produk di layar Bioskop 21 sangat mampu membangkitkan hasrat mereka untuk membeli produk tersebut.
Tabel 4.22
Iklan di layar bioskop 21 mempengaruhi keputusan Anda untuk membeli produk
Iklan di layar bioskop 21 mempengaruhi keputusan Anda untuk membeli produk
Frekuensi Persentase Persentase Kumulatif
Data penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 42 orang (56.8%) menyatakan bahwa iklan di layar Bioskop 21 tidak mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk. Berikutnya terdapat sebanyak 19 orang responden (25.7%) yang menyatakan bahwa iklan di layar Bioskop 21mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 8 orang (10.8%) responden yang menyatakan bahwa iklan di layar Bioskop 21 kurang mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk. Selanjutnya, hanya terdapat sebanyak 5 orang (6.8%) responden saja yang menyatakan bahwa iklan di layar Bioskop 21 sangat mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa iklan di layar Bioskop 21 belum mampu mempengaruhi
keputusan mereka untuk membeli produk. Dimana dari jumlah total 74 orang responden 50 orang diantaranya menyatakan bahwa iklan di layar Bioskop 21 belum mampu mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk. Mereka ini adalah mereka yang terdiri dari responden yang menyatakan bahwa iklan di layar Bioskop 21 tidak mempengaruhi dan kurang mempengaruhi keputusan responden untuk membeli produk.
Tabel 4.23
Tindakan setelah menonton tayangan iklan produk di layar bioskop 21 Tindakan setelah menonton
tayangan iklan produk di layar bioskop 21
Frekuensi Persentase Persentase Kumulatif
Tindakan merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan persuasi. Di mana komunikasi persuasi akan dianggap berhasil apabila mampu mempengaruhi komunikan hingga mengubah tindakan mereka. Dalam suatu iklan contohnya, iklan akan dianggap berhasil apabila mampu mempengaruhi khalayak pemirsa mereka hingga pada akhirnya memutuskan untuk menjadi konsumen produk tersebut, dari seseorang yang tidak berkeinginan membeli suatu produk menjadi memiliki keinginan untuk membeli produk tersebut. Komunikasi persuasi yang berhasi termasuk dalam ikan produk tentunya akan menghasillan profit bagi perusahaan yang diiklankan seiring dengan bertambahnya konsumen mereka.
Tabel 4.23 merupakan tabel yang menjelaskan mengenai tindakan responden setelah menonton tayangan iklan produk di layar bioskop 21, apakah mereka memutuskan untuk membeli atau tidak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 47 orang (63.5%) menyatakan bahwa mereka tidak membeli produk yang diiklan setelah melihat produk tersebut di layar Bioskop 21. Berikutnya terdapat sebanyak
27 orang responden yang menyatakan bahwa mereka membeli produk yang diiklan setelah melihat produk tersebut di layar Bioskop 21. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 4.23.