B. VERIFIKASI SISTEM
4. Model Perhitungan Syariah
Verifikasi perhitungan nisbah bagi hasil antara pihak bank dengan nasabah pada model pembiayaan syariah jenis mudharabah dan musyarakah
Gambar 21. Tampilan hasil sub model analisa resiko
adalah Rp 4.9 milyar dipergunakan sebagai input pada model perhitungan syariah mudharabah dan musyarakah sebagai omzet usaha. Hasil perhitungan jika kerjasama yang dipakai berupa syariah mudharabah yaitu nisbah untuk bank pada tahun ke-6 sebesar 93 % dan nisbah untuk nasabah sebesar 7 %, sedangkan jika kerjasama menggunakan metode syariah musyarakah maka nisbah untuk bank sebesar 84 % dan nisbah untuk nasabah adalah sebesar 16 %. Pada pembiayaan jenis murabahah, hasil perhitungannya berupa angsuran perbulan yang harus dibayar nasabah yaitu sebesar Rp 953 juta dan harga jual fasilitas sebesar Rp 57.21 milyar. Tabel 13, Tabel 14 dan Tabel 15 menampilkan hasil perhitungan analisa syariah dengan lebih rinci.
Tabel 13. Hasil analisa syariah mudharabah
Keterangan Hasil
Omzet usaha (Juta Rp) 4 900
Modal (Juta Rp) 13 583
Expected Return Bank (%) 40
Persentase Modal Bank (%) 100
Keuntungan yang diharapkan Bank (Juta Rp) 5 433
Nisbah bagi hasil untuk Bank (%) 93
Nisbah bagi hasil untuk nasabah (%) 7
Tabel 14. Hasil analisa syariah musyarakah
Keterangan Hasil
Omzet usaha (Juta Rp) 4 900
Modal (Juta Rp) 13 583
Expected Return Bank (%) 40
Persentase Modal Bank (%) 65
Keuntungan yang diharapkan Bank (Juta Rp) 3 531
Nisbah bagi hasil untuk Bank (%) 72
Nisbah bagi hasil untuk nasabah (%) 28
Tabel 15. Hasil analisa syariah murabahah
Keterangan Hasil
Harga fasilitas yang dibutuhkan (Juta Rp) 19 071
Marjin keuntungan Bank (%) 40
Jangka waktu pembayaran (Thn) 5
Angsuran perbulan nasabah (Juta Rp) 954
Harga jual kembali fasilitas (Juta Rp) 57 214
VII. KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
INVESTPRO adalah paket perangkat lunak yang disusun sebagai pendukung untuk pengambilan keputusan investasi industri. Perangkat lunak ini ditujukan bagi pengambil keputusan strategis seperti investor atau pimpinan puncak perusahaan untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan pendirian industri. Pengguna program ini lebih ditujukan untuk para investor atau calon investor yang merencanakan untuk menanamkan modalnya pada industri hilir tertentu, namun tidak tertutup kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh pihak pemerintah dan instansi yang terkait dengan industri yang akan didirikan.
Sebagai acuan verifikasi program, dipergunakan data untuk investasi industri bahan bakar biodiesel yang berbahan baku biji jarak pagar.
Paket program ini disusun dengan 4 model utama yaitu model prakiraan pasar, model pemilihan lokasi, model keuangan dan model syariah. Model keuangan terdiri dari dua sub model yaitu sub model analisa sensitivitas dan sub model analisa resiko. Model-model tersebut akan menghasilkan nilai-nilai tertentu serta kesimpulan dari nilai-nilai tersebut untuk dijadikan bahan pertimbangan oleh pengguna sistem sebagai pengambil keputusan strategis dalam memutuskan kelanjutan dari rencana investasi yang telah disusun.
