• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tenaga Pendukung

Dalam dokumen BAB. I KOMPONEN EVALUASI DIRI (Halaman 64-70)

a. Rekruitmen dan seleksi

Proses rekrutmen tenaga pendukung dilaksanakan secara terpusat oleh universitas yang disesuaikan dengan kebutuhan. Tenaga pendukung yang diangkat sebagai pegawai tetap ditempatkan pada posisi tertentu sesuai dengan kualifikasi dan keahlian yang dimiliki agar dapat bekerja sesuai dengan bidang dan kemampuannya.

b. Rasio

Jumlah tenaga pendukung di FISIP UNDANA yang melayani dan mendukung terselenggaranya kegiatan akademik Program studi Akuntansi berjumlah 25 orang dengan rincian sebagai berikut:

1) Sebanyak 4 orang melayani kegiatan di laboratorium komputer, bahasa, dan warnet di UPT Komputer UNDANA.

2) Sebanyak 1 orang melayani kegiatan di FISIP dan ruang baca FISIP

3) Sebanyak 15 orang melayani kegiatan akademik, kemahasiswaan, keuangan (BAUK), sistem informasi (BAPSI dan BAAK) di rektorat.

4) Sebanyak 3 orang melayani kegiatan pengabdian masyarakat (LPPM).

5) Sebanyak 2 orang tenaga pendukung dalam bidang kebersihan dan 4 orang tenaga pendukung bidang keamanan.

Jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa Program studi Akuntansi yang berjumlah 119 orang, maka rasio antara tenaga pendukung dan mahasiswa Prodi Akuntansi adalah sebesar 1:5.

c. Kualifikasi dan pengalaman

Berdasarkan kualifikasi pendidikan, banyaknya tenaga pendukung yang melayani mahasiswa Program studi Akuntansi dapat dirinci sebagai berikut:

1) Tenaga pendukung dengan pendidikan S1 sebanyak 10 orang. 2) Tenaga pendukung dengan pendidikan D3 sebanyak 5 orang. 3) Tenaga pendukung dengan pendidikan SLTA sebanyak 10 orang.

65 Sebagian besar tenaga pendukung memiliki pengalaman kerja yang sesuai dengan pekerjaan/posisi saat ini.

d. Pembinaan dan pengembangan

Sistem pengembangan pegawai yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1) Pola pengembangan pegawai dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan baik di dalam maupun diluar UNDANA, serta melakukan penilaian kinerja;

2) Penilaian kinerja dilakukan setiap tahun sekali;

3) Penilaian kinerja menggunakan sistem yang obyektif, transparan dan benar-benar mampu menilai kinerja secara tepat dan akurat;

4) Pengembangan karir pegawai diarahkan secara profesional dengan menitikberatkan pada prestasi kerja, loyalitas serta obyektifitas;

Untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya diadakan pengaturan studi lanjut dan penyelenggaran pendidikan dan latihan jabatan pegawai yang bertujuan untuk meningkatkan pengabdian, mutu, keahlian, kemampuan, dan ketrampilan.

Berbagai upaya terkait pembinaan dan pengembangan Program studi Akuntansi telah dilakukan untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan adalah sebagai berikut:

1) Pelatihan penguatan tata kelola perguruan tinggi yaitu pengembangan proses akademik, peningkatan akses informasi melalui penggunaan internet, pengembangan pusat informasi akademik, pengembangan sistem administrasi keuangan berbasis IT, program EPSBED berbasis website, pengenalan internet dan intranet. Hal ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pihak internal maupun eksternal.

2) Memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk melakukan studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi.

3) Memberikan promosi jabatan bagi tenaga kependidikan sesuai dengan prestasi kerja, masa kerja, dan pendidikan dengan cara melakukan penilaian secara berkala sesuai dengan ketentuan UNDANA

66 4) Memberikan penghargaan kepada tenaga kependidikan yang dinilai berprestasi

untuk setiap tahunnya pada Dies Natalis UNDANA.

5) Memberikan bantuan dana kepada tenaga kependidikan yang melakukan studi lanjut sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

6) Melaksanakan kegiatan pembinaan kebersamaan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dan pola kerjasama yang baik dan menjaga kekompakan untuk setiap tahunnya. Kegiatan ini dapat dilakukan di kampus maupun di luar kampus seperti jalan santai, melakukan persembahyangan bersama, maupun rekreasi bersama.

12. Keberlanjutan

Untuk menjaga kondisi stabilitas dan keberlanjutan sumber daya manusia, selain tunjangan Pensiun (TASPEN), Remunerasi, Lauk Pauk, dan Asuransi Kesehatan (Askes), UNDANA berupaya untuk memperhatikan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan baik yaitu sebagai berikut:

a. Dari segi finansial yaitu dengan meningkatkan kegairahan kerja dan kesejahteraan pegawai meliputi keanggotaan dalam koperasi dan pegawai yang sakit atau meninggal dunia memperoleh bantuan sesuai aturan suka duka.

b. Dari segi non-finansial yaitu pegawai yang menunjukkan pengabdian dan prestasi kerja yang sungguh-sungguh dapat diberi penghargaan berupa tanda jasa, surat penghargaan, maupun penghargaan lainnya.

