• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL EVALUASI MODEL LOGIKA

Model evaluasi Logic models adalah salah satu model evaluasi dimana pendekatannya berorientasi tujuan. Pendekatan ini memfokuskan pada tujuan spesifik dan menentukan sampai dimana tujuan telah tercapai. Perintis pendekatan ini adalah Tyler. Sedangkan termasuk pendekatan ini adalah evaluasi Meffesel dan Michael, Evaluasi Hammond, dan Evaluasi Provus.

Pemahaman Tyler tentang evaluasi adalah proses penentuan sampai dimana tujuan pendidikan dari suatu program sekolah atau kurikulum telah tercapai. Langkah pada pendekatan Tyler sebagai berikut: (a) menetapkan tujuan umum, (b) mengklasifikasi tujuan, (c) mendefinisikan tujuan dalam istilah perilaku, (d) menentukan situasi dimana hasil/prestasi belajar ditunjukkan, (e) mengembangkan atau memilih teknik pengukuran, (f) mengumpulkan data kinerja, (g) membandingkan data kinerja dengan tujuan yang dinyatakan dengan perilaku. Rasional Tyler secara ilmiah logis dapat diterima, dan dapat diadopsi oleh evaluator pendidikan dan mempunyai pengaruh yang sangat besar pada ahli teori evaluasi. Tyler mendeskripsikan enam kategori dari tujuan dari sekolah, yakni (a) menguasai informasi (b) mengembangkan kebiasaan kerja dan keterampilan belajar (c) mengembangkan cara berpikir yang efektif (d)

menginternalisasi sikap, minat, apresiasi, dan kepekaan sosial (e) menjaga kesehatan badan (f) mengembangkan filosophi hidup.

Metode empiris untuk mengevaluasi tujuan mencakup (a) mengumpulkan data untuk mendeskripsikan keputusan nilai tujuan, (b) pengaturan ahli, dengar pendapat, panel untuk mereview dan mengevaluasi tujuan (c) melaksanakan studi terhadap catatan, arsip, editorial, newsletter (d) melaksanakan pilot study untuk melihat apakah tujuan akan dicapai. Pengembangan taksonomi belajar oleh Bloom dan Krathwohl dipengaruhi oleh pendekatan evaluasi berorientasi tujuan.

Kekuatan utama pendekatan evaluasi berorientasi tujuan terletak pada kesederhanaan. Pendekatan ini mudah dipahami, mudah untuk diikuti dan diterapkan, serta mengahasilkan informasi yang pada umumnya pendidik setuju, bahwa pendekatan itu sesuai denga misi mereka. Menurut Mager pendekatan evaluasi berorientasi tujuan menyebabkan pendidik dapat merefleksikan apa yang dimaksudkan dan menjelaskan generalisasi yang rancu tentang hasil pendidikan (worthen & Sanders, 1987).

Di samping sejumlah kekuatan, terdapat juga beberapa kelemahan, yakni (a) lemah dalam komponen evaluasi yang sebenarnya (b) lemah dalam standar untuk menilai kesenjangan antara tahap kinerja dan tujuan, (c) mengabaikan alternatif penting yang seharusnya dipertimbangkan dalam merencanakan program pendidikan, (d) mengabaikan perubahan yang terjadi selama program atau aktivitas yang sedang dievaluasi (e) mengabaikan konteks dimana evaluasi dilaksanakan (f) mengabaikan hasil penting lain yang tidak direncanakan dalam aktivitas (g) mengabaikan peristiwa dalam program yang tidak merefleksikan tujuan, (h) mempromosikan pendekatan yang linear dan tidak fleksibel pada evaluasi.

Komponen-Komponen Logic Model

Model eveluasi Logic model lebih banyak diterapkan dalam berbagai pelatihan, yang bertujuan untuk melihat ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi logic model dimulai dengan menetapkan visi jangka panjang tentang bagaimana peserta program akan lebih baik (berubah) karena program yang diikuti. Perubahan yang dialami oleh para peserta setelah mengikuti pelatihan dipandang sebagai hasil akhir program (tujuan/obyektif).