Hasil verifikasi model prakiraan pasar pada tahun prakiraan 2007 menghasilkan prakiraan permintaan pasar sebesar 30.78 juta ton dan prakiraan penawaran pasar sebesar 17.86 juta ton, hal ini berarti potensi pasar pada tahun 2007 adalah sebesar 12.92 juta ton. Sistem juga memprakirakan harga bahan baku industri bahan bakar biodiesel yaitu biji jarak pagar pada tahun 2006 yaitu sebesar Rp. 700 /kg dan prakiraan harga produk solar pada tahun 2006 yaitu sebesar Rp. 5155.36 /Liter. Verifikasi model pemilihan lokasi dengan INVESTPRO menghasilkan daerah Bekasi sebagai peringkat pertama dengan nilai MPE 1096 karena pada daerah ini dinilai memiliki lebih banyak pemukiman penduduk yang berarti disekitar daerah ini juga akan lebih mudah didapatkan tenaga kerja, sedangkan Gresik memperoleh peringkat kedua dengan nilai MPE 856 karena kebutuhan utilitas dan transportasi di daerah ini dinilai lebih baik bila
dibandingkan beberapa daerah lainnya, kemudian peringkat ke-3, 4 dan 5 berturut-turut adalah Batam dengan nilai MPE 819, Jakarta Timur dengan nilai MPE 793 dan Cilegon dengan nilai MPE 312.
Hasil verifikasi model keuangan dengan asumsi harga produk hasil industri berupa minyak biodiesel sebesar Rp.4500 /kg pada pendirian industri bahan bakar biodiesel dengan kapasitas produksi 3000 ton pertahun menunjukkan bahwa pendirian industri bahan bakar biodiesel ini LAYAK untuk didirikan dengan nilai dari parameter-parameter analisa kelayakannya adalah sebagai berikut NPV = Rp 1.35 milyar; IRR = 14.58 %; BEP = Rp. 136 milyar; PBP = 5.78 tahun; BCR = 1.08.
Hasil analisa sensitivitas menunjukkan bahwa penurunan harga jual produk atau kenaikan harga bahan baku sebesar 5 % dari asumsi normal sudah mengubah hasil kelayakan investasinya menjadi tidak layak. Sedangkan penurunan persentase produk terjual sebesar 1 % saja sudah dapat mengubah kesimpulan hasil kelayakan investasi untuk industri bahan bakar biodiesel menjadi tidak layak. Hasil analisa resiko pada pendirian industri bahan bakar biodiesel yaitu nilai koefisien varians sebesar 0.21 maka dapat disimpulkan bahwa investasi pendirian industri bahan bakar biodiesel berbahan baku biji jarak pagar beresiko tinggi.
Verifikasi perhitungan nisbah bagi hasil antara pihak bank dengan nasabah pada model pembiayaan syariah jenis mudharabah dan musyarakah dilakukan pada tahun ke-6 karena pada tahun ini diperkirakan industri sudah mulai memasuki periode balik modal. Hasil perhitungan pada syariah mudharabah yaitu nisbah untuk bank pada tahun ke-6 sebesar 93 % dan nisbah untuk nasabah sebesar 7 %, sedangkan pada syariah musyarakah nisbah untuk bank sebesar 84 % dan nisbah untuk nasabah adalah sebesar 16 %. Pada pembiayaan murabahah, hasil perhitungannya berupa angsuran perbulan yang harus dibayar nasabah yaitu sebesar Rp 953 juta dan harga jual fasilitas sebesar Rp 57.21 milyar.
B. SARAN
1. Masukan asumsi, data dan informasi penunjang yang lebih akurat dalam model-model analisis akan dapat memberikan hasil analisa yang lebih akurat, sehingga dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang lebih tepat lagi.
2. Pemeliharaan basis data perlu dilakukan secara rutin terutama dengan cara melakukan update data baik untuk data pasar, lokasi maupun data finansial sehingga model-model yang digunakan tetap dapat memberikan hasil yang akurat.
3. Perlu dilakukan Software Development/Pengembangan perangkat lunak aplikasi SPK yang berkesinambungan untuk menghasilkan versi-versi berikutnya yang lebih sempurna dengan memperhatikan saran-saran dan kritikan dari pengguna langsung perangkat lunak SPK INVESTPRO dan penyempurnaan bila ditemukan adanya kesalahan (bug) pada saat penggunaan perangkat lunak.
