a. Pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan
Adapun salah satu misi pembelajaran Program studi Akuntansi adalah menyelenggarakan dan mengembangkan program pendidikan yang menghasilkan lulusan yang berkemampuan analitik dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara profesional, bermoral, dan menjunjug tinggi etika keilmuan. Misi ini diharapkan mampu menjadi kekuatan moral yang mampu membentuk karakter mahasiswa berintegritas tinggi dan menimbulkan semangat demokratis sebagai kekuatan sosial politik serta menjadi sumber ilmu pengetahuan dan pembentukan SDM yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Untuk mencapai misi yang telah ditetapkan, pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, penugasan, dan memperbanyak praktek-praktek di kelas yang kemudian dilanjutkan di laboratorium sebagai tempat pengembangan potensi mahasiswa sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Dalam proses pembelajaran selama ini Program Studi telah memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan serta SDM yang ada secara maksimal, juga telah mengoptimalkannya melalui kerjasama yang telah dibangun dengan berbagai pihak.
Selain itu, untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan perlu dilakukan proses pembelajaran diluar ruang kuliah seperti adanya praktikum, magang/Kuliah Kerja Nyata yang dipertajam dengan melalui penulisan tugas akhir skripsi. Untuk meningkatkan soft skills mahasiswa maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dengan menggunakan literatur atau bahan pustakaan berbahasa Inggris, serta pelaksanaan berbagai pelatihan dan kuliah umum seperti pelatihan perpajakan, kuliah umum kewirausahaan yang dapat meningkatkan kompetensi lulusan.
74 b. Efisiensi internal dan eksternal
Proses belajar dilaksanakan melalui penyelesaian tugas secara mandiri dan kelompok, diskusi kelas, dan praktikum maupun praktik lapangan. Ada sejumlah kekuatan dalam proses belajar yaitu tingkat kehadiran dosen dam mahasiswa yang tinggi (rerata kehadiran dosen 100% dan rerata kehadiran mahasiswa 85%, tingkat penyelesaian tugas mandiri, mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir semester yang tinggi, juga telah disediakan dana praktikum dan praktik lapangan di setiap semester. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan praktikum dan praktek lapangan sangat tinggi, namun Program Studi masih memiliki beberapa kelemahan yaitu praktikum mata kuliah pada semester ganjil dan genap tidak berimbang karena keterlambatan proses pencairan dana praktikum. Kegiatan praktikum di kelas dan laboratorium serta berbagai pelatihan/kursus keterampilan dan profesi merupakan upaya efisiensi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. Upaya penerapan efisiensi eksternal dilakukan dengan cara mengembangkan kemitraan dengan berbagai institusi pemerintah dan swasta baik pada tingkat lokal dan nasionalyang dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar yang maksimal.
9. Mengajar
a. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan.
Guna mendukung pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) digunakan model pembelajaran Student Centred Learning (SCL). Metode mengajar yang diterapkan adalah tatap muka secara ketat sebanyak 16 kali pertemuan (kehadiran mahasiswa sekurang-kurangnya 80%), melakukan ceramah dan diskusi, tugas terstruktur dan mandiri, tutorial serta praktikum. Dengan model ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik pada mahasiswa, sehingga akan menghasilkan lulusan yang kompeten.
b. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah.
Untuk menyesuaikan materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah yang diajarkan, setiap dosen harus selalu berpedoman pada kurikulum, silabi, dan membuat GBPP serta SAP setiap mata kuliah yang diajarkan. Juga, pada setiap akhir semester dilakukan evaluasi untuk mengetahui relevansi antara materi
75 pembelajaran dengan tujuan mata kuliah. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui bentuk pemberian tugas-tugas, ujian tengah semester, dan juga melalui ujian akhir semester.
c. Efisiensi dan produktivitas
Efisiensi proses belajar mengajar ditunjukkan melalui pemanfaatan secara proporsional sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai produktivitas yang maksimal. Kegiatan perkuliahan dilakukan setiap hari, kecuali hari Sabtu (yang digunakan untuk kegiatan ekstra kurikuler) dan hari libur, mulai dari jam 08.00 s/d jam 18.00.Efisiensi dan produktivitas kelulusan per-mata kuliah sekitar 90,08 % dan mahasiswa yang tidak lulus sekitar 9,92%. Sementara IPK rata-rata adalah 2,97.