Target hasil yang akan diperoleh ditetapkan dalam garis waktu (Jody L. Fitzpatrick, dkk); katakanlah lima tahun. Jika pencapaian visi tujuan ditargetkan selama 5 tahun, maka pertanyaanya pada tahun keempat, tahun ketiga dan tahun kedua dan tahun terakhir apa yang harus dilakukan oleh perserta? Berdasarkan pencapaian visi jangka panjang tersebut dianalisis hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tahunan. Adapun komponen-komponen spesifikasi evaluasi logic model adalah:

Input (Masukan):

Anggaran tahunan, fasilitas staf, peralatan, bahan, dan sebagainya yang diperlukan untuk menjalankan program.

Sesi Kegiatan :

Mingguan, kurikulum, lokakarya, konferensi, rekruitmen, layanan klinis, newsletter, pelatihan staf, dan seterusnya yang membentuk program.

Keluaran :

Jumlah peserta setiap minggu menurut kategori demografis, jumlah rapat kelas, jam pelayanan langsung kepada setiap menginternalisasi sikap, minat, apresiasi, dan kepekaan sosial (e)

menjaga kesehatan badan (f) mengembangkan filosophi hidup. Metode empiris untuk mengevaluasi tujuan mencakup (a) mengumpulkan data untuk mendeskripsikan keputusan nilai tujuan, (b) pengaturan ahli, dengar pendapat, panel untuk mereview dan mengevaluasi tujuan (c) melaksanakan studi terhadap catatan, arsip, editorial, newsletter (d) melaksanakan pilot study untuk melihat apakah tujuan akan dicapai. Pengembangan taksonomi belajar oleh Bloom dan Krathwohl dipengaruhi oleh pendekatan evaluasi berorientasi tujuan.

Kekuatan utama pendekatan evaluasi berorientasi tujuan terletak pada kesederhanaan. Pendekatan ini mudah dipahami, mudah untuk diikuti dan diterapkan, serta mengahasilkan informasi yang pada umumnya pendidik setuju, bahwa pendekatan itu sesuai denga misi mereka. Menurut Mager pendekatan evaluasi berorientasi tujuan menyebabkan pendidik dapat merefleksikan apa yang dimaksudkan dan menjelaskan generalisasi yang rancu tentang hasil pendidikan (worthen & Sanders, 1987).

Di samping sejumlah kekuatan, terdapat juga beberapa kelemahan, yakni (a) lemah dalam komponen evaluasi yang sebenarnya (b) lemah dalam standar untuk menilai kesenjangan antara tahap kinerja dan tujuan, (c) mengabaikan alternatif penting yang seharusnya dipertimbangkan dalam merencanakan program pendidikan, (d) mengabaikan perubahan yang terjadi selama program atau aktivitas yang sedang dievaluasi (e) mengabaikan konteks dimana evaluasi dilaksanakan (f) mengabaikan hasil penting lain yang tidak direncanakan dalam aktivitas (g) mengabaikan peristiwa dalam program yang tidak merefleksikan tujuan, (h) mempromosikan pendekatan yang linear dan tidak fleksibel pada evaluasi.

peserta, jumlah dari newsletter, dan sebagainya yang menghitung program pengeluaran.

Implementasi Program: Segera, menengah, jangka panjang, dan tujuan akhir adalah perubahan peserta (pengembangan).

Staf program mengembangkan logik model untuk program yang dapat digunakan untuk evaluasi program, yaitu di mana kita diharapkan setiap tahun? Jika tidak, perubahan apa yang diperlukan dalam program sehingga kita dapat mencapai tujuan yang kita maksud?