DAFTAR PUSTAKA
Antonio, M.S. 2003. Bank Syariah : Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press, Jakarta.
Arifin, Z. 2002. Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. AlvaBet, Jakarta.
Assauri, S. 1993. Manajemen Produksi dan Operasi. Lembaga Penerbit FE-UI.
Jakarta.
Bernardini, E. 1983. Vegetable Oil and Fats Processing Vol II. Interstampa, Rome.
Biro Perbankan Syariah, Bank Indonesia. 2002. Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia. Bank Indonesia, Jakarta.
Cahyono, B.T. 1995. Analisis Bank Syariah. Badan Penerbit IPWI, Jakarta.
Darnoko, D. dan Cheryan. M. 2000. Continuos Productions of Palm Methyl Ester. J Am. Oil Chem. Soc. 77(12) : 1269-1272.
Dayan, A. 1984. Pengantar Metode Statistika II. LP3ES, Jakarta.
Edgar, T.F. dan D.M. Himmeblau. 1990. Optimize of Chemichal Processes.
McGraw-Hill Book Company, New York.
Eriyatno. 1999. Ilmu Sistem Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. IPB Press, Bogor.
Haas, W. dan Mittelbach M. 2000. Detoxification Experiments with The Seed Oil from Jatropha curcas L. Indust. Crops Prod. 12 : 111-118.
Haridian, G. 2002. Sistem Penunjang Keputusan Perencanaan dan Pengembangan Agroindustri Pala. Skripsi TIN-IPB, Bogor
Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Yayasan Sana Wana Jaya, Jakarta.
Hillier, F.S. dan G.J. Lieberman. 1980. Introduction to Operation Research. Holden Day. Inc., San Fransisco.
Kusuma, Y.C. 2001. Sistem Penunjang Keputusan Perencanaan Agroindustri Terpadu Berbasis Tomat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Skripsi TIN-IPB, Bogor.
Perwataatmadja, K. dan M.S. Antonio. 1992. Apa dan Bagaimana Bank Islam. Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta.
Soeharto, I. 1997. Manajemen Proyek dari Konseptual Sampai Operasional.
Erlangga. Jakarta.
Suryadi, D.H.S. 1996. Sistem Penunjang Keputusan. Gramedia, Jakarta.
Suryadi, K dan A. Ramdhani. 2002. Sistem Pendukung Keputusan : Suatu Wacana Struktural Idealisasi dan Implementasi Konsep Pengambilan Keputusan.
Remaja Rosdakarya, Bandung
Turban, E. 1990. Decision Support and Expert System. Mc Millan Publishing Company, New York.
Turban, E. 1990. Decision Support and Expert System. Mc. Millan Publishing Co., NewYork.
Widarmana, R. 2002. Sistem Penunjang Keputusan Perencanaan Pendirian Agroindustri Jahe. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Bogor
Zulkifli, S. 2003. Panduan Praktis Perbankan Syariah. Zikrul Hakim, Jakarta.