67 Analisis SWOT

Komponen D Sumber Daya Manusia

1. Kekuatan (Strengths)

a. Pola rekrutmen, seleksi, dan program pembinaan dilaksanakan secara rutin untuk menjamin kualitas dosen dengan kualifikasi baik.

b. Dosen dan tenaga pendukung memiliki kualifikasi, loyalitas, moralitas, dan integritas yang tinggi .

c. Keahlian dosen sesuai dengan program studi.

d. Keberadaan dosen praktisi dan dosen akademisi memberikan gambaran hubungan antara teori dengan aplikasi di dunia nyata.

e. Minat dosen untuk melanjutkan pendidikan cukup besar.

f. Pendidikan dan pengembangan dosen berlangsung secara terus menerus untuk mengikuti berbagai kegiatan ilmiah.

g. Rasio tenaga pendukung dan mahasiswa telah memadai sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada mahasiswa.

1. Kelemahan (Weaknesses)

a. Jumlah dosen yang memiliki pengalaman sebagai praktisi masih terbatas. b. Banyak dosen belum melanjutkan studi S3.

c. Masih kurangnya kemampuan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berskala nasional dan internasional.

d. Rendahnya minat dosen mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal nasional dan internasional.

e. Rendahnya minat dosen mengajukan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat untuk memperoleh hibah kompetitif dari Dikti.

f. Perlu upaya peningkatan jumlah dosen yang ikut sertifikasi dan kualifikasi dosen, dan mampu mengembangkan profesi organisasi dan seminar.

68 3. Kesempatan/Peluang (Opportunities)

a. Tingginya kebutuhan akan pentingnya penerapan transparansi dan akuntabilitas keuangan baik lembaga pemerintahmaupun non pemerintah

b. Banyak kesempatan untuk meluaskan pengetahuannya melalui seminar di tingkat nasional maupun internasional.

c. Tersedianya jumlah dana yang cukup besar baik dari pemerintah, LSM dan lembaga luar negeri lainnya untuk melanjutkan studi lanjut S3 atau kegiatan akademik lainnya di luar negeri.

d. UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendorong dosen sebagai seorang pendidik yang profesional dan memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan.

4. Ancaman/Tantangan (Threats)

f. Kualitassumber daya manusia di universitas lain yang semakin meningkat. g. Persyaratan akreditasi semakin ketat.

69 1. Kesesuaian dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran

Kurikulum Program studi disusun sesuai dengan visi, misi, tujuan Program studi Akuntansi. Penyusunan kurikulum dilakukan melalui workshop/lokakarya baik di tingkat universitas (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (LPMPT) maupun tingkat fakultas dan Program Studi yang melibatkan dosen dan para ahli/praktisi. Desain kurikulum memuat kurikulum inti dan kurikulum institusional yang terintegrasi dalam kelompok-kelompok mata kuliah, yang terdiri atas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Berprilaku Bermasyarakat (MPB), dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Desain kurikulum juga terbagi dalam tiga kompetensi yaitu utama, pendukung, dan lainnya. Untukmencapai sasaran tersebut, mahasiswa Program studi Akuntansi diharuskan menyelesaikan 145 sks (satuan kredit semester), terdiri dari 139 SKS matakuliah wajib dan 6 SKS matakuliah pilihan dari 24 sks matakuliah pilihan. Matakuliah tersebut dikelompokkan ke dalam lima komponen besar yaitu (dengan pengelompokan sesuai dengan acuan Kurikulum Berbasis Kompetensi) yaitu Komponen Pengembangan Kepribadian (MPK), Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Keahlian Berkarya (MKB), Perilaku Berkarya (MPB) dan Komponen Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Berikut ini dapat dilihat pada Tabel 5.1komposisi kurikulum Program studi Akuntansi setiap elemen kompetensi:

Tabel 7. Komposisi Matakuliah Program studi Akuntansi

Kelompok Matakuliah SKS Persentase (%)

Komponen Pengembangan Kepribadian (MPK) 14 9 Komponen Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) 39 27

Komponen Keahlian Berkarya (MKB) 39 27

Komponen Perilaku Berkarya (MPB) 36 25

Komponen Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) 17 12

JUMLAH 145 100

70 2. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders

Kurikulum dibuat dengan mencermati perubahan lingkungan ekonomi dan bisnis baik di tingkat global, nasional maupun regional, dengan tujuan menghasilkan lulusan akuntansi yang mutakhir dan mampu bersaing di dalam bursa tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Program studi Akuntansi menjawab tuntutan dan kebutuhan stakeholder dengan adanya 4 konsentrasi yang diberikan, yaitu akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, auditing dan akuntnsi sektor publik, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memilik kompetensi sesuai dengan kebutuhan stakeholders. Revisi

3. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi, penataan/

Dalam dokumen BAB. I KOMPONEN EVALUASI DIRI (Halaman 64-70)