Sanders dan Cunningham (1975) juga menyarankan pentingnya metode logika dan empiris dalam mengevaluasai sasaran. Metode logika mencakup:

1. Memeriksa kekuataan dari argumen atau rasional dibalik masing-masing tujuan.

2. Memeriksa konsekuensi dari pencapaian sasaran atau tujuan. 3. Mempertimbangkan nilai-nilai hukum, kebijakan, moral dan

kondisi ideal.

Evaluasi program logic model dapat dicontohkan seperti mengevaluasi program pengahapusan buta aksara. Visi jangka panjangnya ditentukan bahwa pada Repelita V (pada masa orde baru) Indonesia sudah bebas dari keaksaraan. Demikian juga pada pada bidang kesehatan seperti; program KB untuk menekan angka kelahiran dalam rangka menekan jumlah penduduk Indonesia, dll.

United Way of America telah menerbitkan panduan yang berguna untuk evaluasi program yang didasarkan pada konsep model logika model (1996). Model logika sekarang digunakan oleh banyak organisasi nirlaba yang menerima dana dari United Way.

Sebagai hasilnya, model ini telah datang untuk memainkan peran sentral dalam organisasi tersebut.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Evaluasi merupakan proses menentukan keputusan terhadap suatu obyek yang sedang dievaluasi. Logic model merupakan bagian dari evaluasi program dimana pengamatannya sudah ditetapkan jauh sebelum program dimulai dalam hal ini diawali dengan menetapkan visi jangka panjang, kemudian menentukan tujuan yang akan dicapai dalam setiap tahuan. Evaluasi ini dilakukan secara terus menerus, serta mengecek sejauh mana tujuan tersebut sudah terlaksana dalam proses pelaksanaan program. Pendekatan ini memakai tujuan program sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan. Dan evaluator mencoba mengukur sampai di mana pencapaian tujuan telah dicapai. Model ini dikembangkan oleh Fitzpatrick dkk. Adapun komponen-komponennya adalah: input, komponen, implementasi kerja, bentuk hubungan antara line, output dan outcome.

DAFTAR PUSTAKA

Fitzpatrick, Jody L, Sanders, James R, Worthen, Blaine R, Program Evaluation Alternative Approaches and Practical Guidelines,

Pearson Education, 2004

Sutikno, Muzayanah, Modul kuliah Evaluasi Program, Jakarta, 2011

peserta, jumlah dari newsletter, dan sebagainya yang menghitung program pengeluaran.

Implementasi Program: Segera, menengah, jangka panjang, dan tujuan akhir adalah perubahan peserta (pengembangan).

Staf program mengembangkan logik model untuk program yang dapat digunakan untuk evaluasi program, yaitu di mana kita diharapkan setiap tahun? Jika tidak, perubahan apa yang diperlukan dalam program sehingga kita dapat mencapai tujuan yang kita maksud?

Sanders dan Cunningham (1975) juga menyarankan pentingnya metode logika dan empiris dalam mengevaluasai sasaran. Metode logika mencakup:

1. Memeriksa kekuataan dari argumen atau rasional dibalik masing-masing tujuan.

2. Memeriksa konsekuensi dari pencapaian sasaran atau tujuan. 3. Mempertimbangkan nilai-nilai hukum, kebijakan, moral dan

kondisi ideal.

Evaluasi program logic model dapat dicontohkan seperti mengevaluasi program pengahapusan buta aksara. Visi jangka panjangnya ditentukan bahwa pada Repelita V (pada masa orde baru) Indonesia sudah bebas dari keaksaraan. Demikian juga pada pada bidang kesehatan seperti; program KB untuk menekan angka kelahiran dalam rangka menekan jumlah penduduk Indonesia, dll.

United Way of America telah menerbitkan panduan yang berguna untuk evaluasi program yang didasarkan pada konsep model logika model (1996). Model logika sekarang digunakan oleh banyak organisasi nirlaba yang menerima dana dari United Way.

Model Evaluasi

PROGRAM

Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd

PEMBELAJARAN

Dokumen terkait