L A M P I R A N
Lampiran 1. Luas lahan kritis per propinsi s/d akhir tahun 2003 (dalam Ha) PROPINSI
SISA LAHAN KRITIS S/D TAHUN 2003 Dalam Kawasan
Sumber : Statistik Indonesia 2004, Biro Pusat Statistik
Lampiran 2. Hasil analisis karakteristik minyak biodiesel jarak pagar yang diolah dengan proses “Estrans”
Parameter Satuan Metil ester
jarak jagar
Standar
Angka Cetane - 46.9 min 40
Viskositas kinematik 40oC cSt 5.863 1.9 – 6.0
Densitas 15oC g/ml 0.8848 0.85 – 0.89
Bilangan asam mg KOH/g 0.298 maks 0.80
Bilangan Iod G I2/100g 97.8 maks 120
Kadar abu % (b/b) tidak terdeteksi 0.01
Kadar abu sulfat % (b/b) tidak terdeteksi maks 0.02 Kadar air dan sediment % (v/v) tidak terdeteksi maks 0.050
Residu karbon Conradson % (b/b) 0.025 maks 0.05
Nilai kalor kJ/g 41.170
Kandungan sulfur % (b/b) 0.0046 maks 0.05
Titik tuang oC 0 -15 – 0
Titik awan oC 9
Titik nyala oC 191 min 100
Komposisi metil ester :
Metil Laurat % (b/b) 1.12
Metil Miristat % (b/b) 0.29
Metil Palmitat % (b/b) 31.41
Metil Stearat % (b/b) 0.27
Metil Oleat % (b/b) 61.03
Metil Linoleat % (b/b) 2.12
Metil Linolenat % (b/b) 3.51
Total metil ester : % (b/b) 99.75
Sumber : Puslitbang Hasil Hutan, Departemen Kehutanan 2006
Lampiran 3. Diagram alir sub model analisis pasar
Pilih tahun untuk dianalisa
Perhitungan Analisis Pasar dengan menggunakan Metode Deret Waktu
Hasil Prakiraan Permintaan, Rencana
Produksi, Prakiraan Harga Bahan Baku
BASIS DATA Data Harga
Tahun Harga
MULAI
Data Penawaran
Tahun Jumlah BASIS DATA
Data Permintaan
Tahun Jumlah BASIS DATA
Analisis Finansial
Lampiran 4. Diagram alir sub model analisis lokasi
Baik Data Syarat
Lokasi
Sesuai Sedang Cukup Buruk BASIS DATA
Data Lokasi Bahan Baku
Pasar Utilitas Tenaga Kerja
Transportasi BASIS DATA
Analisa Lokasi Unggulan dengan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial
Lokasi Unggulan MULAI
Data Tingkat Kepentingan
Kriteria Bahan Baku
Utilitas Tenaga Kerja
Transportasi BASIS DATA
Lampiran 5. Diagram alir sub model analisis finansial
Struktur Biaya Agroindustri
Komponen Biaya Jenis Biaya Jumlah Item Satuan Harga Satuan Total
BASIS DATA
PERHITUNGAN KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI (BCR, NPV, IRR, dan PBP)
Hasil :
Nilai Kelayakan Finansial Agroindustri
• Kapasitas Produksi
• Harga Bahan Baku
• Harga Jual Produk
• Pemodalan Sendiri
• Bunga Pinjaman Bank
• Persentase Nilai Sisa
• Pesentase Biaya Perawatan
• Persentase Penyusutan Asumsi Finansial Analisis
Pasar
Lampiran 6. Data biaya tetap dan biaya variabel industri bahan bakar biodiesel dari biji jarak pagar
Biaya Tetap
Uraian JenisBiaya Jumlah Satuan HargaSatuan
(Ribu Rp)
Direktur Biaya Gaji Direksi 1 Orang 8 000
General Manager Biaya Gaji Direksi 2 Orang 5 000
Sekretaris Biaya Gaji Direksi 3 Orang 1 500
Manager Produksi Biaya Gaji Karyawan Pabrik 1 Orang 2 500 Manager Gudang Biaya Gaji Karyawan Pabrik 1 Orang 2 500 Asisten Manager Biaya Gaji Karyawan Pabrik 4 Orang 2 000 Staff Administrasi Biaya Gaji Karyawan Pabrik 4 Orang 1 500
Supervisor Biaya Gaji Karyawan Pabrik 8 Orang 1 500
Operator Mesin Biaya Gaji Karyawan Pabrik 5 Orang 1 000 Tenaga Harian Biaya Gaji Karyawan Pabrik 20 Orang 800 Staff Bengkel Biaya Gaji Karyawan Pabrik 2 Orang 800
Manager QC Biaya Gaji Karyawan Pabrik 1 Orang 2 500
