B. VERIFIKASI SISTEM
3. Model Analisa Finansial
Model analisa kelayakan berfungsi untuk mengetahui tingkat kelayakan investasi industri berdasarkan kriteria-kriteria kelayakan yang terdiri dari NPV, IRR, PBP, BEP dan BCR. Nilai dari kriteria-kriteria tersebut didapat dengan memperhitungkan parameter modal, biaya tetap dan biaya variabel berdasarkan asumsi keuangan yang telah dimasukkan. Di dalam model analisa finansial juga terdapat 3 sub model penunjang analisa kelayakan finansial yaitu sub model aliran kas, sub model analisa resiko dan sub model analisa sensitivitas.
Dalam sub model yang pertama yaitu model aliran kas terdapat dua macam tabel yaitu tabel laba/rugi dan tabel aliran kas. Tabel laba/rugi berisi aliran penerimaan, pengeluaran dan nilai laba/rugi yang dikurangi pajak dan
bunga selama periode umur proyek berjalan, sedangkan tabel aliran kas berisi perubahan saldo kas perusahaan selama periode umur proyek berjalan. Sub model yang kedua yaitu model analisa resiko berguna untuk membantu pengguna memperkirakan tingkat resiko penanaman investasi pada pendirian industri ini berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada perubahan aliran kas dibandingkan dengan nilai aliran kas yang mungkin dicapai. Model analisa sensitivitas berguna untuk memeriksa sensitivitas dari nilai kriteria kelayakan investasi yang telah didapat.
a. Asumsi
Asumsi yang digunakan pada perhitungan analisis kelayakan finansial industri bahan bakar biodiesel dari biji jarak pagar adalah sebagai berikut:
• Kapasitas produksi 3000 ton pertahun
• Umur proyek 10 tahun
• Harga jual produk Rp. 4500 /kg
• Kenaikan harga jual produk 5 % pertahun
• Persentase produk yang terjual 100 %
• Rasio modal sendiri 35 %
• Suku bunga pinjaman bank 13 %
• Tipe depresiasi SLN
• Masa pengembalian kredit 7 tahun
• Skema pembayaran kredit 20 % pertahun
• Pinjaman kredit untuk modal kerja 2 bulan
• Rincian asumsi modal dan asumsi biaya dapat dilihat pada Lampiran 6 dan 7.
b. Hasil Perhitungan Kelayakan
Sub model analisa kelayakan ini menggunakan data dari data asumsi investasi, total modal dan biaya. Kriteria kelayakan yang diperhitungkan dalam pendirian industri bahan bakar biodiesel adalah
dikatakan layak jika memenuhi kriteria-kriteria berikut yaitu nilai NPV lebih besar daripada 0, IRR lebih besar daripada suku bunga pinjaman yang digunakan yaitu 13 %, PBP kurang dari umur proyek (10 tahun), BCR lebih dari 1, dan BEP tidak lebih dari total penjualan produk selama periode 10 tahun umur proyek. Gambar 19 memperlihatkan contoh tampilan hasil analisa kelayakan finansial pada aplikasi INVESTPRO.
Dari hasil ini terlihat bahwa nilai NPV lebih besar dari 0 yaitu Rp. 1.35 milyar, IRR lebih besar daripada suku bunga pinjaman yang digunakan yaitu 14.58 %, PBP kurang dari umur proyek (10 tahun) yaitu 5.78 tahun, BCR lebih dari 1 yaitu 1.08, dan BEP tidak lebih dari total penjualan produk selama periode proyek berjalan, maka sistem menyimpulkan bahwa investasi industri bahan bakar biodiesel dari jarak pagar layak untuk dijalankan. Namun hal ini sangat sensitif karena ketika diuji dengan sensitivitas sangat mudah sekali kehilangan kelayakannya, pembahasan mengenai sensitivitas akan dijelaskan lebih lanjut pada sub bab analisa sensitivitas. Hasil verifikasi sub model kelayakan untuk industri bahan bakar biodiesel selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 9.
Gambar 19. Tampilan hasil analisa kelayakan finansial
Tabel 9. Hasil analisa keuangan investasi industri bahan bakar biodiesel
Kriteria Hasil
Kapasitas Produksi (Ton/Thn) 3 000
Investasi (Juta Rp) 19 071.25
IRR (%) 14.58
NPV (Juta Rp) 1 352.98
BCR 1.08
PBP (Thn) 5.78
BEP (Juta Rp) 135 535.43
Kesimpulan Layak
c. Analisa Sensitivitas
Analisa sensitivitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh ketidakpastian perubahan variabel dalam aspek keuangan dan perubahan faktor eksternal seperti harga bahan baku di pasaran terhadap keputusan kelayakan. Analisa sensitivitas bermanfaat untuk mengkaji sejauh mana perubahan unsur-unsur dalam aspek finansial ekonomi berpengaruh terhadap keputusan yang diambil.