d. Struktur dan rentang kegiatan mengajar
Struktur kegiatan mengajar terdiri atas kegiatan tatap muka, tutorial, praktikum, evaluasi dengan pemberian tugas, UTS dan UAS. Setiap mata kuliah diasuh, baik oleh seorang dosen maupun tim dosen (2-3 orang). Kegiatan perkuliahan dilakukan setiap hari dari jam 08.00- 18.00 secara terjadwal, kecuali hari Sabtu dan hari libur. Dosen mengisi daftar hadir kuliah dan lembar monitoring tentang materi yang disampaikan dan metode yang digunakan. Pertemuan tatap muka di kelas minimal 16 kali dalam satu mata kuliah (tidak termasuk UTS dan UAS), sedangkan persentase kehadiran mahasiswa minimal 80%. Praktikum dilakukan di kelas, laboratorium dan lapangan
e. Penggunaan teknologi informasi
Metode pengajaran di Program Studi Akuntansi menggunakan media konvensional (ceramah dan diskusi) dan media LCD dan laptop, dan juga telah memanfaatkan penggunaan internet dan wifi untuk mencari informasi dan sebagian dosen telah memanfaatkan e-learning.
10. Belajar
a. Keterlibatan mahasiswa
Keterlibatan mahasiswa cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan tingkat kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan sekitar 90 – 98 %. Metode mengajar dengan
76 ceramah dan diskusi memberi kesempatan yang luas kepada mahasiswa untuk bertanya, mengeluarkan pendapat, dan menjawab pertanyaan dosen.
Selain itu, penugasan, latihan, simulasi, dan praktikum juga memungkinkan keterlibatan mahasiswa secara aktif sehingga dapat mengembangkan pemahaman, penguasaan dan aplikasi materi kuliah.Dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan pengembangan wawasan, dosen dan mahasiswa terlibat secara intens dalam berbagai kegiatan yang dapat menunjang kemampuan dan pengembangan intelektual. Kegiatan ini seperti melalui kegiatan keilmuan dan pengabdian masyarakat, seperti: kuliah umum, seminar dan workshop, pelatihan kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat.
b. Bimbingan skripsi
Program Studi Akuntansi belum melaksanakan pelayanan bimbingan skripsi, sesuai dengan usia Program studi yang baru berjalan 2 tahun. Namun, Program Studi Akuntansi telah menyiapkan panduan teknis penulisan skripsi dan SOP yang berkaitan dengan itu. Panduan penulisan skripsi ini disosialisasikan kepada mahasiswa semenjak pertama kali masuk (melalui kegiatan PKKBMB), kemudian saat perkuliahan mata kuliah metodologi penelitian akuntansi dan mata kuliah seminar akuntansi, juga pada saat arahan pimpinan Program Studi berkaitan dengan pelaksanaan tugas akhir. Pelayanan bimbingan skripsi baru dilakukan mulai semester VII atau setelah mahasiswa menyelesaikan 120 sks, dan prosesnya dimulai sejak judul penelitian skripsi diajukan ke Program Studi dan disetujui. Setiap mahasiswa dibimbing oleh 2 (dua) orang dosen yang mempunyai kompetensi ilmu sesuai dengan masalah penelitian mahasiswa tersebut.
c. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan:
1. Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya
Bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan pengetahuan atau pendalaman suatu materi, Program studi Akuntansi memfasilitasi dan memotivasi dengan memberi konsultasi atau membentuk forum komunitas.Melalui pembelajaran Student Centered Learning, mahasiswa memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan materi pembelajaran.
77 2. Keterampilan umum dan yang dapat dialihkan (transferable)
Bagi mahasiswa Program studi Akuntansi diberikan keterampilan dalam penggunaan internet yang tersedia dan komputer sebagai keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa.
3. Pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri
Kreativitas mahasiswa yang bersumber dari pengetahuan dimanfaatkan melalui ’ajang’ kreativitas yang diadakan oleh mahasiswa secara mandiri melalui PMW.
4. Kemampuan belajar mandiri
Mahasiswa memiliki kegiatan yang relevan dengan tujuan dan kompetensi bidang keilmuan, pengembangan bakat, dan kepemimpinan. Dalam bidang keilmuan, mahasiswa memiliki kelompok-kelompok studi dan kajian keilmuan yang mereka buat bersama sesama mahasiswa yaitu Himpunan Mahasiswa Akuntansi. Dalam bidang pengembangan minat dan bakat, mereka memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM); mulai dari kegiatan lomba karya ilmiah, tabloid, mading, olah raga, dan sebagainya. Dalam bidang kepemimpinan dan loyalitas pada lembaga, mahasiswa aktif mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan.
5. Nilai, motivasi dan sikap
Nilai, motivasi, dan sikap seperti keterbukaan, kejujuran, disiplin tercermin dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari di kampus. Aspek etika ini diatur dalam kode etik mahasiswa yang dibagikan ketika mahasiswa masuk pertama kali dan termasuk bagian materi dalam kegiatan PKKBMB.