Manager PPIC Biaya Gaji Karyawan Pabrik 1 Orang 2 500 Manager Keuangan Biaya Gaji Karyawan Kantor 1 Orang 2 500 Manager Pemasaran Biaya Gaji Karyawan Kantor 1 Orang 2 500 Manager Umum Biaya Gaji Karyawan Kantor 1 Orang 2 500 Asisten Manager Biaya Gaji Karyawan Kantor 5 Orang 2 000 Staff Administrasi Biaya Gaji Karyawan Kantor 5 Orang 1 500 Staff Teknis Biaya Gaji Karyawan Kantor 10 Orang 1 500
Keamanan Biaya Gaji Karyawan Kantor 5 Orang 1 000
Supir Biaya Gaji Karyawan Kantor 5 Orang 800
Pelayanan Biaya Gaji Karyawan Kantor 5 Orang 700
Manager R&D Biaya Gaji Karyawan Kantor 1 Orang 2 500 Manager HRD Biaya Gaji Karyawan Kantor 1 Orang 2 500 Listrik & Telepon Biaya Overhead Pabrik 1 Bulan 1 500 Administrasi & Umum Biaya Overhead Pabrik 1 Bulan 1 500 Listrik & Telepon Biaya Umum Kantor 1 Bulan 1 500
Administrasi Biaya Umum Kantor 1 Bulan 1 000
Lain-lain Biaya Umum Kantor 1 Bulan 500
Biaya Variabel
Uraian JenisBiaya HargaSatuan Jumlah Satuan
Methanol Biaya Bahan Baku Penunjang 1 000 9 %
HCl Biaya Bahan Baku Penunjang 8 000 1 %
Bahan Lain Biaya Bahan Baku Penunjang 580 0.5 %
Bahan Bakar & Energi Biaya Utilitas Variabel 750 100 %
Transportasi Laut Biaya Transportasi Produk 300 100 %
Biji Jarak Pagar (Rendemen 21.5 %) Biaya Bahan Baku Utama 600 463 %
Lampiran 7. Data modal awal pendirian industri bahan bakar biodiesel dari biji jarak pagar
Modal Aset
Uraian Jenis Modal Jumlah Satuan HargaSatuan
(Ribu Rp)
Kantor Bangunan dan Pekerjaan Sipil 200 m2 1 000
Laboratorium Bangunan dan Pekerjaan Sipil 50 m2 1 000
R&D Bangunan dan Pekerjaan Sipil 50 m2 1 000
Gudang Bahan Baku Bangunan dan Pekerjaan Sipil 500 m2 750
Bagian Reaktor Biodiesel Bangunan dan Pekerjaan Sipil 500 m2 750
Gudang Produk Jadi Bangunan dan Pekerjaan Sipil 500 m2 750
Musholla Bangunan dan Pekerjaan Sipil 100 m2 400
MCK Bangunan dan Pekerjaan Sipil 50 m2 400
Kantin Bangunan dan Pekerjaan Sipil 100 m2 400
Area Parkir dan Tanah Kosong Bangunan dan Pekerjaan Sipil 2 050 m2 50
Jalan Bangunan dan Pekerjaan Sipil 1 000 m2 100
Pos Satpam Bangunan dan Pekerjaan Sipil 100 m2 400
Sistem Kelistrikan Bangunan dan Pekerjaan Sipil 2 Paket 20 000 Sistem Telekomunikasi Bangunan dan Pekerjaan Sipil 50 Lines 300
Bagian Pengepresan Bangunan dan Pekerjaan Sipil 200 m2 750
Bagian Filterisasi Bangunan dan Pekerjaan Sipil 200 m2 750
Bagian Pemurnian Bangunan dan Pekerjaan Sipil 200 m2 750
Mess Bangunan dan Pekerjaan Sipil 200 m2 850
Generator Mesin dan Peralatan Produksi 1 Unit 565 000
Alat Pemadam Kebakaran Mesin dan Peralatan Produksi 5 Unit 30 000 Peralatan Laboratorium Mesin dan Peralatan Produksi 1 Paket 750 000 Perlengkapan Penunjang Mesin dan Peralatan Produksi 1 Paket 500 000 Perlengkapan Bengkel Mesin dan Peralatan Produksi 1 Paket 500 000 Reaktor Biodiesel 10 Ton/Hari Mesin dan Peralatan Produksi 1 Paket 8 000 000 Mesin Pres 1 Ton/Hari Mesin dan Peralatan Produksi 10 Unit 35 000 Mesin Filter 1 Ton/Hari Mesin dan Peralatan Produksi 10 Unit 25 000 Tangki Pemurnian 1 Ton/Hari Mesin dan Peralatan Produksi 10 Unit 125 000
Komputer Peralatan dan Perlengkapan Kantor 20 Unit 6 500
Printer Peralatan dan Perlengkapan Kantor 3 Unit 1 000
Faximili Peralatan dan Perlengkapan Kantor 3 Unit 1 500
Lemari Arsip Peralatan dan Perlengkapan Kantor 5 Unit 500