Pengujian sensitivitas kelayakan pendirian industri bahan bakar biodiesel pada perangkat lunak INVESTPRO dapat dilakukan dengan mudah dan fleksibel, parameter yang diubah dan digunakan untuk melihat sensitivitas kelayakan berasal dari variabel-variabel pada asumsi investasi dan variabel-variabel pada asumsi biaya. Parameter-parameter tersebut sangat fleksibel sehingga dapat ditambah atau dikurangi sesuai keinginan pengguna program. Pengujian sensitivitas dilakukan dengan mengubah masing-masing parameter dan tingkat kenaikan atau penurunannya. Contoh tampilan analisa sensitivitas dalam Software INVESTPRO dapat dilihat pada Gambar 20.
Untuk verifikasi uji sensitivitas dipilih beberapa parameter yang
yaitu parameter biaya bahan baku, harga jual produk dan kapasitas produksi. Verifikasi dilakukan dengan mengubah masing-masing parameter satu persatu sampai perubahan yang dilakukan itu dapat mengubah keputusan kelayakan.
Hasil analisa sensitivitas menunjukkan bahwa penurunan harga jual produk atau kenaikan harga bahan baku sebesar 5 % dari asumsi normal sudah mengubah hasil kelayakan investasinya menjadi tidak layak, sedangkan penurunan persentase produk terjual sebesar 1 % saja sudah dapat mengubah kesimpulan hasil kelayakan investasi untuk industri bahan bakar biodiesel menjadi tidak layak. Hasil selengkapnya dari uji sensitivitas pada analisa keuangan industri bahan bakar biodiesel dapat dilihat pada Tabel 10, Tabel 11 dan Tabel 12.
Gambar 20. Contoh tampilan analisa sensitivitas
Tabel 10. Uji sensitivitas hasil analisa keuangan terhadap penurunan
Kesimpulan Layak Tidak Layak Tidak Layak Keterangan :
Harga jual produk normal = Rp 4 500 /kg
Tabel 11. Uji sensitivitas hasil analisa keuangan terhadap kenaikan biaya bahan baku
Kesimpulan Layak Layak Tidak Layak
Keterangan :
Harga bahan baku normal = Rp 500
Tabel 12. Uji sensitivitas hasil analisa keuangan terhadap penurunan
Kesimpulan Layak Tidak Layak Tidak Layak Keterangan :
Persentase produk terjual normal = 100%
d. Analisa Resiko
Sub model keuangan yang kedua adalah sub model analisa resiko. Sub model analisa resiko digunakan untuk menganalisis resiko mengenai kemungkinan terjadinya variabilitas aliran kas pada keseluruhan periode proyek, variabilitas tersebut dapat disebabkan oleh perubahan permintaan, persaingan harga jual produk di pasar dan biaya operasi yang berkaitan dengan biaya bahan baku serta biaya tenaga kerja, namun pada penelitian ini analisa resiko hanya dilihat dari sisi penurunan permintaan. Dasar analisa ini adalah teori probabilitas dan kurva distribusi. Pada analisa ini disadari bahwa aliran kas di masa yang akan datang tidak mungkin diketahui secara pasti tetapi distribusi probabilitasnya dapat diperkirakan. Analisa resiko di dalam INVESTPRO ini memperhitungkan tiga kemungkinan permintaan yaitu tinggi, sedang atau rendah yang akan berpengaruh terhadap aliran kas.
Hasil keluaran analisa ini adalah nilai koefisien varians dan kesimpulan mengenai resiko investasi pendirian industri ini apakah berresiko rendah, sedang atau tinggi. Penentuan kesimpulan resiko rendah, sedang atau tinggi dilakukan dengan membuat range dari hasil trial and error nilai koefisien yaitu membagi tiga bagian yang sama antara nilai minimum dan maksimum, semakin tinggi nilai koefisien
maka resiko investasi industri ini semakin tinggi pula, sebaliknya semakin rendah nilai koefisien resikonya maka semakin rendah pula resiko investasi yang mungkin terjadi. Gambar 21 menampilkan hasil sub model resiko.
Pada sub model analisa resiko ini ditentukan asumsi permintaan rendah menyebabkan perubahan aliran kas sebesar 30 % dari aliran kas yang diharapkan, permintaan sedang adalah 50 % dari aliran kas yang diharapkan sedangkan permintaan tinggi adalah 90 % dari aliran kas yang diharapkan. Asumsi probabilitas untuk permintaan rendah yaitu 25
%, untuk permintaan sedang memiliki probabilitas 50 % sedangkan pada permintaan tinggi probabilitasnya adalah 25 %.
Hasil verifikasi ini menyatakan bahwa resiko investasi pendirian industri bahan bakar biodiesel berbahan baku biji jarak pagar ini berresiko tinggi dengan koefisien varians 0.21. Kesimpulan analisa resiko ini menyatakan bahwa investasi pada pendirian industri bahan bakar biodiesel dengan bahan baku jarak pagar memiliki resiko yang tinggi.