Lemari Buku Peralatan dan Perlengkapan Kantor 5 Unit 500
Meja Kantor Peralatan dan Perlengkapan Kantor 25 Unit 500
Kursi Peralatan dan Perlengkapan Kantor 25 Unit 150
Meja dan Kursi Tamu Peralatan dan Perlengkapan Kantor 2 Set 1 000 Peralatan Tulis Peralatan dan Perlengkapan Kantor 200 Unit 5 Mesin Fotocopy Peralatan dan Perlengkapan Kantor 2 Unit 5 000
Mobil Operasional Kendaraan 2 Unit 150 000
Truk Angkut Barang Kendaraan 1 Unit 300 000
Sepeda Motor Operasional Kendaraan 5 Unit 12 000
Mobil Box Kendaraan 2 Unit 500 000
Modal Aset (lanjutan)
Uraian Jenis Modal Jumlah Satuan HargaSatuan
(Ribu Rp)
Kolam Aerob Penanganan Limbah 2 Unit 100 000
Kolam Fakultatif Penanganan Limbah 2 Unit 50 000
Kolam Aerasi Penanganan Limbah 2 Unit 50 000
Kolam Anaerob Penanganan Limbah 2 Unit 50 000
Kolam Sedimentasi Penanganan Limbah 2 Unit 50 000
Pembangunan Parit Penanganan Limbah 2 Unit 50 000
Pipa Instalasi Air Penanganan Limbah 2 Unit 10 000
Pompa Air Penanganan Limbah 2 Unit 6 000
Modal Non Aset
Uraian JenisModal Jumlah Satuan HargaSatuan
(Ribu Rp) Tanah dan Survey Pengadaan Tanah dan Survey 6 000 m2 250
Perizinan Lain-lain 1 Paket 100 000
Perekrutan Karyawan Lain-lain 1 Paket 50 000
Uji Coba & Komisioning Pra Operasi 1 Paket 100 000
Lampiran 8. Panduan penggunaan perangkat lunak INVESTPRO
A. Sekilas Lintas
Software INVESTPRO merupakan perangkat lunak berbasis Windows yang mengintegrasikan beberapa fungsi dari analisa kelayakan investasi untuk industri.
Sistem dapat menyediakan informasi secara detail dan lengkap sehingga dapat mempermudah proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan investasi untuk mendirikan suatu industri. Sistem ini dapat melakukan fungsi penyimpanan dan pengolahan data masukan menjadi informasi yang berguna untuk membantu pengambilan keputusan perencanaan investasi industri. Keluaran dari Software INVESTPRO berupa informasi yang telah diolah, ringkas dan memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat serta dapat dimanfaatkan oleh pihak pengambil keputusan.
Terima Kasih Splash Screen
A. KEBUTUHAN PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK 1. Kebutuhan Perangkat Keras
Instalasi sistem informasi manajemen membutuhkan perangkat keras antara lain : a. Satu set komputer dengan processor minimal Pentium Series, dengan RAM
minimal 64 MB
b. Monitor SVGA dengan resolusi minimal 800x600 pixel dan lebih dari 256 warna
c. Mouse dan Keyboard
d. Ruang kosong pada harddisk minimal 100 MB e. CD-ROM
f. Printer
2. Kebutuhan Perangkat Lunak
a. Sistem Operasi Microsoft Windows 9x/NT/XP atau yang lebih baru
b. Microsoft Data Access Control (MDAC) Versi 2.5 atau yang lebih baru (Termasuk di dalam paket CD program atau bisa mendownload di www.microsoft.com)
B. INSTALASI PROGRAM SISTEM INFORMASI PRODUKSI a. Instalasi INVESTPRO
Instalasi program sistem informasi produksi menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Masukkan CD-ROM INVESTPRO ke dalam drive CD-ROM. Program instalasi akan mulai secara otomatis. Jika program instalasi tidak otomatis dimulai, klik dua kali icon My Computer, lalu klik dua kali pada icon CD-ROM. Pada jendela yang baru anda pilih, jalankan file Setup.exe untuk menginstal program.
2. Program Setup akan memandu anda untuk melakukan instalasi, menyajikan informasi pada setiap langkah. Bacalah informasi yang ada dengan teliti, lalu klik Next untuk melanjutkan ke langkah berikutnya, atau klik Back untuk kembali.
3. Pilihlah drive dan directory ke mana program akan diinstal.
4. Setelah instalasi selesai jika komputer meminta untuk Restart sebaiknya klik OK untuk menyempurnakan proses instalasi INVESTPRO pada sistem komputer.
5. Jika instalasi gagal lihat Penanganan Kesalahan.
b. Menguninstal program INVESTPRO
Untuk menguninstal program INVESTPRO dengan menggunakan pilihan Program Add/Remove pada Control Panel. Pilih program INVESTPRO pada menu, lalu klik tombol Add/Remove untuk menguninstal.
C. PENANGANAN KESALAHAN
1. Program INVESTPRO tidak dapat diinstal sama sekali :
Kemungkinan file Setup.exe rusak, kondisi tersebut dapat terjadi karena kerusakan CD Setup.
2. Program INVESTPRO tidak dapat dibuka : Kemungkinan terjadi kegagalan saat instalasi.
Penanganan :
Instal ulang program INVESTPRO
3. Pengguna tidak dapat masuk ke sistem dan keluar dengan pesan error “Nama Pengguna dan Password salah atau tidak ada”
Penanganan :
Hubungi administrator dan minta User Id atau Password baru.
4. Gambar dan tampilan sistem tidak lengkap : Resolusi layar kurang dari 800x600 pixel Penanganan :
Ubah resolusi layar menjadi 800x600 atau yang lebih besar.
5. Keluar tampilan error ketika membuka form data : Data base belum terhubung ke aplikasi
Penanganan :
Hubungi administrator
D. FORM UTAMA
Form untuk membuka File DataBase MainMenu (Menu Utama)
StatusBar (Tanggal / Jam / LevelAkses / HakCipta)
FeatureMenu (Menu Fitur)
E. MENU UTAMA DATABASE 1. Membuka DataBase
2. Membuat DataBase Baru
Form untuk membuat File DataBase baru 2. Ketikkan nama
DataBase baru
1. Pilih Folder lokasi File DataBase
3. Klik tombol OK untuk melanjutkan Form untuk membuka File DataBase
2. Pilih file DataBase yang ingin dibuka
1. Pilih Folder lokasi File DataBase
3. Klik tombol OK untuk melanjutkan
F. MENU UTAMA ANALISA 1. Analisa Pasar
Form untuk menganalisa pasar 1. Tentukan tahun
prakiraan pasar
2. Tentukan jumlah tahun yang digunakan untuk acuan analisa pasar
3. Tentukan persen kapasitas produksi
4. Program otomatis menampilkan hasil
5. Laporan prakiraan 5 tahunan dalam bentuk cetak
2. Analisa Lokasi
3. Analisa Finansial
2. Program otomatis menampilkan hasil 1. Menentukan
asumsi-asumsi investasi
Form untuk menganalisa lokasi 1. Menentukan bobot
setiap kriteria
4. Hasil analisa lokasi dalam bentuk peringkat
2. Melengkapi data lokasi alternatif
3. Pilih alternatif yang diperhitungkan
5. Hasil analisa dalam bentuk perhitungan
4. Analisa Syariah
Form untuk menganalisa nisbah keuangan syariah 2. Menentukan tipe variabel :
a. Variabel tidak bebas = variabel ditentukan dari asumsi finansial investasi b. Variabel bebas = variabel dapat ditentukan secara langsung
1. Menentukan model keuangan syariah
3. Hasil perhitungan nisbah